Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis
Tampilkan postingan dengan label FATAYAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FATAYAT. Tampilkan semua postingan

Kajian Rutin Kamis Kliwon PAC Muslimat NU Margomulyo: Meneguhkan Kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai Cahaya Kehidupan

Margomulyo, 6 Agustus 2026 – PAC Muslimat NU Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Kajian Rutin Kamis Kliwon sebagai agenda pembinaan keagamaan yang istiqamah bagi seluruh jajaran pengurus.

Jangan Meremehkan Amal Kecil, Kiyai Badrun Ajak Jamaah Istiqamah Meniti Jalan Kebaikan


Margomulyo, 2 Agustus 2026 – Majelis Taklim Al-Amin Dusun Kaligede, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad pada Ahad (02/08/2026) pukul 14.00–15.30 WIB bertempat di Masjid Al-Amin Kaligede.

Istiqamah di Jalan Kebaikan, Kiyai Badrun Sulaiman Ajak Jamaah Majelis Taklim Hidayatul Umam Meneladani Pesan Rasulullah

Margomulyo, Bojonegoro – Jum'at, 31 Juli 2026. Semangat menuntut ilmu dan memperkuat keimanan kembali mewarnai kegiatan Kajian Rutin Majelis Taklim Hidayatul Umam yang diselenggarakan pada Jum'at, 31 Juli 2026, pukul 14.30–15.30 WIB, bertempat di Dusun Bandung, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo


Margomulyo, 18 Juli 2026 – Majelis Taklim Fatimah Azzahra Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Margomulyo kembali menyelenggarakan Kajian Rutin sebagai bagian dari ikhtiar penguatan spiritual, keilmuan, dan militansi kader. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 13.00–15.30 WIB, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo Lantai II, berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

MWCNU Margomulyo Matangkan Agenda Strategis dan Perkuat Komitmen Pengembangan BMTNU untuk Kemaslahatan Umat

Rapat Bersama persiapan pelaksanaan IHM PC Muslimat NU

Margomulyo – Jumat, 5 Juni 2026. Dalam rangka memperkuat sinergi organisasi serta mempersiapkan berbagai program strategis Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar musyawarah koordinasi pada  Jumat, 5 Juni 2026, pukul 13.00–15.00 WIB bertempat di Masjid Wisata Religi An-Nahdlah Margomulyo.

Semangat Dakwah Tak Pernah Padam, Kajian Rutin Muslimat dan Fatayat NU Kalangan Berlangsung Khidmat dan Penuh Antusias

Kiyai badrun pada sesi Mauidzoh hasanah
Margomulyo – Kamis, 7 Mei 2026. Semangat dakwah dan syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah terus digelorakan oleh Ranting Muslimat dan Fatayat NU Kalangan melalui kegiatan Kajian Rutin Bulanan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Masjid Al-Miftahul Huda, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo.

Rutinan Triwulan PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo Dikemas Halal Bihalal, Warga NU Padati Balai Desa Ngelo


Margomulyo – Ahad, 12 April 2026. Suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat ukhuwah mewarnai kegiatan Rutinan Triwulan PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo yang dikemas dengan Halal Bihalal NU Ranting Ngelo pada Ahad, 12 April 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di Balai Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, dan berlangsung meriah dengan antusiasme jamaah yang begitu luar biasa.

Internalisasi Nilai Syukur dan Sabar: Kajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo Berlangsung Khidmat

Kiyai Badrun pada sesi Kajian rutin PAC Muslimat NU Margomulyo

Margomulyo — Kamis, 23 April 2025. Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo kembali menggelar kegiatan kajian rutin yang dilaksanakan pada Kamis Kliwon, 23 April 2025, pukul 10.00 hingga 11.55 WIB, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo lantai dua. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus PAC Muslimat NU serta enam ranting Muslimat NU se-Anak Cabang Margomulyo.

“Menyalakan Obor Peradaban: RAKER Fatayat NU Margomulyo Teguhkan Peran, Kukuhkan Dakwah, Songsong Ramadhan dengan Aksi Nyata”



Margomulyo, Ahad 22 Februari 2026. - Semangat juang dan militansi kader muda Nahdlatul Ulama kembali menyala dalam kegiatan Rapat Kerja (RAKER) PAC Fatayat NU Margomulyo yang digelar pada Ahad, 22 Februari 2026.

Pengajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo Berlangsung Khidmat di Auditorium MWCNU

Kiyai Badrun Ketua MWCNU dalam sesi Kajian rutin Kamis Kliwon


PAC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan pada Kamis Kliwon, 08 Januari 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 10.30 WIB hingga selesai dan bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo lantai dua.

MWCNU Margomulyo Gelar Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya dalam Rangka Hari Santri 2025

Dok. Fotto Bersama di Maqom Raden Santri Jipangulu

Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menyelenggarakan kegiatan Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya pada 24 Oktober 2025.

Kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim Muslimat NU Al-Amin Dusun Kaligede Desa Margomulyo: Menggugah Rasa Spiritual dan Etika Berdoa



Minggu, 19 Mei 2024, Masjid Al-Amin Kaligede menjadi saksi kegiatan pengajian rutin yang menginspirasi yang diinisiasi oleh para anggota Muslimat NU Kaligede Margomulyo. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan seluruh jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU serta tokoh wanita setempat. Acara ini menjadi semakin berkesan dengan kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman, ketua MWCNU Margomulyo, yang memberikan tausiyah berharga kepada seluruh peserta.

"Semaraknya Warga NU: Percepatan Peluncuran BMTNU Margomulyo Menuju Kesuksesan Ekonomi Syariah"


Margomulyo 28 Februari 2024 - Pasca Pemilihan Umum yang berlangsung pada tanggal 14 bulan Februari kemarin, Tim BMTNU Margomulyo dengan penuh semangat berbagi kemajuan yang telah dicapai dengan Tim BMTNU Ngraho. Bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngraho, mereka saling berinput dan berbagi informasi, menentukan langkah awal yang harus diambil untuk meluncurkan BMTNU Margomulyo.

"Kegiatan Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo: Merajut Kebersamaan dan memperkuat Kerukunan Umat"

Sumberjo, Margomulyo - Pada hari Sabtu, 17 Februari 2024, Pengajian Rutinan Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo berlangsung meriah di Mushola Assalam, Dusun Mbecok, Desa Sumberjo, Margomulyo. Acara yang diselenggarakan atas prakarsa Pimpinan Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial

(Oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang saya muliakan,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di sini pada kesempatan yang berbahagia ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tema yang sangat penting, yaitu "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial".

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam peristiwa ini, Rasulullah diangkat ke langit dan menerima perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melaksanakan shalat lima waktu. Selain itu, dalam perjalanan ini juga diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalil pertama yang mendasari tema kita ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Al-Israa' (17):1 yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ فَإِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الأَرْضَ لِي وَمَسْجِدًا

Artinya: "Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: Aku diberikan pertolongan dengan ketakutan dalam perjalanan sejauh satu bulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersuci dan tempat shalat; maka apabila telah masuk waktu shalat bagi seorang dari umatku, maka hendaklah ia shalat. Sesungguhnya Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat sujud dan tempat shalat bagiku."

Dari dalil-dalil tersebut, kita dapat memahami bahwa Isro' Mi'raj merupakan peristiwa yang sangat penting dan memiliki makna yang dalam dalam kehidupan kita sebagai umat Muslimin dan Muslimat. Dalam konteks tema kita, Isro' Mi'raj dapat menjadi bekal penting dalam menumbuhkembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial. Berikut ini beberapa konsep dan prinsip yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro' Mi'raj:

1. Kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Isro' Mi'raj adalah bukti nyata tentang kedekatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Melalui perjalanan ini, Rasulullah diberikan penghormatan yang luar biasa dan diangkat ke langit. Hal ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan antara Rasulullah dengan Allah. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ibadah dan amal yang dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan meneladani Isro' Mi'raj, kita dapat mengembangkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan yang dekat dengan Allah dalam setiap amal sosial yang kita lakukan.

2. Kepentingan Shalat:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan perintah kepada Rasulullah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Dalam hadis yang telah disebutkan sebelumnya, Rasulullah menyampaikan bahwa bumi ini dijadikan sebagai tempat sujud dan tempat shalat baginya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam konteks wakaf sosial, menjaga kualitas shalat kita adalah langkah pertama dalam mengembangkan kesadaran sosial. Shalat yang khusyuk dan tepat waktu akan memberikan kekuatan spiritual dan motivasi untuk melakukan amal sosial dengan sungguh-sungguh.

3. Kebaikan dan Kepedulian Sosial:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat. Hal ini menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala serta kasih sayang-Nya kepada umat manusia. Dalam konteks wakaf sosial, kita diajarkan untuk mengembangkan sikap kebaikan dan keprihatinan terhadap sesama. Wakaf sosial adalah bentuk amal yang bertujuan untuk membantu dan memperbaiki kondisi masyarakat yang kurang mampu. Dengan mengambil inspirasi dari Isro' Mi'raj, kita diingatkan untuk melihat kebaikan dan potensi dalam diri kita dan juga dalam masyarakat di sekitar kita. Kita harus berusaha memberikan kontribusi nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan, baik secara materi maupun non-materi.

4. Ketakwaan dan Ketaatan:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diberikan perintah shalat lima waktu oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah pun mentaati perintah tersebut dengan penuh ketakwaan dan ketaatan. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan tindakan nyata untuk melaksanakan perintah-Nya dalam membantu sesama. Kesadaran akan ketaatan kepada Allah dan menjalankan amal sosial dengan ikhlas dan sungguh-sungguh adalah hal yang sangat penting dalam mengembangkan kesadaran jama'ah kita dalam amaliah wakaf sosial.

Hadirin yang saya muliakan,

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang penuh hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Dalam konteks tema kita, "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial," kita dapat mengambil berbagai konsep dan prinsip dari peristiwa tersebut. Melalui kedekatan dengan Allah, pentingnya shalat, kebaikan dan keprihatinan sosial, serta ketakwaan dan ketaatan, kita dapat menjadi jama'ah yang sadar dan berperan terus dalam amaliah wakaf sosial.

Dalam mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, ada beberapa langkah konkret yang dapat kita lakukan:

1. Pendidikan dan Penyuluhan: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada jama'ah terkait pentingnya amaliah wakaf sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui ceramah, pengajian, atau pelatihan khusus yang membahas tentang wakaf sosial dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ini harus meliputi pemahaman tentang konsep wakaf sosial dalam Islam, manfaatnya bagi masyarakat, serta cara-cara pelaksanaannya.

2. Membentuk Lembaga Wakaf Sosial: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat membentuk lembaga wakaf sosial yang bertujuan untuk menghimpun dan mengelola wakaf dari jama'ah dan masyarakat sekitar. Lembaga ini dapat berperan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi kebutuhan sosial yang mendesak, serta mengelola wakaf tersebut dengan efektif dan transparan. Melalui lembaga wakaf sosial, jama'ah dapat secara terorganisir berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

3. Program Pemberdayaan Masyarakat: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan dana wakaf sosial. Program ini dapat berupa pelatihan keterampilan, pendidikan, bantuan modal usaha, atau program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. Penting bagi jama'ah untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan ini agar mereka dapat merasakan manfaatnya secara nyata.

4. Menggalang Kerjasama dengan Pihak Terkait: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga amil zakat, lembaga sosial, pemerintah daerah, atau lembaga kemanusiaan lainnya. Kerjasama ini dapat memperluas jangkauan dan dampak dari amaliah wakaf sosial yang dilakukan. Dengan saling bekerja sama, kita dapat menciptakan sinergi yang positif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hadirin yang saya muliakan,

Amaliah wakaf sosial bukanlah sekadar tindakan sosial semata, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam menjalankan amaliah wakaf sosial, marilah kita mengambil inspirasi dari peristiwa Isro' Mi'raj yang melibatkan kedekatan dengan Allah, ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, kita dapat menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan dalam setiap langkah kita untuk mengembangkan amaliah wakaf sosial. Aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


"Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi

(Oleh Kiyai Badrun Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin Jama'ah ibu-ibu muda Fatayat NU Ranting Ngelo yang berbahagia,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita bersama-sama mengangkat tema yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita, yaitu "Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi." Era globalisasi yang begitu dinamis dan penuh tantangan ini membutuhkan bekal yang kuat untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga kita. Salah satu sumber inspirasi yang tak ternilai adalah peristiwa Isra' Mi'raj yang merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW ke langit dan bertemunya beliau dengan Allah SWT. Dalam perjalanan ini terdapat berbagai pelajaran dan spirit yang dapat menjadi pilar dalam membangun keluarga sakinah di era modern ini.

1. Renungan tentang Keagungan Allah SWT:
Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita tentang keagungan dan kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini menyaksikan keindahan langit dan bertemu langsung dengan Allah SWT. Dalam era globalisasi yang serba sibuk ini, kita sering kali terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merefleksikan keagungan Allah SWT dan mengingat-Nya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga sakinah.

2. Kepemimpinan yang Bijaksana:
Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat manusia telah menunjukkan contoh kepemimpinan yang bijaksana dalam Isra' Mi'raj. Beliau diberikan petunjuk dan arahan langsung dari Allah SWT. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, kita sebagai ibu-ibu muda perlu menjadi pemimpin dalam keluarga dengan bijaksana. Mengambil contoh dari Rasulullah SAW, kita harus mengambil keputusan berdasarkan petunjuk agama serta berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota keluarga dengan kelembutan dan kasih sayang.

3. Pendidikan dan Pembelajaran:
Perjalanan Isra' Mi'raj juga mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini mendapatkan hukum-hukum agama dan aturan-aturan yang kemudian disampaikan kepada umat manusia. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, pendidikan dan pembelajaran menjadi faktor penting. Kita sebagai ibu-ibu muda perlu senantiasa meningkatkan pengetahuan agama dan mendalami ajaran Islam agar dapat mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar kepada anak-anak kita.

4. Kebersamaan dan Toleransi:
Dalam perjalanan Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi antarumat beragama. Di era globalisasi ini, kita hidup bersama dalam masyarakat yang multikultural dan beragam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun keluarga yang mampu hidup harmonis dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Mengajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak kita adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih baik.

5. Keberanian dan Keteguhan Hati:
Isra' Mi'raj juga menguji keberanian dan keteguhan hati Rasulullah SAW. Beliau menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam perjalanan ini. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi yang penuh tantangan ini, kita perlu memiliki keberanian untuk melawan godaan dan ujian yang datang. Keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya menjadi kunci utama dalam menjaga keluarga agar tetap kuat dan sakinah.

Hadirin, itulah beberapa poin yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari peristiwa Isra' Mi'raj dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi. Keagungan Allah SWT, kepemimpinan yang bijaksana, pendidikan dan pembelajaran, kebersamaan dan toleransi, serta keberanian dan keteguhan hati merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi era globalisasi yang cepat dan kompleks ini, marilah kita menjadikan peristiwa Isra' Mi'raj sebagai sumber inspirasi dan bekal bagi kita dalam membina keluarga sakinah. Mari kita tingkatkan pengetahuan agama, meningkatkan kepemimpinan yang bijaksana, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW, kita dapat menjadi ibu-ibu muda yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh keimanan dan keteguhan hati.

Semoga ceramah singkat ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua. Mari kita berupaya menjadikan keluarga kita sebagai mercusuar kebaikan di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Terima kasih atas perhatian dan kehadiran kalian semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

"Semaraknya NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj: Memperkuat Semangat Kebersamaan dan Ketaqwaan"

Kegiatan NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj di Masjid Darussalam Pumpung, yang diselenggarakan pada hari Ahad, 21 Januari 2024, menjadi momen yang sangat berarti bagi Jama'ah NU Geneng. Acara ini dihadiri oleh seluruh struktural NU Geneng, semua tokoh masyarakat, serta warga NU yang hadir dengan antusias.

Dalam sambutannya, Ketua NU Geneng, Kiyai Ihsan, mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi yang luar biasa dari semua warga NU yang hadir. Ia menyampaikan rasa syukur atas semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus tumbuh di antara jama'ah NU Geneng. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat ukhuwah Islamiyah masih berkobar di hati setiap anggota NU Geneng.

Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH Abdul Jalal, Pengasuh Pesantren Putu Santri Ngraho. Beliau memberikan ceramah yang penuh hikmah dan mengangkat banyak hal yang berkaitan dengan Spirit Isro' Mi'raj. Tausiyah tersebut mengingatkan jama'ah akan peristiwa Isro' Mi'raj yang menjadi momentum penting dalam sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, KH Abdul Jalal mengajak jama'ah untuk merenungkan perjalanan isra' dan mi'raj sebagai peristiwa yang penuh hikmah dan teladan bagi umat Islam. Beliau menguraikan makna dari perjalanan ini, mulai dari kepatuhan dan kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi ujian hingga kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dinyatakan dalam peristiwa mi'raj. Tausiyah tersebut menginspirasi jama'ah untuk meneladani karakter Rasulullah dan menghidupkan semangat spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran semua struktural NU Geneng dan tokoh masyarakat turut memberikan kekuatan dan semangat dalam menjalankan peringatan Isro' Mi'raj ini. Sinergi antara struktural NU Geneng dengan tokoh masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat peran NU Geneng sebagai agen perubahan sosial yang positif di masyarakat.
Dengan penuh kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah, acara NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj di Masjid Darussalam Pumpung sukses terselenggara. Semoga semangat dan inspirasi dari acara ini terus menggelora dalam setiap langkah yang diambil oleh jama'ah NU Geneng, sehingga mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik, sejalan dengan semangat Isro' Mi'raj yang mengajarkan kepatuhan, kesabaran, dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Solusi Peredam Kegaduhan dalam Keluarga

Oleh: Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini. Saya ingin menyampaikan makalah ini kepada seluruh ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo dengan tema yang sangat indah, yaitu "Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Solusi Peredam Kegaduhan dalam Keluarga."

Isra' Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau dinaiki oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dari sana beliau naik ke langit yang lebih tinggi lagi. Perjalanan ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual yang memiliki banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi kita sebagai umat Muslim.

Dalam konteks keluarga, kehidupan seringkali diwarnai dengan berbagai kegaduhan dan pertentangan antara anggota keluarga. Kegaduhan ini bisa muncul dalam bentuk perbedaan pendapat, konflik emosional, atau bahkan pertengkaran yang lebih serius. Namun, sebagai ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo, kita memiliki ajaran Isra' Mi'raj yang dapat menjadi solusi peredam kegaduhan dalam keluarga kita.

Dalil dari Al-Qur'an yang dapat kita temukan terkait dengan solusi peredam kegaduhan dalam keluarga adalah dalam Surah Ar-Rum ayat 21, yang berbunyi:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu dapat ketenangan hati, dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir." (Q.S. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan pasangan hidup untuk kita sebagai sumber ketenangan hati dan kasih sayang. Dalam konteks ini, kita sebagai ibu-ibu harus menyadari bahwa keluarga adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan kita harus menjaga keharmonisan dan ketenangan dalam keluarga kita.

Hadis yang dapat kita jadikan pegangan adalah hadis dari Rasulullah SAW yang menyatakan:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

"Sebaik-baik kalian adalah yang baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah yang baik akhlaknya terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi)

Dari hadis ini, kita belajar pentingnya memiliki akhlak yang baik terhadap anggota keluarga kita. Akhlak yang baik mencakup sikap sabar, pengertian, toleransi, dan menghormati perbedaan pendapat. Dengan memiliki akhlak yang baik, kita dapat menjadi solusi peredam kegaduhan dalam keluarga, menjaga kerukunan, dan memperkuat ikatan kasih sayang di antara anggota keluarga.

Kalam hikmah ulama terkait dengan solusi peredam kegaduhan dalam keluarga juga banyak. Salah satunya adalah perkataan Imam Ghazali, "Rahasia kebahagiaan dalam keluarga adalah adanya komunikasi yang baik, saling menghormati, dan sikap saling memaafkan." Hal ini menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, menghormati satu sama lain, dan memiliki sikap memaafkan dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Dalam konteks Isra' Mi'raj, kita juga dapat mengambil pelajaran berharga. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit adalah bukti kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Nabi sebagai utusan-Nya. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi sebelumnya dan menerima perintah shalat lima waktu. Ini mengajarkan kita pentingnya menjaga ibadah kita sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh petunjuk-Nya.

Dalam keluarga, menjaga ibadah bersama-sama, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir, dapat menjadi sarana untuk mempererat ikatan keluarga dan memperoleh berkah dari Allah SWT. Dengan menjalankan ibadah secara bersama-sama, kita juga dapat memberikan teladan yang baik kepada anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka menjaga keharmonisan keluarga, perlu juga diingat bahwa dalam setiap perselisihan, kita harus mencari penyelesaian yang terbaik dengan musyawarah dan mengedepankan sikap saling memaafkan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shura ayat 38:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

"Dan orang-orang yang menjauhi kejahatan besar dan perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memaafkan." (Q.S. Ash-Shura: 37)

Dalam konteks kehidupan keluarga, kita harus menjauhi perbuatan yang buruk, menjaga sabar dan memaafkan satu sama lain ketika ada perselisihan. Sikap memaafkan adalah salah satu kunci penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Dalam rangka menerapkan spirit Isra' Mi'raj sebagai solusi peredam kegaduhan dalam keluarga, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri dan anggota keluarga tentang keistimewaan dan keberkahan keluarga sebagai anugerah dari Allah SWT. Kita harus memiliki akhlak yang baik, mengedepankan komunikasi yang baik, menghormati perbedaan pendapat, menjaga ibadah bersama-sama, dan memiliki sikap saling memaafkan.

Mari kita menjadikan keluarga kita sebagai tempat yang penuh dengan kasih sayang, harmoni, dan kedamaian, sehingga kita dapat merasakan berkah dari Allah SWT dan menjadi keluarga yang diridhoi-Nya.

Akhir kata, semoga materi ceramah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam keluarga. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

"Harmoni Rohani dan Perkembangan Ekonomi Syariah: Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo"


Margomulyo, 14 Januari 2024 – Sebuah kehangatan rohani melingkupi Masjid Mamba'ul Khoiriyah Dusun Singgih, Desa Sumberjo, pada hari Ahad. Pengajian rutin yang dihelat oleh Pengurus Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo menjadi magnet bagi segenap warga NU Sumberjo yang hadir dalam kebersamaan.


Muyasaroh Ketua Muslimat NU Ranting Sumberjo, dalam sambutannya, menyatakan kegembiraannya atas kehadiran seluruh warga NU Sumberjo dalam acara yang menjadi wadah bersilaturahmi dan mempererat tali ukhuwah. Rais Syuriyah NU Sumberjo, Kiyai Abdul Karim, turut hadir memberikan aura ketenangan dengan pandangannya yang penuh hikmah.

Puncak acara terasa semakin menggetarkan ketika Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, memberikan tausiyah. Dalam paparannya, beliau mengupas banyak hal, terutama mengenai penguatan program ekonomi syariah. Beliau mengajak seluruh warga NU Sumberjo untuk memahami dan mendukung program-program ekonomi syariah yang menjadi fokus NU.


Tidak hanya memberikan nasihat, Kiyai Badrun Sulaiman juga mengumumkan rencana pendirian lembaga keuangan syariah yang akan menjadi milik NU. Lembaga ini, menurut beliau, akan berkegiatan di Kantor MWCNU dan akan kembali memberdayakan warga NU Margomulyo.

"Kami berharap, dengan adanya lembaga keuangan syariah ini, dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat," ungkap Kiyai Badrun Sulaiman di hadapan hadirin yang antusias.


Pengajian yang memadukan unsur rohani dan informasi strategis ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan kelancaran setiap langkah umat Islam. Para peserta meninggalkan masjid dengan hati yang penuh kehangatan dan semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari, mendukung program-program positif yang diinisiasi oleh NU.


Kontributor: Abid.

Editor: CyberMWCNU

PAC Muslimat NU Margomulyo: Mengokohkan Kebersamaan dan Semangat Istiqomah

Margomulyo, 4 Januari 2024 - Suasana kebersamaan dan semangat istiqomah menghiasi kantor MWCNU Margomulyo pada hari Kamis, 4 Januari 2024, dalam rangka kegiatan rutin PAC Muslimat NU Margomulyo. Sejak jam 10.00 hingga 12.00, para peserta dari berbagai Ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo berkumpul di kantor MWCNU untuk mengokohkan kebersamaan dan mendapatkan inspirasi dari kegiatan yang digagas oleh PAC Muslimat NU Margomulyo.