SUMBEREJO – Sabtu 10 Oktober 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ di Musholla Al-Ikhsan, Pluntu, Sumberejo, pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan rangkaian acara berupa pembacaan tahlil, Mahalul Qiyam, sambutan pengurus, serta kajian kitab keagamaan.Kegiatan rutinan tersebut menjadi salah satu ikhtiar warga Nahdliyin untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara diawali dengan pembacaan Suratul Fatihah yang dipimpin oleh pembawa acara, Muhammad Turmudzy. Pembacaan surah pembuka Al-Qur’an tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan sekaligus harapan agar seluruh rangkaian acara memperoleh keberkahan dan rida Allah SWT.
Memasuki acara kedua, sambutan tuan rumah disampaikan oleh Kyai Darmaji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berkenan hadir. Ia juga memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan, baik dari segi tempat maupun jamuan yang disediakan.
Sambutan sederhana tersebut mencerminkan semangat persaudaraan dan ketulusan warga NU dalam menyambut para tamu yang hadir untuk mengikuti majelis keagamaan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh Liskin. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian amaliah tersebut dengan khusyuk dan khidmat. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema di Musholla Al-Ikhsan.
Selanjutnya, Ketua Ranting NU Sumberejo, Kyai Abdullah Sareh, menyampaikan sambutan sekaligus informasi organisasi. Salah satu hal yang disampaikan adalah perkembangan pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), yang saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro.
Ia mengajak warga NU yang belum pernah mengikuti PD-PKPNU agar segera mendaftarkan diri sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kader organisasi.
Bahkan, Kyai Abdullah Sareh menyampaikan kesediaannya untuk menggratiskan biaya keikutsertaan peserta apabila jumlah perwakilan dari Ranting NU Sumberejo belum mencapai sepuluh orang. Ajakan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak warga NU mengikuti proses kaderisasi sehingga lahir kader-kader yang berilmu, berkomitmen, dan siap berkhidmah kepada jam’iyah.
Acara inti diisi dengan kajian kitab oleh Kyai Rusdianto, S.Pd.I., Katib Syuriyah MWCNU Margomulyo sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Umam. Dalam kajiannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesucian sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan salat.
Ia menjelaskan bahwa seorang Muslim perlu memperhatikan kesucian diri, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk melaksanakan ibadah. Pemahaman mengenai kebersihan dan kesucian tersebut penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat.
Selain itu, Kyai Rusdianto menguraikan hukum najis mutawassitah atau najis tingkat sedang, beserta tata cara menyucikannya menurut ajaran Islam. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman praktis kepada jamaah agar mampu membedakan jenis najis dan menerapkan cara penyucian yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, doa dipimpin oleh Kyai Sarmo. Para jamaah mengikuti doa dengan khusyuk, memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan aktivitas dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Lailatul Ijtima’ ini, Ranting NU Sumberejo berharap tradisi keagamaan dan kebersamaan warga Nahdliyin terus terjaga. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, Lailatul Ijtima’ menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, menambah ilmu, dan meneguhkan semangat kaderisasi demi keberlangsungan perjuangan Nahdlatul Ulama di tingkat ranting.
Editor: Drun
