Margomulyo, Bojonegoro – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Majelis Taklim Baiturrohim Dusun Batang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, pada Jum'at malam, 31 Juli 2026, pukul 20.30–22.00 WIB. Puluhan jamaah dari berbagai kalangan hadir mengikuti Kajian Rutin Majelis Taklim Baiturrohim yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.
Allah Merahasiakan Tiga Perkara di Dalam Tiga Perkara
Istiqamah di Jalan Kebaikan, Kiyai Badrun Sulaiman Ajak Jamaah Majelis Taklim Hidayatul Umam Meneladani Pesan Rasulullah
Margomulyo, Bojonegoro – Jum'at, 31 Juli 2026. Semangat menuntut ilmu dan memperkuat keimanan kembali mewarnai kegiatan Kajian Rutin Majelis Taklim Hidayatul Umam yang diselenggarakan pada Jum'at, 31 Juli 2026, pukul 14.30–15.30 WIB, bertempat di Dusun Bandung, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo, Meneguhkan Khidmah dan Merawat Semangat Jam'iyah
Margomulyo – Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula MWCNU Margomulyo Lantai II pada Sabtu malam (25/7/2026), saat ratusan warga Nahdlatul Ulama berkumpul dalam kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang spiritual sekaligus forum konsolidasi untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat khidmah seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo.
Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom Perkuat Kepastian Hukum Aset Pendidikan
Margomulyo (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan pelayanan di bidang perwakafan melalui prosesi Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB tersebut dilaksanakan di RA Muslimat NU 20 Dusun Pucanganom, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo
Margomulyo, 18 Juli 2026 – Majelis Taklim Fatimah Azzahra Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Margomulyo kembali menyelenggarakan Kajian Rutin sebagai bagian dari ikhtiar penguatan spiritual, keilmuan, dan militansi kader. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 13.00–15.30 WIB, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo Lantai II, berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Indonesia Berkiblat 2026: MWCNU dan KUA Margomulyo Cetak Mujahid Rasydul Kiblat Sambut Fenomena Agung Matahari Tepat di Atas Kakbah
Margomulyo – Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Indonesia Berkiblat pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB di Aula MWCNU Margomulyo.
"Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur
Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis
Margomulyo – Sabtu, 4 Juli 2026. Semangat memperkuat khidmah organisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah terus digelorakan oleh MWCNU Margomulyo melalui penyelenggaraan Naharul Ijtima' yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo lantai dua. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU, badan otonom, lembaga, takmir masjid, serta warga Nahdliyyin dari berbagai desa di Kecamatan Margomulyo.
BANOM NU (Badan Otonom Nahdlatul Ulama)
Nahdlatul Ulama memiliki badan otonom (banom)
sebagai perangkat yang bertugas menjalankan program NU sesuai dengan basis
keanggotaannya. Ketua Umum setiap banom dipilih oleh anggotanya melalui forum
kongres. Banom memiliki Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga tersendiri yang
tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul
Ulama. Adapun badan otonom terbagi
menjadi dua, yakni berdasarkan usia dan keprofesian atau kekhususan lainnya.
Badan otonom berdasarkan usia adalah sebagai berikut.
1. Muslimat Nahdlatul Ulama
Anggota Muslimat NU merupakan perempuan NU. Organisasi ini lahir pada 29 Maret
1946. Tampilnya perempuan di organisasi
NU sudah terlihat ketika Muktamar Ke-13 di Menes, Banten pada tahun 1938.
Bahkan, di muktamar berikutnya, di Magelang pada tahun 1939, perempuan NU sudah
dipersilakan untuk memimpin jalannya sidang.
2. Fatayat Nahdlatul Ulama
Anggota Fatayat NU adalah perempuan muda NU berusia maksimal 40 tahun.
organisasi ini lahir pada 24 April 1950 di Surabaya, Jawa Timur.
3. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU)
Anggota GP Ansor NU adalah laki-laki muda NU yang maksimal berusia 40 tahun.
Organisasi yang dibidani dan diberikan nama langsung oleh KH Abdul Wahab
Chasbullah ini secara resmi masuk dalam keluarga besar NU pada 24 April 1934
ketika Muktamar Kesembilan di Banyuwangi. GP Ansor pun mengembangkan kepanduan
Barisan Nahdlatul Ulama (Banoe) yang pada perkembangannya menjadi Barisan Ansor
Serbaguna (Banser).
4. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
Anggota IPNU adalah pelajar dan santri laki-laki NU yang berusia maksimal 27
tahun. Organisasi ini dibidani oleh KH Tolchah Manshur, Abdul Ghoni, Sofwan
Kholil, dan rekan-rekannya di Semarang, Jawa Tengah pada 24 Februari 1954 saat
Kongres Lembaga Pendidikan Maarif NU. IPNU juga memiliki organisasi kepanduan
di bawahnya, yakni Corp Brigade Pembangunan (CBP) yang lahir pada Oktober 1964
di Pekalongan, Jawa Tengah.
5. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
Anggota IPPNU adalah pelajar dan santri perempuan NU yang berusia
maksimal 27 tahun. Organisasi ini lahir pada 3 Maret 1955 di Malang, Jawa
Timur. IPPNU memiliki organisasi kepanduan bernama Korps Pelajar Putri (KPP)
yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada Oktober 1964.
6. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Anggota PMII adalah mahasiswa. Organisasi ini lahir pada 17 April 1960 di
Surabaya dengan Ketua Umum pertamanya adalah Mahbub Djunaidi. Kelahiran
PMII bermula dari Departemen Perguruan Tinggi di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
(IPNU).
Sementara itu, badan otonom yang basis keanggotaannya
berdasarkan keprofesian dan kekhususan lainnya adalah sebagai berikut.
1. Jam iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu tabarah
An-Nahdliyah (Jatman)
Banom ini bertugas sebagai pelaksana kebijakan NU dalam pengamalan dan
pengembangan tasawuf. Organisasi para pengamal tarekat ini lahir di di
Tegalrejo Magelang 16 Rabi ul Awal 1377 H / 10 Oktober 1957.
Namun, organisasi ini baru masuk dalam NU saat muktamar ke-26 di Semarang pada
tahun 1979. Jatman memiliki banom untuk mahasiswa, yakni Mahasiswa Ahlit
Thariqah al-Mu tabarah an-Nahdliyah (Matan) yang diresmikan pada Januari 2012
saat Muktamar XI Jatman di Pondok Pesantren Bululawang, Malang, Jawa Timur.
2. Jam iyyattul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama
(JQHNU)
Banom ini bertugas melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan kajian dan
tilawatil Qur an. Organisasi ini lahir pada 17 Ramadhan 1370 di Jakarta atas
inisiasi KH Abdul Wahid Hasyim sebagai Menteri Agama saat itu melihat banyaknya
perkumpulan qari dan hafiz Al-Qur an.
3. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
ISNU merupakan banom pelaksana kebijakan NU dalam pengembangan, penerapan, dan
tanggung jawab keilmuan. Organisasi ini lahir atas rekomendasi dari Muktamar
Ke-32 di Makassar tahun 2010 dan baru dibentuk keorganisasiannya pada tahun
2012.
4. Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
Sarbumusi memegang mandat NU dalam melakukan kebijakan NU di bidang
pengembangan dan peningkatan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja Indonesia.
Organisasi ini berdiri pada tanggal 27 September 1955 di Pabril Gula Tulangan,
Sidoarjo Jawa Timur. Kelahirannya bermula dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) XX
di Surabaya Tahun 1954.
5. Pencak Silat Pagar Nusa
PS Pagar Nusa bertugas mengembangkan seni bela diri. Pasalnya, kesenian yang
sudah menjadi tradisi warga NU itu mengalami penurunan. Tak ayal, para pendekar
turun gunung membentuk organisasi pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren
Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya
melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986.
6. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)
Banom ini ditugaskan NU untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan ustaz dan
guru. Konferensi Lembaga Pendidikan Ma'arif NU pada tahun 1952 mekomendasikan
untuk membentuk organisasi guru NU.
Selanjutnya, Ma'arif NU Surabaya yang diberi mandat untuk membentuknya berhasil
mendirikan PC Pergunu Surabaya pada 1 Mei 1958. Pimpinan Pusat Pergunu berhasil
dibentuk pada 14 Februari 1959.
7. Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama
Banom ini lahir sebagai pelaksana kebijakan NU untuk meningkatkan kesejahteraan
nelayan. Organisasi ini didirikan pada Muktamar NU ke 33 tahun 2015 di Jombang,
Jawa Timur.
8. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama
(Ishari NU)
Ishari NU merupakan banom yang melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan
budaya seni hadrah dan shalawat. Organisasi ini lahir pada tahun 1959 dan masuk
menjadi banom NU pada 1961 atas permintaan Rais Aam PBNU KH Abdul Wahab
Hasbullah.
Sumber: https://www.nu.or.id/fragmen/badan-badan-otonom-banom-di-bawah-naungan-nu-sjeZR


.png)
.png)




