Margomulyo – Sabtu, 4 Juli 2026. Semangat memperkuat khidmah organisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah terus digelorakan oleh MWCNU Margomulyo melalui penyelenggaraan Naharul Ijtima' yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo lantai dua. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU, badan otonom, lembaga, takmir masjid, serta warga Nahdliyyin dari berbagai desa di Kecamatan Margomulyo.
Mengusung semangat memperkokoh organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, kegiatan kali ini dikemas dalam tiga rangkaian utama, yaitu Naharul Ijtima', Pembinaan LTMNU MWCNU Margomulyo oleh Tim PC LTMNU Bojonegoro, serta Penguatan ASWAJA NU yang disampaikan oleh Tim ASWAJA NU Center PCNU Bojonegoro. Rangkaian materi tersebut menjadi bekal penting bagi para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi secara lebih profesional, terarah, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Ketua panitia pelaksana, Syaifudi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom, narasumber, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan agenda pembinaan tersebut.
"Semoga kebersamaan dan semangat yang terbangun pada hari ini menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kita kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama dan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Margomulyo, KH. Badrun Sulaiman, dalam arahannya memberikan apresiasi kepada seluruh warga NU dan jajaran struktural pengurus yang selama ini terus menunjukkan dedikasi dalam meningkatkan kualitas khidmah kepada organisasi. Menurut beliau, kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya jumlah warga, tetapi juga pada soliditas, semangat berkhidmah, dan kesungguhan para pengurus dalam menjalankan amanah.
Beliau secara khusus menyampaikan penghargaan kepada jajaran LTMNU MWCNU Margomulyo yang terus bergerak membina dan menghidupkan fungsi kemasjidan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Tidak lupa beliau juga mengapresiasi kehadiran dan kontribusi tim dari PCNU Bojonegoro, baik dari unsur PC LTMNU Bojonegoro maupun ASWAJA NU Center (ASNUTER) yang telah berkenan hadir memberikan pembinaan kepada seluruh peserta.
Memasuki sesi pertama, peserta mendapatkan pembinaan dari tim PC LTMNU Bojonegoro yang disampaikan oleh M. Kholis dan Siswono. Dalam paparannya, keduanya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan LTMNU sebagai motor pengelolaan masjid yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga mampu menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Para peserta juga diajak memahami strategi penguatan tata kelola organisasi, administrasi, serta sinergi antar pengurus dalam menjalankan program-program kemasjidan.
Pada sesi berikutnya, suasana semakin antusias ketika memasuki materi Penguatan ASWAJA NU yang disampaikan oleh Gus Rifqi Azmi dan Ustadz Dodi dari Tim ASWAJA NU Center PCNU Bojonegoro. Dalam pembinaan tersebut, peserta diajak untuk semakin memahami prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama. Selain memperkuat pemahaman keaswajaan, para narasumber juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ajaran Islam yang moderat, toleran, serta menjaga persatuan umat di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui kegiatan Naharul Ijtima' ini, MWCNU Margomulyo berharap seluruh pengurus, kader, dan warga Nahdlatul Ulama semakin memiliki semangat untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada jam'iyah dan masyarakat. Sinergi antara MWCNU, LTMNU, serta ASWAJA NU Center diharapkan menjadi fondasi yang semakin kokoh dalam menghadirkan NU yang kuat secara organisasi, mantap dalam ideologi, serta semakin dirasakan manfaatnya oleh umat. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini menjadi bukti bahwa ikhtiar membangun organisasi tidak hanya dilakukan melalui program kerja, tetapi juga melalui pembinaan yang berkelanjutan demi melahirkan kader-kader NU yang berilmu, berintegritas, dan istiqamah dalam berkhidmah.
