Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

MT Nurul Huda Mojosari Gelar Rutinan Ahad, Bahas Empat Perkara yang Mengurangi Nikmat Allah

SUMBERJO – Majelis Taklim Nurul Huda Mojosari, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar kegiatan rutinan pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut bertempat di Mushola Mbah Sukinem dan diikuti jajaran pengurus serta anggota Majelis Taklim Nurul Huda dengan penuh khidmat.

Rutinan yang diselenggarakan setiap hari Minggu ini menjadi sarana bagi jamaah untuk mempererat tali silaturahmi, menambah wawasan keislaman, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui kegiatan tersebut, para jamaah diharapkan dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini, materi pengajian disampaikan oleh Ibu Robiatul Adawiyah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memahami pentingnya menjaga perilaku dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia. Salah satu pembahasan yang disampaikan adalah empat perkara yang dapat mengurangi keberkahan nikmat Allah apabila menjadi kebiasaan dalam kehidupan.

Pertama, bersikap pelit atau kikir. Sikap ini membuat seseorang enggan berbagi rezeki meskipun memiliki kemampuan. Padahal, berbagi melalui sedekah dan membantu sesama merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

Kedua, enggan membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Sebagai makhluk sosial, manusia hendaknya saling menolong dalam kebaikan. Kepedulian terhadap sesama tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi wujud nyata pengamalan ajaran Islam.

Ketiga, berbicara ketika azan berkumandang. Jamaah diingatkan agar menghormati panggilan Allah untuk menunaikan salat. Ketika azan terdengar, umat Islam dianjurkan menghentikan kesibukan sejenak, menyimak azan, dan menjawab panggilan muazin sesuai tuntunan agama.

Keempat, meninggalkan wirid setelah salat. Seusai menunaikan salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, istigfar, dan doa sebagai bentuk mengingat Allah SWT. Amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus menjaga hati agar tetap tenang.

Melalui pengajian ini, Ibu Robiatul Adawiyah berharap para jamaah semakin bersyukur, gemar membantu sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah. Kegiatan rutinan MT Nurul Huda Mojosari diharapkan terus istiqamah menjadi wadah menuntut ilmu, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta penuh keberkahan.

Kabar Terkait