Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Muslimat-Fatayat NU Kalangan Perdalam Fikih Wudhu Bersama Penyuluh KUA Margomulyo

BOJONEGORO – Semangat mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan terus tumbuh di tengah jamaah Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Kalangan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan rutinan Muslimat dan Fatayat NU yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di kediaman salah satu anggota jamaah, Ibu Supini, istri Bapak Sukijan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri oleh Ketua Ranting NU Kalangan, Bapak Parno, serta segenap jamaah Muslimat dan Fatayat NU setempat. Selain menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, pertemuan rutin tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana menambah wawasan keislaman melalui penyampaian materi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo, Ning Syafiatul Umma, S.Sos.

Dalam tausiyahnya, Ning Syafiatul Umma mengangkat tema “Ibadah yang Membutuhkan Air”, dengan fokus pembahasan mengenai wudhu sebagai salah satu bentuk bersuci yang memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam. Ia menjelaskan bahwa memahami tata cara wudhu bukan sekadar mengetahui urutan membasuh anggota tubuh, melainkan juga memastikan bahwa ibadah yang dilakukan telah memenuhi ketentuan syariat.

Ning Umma menerangkan bahwa wudhu hukumnya wajib bagi seseorang yang hendak melaksanakan salat ketika masih berhadas kecil, serta menjadi syarat dalam pelaksanaan tawaf. Sementara itu, menjaga wudhu dalam berbagai aktivitas kebaikan merupakan amalan yang dianjurkan. Misalnya, ketika hendak tidur, membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf, serta melakukan kegiatan positif lainnya.

Ia juga mengajak jamaah membiasakan diri menjaga kesucian atau daim al-wudhu. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan dalam beribadah sekaligus menghadirkan kesadaran bahwa kebersihan lahir dan kesiapan batin merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.

Lebih lanjut, Ning Umma menjelaskan beberapa amalan sunah dalam berwudhu, di antaranya berkumur, memasukkan air ke hidung, serta membasuh sela-sela jari. Ia kemudian menguraikan rukun wudhu yang meliputi niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dan tertib atau melaksanakan rukun sesuai urutannya. Adapun mengusap kedua telinga merupakan amalan sunah, bukan rukun wudhu.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga mendapatkan penjelasan mengenai beberapa hal yang membatalkan wudhu. Menurut penjelasan materi yang disampaikan, di antaranya adalah keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram menurut ketentuan fikih yang dianut, serta tidur hingga hilang kesadaran. Penjelasan ini menjadi pengingat agar jamaah lebih cermat menjaga kesucian sebelum menunaikan ibadah.

Melalui kegiatan rutinan ini, Muslimat dan Fatayat NU Kalangan diharapkan semakin memahami dasar-dasar fikih ibadah serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan yang terjalin di rumah Ibu Supini juga menunjukkan bahwa majelis keagamaan di lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam merawat persaudaraan, memperkuat tradisi keilmuan, dan menumbuhkan semangat beragama yang istiqamah.

Pada akhirnya, kegiatan rutinan ini bukan sekadar pertemuan berkala, melainkan ruang belajar bersama untuk memperbaiki kualitas ibadah. Dari rumah sederhana di tengah masyarakat, semangat menuntut ilmu terus dirawat agar setiap langkah menuju kebaikan berlandaskan pemahaman agama yang benar, kebersamaan yang kokoh, dan keikhlasan dalam mengabdi kepada Allah Swt.


Kontributor: Bariya.
Editor: Drun.

Kabar Terkait