PAC Muslimat NU Margomulyo: Mengokohkan Kebersamaan dan Semangat Istiqomah
"Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo: Istiqomah dalam Kebajikan dan Rukun di Tahun Politik"
Margomulyo, 31 Desember 2023- Suasana keharmonisan dan kebersamaan menyelimuti kantor MWCNU Margomulyo pada Ahad, 31 Desember 2023, saat rangkaian kegiatan Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo berlangsung. Acara ini dimulai dengan hikmat melalui Pembacaan Tahlil oleh Kiyai Puryanto, Katib Ranting NU Margomulyo.
"Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo: Merajut Kebersamaan dalam Cahaya Ilmu"
Sumberjo, 30 Desember 2023 - Malam penuh berkah dan kebersamaan menyapa warga NU Sumberjo pada Sabtu, 30 Desember 2023, di Musholla Al-Ihlas, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Lailatul Ijtima', kegiatan rutin setiap Malem Ahad Legi secara bergilir di wilayah masing-masing warga NU, kali ini berlangsung istimewa di bawah cahaya bulan dan bintang.
Teruslah BERSEDEKAH: Kampanye Amal ala Super Hero NU
Di sebuah kampung kecil yang dipenuhi semangat kebaikan, hiduplah seorang pria bernama Slamet. Slamet, atau yang lebih dikenal sebagai "Pak Sede," memiliki kebiasaan unik yang menjadi bahan perbincangan hangat di kampungnya. Ia dikenal sebagai sosok yang tak pernah lelah berbuat kebaikan, terutama dalam hal bersedekah.
Setiap hari, Pak Sede seperti super hero kecil yang melayani masyarakatnya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Ia tak hanya memberikan sedekah secara tradisional, tetapi memberikan sentuhan sarkas parodi yang membuat orang-orang terpingkal-pingkal.
Suatu hari, Pak Sede memberikan sejuta alasan kenapa beramal itu menyenangkan. "Lihatlah, bersedekah itu seperti olahraga super seru. Setiap rupiah yang kamu sedekahkan, kamu dapat poin kebaikan. Semakin banyak poin, semakin dekat ke Surga!" serunya sambil melontarkan senyum khasnya.
Warga NU dan masyarakat umum pecinta NU di kampung itu semakin penasaran dengan gaya unik Pak Sede. Mereka tak hanya mendapatkan bantuan materi, tapi juga dosis humor yang menyegarkan. Seakan Pak Sede adalah komedian kebaikan yang mampu membuat semua orang tersenyum.
Pada suatu pagi, Pak Sede memutuskan untuk memberikan "ceramah" bersedekah di depan masjid. "Bersedekah itu mirip kampanye, teman-teman! Bedanya, kita bukan mencalonkan diri, tapi mencalonkan hati kita untuk jadi lebih lapang dan penuh kebahagiaan. Mari kita rebut hati Nurani!" ujarnya sambil mengibarkan bendera kebaikan.
Audien yang terdiri dari Warga NU dan masyarakat umum pecinta NU tak bisa menahan tawa. Pak Sede berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan, membuat kebaikan tak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai petualangan yang menghibur.
Bersedekah bersama Pak Sede bukan hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memberikan hiburan dan semangat positif bagi seluruh kampung. Semua orang menjadi terinspirasi untuk ikut serta dalam aksi kebaikan dengan senyum di wajah.
Sejak saat itu, Pak Sede bukan hanya dikenal sebagai "Pak Sede" di kampungnya, tetapi juga sebagai "Super Hero Bersedekah" yang mampu membuat kebaikan menjadi begitu menggembirakan. Dan begitulah, setiap hari di kampung kecil itu menjadi cerita yang penuh tawa dan kebaikan, berkat Pak Sede dan kampanye amal ala super hero NU-nya yang unik.
"Naharul Ijtima' NU Ngelo": Kebersamaan, Kebangsaan, dan Mauidzoh Hasanah
Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan: Memperkokoh Kebersamaan dan Pemahaman Agama
Kalangan, 26 Desember 2023 - Suasana keakraban dan kebersamaan kembali menghiasi Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan pada hari Selasa, 26 Desember 2023. Acara rutin yang diadakan setiap tanggal 26 setiap bulan ini yang kali ini bertempat di rumah Kiyai Parno Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kalangan) menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan warga NU ranting Kalangan, Margomulyo.
Gerakan Keluarga Maslahah berawal dari Barisan Pelajar IPNU IPPNU Khususnya Bojonegoro
Bojonegoro, 24 Desember 2023 - Ratusan Pelajar berdatangan dalam rangka satu tujuan kebaikan. Rekan dan rekanita sapaan akrab untuk pelajar IPNU IPPNU menyapa kegiatan dengan semangat. Semangat sesuai dengan salam berjuta IPNU IPPNU yaitu Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa.
Tantangan Pelajar dalam menghadapi dunia dengan kemudahan informasi terus digalakkan dalam berbagai gerakan positif. Pelajar se-Bojonegoro berkumpul untuk menerima panggilan jiwa dalam kegiatan Pelatihan Kader IPNU IPPNU Sebagai Fasilitator Keluarga Maslahah Di Bidang Media Sosial Idelogi dan kesehatan Reproduksi Kabupaten Bojonegoro
Kegiatan ini juga dihadiri Rektor UNUGIRI, Dekan Fakultas Syariah dan Adab UNUGIRI dan jajaran yang menjadi tim kolaborasi dalam progam GKMNU. Selain itu juga dihadiri tim satgas GKMNU PC NU Bojonegoro yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB hari ahad tanggal 24 Desember 2023.
Kegiatan dilaksanakan di gedung Hall Universitas Sunan Giri Bojonegoro sebagai salah satu Universitas terbaik di Bojonegoro.
Progam yang dicetuskan oleh PBNU beberapa waktu yang lalu akan dilaksanakan berbagai desa di Bojonegoro untuk meratakan gerakan sebagai kontribusi dalam kemasyarakatan. Maraknya pernikahan dini dan perceraian menjadi salah satu dasar munculnya gagasan progam Gerakan Keluarga Maslahah NU (GKMNU).
"IPNU IPPNU merupakan ujung tombak gerakan Nadhlatul Ulama dan memiliki peran yang sangat penting", ucapnya Rekan Ali ketua PC IPNU Bojonegoro
Peserta nantinya akan dijadikan sebagai fasilitator setiap kecamatan untuk menginformasikan dan melakukan pendampingan dalam Gerakan Keluaarga Maslahah NU.
Kenapa Harus Keluarga? pertanyaan singkat namun penting untuk dijawab, keluarga memiliki peran utama dan sangat penting dalam berkehidupan sehari-hari. Kemudahan informasi selain juga memberikan dampak positif juga harus diantisipasi agar tidak memberikan dampak negatif. Pendampingan dari orang terdekat sangat penting apalagi untuk anak kecil. Peran keluarga inilah yang diharapkan mampu membendung dampak negatif.
Materi yang disampaikan tersebut cukup menarik untuk diulas. Kesimpulan dari materi pertama yaitu ASWAJA sebagai batasan agar mampu menyaring informasi yang semakin mudah untuk diakses.
Kedua, Kesehatan Reproduksi juga harus ditekankan agar mampu memberikan manfaat khususnya bagi remaja sebagai calon orang tua.
Ketiga, sebagai pemateri penutup yang menjadi fasilitas yang sangat cepat dalam mentranfer informasi, maka harus kita bisa optimalkan dengan konten yang positif.
Media Digital Pelajar NU Margomulyo
Kontributor : Soleh Wibowo
Editor : M. Andray Arahman
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Memperkokoh Kebersamaan dan Refleksi Perjalanan Dakwah NU
Naharul Ijtima' NU Geneng: Menjaga Marwah Merajut Uhuwah
Pada hari Ahad, tanggal 17 Desember 2023, Masjid Al-Ihsan Payung Ds. Geneng, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, menjadi saksi kehangatan dan kebersamaan dalam gelaran Naharul Ijtima' NU Geneng. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus ranting NU Geneng, perangkat desa Geneng, dan seluruh Badan Otonom NU.
Konferensi MWCNU Tambakrejo: Kiyai Marjan Kembali Nahkodai MWCNU Tambakrejo
Pada hari Ahad, tanggal 17 Desember 2023, di Kantor MWCNU Tambakrejo, digelar Konferensi MWCNU yang menjadi saksi penting perubahan kepemimpinan. Dalam acara yang penuh kekhidmatan ini, Kiyai Marjan kembali memegang tampuk kepemimpinan MWCNU Tambakrejo.
Konferensi yang dihadiri oleh pengurus cabang Bojonegoro, diwakili oleh Kiyai Asfiror Ridwan dan Kiyai Syaifuddin, menjadi ajang penyatuan tekad untuk memajukan NU di tingkat majelis wakil cabang. Suasana haru dan semangat bersatu terasa begitu kental di antara para peserta konferensi.
Salah satu poin penting dalam konferensi ini adalah pengangkatan Kiyai Sukemi sebagai Rois Syuriah, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin rohaniah yang dihormati. Keputusan ini diambil dalam Sidang Tim AHWA dengan persetujuan dan dukungan dari semua anggota yang hadir.
Rapat pleno juga menjadi panggung pemilihan ketua Tanfidziyah, di mana tiga kandidat utama, yaitu Kiyai Marjan, Kiyai Habib, dan Kiyai Mustofa, berkompetisi dengan penuh semangat. Dalam hasil yang menunjukkan dukungan mayoritas, Kiyai Marjan berhasil meraih 14 suara, sedangkan Kiyai Mustofa dan Kiyai Habib masing-masing mendapat 2 suara.
Dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab, Kiyai Marjan diumumkan sebagai ketua MWCNU Tambakrejo periode 2023-2028. Keberhasilannya tidak hanya mencerminkan kepercayaan yang besar dari para pimpinan cabang, tetapi juga sebuah komitmen untuk terus mengembangkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian di tengah masyarakat Tambakrejo.
Konferensi MWCNU Tambakrejo ini tidak hanya sebuah peristiwa seremonial, tetapi juga momentum penting bagi NU dalam melangkah ke masa depan yang lebih baik di bawah kepemimpinan yang penuh dedikasi dari Kiyai Marjan.
#TimMasterCyberMWCNU
History of Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
History of
Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
Oleh: Lamiran, S.Pd.I./Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tradisi Naharul Ijtima'
di NU Margomulyo Bojonegoro Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya dan menarik.
Dimulai pada tahun 2019, kegiatan ini merupakan hasil gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah, sebagai respons terhadap
kebutuhan untuk mempererat tali silaturahmi antara para ulama, santri dan warga
NU secara umum. Yang kemudian perkembangan di lapangan gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengilhami sebagian kader penggerak
dan aktifis NU di beberapa daerah di Indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo.
Naharul Ijtima’
menjadi alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima' yang sulit dilakukan di
tengah medan wilayah Margomulyo yang didominasi oleh hutan<![if !supportFootnotes]>[1]<![endif]>.
Yang mana MWCNU margomulyo terdiri dari 6 Ranting yakni Rantig NU Ngelo,
Margomulyo, Kalangan, Sumberjo, Meduri dan geneng, yang mayoritas berada di
kawasan perhutani dengan kondisi jalan makadam yang masih sulit di lalui
terlebih di saat malam hari.
Tradisi Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo merupakan cerminan dari kebutuhan mendesak akan
pertemuan rutin antara ulama dan santri serta warga NU secara Umum di wilayah
yang geografisnya menantang. Sejarah kegiatan ini, yang dimulai pada tahun
2019, menandai awal perjalanan yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan
kebersamaan.
1. Gagasan
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah:
Naharul Ijtima' bukanlah sekadar kegiatan biasa,
melainkan sebuah gagasan yang lahir dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul
Ulama (RMINU) Jawa Tengah. RMINU sebagai organisasi yang peduli terhadap
pengembangan keilmuan dan silaturahmi di kalangan NU, merespons permasalahan geografis
yang berbeda-beda di setiap wilayah di indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo
dengan menggagas kegiatan ini. Dengan demikian, Naharul Ijtima' menjadi
bukti nyata upaya organisasi untuk membawa manfaat positif bagi komunitas NU di
seluruh wilayah Indonesia.
2. Respons terhadap Kebutuhan Mempererat
Tali Silaturahmi:
Keberadaan Naharul Ijtima' sejalan dengan kebutuhan akan
mempererat tali silaturahmi antara ulama dan santri NU di Margomulyo. Tradisi
ini menjadi saluran untuk membangun kedekatan hubungan interpersonal,
mengingatkan akan pentingnya menjaga ikatan sosial dan keagamaan di tengah
kesulitan aksesibilitas geografis di wilayah tersebut.
3. Alternatif Berkualitas untuk Lailatul
Ijtima':
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo
menciptakan alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima', yang sulit dilakukan
di medan wilayah Margomulyo yang mayoritas didominasi oleh hutan. Keberhasilan
Naharul Ijtima' sebagai alternatif ini dapat diartikan sebagai respons kreatif
terhadap kondisi lingkungan yang unik di wilayah tersebut, menunjukkan
fleksibilitas dan adaptabilitas dalam merespons tantangan lokal.
Seiring dengan makin jelasnya
latar belakang Naharul Ijtima', kita dapat memahami bahwa tradisi ini tidak
hanya hadir sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya
nyata komunitas NU untuk memperkokoh nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan
keilmuan di tengah kondisi lingkungan yang unik dan memerlukan pendekatan yang
inovatif.
B. Tujuan Penulisan
Makalah ini
bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo, menjelaskan genealogi keilmuan yang mendasari tradisi ini, serta
menggali dampak positifnya terhadap komunitas NU di wilayah tersebut.
Pembahasan
mengenai tujuan penulisan makalah ini mengarah pada ketiga aspek penting yang
ingin diungkap:
1. Mengungkap Sejarah dan Perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo:
Sebagai upaya awal, tujuan penulisan ini adalah merinci
sejarah Naharul Ijtima' sejak dimulainya pada tahun 2019. Penelusuran ini
mencakup aspek-aspek seperti awal mula ide, perkembangan pelaksanaan, dan
tahapan kunci yang membentuk tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan keagamaan di NU Margomulyo. Dengan memahami sejarahnya, para pembaca
dapat menangkap konteks serta evolusi Naharul Ijtima' dalam konteks NU
Margomulyo.
2. Menjelaskan Geneologi Keilmuan yang Mendasari
Tradisi Ini:
Pada bagian ini, penulisan berfokus pada genealogi
keilmuan yang menjadi landasan Naharul Ijtima'. Dalam hal ini, makalah
mencermati pengaruh dan kontribusi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama
(RMINU) Jawa Tengah, inisiatif dari tokoh ulama seperti KH Musthofa Bisri,
serta peran komunitas ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural
maupun struktural. Dengan mendalaminya, makalah berusaha menjelaskan bagaimana
keilmuan menjadi pilar utama dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan
Naharul Ijtima'.
3. Menggali Dampak Positif Naharul Ijtima' Terhadap
Komunitas NU di Wilayah Tersebut:
Pada aspek ini, fokus makalah tertuju pada dampak positif
Naharul Ijtima' terhadap komunitas NU di Margomulyo. Dari sudut pandang
keagamaan, sosial, dan keilmuan, makalah mengidentifikasi perubahan positif
dalam tali silaturahmi, peningkatan keilmuan, serta peneguhan solidaritas di
antara ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural maupun struktural.
Dengan menganalisis dampak positif ini, makalah mendorong apresiasi terhadap
relevansi dan manfaat Naharul Ijtima' dalam membangun dan memperkuat komunitas
NU.
Melalui ketiga
tujuan tersebut, makalah ini berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo, memberikan wawasan yang lebih dalam terkait
perjalanan, nilai-nilai keilmuan, dan kontribusinya terhadap perkembangan
komunitas NU di wilayah tersebut.
IV. Sejarah Naharul Ijtima' di
NU Margomulyo
V. Genealogi Keilmuan Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo
VI. Dampak Sosial dan Keilmuan
Naharul Ijtima'
VII. Tantangan dan Prospek
Masa Depan
**Penulis adalah Kader
dan Aktifis NU yang saat ini di Amanahi Menjadi Ketua MWCNU & MUI
Margomulyo
<![endif]>
Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global
Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', dalam keseluruhan kesejarahan dan adaptasinya, tidak hanya menjadi pilar dalam pergerakan NU di tingkat lokal atau nasional, melainkan juga membentuk ikatan global yang erat. Dalam suasana yang semakin terhubung secara global, NU membuka diri terhadap kerjasama lintas batas untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pemahaman antarumat beragama.
Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU
Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menjadi Naharul Ijtima' bukan hanya mengenai pertemuan dan evaluasi rutin. Kedua kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas dalam pergerakan NU. Dalam menapaki masa depan, NU memahami bahwa keberlanjutan pergerakan ini memerlukan adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'
Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menuju Naharul Ijtima' tidak hanya sebagai acara rutin, melainkan juga sebagai wahana pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pengurus NU. Ini adalah perjalanan yang menggambarkan kesinambungan tradisi dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, mempertahankan nilai-nilai luhur, sambil terus mengembangkan metode dakwah yang relevan.
Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU
Sebagai kelanjutan dari tradisi Lailatul Ijtima', pelaksanaan Naharul Ijtima' di siang hari menambah dimensi dinamis pada pergerakan NU. Keputusan ini memberikan ruang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul, sekaligus menciptakan kesempatan bagi pengurus NU untuk berpartisipasi dalam suasana terang benderang.
LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja
Lailatul Ijtima' NU, yang merupakan bagian integral dari Qonun Asas (Undang-undang Dasar Pergerakan NU) yang ditanamkan oleh KH Hasyim Asy'ari, menyajikan panggung penting dalam perjalanan dakwah Islam Aswaja. Kegiatan ini, diadakan secara bulanan setelah Sholat Isya, mengundang para pengurus NU dari berbagai tingkatan untuk melakukan evaluasi terhadap realisasi dakwah yang telah dilakukan.
Naharul Ijtimak NU Ranting Geneng: Membangun Kebersamaan dan Keharmonisan dalam Keagamaan
Geneng, 12 Nopember 2023 - Masjid Al-Muhlisiah Kali Bedah, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, menjadi saksi atas keharuan dan kebersamaan umat Nahdlatul Ulama (NU) pada acara rutin "Naharul Ijtimak NU Ranting Geneng" yang diselenggarakan setiap Ahad Pahing. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 12 Nopember 2023, dan dihadiri oleh warga NU serta seluruh Badan Otonom NU Geneng.
Turba MWCNU dan Kajian Rutin Malem Sabtu Pahing di Masjid Baiturrohim Batang, Margomulyo
Margomulyo, 24 Nopember 2023 - Dalam rangka memperkuat keimanan dan mempererat tali silaturahmi, Jama'ah Masjid Baiturrohim Batang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar kegiatan rutin "Turba MWCNU dan Kajian Malem Sabtu Pahing." Acara ini telah menjadi bagian integral dalam kalender kegiatan keagamaan di dusun Batang desa Margomulyo dan berlangsung pada Jum'at, 24 Nopember 2023.
PAC Muslimat NU Margomulyo Menggelar Pengajian: Memperkukuh Spiritual Anggotanya Melalui Kitab Arruh

NAHARUL IJTIMA' NU KALANGAN: Membangun Kebersamaan dan Semangat Dakwah Islam di Setiap Kegiatan Bulanan.
Naharul Ijtima' NU Kalangan menjadi sarana penting bagi warga NU untuk berkumpul, berkoordinasi, dan membangun kebersamaan dalam menjalankan dakwah Islam di desa tersebut. Para peserta yang hadir terdiri dari warga NU Kalangan dan seluruh Badan OTONOM NU Kalangan yang terdiri dari berbagai bidang dan latar belakang.
Naharul Ijtima' NU Kalangan merupakan kegiatan yang berawal sejak tahun 2018, dan setiap tahunnya kehadirannya semakin kuat dan berkembang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara warga NU Kalangan, memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program-program dakwah, serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memperkuat keimanan dan keislaman.
Dalam Naharul Ijtima' NU Kalangan, berbagai kegiatan digelar, seperti tausyiah, diskusi keagamaan, pengajian, serta kegiatan sosial lainnya. Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap ajaran Islam serta mendorong partisipasi aktif warga NU dalam menjalankan dakwah.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi warga NU Kalangan untuk berkolaborasi dalam membangun desa yang Islami dan sejahtera. Mereka saling mendukung dalam mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi, serta berperan aktif dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan umat.
Dalam sambutannya, Kiyai Badrun menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat dan dedikasi warga NU Kalangan dalam menjalankan Naharul Ijtima' setiap bulan. Beliau juga mengimbau agar kegiatan ini terus dijaga dan ditingkatkan, serta dijadikan sebagai ajang yang lebih luas untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Islam di desa Kalangan.
Naharul Ijtima' NU Kalangan telah menjadi ikon kebersamaan dan semangat dakwah di desa tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga NU Kalangan semakin terinspirasi dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan agama dan kesejahteraan bersama.
#MasterCybermwcnu
Pelantikan Pimpinan Ranting Fatayat NU SeANCAB Margomulyo Membawa Semangat Baru bagi Organisasi
Margomulyo, 26 Nopember 2023 - Pada hari Ahad, 26 November 2023, kantor MWCNU Margomulyo dipenuhi dengan semangat dan kegembiraan saat Pelantikan Pimpinan Ranting Fatayat NU SeANCAB Margomulyo digelar. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemimpin organisasi di wilayah tersebut menjadi momen penting bagi perkembangan Fatayat NU di Margomulyo.
NAHARUL IJTIMA' NU RANTING NGELO: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kegiatan Bulanan yang Penuh Berkah
Ngelo, 25 Nopember 2023 - Suasana kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kuat saat Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo digelar di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo pada hari Sabtu, 25 November 2023. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu terakhir setiap bulannya. Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo menjadi momen yang dinantikan oleh warga NU di desa tersebut.
Sidang Tim Formatur Draf Pengurus MWCNU Margomulyo: Draf Siap Diajukan ke PCNU Bojonegoro
Margomulyo, 23 November 2023 - Sidang Tim Formatur Draf Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Margomulyo berlangsung pada hari Kamis, 23 November 2023, di Kantor MWCNU Margomulyo. Sidang yang dipimpin oleh Kiyai Badrun ini dihadiri oleh anggota tim lengkap yang bertugas merumuskan dan menyusun draf pengurus MWCNU Margomulyo untuk periode 2023-2028.
Sidang dimulai dengan sambutan dari Kiyai Badrun, yang mengapresiasi kerja keras dan dedikasi tim dalam merumuskan draf pengurus. Beliau menyampaikan pentingnya draf ini sebagai panduan dalam menjalankan organisasi NU di tingkat Majelis Wakil Cabang. Kiyai Badrun juga menekankan perlunya mengutamakan kepentingan umat dan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil.
Selama sidang, anggota tim formatur secara cermat dan teliti membahas setiap aspek dalam draf pengurus MWCNU Margomulyo. Mereka mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kualifikasi, kompetensi, dan representasi dari calon pengurus yang diusulkan. Diskusi yang intens dan konstruktif berlangsung, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang adil dan menyeluruh.
Setelah melalui proses perumusan yang teliti, draf pengurus MWCNU Margomulyo akhirnya selesai. Draf ini mencakup struktur kepengurusan serta tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi pengurus. Tim formatur merasa yakin bahwa draf yang telah disusun akan mampu memenuhi kebutuhan organisasi dan mewujudkan visi dan misi NU di wilayah Margomulyo.
Draf pengurus MWCNU Margomulyo yang telah fix dan siap diajukan ke Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Bojonegoro ini menandai tahap penting dalam proses pembentukan pengurus baru MWCNU Margomulyo. Setelah mendapatkan persetujuan dari PCNU Bojonegoro, pengurus MWCNU Margomulyo yang baru akan segera dilantik dan memulai tugasnya untuk periode mendatang.
Kiyai Badrun dalam penutup sidang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota tim formatur atas kerja keras dan dedikasi mereka. Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi dan kerjasama antar pengurus dalam menjalankan amanah ini. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan MWCNU Margomulyo dapat terus berkontribusi positif dalam memajukan agama dan masyarakat di wilayah Margomulyo.
Sidang Tim Formatur Draf Pengurus MWCNU Margomulyo berjalan lancar dan sukses. Dengan draf yang telah fix dan siap diajukan ke PCNU Bojonegoro, langkah selanjutnya adalah menunggu persetujuan resmi dari PCNU dan pelantikan pengurus baru.
(MasterCyber)
PAC Muslimat NU Berdayakan Anggotanya dengan Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong
Diklat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian dan pangan. Peserta diklat terdiri dari 30 orang yang berasal dari ranting Muslimat se-Kecamatan Margomulyo, serta jajaran pengurus PAC Muslimat.
Acara dimulai dengan sambutan dari Bu Nyai Maslahah S.Pd.I, yang menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan kosong dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Margomulyo. Beliau juga mengapresiasi kerja sama antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro dalam menyelenggarakan diklat ini.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, sebagai pemateri dalam diklat, memberikan pengetahuan dan strategi praktis dalam mengelola lahan kosong untuk kegiatan pertanian. Mereka membagikan informasi tentang teknik bercocok tanam, pemilihan varietas tanaman yang cocok, serta penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan.
Selama diklat, peserta aktif terlibat dalam sesi diskusi dan praktik langsung di lapangan. Mereka belajar bagaimana mempersiapkan lahan, menanam benih, merawat tanaman, dan mengatasi masalah yang mungkin muncul selama proses pertanian. Para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan dan kelestarian lingkungan dalam praktik pertanian.
Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Margomulyo. Melalui kolaborasi antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lahan kosong untuk meningkatkan produksi pangan lokal.Bu Nyai Maslahah S.Pd.I dalam penutup diklat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapatkan untuk membangun kemandirian pangan di komunitas mereka masing-masing.
Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong berjalan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta. Kolaborasi antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat terus berlanjut dalam upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Margomulyo.
(MasterCyber)
Konferensi MWCNU Margomulyo: Kiyai Rosyidi Terpilih Sebagai Rois Syuriah dan Kiyai Badrun Sebagai Ketua Tanfidziyah
Margomulyo, 19 November 2023 - Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Margomulyo yang berlangsung pada hari Ahad, 19 November 2023, dihadiri oleh unsur pimpinan cabang NU Bojonegoro dan pimpinan ranting NU se-Kecamatan Margomulyo. Konferensi ini bertujuan untuk memilih Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah yang akan memimpin MWCNU Margomulyo untuk periode berikutnya.
Konferensi yang berlangsung di Kantor MWCNU Margomulyo ini dihadiri oleh para tokoh agama dan pemimpin NU dari berbagai tingkatan. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua MWCNU Margomulyo, yang menyampaikan pentingnya konferensi ini dalam menjaga dan memperkuat kelembagaan NU di tingkat cabang.
Setelah proses pemilihan yang berlangsung dengan penuh khidmat, Kiyai Rosyidi terpilih sebagai Rois Syuriah MWCNU Margomulyo. Kiyai Rosyidi, yang memiliki pengalaman luas dalam kegiatan keagamaan dan kepemimpinan, disambut dengan antusias oleh peserta konferensi. Beliau berjanji akan mengemban tugasnya dengan penuh dedikasi untuk memajukan agama dan masyarakat di wilayah Margomulyo.
Sementara itu, Kiyai Badrun terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo. Dikenal sebagai seorang tokoh yang berpengaruh dan memiliki keahlian dalam mengorganisir kegiatan keagamaan, Kiyai Badrun menerima dukungan yang kuat dari peserta konferensi. Beliau berkomitmen untuk memperkuat struktur organisasi NU di tingkat Majelis Wakil Cabang dan meningkatkan peran NU dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di Margomulyo.
Dalam pidatonya, Kiyai Rosyidi dan Kiyai Badrun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh peserta konferensi. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan visi dan misi NU dalam memajukan Islam dan masyarakat di wilayah Margomulyo.
Konferensi MWCNU Margomulyo ini berjalan lancar dan diakhiri dengan doa bersama untuk kesuksesan kepemimpinan baru. Diharapkan, dengan terpilihnya Kiyai Rosyidi sebagai Rois Syuriah dan Kiyai Badrun sebagai Ketua Tanfidziyah, MWCNU Margomulyo dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat setempat.
(MasterCyber)






















.jpg)


