Masjid Wisata Religi Margomulyo menjadi pusat kegiatan khidmat Pengukuhan Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Margomulyo pada Ahad, 10 Januari 2026, yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Acara ini berjalan dengan penuh kekhusyukan, sarat nilai pengabdian, serta semangat memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan peradaban umat.
Kegiatan pengukuhan diikuti oleh peserta pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo, jajaran PC LTMNU Kabupaten Bojonegoro, Ketua dan Rais Syuriyah MWCNU Margomulyo, serta Ketua dan Rais NU Ranting se-MWCNU Margomulyo. Kehadiran para tokoh struktural NU dari berbagai tingkatan tersebut menjadi simbol kokohnya sinergi jam’iyyah dalam merawat dan memakmurkan masjid-masjid NU.
Berdasarkan Surat Keputusan PC LTMNU Bojonegoro Nomor 01 Tahun 2026, susunan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo Masa Khidmat 2025–2030 yang dikukuhkan adalah sebagai berikut:
Ketua: Syaifuddin, S.H.
Wakil Ketua: Suwantoro, S.Pd.
Sekretaris: Imam Hanafi
Bendahara: Santoso
Wakil Bendahara: Madrim.
Bidang Idaroh: Rameli dan Liskin;
Bidang Imaroh: Soleh Wibowo, S.M. dan Muhammad Dinul, S.Pd;
Bidang Ri’ayah: M. Andray Arahman, S.Kom dan Suyuti;
serta Bidang Remas dan Keputrian: Hendra Pratama dan Agus Setyobudi
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PC LTMNU Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Abdulloh Hafith., S.Ag, S.H, M.HI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa amanah ketakmiran masjid bukan sekadar jabatan struktural, melainkan ladang khidmah yang menuntut keikhlasan, kesungguhan, dan komitmen kolektif dalam memakmurkan masjid.
Usai pengukuhan, Abdulloh Hafidz memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo. Beliau menekankan pentingnya meneguhkan komitmen ketakmiran dengan sungguh-sungguh, baik dalam pengelolaan ibadah, penguatan manajemen masjid, hingga pengembangan fungsi sosial dan edukatif masjid bagi masyarakat. Masjid, menurut beliau, harus hidup, ramah jamaah, serta menjadi pusat pembinaan umat yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan ketakmiran masjid yang dipandu oleh PC LTMNU Kabupaten Bojonegoro. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus, menyamakan visi gerakan ketakmiran, serta memperkuat tata kelola masjid NU agar lebih tertib, profesional, dan berdaya guna.
Dengan terselenggaranya pengukuhan dan pembinaan ini, diharapkan LTMNU MWCNU Margomulyo mampu menjalankan amanah secara istiqamah, menjadi penggerak utama dalam memakmurkan masjid-masjid NU, serta menghadirkan masjid sebagai pusat cahaya peradaban Islam yang meneduhkan, mencerahkan, dan memberdayakan umat.
Melalui momentum pengukuhan ini, LTMNU MWCNU Margomulyo diharapkan mampu menjadi lokomotif gerakan ketakmiran masjid yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta ruang strategis dalam membangun peradaban yang berakar pada tradisi dan menjawab tantangan zaman. Dengan spirit khidmah dan kebersamaan, LTMNU MWCNU Margomulyo diharapkan dapat menghadirkan masjid yang makmur, jamaah yang berdaya, dan masyarakat yang berkeadaban.
.png)