Minggu, 22 Februari 2026

“Menyalakan Obor Peradaban: RAKER Fatayat NU Margomulyo Teguhkan Peran, Kukuhkan Dakwah, Songsong Ramadhan dengan Aksi Nyata”

Margomulyo, Ahad 22 Februari 2026. - Semangat juang dan militansi kader muda Nahdlatul Ulama kembali menyala dalam kegiatan Rapat Kerja (RAKER) PAC Fatayat NU Margomulyo yang digelar pada Ahad, 22 Februari 2026. Bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo lantai dua, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh energi mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Raker tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap PAC Fatayat NU Margomulyo bersama perwakilan enam PR Fatayat NU se-Anak Cabang Margomulyo. Kehadiran para pengurus dari tingkat anak cabang hingga ranting menjadi bukti soliditas dan komitmen kolektif dalam menguatkan gerak organisasi perempuan muda Nahdliyin di wilayah Margomulyo.

Ketua PAC Fatayat NU Margomulyo, Adawiyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan jerih payah seluruh pengurus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan terselenggaranya Raker ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari kerja tim yang solid, disiplin, dan penuh keikhlasan.

“Fatayat NU harus banyak berperan, bukan banyak baperan,” tegasnya lantang, disambut antusias para peserta. Ungkapan tersebut menjadi penekanan moral sekaligus motivasi bahwa kader Fatayat NU dituntut tampil sebagai pelopor gerakan dakwah yang cerdas, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual.

Agenda Raker tahun ini tidak hanya berfokus pada penguatan jam’iyah dalam mengemban misi dakwah, tetapi juga menitikberatkan pada aplikasi keilmuan dalam memperkuat pelaksanaan ibadah Ramadhan. Momentum bulan suci dipandang sebagai ruang strategis untuk menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek pembinaan ibadah, pendidikan keagamaan, maupun penguatan sosial kemasyarakatan.

Puncak acara diisi dengan tausiyah dan penegasan arah gerak dakwah oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun. Dalam arahannya, beliau kembali menegaskan pentingnya peran Fatayat NU dalam kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, Fatayat bukan sekadar organisasi kepemudaan Putri, tetapi merupakan garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga, membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berlandaskan akhlakul karimah.

Kegiatan Raker ini menjadi momentum strategis konsolidasi ide, gagasan, dan aksi nyata. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak cepat, Fatayat NU Margomulyo menunjukkan komitmennya untuk tetap kokoh, progresif, dan solutif.

Dari Auditorium MWCNU Margomulyo, semangat pengabdian itu kembali diteguhkan—bahwa perempuan muda Nahdliyin bukan hanya pelengkap sejarah, melainkan penentu arah peradaban.

Lebih dari sekadar forum penyusunan program kerja, Raker ini menjadi ruang konsolidasi ideologis dan penguatan karakter kader. Setiap sesi pembahasan berlangsung dinamis, argumentatif, namun tetap dalam koridor musyawarah yang santun dan konstruktif. Berbagai usulan strategis mengemuka—mulai dari optimalisasi kaderisasi, penguatan literasi keagamaan, hingga sinergi lintas badan otonom dalam menyambut Ramadhan dengan program yang terukur dan berdampak.

Para peserta menyadari bahwa tantangan sosial ke depan tidaklah ringan. Arus informasi yang begitu cepat, problematika keluarga muda, serta kebutuhan pembinaan spiritual generasi milenial menjadi perhatian serius. Karena itu, Raker ini menegaskan bahwa Fatayat NU Margomulyo harus tampil adaptif tanpa kehilangan identitas, progresif tanpa meninggalkan prinsip, serta aktif hadir di tengah masyarakat dengan solusi yang nyata.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan pentingnya soliditas antara PAC dan enam PR Fatayat NU se-Anak Cabang Margomulyo sebagai satu kesatuan gerak. Koordinasi program, transparansi pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi berkala menjadi komitmen bersama agar organisasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menjelang penutupan, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta berdiri bersama, meneguhkan komitmen perjuangan. Raker ini bukan akhir dari perencanaan, melainkan awal dari kerja nyata. Setiap pengurus membawa pulang amanah moral untuk menghidupkan hasil keputusan dalam bentuk aksi konkret.

Dengan semangat kebersamaan, disiplin organisasi, dan komitmen dakwah yang membumi, PAC Fatayat NU Margomulyo membuktikan bahwa perempuan muda Nahdliyin adalah pilar peradaban—tegas dalam prinsip, lembut dalam pendekatan, dan kokoh dalam pengabdian.

RAKER ini menjadi saksi bahwa Fatayat NU Margomulyo tidak sekadar bergerak, tetapi melangkah dengan visi; tidak sekadar berkegiatan, tetapi membangun peradaban. Semangat itu kini telah diteguhkan—siap menyongsong Ramadhan dengan karya, siap mengabdi untuk umat dengan penuh dedikasi.