Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, LAZISNU, Pagar Nusa, seluruh struktural enam ranting NU se-Kecamatan Margomulyo beserta badan otonom lainnya. Turut hadir pula unsur FORPIMCAM Margomulyo serta Pemerintah Desa Ngelo yang memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan tersebut.
Semarak acara semakin terasa dengan penampilan Group Gambus Pesona (Pecinta Shalawat Nabi) Bojonegoro yang membawakan lantunan shalawat dan lagu-lagu religi penuh syiar, sehingga mampu menghadirkan suasana religius sekaligus menambah semangat para hadirin yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Fauzan Zawawi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathon sebagai bentuk peneguhan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama. Selanjutnya pembacaan tahlil dipimpin oleh Rais Syuriyah NU Ngelo, Kiai Paniran, yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngelo Tri Maryono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan besar tersebut di wilayah Desa Ngelo. Ia berharap momentum halal bihalal ini mampu memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono turut mengapresiasi kekompakan warga Nahdliyin di Kecamatan Margomulyo yang terus menjaga tradisi keagamaan, persatuan, serta budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan acara tersebut. Menurut beliau, kegiatan hari itu merupakan bukti nyata semangat kebersamaan dan soliditas warga NU di Kecamatan Margomulyo.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah desa, banom NU, dan seluruh jamaah yang hadir. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga demi kemaslahatan umat,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sejak pagi, jamaah terus berdatangan hingga area balai desa dipenuhi peserta. Bahkan jumlah pengunjung membludak dan meluber hingga area luar lokasi acara, menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan dan tradisi silaturahmi Nahdlatul Ulama.
Puncak acara diisi mauidhoh hasanah oleh KH. Maulana Budi Harjono dari Semarang. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi berkumpul, saling menyapa, serta memanusiakan manusia dalam kehidupan sosial maupun beragama. Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
“Jangan sampai manusia kehilangan rasa peduli terhadap sesama. Tradisi berkumpul seperti ini harus terus dijaga, karena dari sinilah lahir kasih sayang, persatuan, dan keberkahan,” dawuh beliau di hadapan ribuan jamaah yang hadir.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kekhidmatan, sekaligus menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat. Rutinan triwulan dan halal bihalal tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antarbanom, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh warga Nahdliyin di Kecamatan Margomulyo.
Di penghujung acara, seluruh tamu undangan dan jamaah mengikuti prosesi halal bihalal dengan penuh keakraban. Satu per satu para tokoh agama, pengurus NU, jajaran pemerintahan, hingga masyarakat saling berjabat tangan dan bermaafan sebagai simbol mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Suasana haru dan hangat begitu terasa ketika para jamaah dari berbagai ranting, banom, dan elemen masyarakat bercengkerama tanpa sekat. Momentum tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya persaudaraan warga Nahdliyin di Kecamatan Margomulyo yang terus terjaga melalui tradisi-tradisi keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Meski jumlah jamaah yang hadir sangat membludak hingga melebihi perkiraan, acara tetap berjalan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan berkat kerja sama seluruh elemen yang terlibat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi rutinan dan halal bihalal tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, namun juga media efektif dalam memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antarwarga Nahdlatul Ulama.
Dengan suksesnya kegiatan tersebut, diharapkan semangat persatuan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah semakin kokoh tertanam di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Margomulyo.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, lantunan shalawat, serta ramah tamah seluruh jamaah yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan hingga siang hari.
