Margomulyo – Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Indonesia Berkiblat pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB di Aula MWCNU Margomulyo.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran MWCNU Margomulyo, seluruh Badan Otonom (Banom) NU, perwakilan dari enam Ranting NU yang masing-masing mengirimkan lima peserta, serta keluarga besar KUA Kecamatan Margomulyo. Kehadiran peserta dari berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya komitmen bersama dalam mencetak kader-kader Mujahid Rasydul Kiblat yang mampu memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada masyarakat mengenai pengukuran arah kiblat yang akurat.
Acara dibuka dengan khidmat oleh Ustadz Syaifudin selaku pembawa acara. Suasana religius semakin terasa ketika Ahmad Rifai dari PAC IPNU Margomulyo membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan, yang dipandu oleh dirigen Siti Baria, S.Pd.I. Perpaduan semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman menjadi pembuka yang membangkitkan optimisme seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai Mujahid Rasydul Kiblat, yaitu para pejuang yang akan mengabdikan ilmu dan kemampuannya demi meluruskan arah kiblat umat.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada KUA Kecamatan Margomulyo yang telah membangun sinergi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama merupakan langkah strategis dalam memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas.
"Semoga melalui kegiatan Indonesia Berkiblat dengan materi Bimbingan Teknis Rasydul Kiblat ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam pada umumnya, dan warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo pada khususnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dalam menjalankan ibadah," tutur beliau.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Dalam paparannya beliau menegaskan bahwa menghadap kiblat secara benar merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah salat. Oleh karena itu, umat Islam perlu memahami metode penentuan arah kiblat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syariat.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan seluruh peserta mengenai fenomena astronomi yang sangat istimewa yang akan terjadi pada 15 dan 16 Juli 2026, yaitu saat matahari melintas tepat di atas Kakbah (Rasydul Kiblat Global). Fenomena ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, untuk melakukan pengecekan dan pelurusan arah kiblat secara mandiri.
"Pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026 akan terjadi peristiwa agung ketika matahari melintas secara presisi di atas Kakbah. Fenomena ini dapat dijadikan pedoman oleh umat Islam untuk meluruskan arah kiblat masjid, musala maupun rumah masing-masing," jelas Huda Afrianto di hadapan peserta.
Sebelum memasuki sesi utama, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Paniran, Rais Syuriyah NU Ranting Ngelo, memohon keberkahan agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Usai rangkaian seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengukuran Arah Kiblat yang disampaikan oleh Alifia Rohmatun Nazila, S.Sos., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo, bersama Gus Imam Hanafi dari Tim MWCNU Margomulyo. Dalam sesi ini peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar arah kiblat, metode penentuan menggunakan Rasydul Kiblat, teknik pengukuran lapangan, hingga langkah-langkah verifikasi arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak.
Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai teknis pembuatan akun serta penyusunan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Syafiatul Umma, S.Sos., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Margomulyo. Materi ini bertujuan agar seluruh peserta mampu melakukan dokumentasi dan pelaporan hasil pengukuran secara tertib, sistematis, dan terintegrasi.
Sebagai penutup rangkaian BIMTEK, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan Rasydul Kiblat yang dilaksanakan di halaman Kantor MWCNU Margomulyo. Dengan memanfaatkan posisi cahaya matahari yang berada di arah barat sebagai simulasi awal, para peserta secara langsung mempraktikkan teknik pengukuran arah kiblat yang telah dipelajari. Antusiasme peserta tampak begitu tinggi karena mereka dapat mengaplikasikan teori menjadi keterampilan nyata yang nantinya akan diterapkan di masjid, musala, lembaga pendidikan, maupun lingkungan masyarakat masing-masing.
Melalui kegiatan Indonesia Berkiblat 2026, MWCNU Margomulyo bersama KUA Kecamatan Margomulyo kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan berbasis ilmu pengetahuan dan syariat Islam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu falak praktis, tetapi juga melahirkan para Mujahid Rasydul Kiblat yang siap mengedukasi masyarakat serta mengawal ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan kualitas ibadah umat. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, diharapkan semakin banyak masjid, musala, dan rumah-rumah kaum muslimin yang memiliki arah kiblat yang benar, sehingga setiap sujud yang dipanjatkan benar-benar menghadap ke Baitullah dengan penuh keyakin
