Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang bertemu dan menyampaikan salam kepada para kiai, tetapi juga menjadi momentum penting bagi kader untuk mempererat hubungan antara generasi muda Nahdlatul Ulama dengan para ulama dan sesepuh NU. Para kader diterima secara langsung oleh Kiai Badrun dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Ndan Wawan, selaku ketua rombongan, menyampaikan bahwa kegiatan sowan ini bukan sekadar melaksanakan RTL (Rencana Tindak Lanjut) dari kegiatan kaderisasi yang telah diikuti sebelumnya. Lebih dari itu, silaturahim tersebut merupakan ikhtiar untuk menyambung sanad khidmah dan keilmuan kader Ansor/Banser Margomulyo kepada para kiai NU.
Menurutnya, kaderisasi tidak berhenti ketika kegiatan formal selesai. Nilai-nilai yang diperoleh dalam proses kaderisasi harus terus dirawat melalui pengabdian, pembelajaran, dan keteladanan. Karena itu, sowan kepada para kiai menjadi bagian penting dalam menjaga arah perjuangan kader agar tetap berada dalam koridor tradisi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Badrun menyampaikan banyak pesan dan nasihat kepada para kader. Salah satu pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya memperbaiki niat dalam berkhidmah. Menurut beliau, setiap perjuangan dan pengabdian di organisasi harus dilandasi niat yang tulus, bukan semata-mata mengejar kepentingan pribadi maupun kedudukan.
“Mari perbaiki niat dalam berkhidmah. Kader Ansor/Banser harus menjadi garda depan Ahlakul Karimah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat sekaligus bekal moral bagi para kader. Sebagai generasi muda NU, kader Ansor/Banser tidak hanya dituntut memiliki keberanian dan loyalitas dalam berorganisasi, tetapi juga harus mampu menampilkan akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Keberadaan kader di tengah masyarakat hendaknya menjadi cerminan nilai-nilai Islam yang ramah, santun, dan penuh keteladanan.
Sowan pun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dialog antara kader dengan Kiai Badrun menjadi ruang untuk menyerap nasihat, pengalaman, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para kiai kepada generasi penerus NU.
Usai sowan kepada Kiai Badrun, rombongan kader Ansor/Banser Margomulyo berencana melanjutkan perjalanan untuk sowan kepada tokoh-tokoh NU lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus merawat silaturahim, memperkuat sanad keilmuan dan khidmah, sekaligus meneguhkan komitmen kader dalam meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
Sowan bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar, menyambung sanad, menerima nasihat, dan meneguhkan kembali niat dalam berkhidmah.
