Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Jamaah Muslimat Fatayat Mojosari Diajak Merenungi Dahsyatnya Kehidupan di Padang Mahsyar

Jamaah-muslimat-fatayat-mojosari-diajak-merenungi-dahsyatnya-kehidupan-di-padang-mahsyar
Robiatul Adawiyah, Ketua PAC Fatayat NU Margomulyo

Margomulyo — Rutinan Yasin dan tahlil keliling yang diselenggarakan oleh jajaran Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo kembali berlangsung penuh khidmat. Bertempat di rumah Ibu Mini, Dusun Mojosari, Desa Sumberjo, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 27 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan rutin ini diikuti oleh segenap anggota Majelis Taklim serta jajaran Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, rutinan Yasin tahlil tersebut juga menjadi ruang bagi jamaah untuk memperdalam pengetahuan keagamaan sekaligus melakukan muhasabah terhadap kehidupan.

Suasana semakin bermakna dengan hadirnya Ibu Robiatul Adawiyah, Ketua PAC Fatayat NU Margomulyo, yang berkesempatan menyampaikan materi keagamaan kepada para jamaah.

Mengingat Dahsyatnya Kondisi Manusia di Padang Mahsyar

Dalam penyampaiannya, Ibu Robiatul Adawiyah mengajak jamaah untuk merenungkan kondisi manusia ketika berada di Padang Mahsyar, sebuah fase kehidupan akhirat yang menjadi pengingat tentang kepastian datangnya hari pertanggungjawaban.

Ia menggambarkan betapa mengerikannya keadaan manusia ketika seluruh amal perbuatan selama hidup di dunia harus dipertanggungjawabkan. Pada saat itu, manusia tidak lagi sibuk dengan urusan duniawi, melainkan berhadapan dengan konsekuensi dari apa yang telah diperbuat selama hidup.

Pesan tersebut disampaikan sebagai bahan renungan agar jamaah tidak terlena dengan kehidupan dunia. Kesibukan, harta, kedudukan, dan berbagai persoalan kehidupan dunia pada akhirnya akan ditinggalkan. Yang akan menjadi bekal adalah amal dan kebaikan yang telah dilakukan.

Karena itu, jamaah diajak untuk senantiasa memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan dengan Allah SWT, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta tidak menunda-nunda taubat dan perbaikan diri.

Yasin Tahlil sebagai Ruang Muhasabah

Rutinan Yasin dan tahlil tidak hanya menjadi kegiatan membaca surat Yasin dan kalimat-kalimat thayyibah secara bersama-sama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan mengingat kembali tujuan hidup seorang Muslim.

Melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah, ikatan persaudaraan di antara anggota Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo juga terus terpelihara. Silaturahmi menjadi semakin erat, sementara semangat untuk belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Pesan tentang dahsyatnya Padang Mahsyar yang disampaikan dalam kesempatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Setiap manusia akan sampai pada suatu masa ketika seluruh amalnya diperhitungkan.

Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan. Rutinan Yasin tahlil keliling diharapkan terus menjadi tradisi keagamaan yang mampu memperkuat ukhuwah, menumbuhkan semangat beribadah, serta mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan muhasabah dan mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.


Kontributor: Dwi
Editor: Drun

Kabar Terkait