Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Majelis Taklim Miftahul Jannah Wates Gelar Kirim Doa, Jamaah Diingatkan Bahaya Hawa Nafsu

majelis-taklim-miftahul-jannah-wates-gelar-kirim-doa-jamaah-diingatkan-bahaya-hawa-nafsu

MARGOMULYO — Majelis Taklim Miftahul Jannah Wates, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, menggelar kegiatan kirim doa pada Ahad (4/10/2026) sore. Bertempat di rumah Ibu Sunarsih, RT 02/RW 02, kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut diikuti segenap anggota Majelis Taklim Miftahul Jannah bersama warga setempat.

Kegiatan kirim doa berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi bagian dari ikhtiar mendoakan keluarga dan kaum Muslimin yang telah mendahului, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antarwarga.

Kehadiran warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi ruang untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi tempat bertemunya jamaah untuk saling mengingatkan, menguatkan, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ibu Robiatul Adawiyah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah mengenai pentingnya mengendalikan hawa nafsu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar manusia bukan hanya berasal dari lingkungan di luar dirinya, tetapi justru dapat muncul dari dalam diri sendiri. Hawa nafsu yang tidak dikendalikan berpotensi mendorong seseorang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.

“Musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu,” tegas Ibu Robiatul Adawiyah di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, hawa nafsu pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan manusia. Namun, apabila tidak diarahkan dan dikendalikan dengan nilai-nilai agama, hawa nafsu dapat menjadi sumber berbagai persoalan. Karena itu, manusia dituntut untuk mampu membedakan antara keinginan yang membawa kemaslahatan dan keinginan yang justru menjerumuskan.

Jamaah juga diajak untuk memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, seseorang perlu sesekali berhenti sejenak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, mengevaluasi perbuatan yang telah dilakukan, serta memperbaiki kekurangan yang masih ada.

Upaya mengendalikan hawa nafsu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan memperkuat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, mengikuti majelis ilmu, serta membiasakan diri berada di lingkungan yang baik merupakan bagian dari ikhtiar menjaga hati dan perilaku.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa perjuangan seorang Muslim tidak hanya menghadapi tantangan dari luar, tetapi juga perjuangan menundukkan keinginan diri sendiri. Kemenangan sejati bukan sekadar ketika seseorang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ketika mampu mengendalikan dirinya agar tetap berada dalam jalan kebaikan.

Kegiatan kirim doa Majelis Taklim Miftahul Jannah Wates kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat hingga selesai.

Melalui kegiatan tersebut, Majelis Taklim Miftahul Jannah berharap tradisi pengajian dan kirim doa dapat terus dirawat secara istiqamah. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan semacam ini diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan antarwarga, serta menumbuhkan kesadaran bersama untuk senantiasa memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Kontributor: Dwi
Editor: Dwi

Kabar Terkait