BOJONEGORO — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Tri Wulan PC Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Sukosewu, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti jajaran pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro serta jajaran pengurus PAC Fatayat NU dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan Tri Wulan menjadi salah satu agenda rutin PC Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro sebagai ruang silaturahmi, konsolidasi organisasi, sekaligus penguatan kapasitas kader Fatayat NU di tingkat cabang dan anak cabang. Pertemuan yang mempertemukan pengurus dari berbagai wilayah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Selain menjadi momentum kajian rutin, kegiatan Tri Wulan kali ini memiliki agenda penting berupa penerimaan sertifikat Desa Sahabat. Program tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar Fatayat NU dalam memperkuat peran kader perempuan muda Nahdlatul Ulama agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial di tingkat desa.
Dari total 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 17 kecamatan dinyatakan lolos verifikasi program Desa Sahabat. Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Fatayat NU untuk terus meningkatkan kualitas program dan pengabdian di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, PAC Fatayat NU Kecamatan Margomulyo turut menerima sertifikat Desa Sahabat sebagai perwakilan dari Fatayat NU Ranting Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, yang dinyatakan lolos dalam proses verifikasi.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Fatayat NU Margomulyo. Lolosnya Fatayat NU Ranting Sumberjo dalam program Desa Sahabat menunjukkan adanya komitmen dan kerja nyata kader di tingkat ranting dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan.
Bagi Fatayat NU, desa merupakan ruang strategis untuk menghadirkan kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi sahabat bagi masyarakat. Kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta kegiatan lain yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Penerimaan sertifikat Desa Sahabat dalam kegiatan Tri Wulan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras para kader yang telah menjalankan proses dan memenuhi ketentuan verifikasi. Sertifikat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk penghargaan administratif, tetapi menjadi pemantik semangat untuk menjaga keberlanjutan program.
Sementara itu, kegiatan kajian rutin yang menjadi bagian dari agenda Tri Wulan tetap menjadi sarana penting bagi kader untuk memperkuat wawasan keagamaan dan nilai-nilai ke-NU-an. Melalui kajian dan silaturahmi yang berkesinambungan, diharapkan soliditas organisasi semakin kuat dari tingkat PC hingga ranting.
Kegiatan Tri Wulan PC Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro di Kecamatan Sukosewu tersebut akhirnya menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan kabar baik berupa lahirnya 17 kecamatan penerima sertifikat Desa Sahabat. Bagi PAC Fatayat NU Margomulyo, capaian Fatayat NU Ranting Sumberjo menjadi penyemangat untuk terus bergerak, berkhidmat, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Editor: Drun

