Meduri, 2 Oktober 2026 — Rutinan Majelis Taklim Muslimat NU Ranting Meduri kembali digelar sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan para jamaah. Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Sriati, Dusun Meduri, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus beserta anggota Muslimat NU Ranting Meduri. Selain menjadi agenda rutin, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi para jamaah untuk saling menguatkan dalam menjalankan kehidupan sebagai perempuan Muslim yang memiliki peran penting di tengah keluarga dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan tausiyah dari Ibu Kodisah yang menyampaikan materi tentang “Menjadi Muslimah Salehah”. Materi tersebut mengajak para jamaah untuk tidak hanya memahami kesalehan sebagai ibadah secara pribadi, tetapi juga sebagai akhlak dan perilaku yang memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar.
Muslimah Salehah, Kemuliaan yang Dibangun dengan Iman dan Akhlak
Ibu Kodisah menyampaikan bahwa menjadi muslimah salehah bukanlah persoalan penampilan semata. Kesalehan seorang perempuan tercermin dari hubungan yang baik dengan Allah SWT, akhlak kepada sesama, tanggung jawab terhadap keluarga, serta kemampuannya menjaga kehormatan diri.
Kesalehan harus dimulai dari iman yang kokoh dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab, kedudukan manusia di hadapan Allah tidak ditentukan oleh jenis kelamin, harta, kedudukan, maupun status sosial, tetapi oleh ketakwaannya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ukuran kemuliaan seorang muslimah bukanlah sekadar apa yang tampak dari luar, melainkan kualitas iman dan ketakwaannya.
Ciri Muslimah Salehah
Menurut Ibu Kodisah, salah satu ciri muslimah salehah adalah menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah. Shalat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, bersedekah, dan berbagai amal kebajikan hendaknya tidak hanya dilakukan ketika sedang menghadapi masalah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa: 124)
Ayat tersebut sekaligus memberikan kabar gembira bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kesempatan memperoleh kemuliaan dan pahala di sisi Allah SWT melalui amal saleh.
Allah juga menegaskan:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
"Sungguh, laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Ahzab: 35)
Salehah Bukan Hanya Rajin Beribadah
Ibu Kodisah juga mengingatkan bahwa kesalehan tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah. Seorang muslimah salehah juga harus memiliki akhlak yang baik kepada sesama.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا
"Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya."
Hadis tersebut mengajarkan bahwa kualitas keislaman seseorang juga tercermin dari perilakunya kepada orang lain.
Muslimah salehah hendaknya mampu menjaga lisannya dari ghibah, fitnah, mencela, mengadu domba, dan perkataan yang menyakiti hati orang lain. Sebaliknya, lisannya digunakan untuk berdzikir, memberikan nasihat yang baik, menyampaikan kebenaran dengan santun, dan menghadirkan ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya.
Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
"Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia."
(QS. Al-Baqarah: 83)
Karena itu, salah satu bentuk kesalehan yang paling sederhana namun sering dilupakan adalah menjaga ucapan.
Menjadi Istri yang Baik dan Ibu yang Menjadi Teladan
Dalam kehidupan keluarga, muslimah salehah memiliki peran yang sangat penting. Ia bukan hanya menjadi pasangan bagi suaminya, tetapi juga menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya.
Rasulullah SAW bersabda:
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ
"Seorang perempuan adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga merupakan amanah. Seorang ibu mempunyai peran besar dalam menanamkan nilai agama, kejujuran, kesopanan, kasih sayang, dan tanggung jawab kepada anak-anaknya.
Oleh sebab itu, menjadi muslimah salehah tidak berarti harus menjadi manusia yang sempurna. Kesalehan justru tercermin dari kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, mengakui kesalahan, bertobat, dan berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Sabar, Syukur, dan Istiqamah
Ibu Kodisah juga mengajak jamaah untuk membangun tiga karakter penting dalam kehidupan seorang muslimah, yaitu sabar, syukur, dan istiqamah.
Sabar dibutuhkan ketika menghadapi ujian. Syukur diperlukan ketika mendapatkan nikmat. Sementara istiqamah diperlukan agar seseorang tidak mudah berhenti dalam melakukan kebaikan.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 153)
Sedangkan mengenai istiqamah, Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata, 'Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.'"
(QS. Fussilat: 30)
Pesan tersebut mengandung makna bahwa menjadi muslimah salehah adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan ketekunan. Bukan hanya semangat beribadah sesaat, tetapi mampu mempertahankan kebaikan dalam kondisi apa pun.
Nasihat Ulama: Ilmu Harus Melahirkan Amal
Dalam tradisi keilmuan Islam terdapat ungkapan yang sangat masyhur:
اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ
"Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah."
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu agama yang diperoleh melalui majelis taklim hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ilmu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar tentang kesabaran, maka harus berusaha menjadi pribadi yang sabar. Belajar tentang menjaga lisan, maka harus berusaha menghindari perkataan yang menyakiti. Belajar tentang sedekah, maka harus berusaha berbagi. Belajar tentang keluarga sakinah, maka harus berusaha menghadirkan kedamaian di rumah.
Dengan demikian, majelis taklim bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi madrasah kehidupan bagi para jamaah.
Muslimah Salehah, Menguatkan Keluarga dan Masyarakat
Pada akhir penyampaiannya, Ibu Kodisah mengajak seluruh jamaah untuk tidak berhenti mengejar kesalehan pribadi. Muslimah juga diharapkan mampu menjadi sumber kebaikan bagi keluarga dan masyarakat.
Muslimah yang salehah adalah perempuan yang ketika berada di rumah mampu menghadirkan ketenangan, ketika berada di tengah masyarakat mampu memberikan manfaat, dan ketika menghadapi persoalan mampu kembali kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan yang salehah."
(HR. Muslim)
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa muslimah salehah memiliki kedudukan yang mulia. Kesalehannya bukan hanya menjadi kebaikan bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber keberkahan bagi keluarga dan lingkungan.
Rutinan Majelis Taklim Muslimat NU Ranting Meduri pun menjadi momentum untuk terus memperkuat silaturahmi, menambah ilmu, dan meningkatkan kualitas keagamaan jamaah. Dari majelis yang sederhana, diharapkan lahir perempuan-perempuan yang istiqamah dalam ibadah, santun dalam akhlak, kuat menghadapi ujian, serta mampu menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.
Sebab, kesalehan seorang muslimah bukan diukur dari seberapa banyak ia berbicara tentang kebaikan, tetapi dari seberapa jauh kebaikan itu hadir dalam sikap, ucapan, dan kehidupannya sehari-hari.
Editor: Drun.
