SUMBERJO – Senin, 26 Oktober 2026. Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberjo kembali menyelenggarakan kegiatan rutinan sebagai agenda berkala organisasi yang menjadi wadah silaturahmi, penguatan kebersamaan, serta peningkatan wawasan keagamaan bagi para anggotanya. Rutinan kali ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhsan Singgih, Desa Sumberjo, pada Senin, 26/11/2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan rutinan tersebut diikuti oleh segenap jajaran pengurus dan anggota Muslimat serta Fatayat NU se-Desa Sumberjo. Pengurus Masjid Al-Ikhsan juga turut hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh kedua badan otonom NU tersebut.
Sebagai bagian dari agenda rutin, kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang berkumpul dan mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keagamaan melalui penyampaian materi dan tausiyah. Pada kesempatan kali ini, materi disampaikan oleh Ibu Robiatul Adawiyah, selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Margomulyo.
Dalam penyampaiannya, Robiatul Adawiyah mengangkat tema pahala dan keutamaan membaca Al-Qur’an. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas ibadah, tetapi juga merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan memperoleh petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca mengandung nilai pahala. Karena itu, kesibukan sehari-hari hendaknya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kebiasaan membaca kitab suci. Peserta diajak untuk menyisihkan waktu secara konsisten, meskipun dimulai dari bacaan yang sederhana.
Melalui pelaksanaan rutinan yang terus dijaga keberlangsungannya, Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo diharapkan semakin solid dalam berorganisasi, kuat dalam ukhuwah Islamiyah, serta bertambah semangat dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Rutinan ini menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk merawat tradisi keagamaan, memperkuat peran perempuan NU, dan menumbuhkan lingkungan masyarakat yang religius, rukun, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
.png)