MARGOMULYO — Jamaah Masjid At-Taqwa, Dusun Wates, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar kegiatan rutin Ratibul Haddad pada Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.15 hingga 19.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran Syuriyah NU Sumberjo bersama jamaah masjid dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Ratibul Haddad berlangsung dalam suasana khidmat. Rangkaian pembacaan wirid dan doa menjadi sarana bagi jamaah untuk bersama-sama mengingat Allah SWT, memohon keberkahan, serta memperkuat ikatan silaturahmi di antara warga.
Rutinitas pembacaan Ratibul Haddad juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang di lingkungan warga. Melalui kegiatan tersebut, jamaah tidak hanya berkumpul untuk melaksanakan ibadah secara bersama-sama, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman keagamaan melalui tausiyah.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Imam Al-Banjari hadir sekaligus menjadi pemateri. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya menghadiri majelis ilmu dan duduk bersama orang-orang alim atau ulama.
Menurut Ustadz Imam Al-Banjari, berada dalam lingkungan orang-orang yang memiliki ilmu agama memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim. Majelis yang di dalamnya terdapat orang alim dapat menjadi ruang untuk mengingatkan hati, memperbaiki perilaku, serta menambah pemahaman terhadap ajaran agama.
Beliau juga menyampaikan sebuah pesan keagamaan tentang keutamaan duduk bersama orang alim. Salah satu keutamaannya adalah menjadi bagian dari sebab seseorang memperoleh ampunan Allah SWT atas dosa-dosanya. Bahkan, dalam penjelasan yang disampaikan kepada jamaah, duduk bersama orang alim diibaratkan seperti mendapatkan keberkahan majelis yang mengingatkan seseorang kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Pesan tersebut mengandung ajakan agar umat Islam tidak menjauh dari majelis ilmu. Sebab, kehidupan manusia tidak pernah lepas dari kekurangan dan kesalahan. Karena itu, seseorang membutuhkan lingkungan yang dapat mengingatkan dan membimbingnya untuk kembali kepada jalan kebaikan.
Ustadz Imam Al-Banjari juga mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan keagamaan seperti Ratibul Haddad sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Istiqamah menghadiri majelis dzikir dan ilmu diharapkan dapat membentuk hati yang lebih tenang serta perilaku yang semakin mencerminkan nilai-nilai keislaman.
Bagi jamaah Masjid At-Taqwa, kegiatan rutin tersebut menjadi momentum untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Dusun Wates. Kehadiran jajaran Syuriyah NU Sumberjo bersama jamaah masjid semakin meneguhkan semangat untuk merawat tradisi dzikir, doa, dan majelis ilmu di tengah masyarakat.
Kegiatan Ratibul Haddad kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah berharap kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT serta menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan menumbuhkan semangat untuk terus belajar serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
