Minggu, 30 November 2025

Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo: Meneguhkan Semangat Keilmuan dan Militansi Jamaah di Tengah Tantangan Zaman


Margomulyo – Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberejo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 29 November 2025. Bertempat di Masjid At-Taqwa Dusun Wates, Desa Sumberejo, kegiatan berlangsung hangat dan khidmat, dihadiri oleh jamaah, tokoh agama, serta kader-kader NU dari berbagai tingkatan.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia. Suasana religius semakin terasa ketika tahlil dibacakan bersama, dipimpin oleh Gus Imam Hanafi. Lantunan dzikir tersebut membawa ketenangan dalam ruang masjid yang penuh jamaah. Setelah itu, sesi Mahalul Qiyam dipimpin oleh saudara Liskin, yang menambah kekhusyukan melalui lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Ketua Ranting NU Sumberejo, Kiai Abdulloh Sareh, mengajak seluruh jamaah untuk terus bersemangat mengikuti kegiatan Lailatul Ijtima’. “Tetaplah istiqamah dalam kegiatan ini. Lailatul Ijtima’ adalah ruang pembinaan, ruang silaturahmi, dan sumber kekuatan spiritual bagi kita semua,” ujarnya dengan penuh semangat.

Memasuki acara inti, Kiai Fadholi menyampaikan kajian kitab yang membahas tentang keutamaan menuntut ilmu. Beliau menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban bagi setiap muslim di mana pun berada, sejak kecil hingga akhir hayat. “Belajar itu tidak mengenal usia. Jangan merasa lelah menuntut ilmu, karena ilmu adalah cahaya yang membimbing hidup kita,” tuturnya. Pesan tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang hadir.

Sementara itu, Rois Syuriah MWC NU Margomulyo, Kiai Rosidi, memberikan sambutan pengarahan. Dalam pesannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga militansi sebagai warga NU, khususnya di tingkat akar rumput.
“Sebagai pejuang NU arus bawah, jangan pernah goyah meski ada gejolak di tubuh NU. Jangan berharap menjadi pengurus, tetapi bila NU membutuhkan, kita harus siap,” tegasnya, disambut anggukan setuju dari para hadirin.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Kiai Charisudin. Doa dipanjatkan agar jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam perjuangan, dimudahkan dalam mencari ilmu, dan dijauhkan dari segala fitnah serta cobaan.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini kembali membuktikan bahwa tradisi keagamaan khas NU bukan hanya menjadi sarana ritual, tetapi juga forum penguatan intelektual, moral, dan kebersamaan. Dengan semangat yang terus menyala, warga NU Ranting Sumberejo bertekad untuk menjaga tradisi amaliyah sekaligus meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat dan agama.