Minggu, 04 Januari 2026

“Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo sebagai Model Integrasi Spiritualitas, Tradisi Keilmuan, dan Konsolidasi Organisasi di Awal Tahun 2026”


Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sumberejo menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, bertempat di Masjid Nurul Ikhsan, Dusun Singgih, Desa Sumberejo. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.30 WIB ini menjadi agenda pembuka aktivitas  PRNU Sumberejo dalam mengawali tahun 2026, sekaligus sarana konsolidasi spiritual dan intelektual warga Nahdliyyin di tingkat ranting.

Lailatul Ijtima’ kali ini dilaksanakan secara terpadu dengan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Ranting Sumberejo, sebagai bentuk sinergi antar badan dan majelis di lingkungan NU. Kolaborasi tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan NU dalam menjaga keseimbangan antara dimensi spiritualitas, keorganisasian, dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh Saudara Tamam, dilanjutkan dengan sambutan pengurus Masjid Nurul Ikhsan yang disampaikan oleh Kiai Wakijan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih serta sugeng rawuh kepada seluruh jamaah yang hadir, seraya berharap kegiatan Lailatul Ijtima’ ini dapat membawa keberkahan dan kemanfaatan, khususnya bagi kader-kader NU dalam menjaga tradisi keagamaan dan keorganisasian di tengah masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Darmaji, sebagai bentuk doa kolektif dan penghormatan kepada para ulama serta leluhur, dilanjutkan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh Saudara Liskin, menambah suasana khidmat dan spiritual dalam majelis tersebut.

Selanjutnya, Ketua Ranting NU Sumberejo, Kiai Abdulloh Sareh, menyampaikan sambutan dan pengarahan. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga semangat, kekhidmatan, dan istiqamah dalam melaksanakan kegiatan Lailatul Ijtima’ sebagai media pembinaan jamaah, penguatan ukhuwah, serta sarana pelestarian tradisi keagamaan NU secara berkelanjutan.

Puncak kegiatan diisi dengan kajian kitab yang disampaikan oleh Kiai Charisuddin. Dalam kajiannya, beliau membahas keutamaan mempelajari kitab-kitab turats sebagai warisan intelektual para ulama terdahulu. Pada kesempatan tersebut, kajian difokuskan pada Kitab Tafsir Munir, dengan pembahasan mengenai sejarah perkembangan Islam pada masa para sahabat, khususnya terkait proses pengumpulan dan kodifikasi mushaf Al-Qur’an pada masa Khalifah Sayidina Umar bin Khattab. Selain itu, beliau juga mengulas keutamaan bulan Rajab, Sya’ban, dan bulan suci Ramadhan sebagai momentum strategis bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik secara spiritual maupun sosial.

Rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Wakijan, sebagai peneguh harapan agar seluruh aktivitas keagamaan dan keorganisasian NU di tahun 2026 senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.

Melalui pelaksanaan Lailatul Ijtima’ ini, PRNU Sumberejo menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan majelis keagamaan sebagai ruang internalisasi nilai-nilai keilmuan, spiritualitas, dan tradisi keislaman moderat, sekaligus sebagai fondasi penguatan peran NU di tingkat akar rumput secara berkesinambungan.