Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Majelis Taklim Miftakhul Jannah Wates Gelar Kegiatan Kirim Doa untuk Ahli Kubur

majelis-taklim-miftakhul-jannah-wates-gelar-kegiatan-kirim-doa-untuk-ahli-kubur

SUMBERJO, MARGOMULYO – Jamaah Majelis Taklim Miftakhul Jannah Dusun Wates, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar kegiatan kirim doa untuk ahli kubur pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB. Kegiatan tersebut bertempat di kediaman Mbah Sumiyem, RT 02/RW 02, Dusun Wates, dan dihadiri seluruh anggota jamaah Majelis Taklim Miftakhul Jannah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi sarana mempererat tali silaturahmi ant jamaah, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran keagamaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mendoakan keluarga, kerabat, dan kaum muslimin yang telah meninggal dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Robiatul Adawiyah hadir sebagai pemateri dengan menyampaikan kajian bertema “Fadhilah Mengirimkan Surah Al-Fatihah kepada Ahli Kubur”. Materi ini mengajak jamaah untuk memahami nilai spiritual dari amalan mendoakan orang yang telah meninggal dunia serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan batin dengan keluarga yang telah mendahului.

Ibu Robiatul Adawiyah menjelaskan bahwa salah satu bentuk bakti kepada keluarga yang telah meninggal dunia adalah senantiasa mendoakan mereka agar memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT. Dalam tradisi keagamaan masyarakat Muslim, pembacaan Surah Al-Fatihah yang disertai doa untuk ahli kubur merupakan amalan yang lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap mereka yang telah wafat.

Lebih lanjut, pemateri menguraikan dua keutamaan yang diharapkan melalui kegiatan kirim doa. Pertama, memohon kepada Allah SWT agar meringankan siksa kubur bagi ahli kubur. Kedua, memohon ampunan atas dosa-dosa mereka. Ia menekankan bahwa doa merupakan bentuk permohonan seorang hamba kepada Allah SWT, sedangkan terkabulnya doa dan pemberian ampunan sepenuhnya menjadi hak serta kehendak-Nya.

Pesan tersebut mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mendoakan orang yang telah meninggal dunia hendaknya tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Miftakhul Jannah berharap tradisi kirim doa terus terpelihara sebagai bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan pemahaman jamaah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Dengan demikian, kegiatan kirim doa tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada ahli kubur, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap jamaah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak amal saleh selama masih diberi kesempatan hidup.


Kontributor: Dwi.
Editor: Drun

Kabar Terkait