Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Muslimat-Fatayat NU Ranting Geneng Istiqamah Gelar Rutinan Pekanan

muslimat-fatayat-nu-ranting-geneng-istiqamah-gelar-rutinan-pekanan

MARGOMULYO — Jum'at 02 Oktober 2026. Muslimat dan Fatayat NU Ranting Geneng terus menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan rutinan yang digelar sepekan sekali. Rutinan kali ini berlangsung pada Jumat (2/10/2026) malam di kediaman Bapak Suwandi dan Ibu Yayuk, Geneng RT 02/RW 01, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota Muslimat-Fatayat NU Ranting Geneng, Bapak Yai Sutikno, Ustadz Syirojum Munir, segenap anggota majelis taklim, serta tokoh masyarakat setempat.

Rutinan pekanan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui pembacaan Yasin, tahlil, dzikir, sholawat, serta pengajian keagamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Yai Sutikno. Para jamaah mengikuti bacaan dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Tradisi Yasin dan tahlil tersebut menjadi bagian dari amaliyah keagamaan yang terus dirawat oleh warga Nahdliyin sebagai bentuk doa, dzikir, dan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah pembacaan Yasin dan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Ustadz Syirojum Munir. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri serta memperbanyak tobat kepada Allah SWT.

Menurutnya, manusia merupakan makhluk yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Karena itu, setiap Muslim perlu senantiasa membersihkan hati dengan memperbanyak istighfar dan bertobat kepada Allah SWT.

“Tobat harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Jangan merasa sudah bersih dari dosa, tetapi hendaknya kita selalu melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada Allah,” pesan Ustadz Syirojum Munir dalam tausiyahnya.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjaga kebersihan hati. Hati yang dipenuhi dosa dan penyakit hati dapat menjadi penghalang seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, hati yang senantiasa dibersihkan dengan istighfar, dzikir, dan amal kebajikan akan menjadi sumber ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Selain persoalan tobat, Ustadz Syirojum Munir juga menyampaikan keutamaan bersedekah. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan diri berbagi kepada sesama sesuai kemampuan masing-masing. Sedekah tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperbanyak dzikir. Sholawat dan dzikir, selain menjadi amalan ibadah, diharapkan mampu menghadirkan ketenteraman hati dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Pesan keagamaan tersebut mendapatkan perhatian dari para jamaah yang hadir. Kegiatan rutinan kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Rutinan Muslimat dan Fatayat NU Ranting Geneng yang dilaksanakan setiap pekan menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi mampu menjadi media pembinaan jamaah agar semakin istiqamah dalam beribadah, memperbaiki diri, memperbanyak dzikir dan sholawat, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah.

Dengan menjaga tradisi dan istiqamah dalam menjalankan kegiatan keagamaan, Muslimat dan Fatayat NU Ranting Geneng terus berupaya menghadirkan kemanfaatan bagi warga. Dari majelis sederhana yang digelar dari rumah ke rumah, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, ketenteraman, dan keberkahan bagi masyarakat Geneng. 


Kontributor: Kun
Editor: Drun

Kabar Terkait