MARGOMULYO – Pengajian rutin malam Sabtu Kliwon Ranting NU Margomulyo kembali digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Amin, Kaligede, Margomulyo, pada Jumat (2/10/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Pengajian tersebut dihadiri segenap jajaran pengurus Ranting NU Margomulyo bersama para anggota. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi forum pengajian, kegiatan rutin ini juga menjadi momentum bagi pengurus dan warga NU untuk terus menjaga kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam menjalankan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir sebagai pemateri, Kiai Syamsul Hadi dari Gadungan, Ngraho. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan materi tentang pentingnya menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, seseorang terkadang tidak menyadari bahwa kebiasaan yang dilakukan secara berulang, meskipun terlihat sederhana, dapat memengaruhi karakter, perilaku, bahkan kualitas kehidupan seseorang. Karena itu, setiap Muslim perlu melakukan introspeksi dan berusaha meninggalkan kebiasaan yang tidak memberikan manfaat.
Kiai Syamsul Hadi mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Kebiasaan seperti berkata-kata yang tidak perlu, membicarakan keburukan orang lain, mudah marah, menunda-nunda kebaikan, serta berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain hendaknya mulai dikurangi dan ditinggalkan.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”(QS. Al-Mu’minun: 3)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa seorang Muslim hendaknya mampu memilah antara sesuatu yang bermanfaat dan sesuatu yang hanya menghabiskan waktu tanpa memberikan kebaikan.
Lebih lanjut, Kiai Syamsul Hadi mengajak jamaah untuk membiasakan diri melakukan muhasabah, yakni mengevaluasi perilaku dan kebiasaan yang selama ini dilakukan. Jika terdapat kebiasaan yang kurang baik, maka harus ada kemauan untuk memperbaikinya secara bertahap.
“Jangan meremehkan kebiasaan kecil. Sesuatu yang dilakukan terus-menerus bisa menjadi karakter. Karena itu, biasakan melakukan kebaikan, meskipun dimulai dari hal-hal yang sederhana,” pesan beliau dalam pengajian tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik. Sebab, kebiasaan seseorang sering kali dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Dengan berkumpul dalam majelis ilmu, pengajian, dan lingkungan yang baik, seseorang akan lebih mudah mendapatkan nasihat sekaligus dorongan untuk memperbaiki diri.
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti pembawa minyak kasturi dan pandai besi.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui pengajian rutin malam Sabtu Kliwon tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para jamaah mengikuti rangkaian pengajian hingga selesai dengan harapan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi Ranting NU Margomulyo, pengajian rutin malam Sabtu Kliwon menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga tradisi ngaji, silaturahmi, dan pembinaan keagamaan warga NU, sekaligus membangun kebiasaan positif yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
