Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Muslimat NU Margomulyo Perkuat Silaturahmi dan Dalami Fadhilah Surat Yasin

muslimat-nu-margomulyo-perkuat-silaturahmi-dan-dalami-fadhilah-surat-yasin

MARGOMULYO – Jumat, 2 Oktober 2026. Majelis Taklim Muslimat NU Ranting Margomulyo menggelar pengajian rutin anjang sana pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Supriyanai, Dusun Kaligede, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri segenap jajaran Pengurus Ranting Muslimat NU Margomulyo beserta anggota. Tradisi anjang sana ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Hadir sebagai pemateri, Kiai Syamsul Hadi dari Gadungan, Kecamatan Ngraho, yang menyampaikan tausiyah tentang fadhilah membaca Surah Yasin. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai rutinitas, tetapi juga berusaha memahami pesan dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca Al-Qur'an, Amalan yang Penuh Keutamaan

Kiai Syamsul Hadi mengawali tausiyah dengan mengingatkan bahwa membaca Al-Qur'an merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi)

Menurut Kiai Syamsul Hadi, hadis tersebut menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada umat Islam. Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja.

Surah Yasin dan Pesan tentang Kehidupan

Kiai Syamsul Hadi kemudian mengajak jamaah untuk lebih dekat dengan Surah Yasin. Surah ke-36 dalam Al-Qur'an tersebut mengandung banyak pesan penting mengenai tauhid, kerasulan, hari kebangkitan, serta pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa membaca Surah Yasin hendaknya tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat kembali tujuan kehidupan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ۝ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ۝ تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

“Sungguh, engkau (Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul, yang berada di atas jalan yang lurus, sebagai wahyu yang diturunkan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.”
(QS. Yasin: 3–5)

Ayat tersebut, jelas Kiai Syamsul Hadi, mengingatkan manusia agar senantiasa berada di jalan yang lurus dan mengikuti petunjuk yang dibawa Rasulullah SAW.

Membaca Yasin sebagai Sarana Muhasabah

Lebih lanjut, Kiai Syamsul Hadi menjelaskan bahwa salah satu pesan penting Surah Yasin adalah tentang kepastian datangnya hari akhir dan kehidupan setelah kematian.

Allah SWT berfirman:

وَكُلُّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

“Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab yang jelas.”
(QS. Yasin: 12)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada amal manusia yang luput dari pengetahuan Allah SWT. Karena itu, membaca Surah Yasin dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Menurutnya, orang yang membaca Al-Qur'an seharusnya mengalami perubahan dalam perilaku. Semakin dekat dengan Al-Qur'an, semakin lembut hati dan semakin baik akhlaknya.

Keutamaan Membaca Yasin: Perlu Bijak Memahami Riwayat

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Syamsul Hadi juga mengingatkan agar jamaah memahami fadhilah Surah Yasin secara proporsional. Di masyarakat memang terdapat berbagai riwayat populer mengenai keutamaan khusus Surah Yasin. Namun, tidak semua riwayat tersebut memiliki derajat hadis yang sama.

Karena itu, keutamaan yang paling kokoh adalah bahwa Surah Yasin merupakan bagian dari Al-Qur'an, sedangkan membaca Al-Qur'an secara keseluruhan merupakan ibadah yang sangat utama.

Rasulullah SAW bersabda:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, termasuk Surah Yasin, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap pahala-Nya.

Jangan Berhenti pada Bacaan

Kiai Syamsul Hadi menekankan bahwa membaca Surah Yasin sebaiknya dilanjutkan dengan memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Al-Qur'an diturunkan bukan sekadar untuk dilantunkan, tetapi juga untuk direnungkan dan diamalkan. Allah SWT berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.”
(QS. Shad: 29)

Karena itu, jamaah diajak menjadikan kegiatan membaca Yasin sebagai pintu untuk semakin mencintai Al-Qur'an secara keseluruhan.

Anjang Sana sebagai Sarana Memperkuat Silaturahmi

Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan anjang sana Muslimat NU Margomulyo juga memiliki nilai sosial yang penting. Pertemuan dari rumah ke rumah memberikan kesempatan kepada para anggota untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi kabar, mempererat persaudaraan, dan menjaga kekompakan organisasi.

Kiai Syamsul Hadi mengingatkan bahwa silaturahmi merupakan salah satu amalan yang memiliki nilai besar dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, pengajian anjang sana tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar merawat ukhuwah dan kebersamaan di antara keluarga besar Muslimat NU Margomulyo.

Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin mencintai Al-Qur'an, membiasakan membaca dan mentadabburinya, serta menjadikan pesan-pesan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kabar Terkait