Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah muslimin dan muslimat ini menghadirkan Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, sebagai pemateri dengan tema yang sangat menyentuh kehidupan sehari-hari, yaitu "Jangan Meremehkan Amal yang Kecil."
Kajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Dalam penyampaiannya, Kiyai Badrun menegaskan bahwa ukuran sebuah amal di sisi Allah SWT bukan semata-mata terletak pada besar kecilnya perbuatan menurut pandangan manusia, melainkan pada keikhlasan, kesinambungan (istiqamah), dan manfaat yang ditimbulkannya. Tidak sedikit amal yang tampak sederhana justru menjadi sebab datangnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Beliau mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk tidak menganggap remeh setiap peluang berbuat baik. Senyum kepada sesama, membantu orang lain, menyingkirkan duri dari jalan, menyapa dengan salam, hingga memberikan seteguk air kepada orang yang membutuhkan merupakan amal yang bernilai besar apabila dilakukan dengan niat karena Allah SWT.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya."
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Ayat tersebut menjadi penegasan bahwa tidak ada satu pun amal, sekecil apa pun, yang luput dari penilaian Allah SWT. Seluruh amal akan dipertanggungjawabkan dan mendapatkan balasan yang setimpal.
Dalam kesempatan itu, Kiyai Badrun juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang sangat relevan dengan tema kajian:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
"Janganlah engkau meremehkan sedikit pun suatu kebaikan, walaupun hanya menemui saudaramu dengan wajah yang ceria."
(HR. Muslim)
Hadis tersebut memberikan pelajaran bahwa akhlak yang baik, keramahan, dan wajah yang berseri ketika bertemu sesama muslim termasuk amal saleh yang memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT.
Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya istiqamah dalam amal:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Menurut beliau, banyak orang bersemangat melakukan amal besar sesaat, tetapi sulit mempertahankan amal kecil yang dilakukan secara konsisten. Padahal justru istiqamah dalam amal sederhana merupakan ciri hamba yang dicintai Allah SWT.
Sebagai penguat makna, beliau menyampaikan hikmah para ulama yang patut direnungkan:
لَا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً، فَإِنَّ الْجِبَالَ مِنَ الْحَصَى
"Janganlah engkau meremehkan perkara yang kecil, karena gunung yang besar pun tersusun dari batu-batu kecil."
Hikmah tersebut mengajarkan bahwa kebesaran selalu berawal dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara terus-menerus. Demikian pula amal saleh, apabila dikumpulkan dengan penuh keikhlasan, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan pada hari kiamat.
Sejalan dengan itu, para hukama juga berpesan:
مَنْ زَرَعَ الْخَيْرَ حَصَدَ الْخَيْرَ
"Barang siapa menanam kebaikan, niscaya ia akan memanen kebaikan."
Kajian rutin ini diharapkan semakin menumbuhkan semangat masyarakat untuk memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari, tanpa memilih-milih bentuk kebaikan ataupun menunggu kesempatan yang besar. Sebab setiap langkah menuju masjid, setiap senyuman, sedekah sekecil apa pun, dan setiap ucapan yang baik merupakan investasi amal yang akan kembali kepada pelakunya.
Semoga melalui majelis ilmu yang terus istiqamah diselenggarakan di Masjid Al-Amin Kaligede ini, lahir pribadi-pribadi yang semakin cinta kepada ilmu, gemar beramal saleh, serta senantiasa menghidupkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, jangan pernah meremehkan satu kebaikan pun, karena boleh jadi amal yang tampak kecil itulah yang menjadi sebab datangnya ridha dan rahmat Allah SWT.
