Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Kajian Rutin Kamis Kliwon PAC Muslimat NU Margomulyo: Meneguhkan Kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai Cahaya Kehidupan

Margomulyo, 6 Agustus 2026 – PAC Muslimat NU Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Kajian Rutin Kamis Kliwon sebagai agenda pembinaan keagamaan yang istiqamah bagi seluruh jajaran pengurus.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 06 Agustus 2026, mulai pukul 09.30 hingga 11.45 WIB, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo Lantai II. Suasana majelis berlangsung penuh khidmat dan antusias, dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus PAC Muslimat NU Margomulyo beserta Pengurus Ranting Muslimat NU dari enam ranting se-Kecamatan Margomulyo.


Kajian rutin ini menjadi media silaturahmi sekaligus penguatan ruhiyah bagi para pengurus Muslimat NU agar senantiasa meningkatkan kualitas keimanan, memperdalam pemahaman agama, serta memperkuat semangat dakwah dan pengabdian kepada umat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan lahir pribadi-pribadi Muslimah yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu dan keluhuran akhlak.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun Sulaiman, hadir sebagai pemateri utama dengan menyampaikan kajian bertema "Keutamaan Orang yang Membaca Al-Qur'an." Beliau menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan petunjuk hidup yang diturunkan Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, membaca Al-Qur'an bukan sekadar aktivitas ibadah, tetapi merupakan bentuk komunikasi seorang hamba dengan Rabb-nya yang mendatangkan keberkahan, ketenangan jiwa, serta kemuliaan di dunia maupun di akhirat.


Kiyai Badrun Sulaiman menjelaskan bahwa setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca akan bernilai pahala berlipat ganda. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ: الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ


"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan 'Alif Lām Mīm' itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf." (HR. At-Tirmidzi).


Beliau juga mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau jabatan, melainkan dari kedekatannya dengan Al-Qur'an. Orang yang senantiasa membaca, memahami, menghafal, mengajarkan, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an termasuk manusia terbaik sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ


"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari).


Lebih lanjut dijelaskan bahwa Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat kelak. Rasulullah ﷺ bersabda:


اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ


"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).


Keutamaan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ ۝ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ


"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi. Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir: 29–30).


Dalam pemaparannya, Kiyai Badrun Sulaiman mengajak seluruh peserta agar menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Membaca Al-Qur'an hendaknya tidak berhenti pada lisan semata, melainkan dilanjutkan dengan tadabbur, memahami makna, kemudian mengamalkan nilai-nilainya dalam keluarga, organisasi, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidup yang membentuk pribadi beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.


Kajian berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta mengikuti materi dengan penuh perhatian serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mengenai adab membaca Al-Qur'an, keutamaan istiqamah dalam tilawah, dan pentingnya mendidik keluarga agar mencintai Al-Qur'an sejak usia dini.


Melalui Kajian Rutin Kamis Kliwon ini, PAC Muslimat NU Margomulyo berharap semangat mencintai Al-Qur'an terus tumbuh dalam diri setiap pengurus. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, diharapkan lahir generasi Muslimah Nahdliyyah yang berilmu, berakhlak mulia, istiqamah dalam ibadah, serta mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah kehidupan masyarakat. Semoga majelis ilmu ini senantiasa mendapat limpahan rahmat, keberkahan, dan ridha Allah SWT, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi seluruh peserta dan penyelenggara. Aamiin.

Kabar Terkait