Ngelo, Margomulyo — Sabtu 26 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menggelar kegiatan Naharul Ijtima’ sebagai bagian dari ikhtiar merawat tradisi jam’iyah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan semangat khidmah warga Nahdliyin.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 September 2026 pukul 09.00–12.15 WIB tersebut bertempat di Masjid Nurul Huda, Dusun Ngelo, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Naharul Ijtima’ ini diikuti oleh jajaran pengurus Ranting NU beserta Badan Otonom (Banom) NU, Pemerintah Desa Ngelo dan segenap perangkat desa, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Naharul Ijtima’ menjadi salah satu agenda rutin Ranting NU Ngelo yang dilaksanakan sebulan sekali pada akhir pekan terakhir setiap bulan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan amanah dan tradisi yang telah diwariskan oleh para Mu’assis NU, agar semangat kebersamaan, silaturahmi, pengajian, dan penguatan jam’iyah terus hidup di tengah masyarakat.
Menjaga Tradisi dan Memperkuat Jam’iyah
Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan Naharul Ijtima’ tidak hanya menjadi ruang pertemuan para pengurus, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara NU, Badan Otonom, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa keberadaan NU di tingkat ranting tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Jam’iyah NU tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui tradisi keagamaan, pelayanan sosial, pendidikan, dakwah, serta berbagai bentuk pengabdian lainnya.
Momentum pertemuan rutin semacam ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan organisasi sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan jam’iyah di masa mendatang.
Ketua MWCNU Margomulyo Paparkan Perkembangan Jam’iyah
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun Sulaiman, hadir dan berkesempatan memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Kiyai Badrun memaparkan sejumlah progres dan capaian yang telah dilakukan MWCNU Margomulyo dalam menjalankan program-program organisasi. Penyampaian tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran kepada pengurus Ranting NU dan Badan Otonom mengenai perkembangan gerakan jam’iyah NU di tingkat kecamatan.
Selain menyampaikan perkembangan organisasi, Kiyai Badrun juga memaparkan rencana kaderisasi yang akan dilaksanakan oleh MWCNU Margomulyo. Kaderisasi dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi, terutama dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki pemahaman ke-NU-an, kemampuan berorganisasi, serta kesiapan untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberlangsungan jam’iyah tidak cukup hanya dengan mempertahankan kegiatan yang sudah berjalan, tetapi juga membutuhkan proses regenerasi yang terarah dan berkesinambungan. Karena itu, kaderisasi menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan organisasi NU di semua tingkatan.
KH. Abdul Jalal: Istiqomah adalah Kunci Khidmah
Sementara itu, kegiatan Naharul Ijtima’ semakin bermakna dengan hadirnya KH. Abdul Jalal, Pengasuh Pondok Pesantren Pasuran Putu Santri, yang berkesempatan menyampaikan tausiyah kepada seluruh jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Jalal menekankan pentingnya istiqomah dalam beribadah dan berkhidmah kepada jam’iyah. Menurut beliau, perjuangan dalam kehidupan keagamaan dan organisasi tidak selalu diukur dari seberapa besar aktivitas yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk terus menjaga konsistensi dalam kebaikan.
Istiqomah menjadi modal penting bagi setiap warga Nahdliyin dalam menjalankan kehidupan beragama maupun dalam mengabdi kepada masyarakat. Sebab, khidmah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sederhana, memiliki nilai yang besar ketika dilandasi keikhlasan dan niat mencari rida Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa berkhidmah kepada NU bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan, merawat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Merawat Tradisi, Menguatkan Kebersamaan
Naharul Ijtima’ Ranting NU Ngelo akhirnya bukan sekadar agenda rutin bulanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara istiqomah tersebut, Ranting NU Ngelo terus berupaya menjaga amanah para Mu’assis NU sekaligus merawat tradisi jam’iyah yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Dari masjid, para pengurus, kader, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat kembali dipertemukan dalam satu semangat: memperkuat silaturahmi, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, serta terus berkhidmah untuk umat dan masyarakat.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh dari satu Naharul Ijtima’ ke Naharul Ijtima’ berikutnya, sehingga NU di tingkat ranting tetap menjadi rumah besar bagi masyarakat dalam menjaga agama, tradisi, persaudaraan, dan kemaslahatan bersama.

.jpeg)