Kegiatan rutin Naharul Ijtima’ Nahdlatul Ulama Ranting Ngelo digelar di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan dihadiri jajaran Ranting NU Ngelo dan badan otonom, Ranting Muslimat NU, Ranting Fatayat NU, Wakil Ketua PAC Fatayat, unsur MWC NU, jajaran perangkat Desa Ngelo, serta jamaah musala.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan sholawat bilqiyam. Setelah itu, jamaah mengikuti mujahadah dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Kiai Paniran selaku Rais Syuriyah NU Ranting Ngelo.
Puncak acara berupa kajian yang disampaikan Bapak Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Beliau mengangkat dawuh yang dinisbatkan kepada Sayyid Zainal Abidin, cucu Rasulullah SAW:
إِنَّ اللهَ أَخْفَى ثَلاَثَةً فِي ثَلاَثَةٍ: أَخْفَى رِضَاهُ فِي طَاعَتِهِ، وَأَخْفَى سَخَطَهُ فِي مَعْصِيَتِهِ، وَأَخْفَى وَلِيَّهُ فِي عِبَادِهِ
Artinya, Allah merahasiakan tiga perkara dalam tiga perkara: keridaan-Nya dalam ketaatan, kemurkaan-Nya dalam kemaksiatan, dan wali-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
Pesan pertama mengajak umat tidak meremehkan amal baik, sekecil apa pun. Allah SWT berfirman, فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya ia akan melihat balasannya” (QS. Az-Zalzalah: 7). Sebuah senyum, salam, bantuan sederhana, atau menjaga kebersihan masjid dapat menjadi jalan turunnya rida Allah.
Pesan kedua ialah menjauhi setiap kemaksiatan, termasuk yang dianggap ringan. Firman Allah,
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ;
“Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya ia akan melihat balasannya” (QS. Az-Zalzalah: 8).
Rasulullah SAW bersabda,
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا
“Janganlah engkau meremehkan sedikit pun kebaikan” (HR. Muslim). Kaidah ini mendorong mukmin berhati-hati sekaligus tekun beramal.
Pesan ketiga mengajarkan penghormatan kepada setiap manusia. Imam Al-Ghazali mengingatkan,
لاَ تَحْقِرْ أَحَدًا مِنْ خَلْقِ اللهِ
jangan merendahkan seorang pun dari makhluk Allah. Boleh jadi seseorang yang sederhana, pendiam, atau kurang dikenal justru dekat di sisi-Nya. Karena itu, jamaah diajak menjaga lisan, menghindari prasangka, dan menumbuhkan sikap tawaduk.
Melalui Naharul Ijtima’ ini, warga Ngelo diharapkan gemar beribadah, berhati-hati dalam perbuatan, serta menghormati sesama. Kebersamaan di Masjid Baitul Makmur menghadirkan desa yang damai, berakhlak, dan berdaya untuk seluruh generasi mendatang kelak.
Editor: Drun
