Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo: Memperkuat Sinergi dan Komitmen Bersama
Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo: Merajut Ukhuwah, Mengukuhkan Faham Ahlusunnah wal Jama'ah
Acara diawali dengan bacaan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Sunarto, diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Suasana malam yang sejuk di Dusun Pluntu menjadi saksi keagungan dzikir yang bergema dari rumah Bapak Sunari.
Setelah Tahlil, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Ranting NU Sumberjo, Kiyai Sareh. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi partisipasi aktif warga dan pengurus NU Sumberjo yang telah bersinergi dalam mensukseskan acara ini. "Kebersamaan dan gotong-royong warga Sumberjo adalah kekuatan utama kita dalam menjaga dan mengembangkan organisasi NU," ujar Kiyai Sareh dengan penuh semangat.
Khutbah Iftitah disampaikan oleh Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo, Kiyai Rosyidi. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh warga dan pengurus NU Sumberjo untuk terus berkomitmen menjaga NU serta berkhidmah dengan sungguh-sungguh. "Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas pergerakan dakwah Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Kiyai Rosyidi.
(Gus Risy'af Mu'afi)
Acara puncak pada malam itu adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Gus Risy'af Mu'afi, pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakur Desa Sumberjo. Dalam ceramahnya, Gus Mu'afi menyampaikan pesan penting dari Hadratus Syaikh Hasyim As'ari tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat NU di Indonesia dan dunia. Beliau juga menekankan dua hal utama, yaitu pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai jalan untuk meraih ridho Allah. "Kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat dicapai dengan menjalankan syari'at Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah yang telah diwariskan oleh Hadratus Syaikh Hasyim As'ari. Kita harus terus bersatu menjaga perpaduan antara Islam dengan masyarakat pribumi," ungkap Gus Mu'afi.
Kegiatan Lailatul Ijtima' kali ini diinisiasi oleh pengurus NU Ranting Sumberjo dan badan otonomnya. Mereka bekerja keras memastikan acara berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh warga yang hadir.
Semangat kebersamaan dan keikhlasan yang tercermin dalam Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi teladan bagi komunitas-komunitas lain dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai ahlusunnah wal jama'ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wahana untuk memperkuat ukhuwah dan mempertebal keimanan serta kecintaan terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat mempertegas pentingnya kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah. Sejalan dengan tujuan NU untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Lailatul Ijtima' ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang diajarkan oleh para ulama pendiri NU.
Gus Risy'af Mu'afi dalam Mauidzoh Hasanah-nya juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Beliau mengingatkan bahwa menjaga dan merawat NU adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati. "Kita harus terus berjuang untuk memastikan bahwa ajaran ahlusunnah wal jama'ah tetap lestari dan berkembang di tengah arus globalisasi yang kian deras," kata Gus Mu'afi.
Antusiasme warga Sumberjo terlihat dari partisipasi aktif mereka selama acara berlangsung. Semua elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut berperan serta dalam berbagai kegiatan yang digelar. Tidak hanya dalam tahlil dan mendengarkan ceramah, tetapi juga dalam diskusi-diskusi ringan yang terjadi di sela-sela acara.
Salah satu warga, Bapak Hanuri, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa ikut serta dalam acara ini. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi antarwarga dan memperkuat iman kita. Semoga acara seperti ini bisa rutin diadakan," ujarnya.
Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat dan memperluas jaringan sosial dan spiritual warga. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, acara ini sukses digelar dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi ranting-ranting NU lainnya untuk terus berinovasi dalam mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat.
Penutup acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Sunarto, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada seluruh warga Sumberjo dan menjadikan mereka sebagai hamba-hamba yang selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya.
Kegiatan Lailatul Ijtima' ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan, ukhuwah, dan komitmen dalam menjaga dan merawat NU. Semoga kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan yang penuh berkah dan ridho Allah SWT.
Editor: Tim CyberMWCNU
Pengajian Rutin Malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrohim Margomulyo: Sinergi Warga dalam Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Suwardi. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti seluruh jamaah yang hadir saat melantunkan dzikir dan doa bersama.
Acara puncak pengajian kali ini adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menyampaikan berbagai hal penting, termasuk progres capaian MWCNU Margomulyo. Beliau juga memaparkan tiga tanda kebahagiaan seseorang di dunia dan akhirat, yakni makanan yang halal, berkumpul dengan para ulama (mujalasah), dan shalat berjamaah.
Selain itu, Kiyai Badrun juga mengupas tentang keutamaan dan urgensi ibadah wakaf. “Wakaf, di samping merupakan ritual ibadah umat Islam, juga memiliki potensi sebagai kekuatan ekonomi dalam pergerakan dakwah Islam,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.
Kegiatan pengajian ini diinisiasi oleh Majelis Taklim Baiturrohim dan mendapat dukungan penuh dari warga NU serta badan otonomnya. Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran yang memenuhi Masjid Baiturrohim, menunjukkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus memperdalam ilmu agama.
Dengan adanya kegiatan pengajian rutin seperti ini, diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Dusun Batang, Desa Margomulyo.
Editor: Tim CyberMWCNU
"Mempererat Ukhuwah dan Menggali Spiritualitas: NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan Sukses Digelar"
Pada hari Jum'at, tanggal 26 Juli 2024, berlangsung kegiatan NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan di kediaman Bapak Dimun, Dusun Kalangan. Acara ini diawali dengan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Rodhiyan, selaku rois Syuriyah. Dalam sambutannya, tuan rumah Bapak Dimun mengapresiasi seluruh warga NU Kalangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
"Menjemput Impian: Perjuangan Membangun Auditorim Gedung MWCNU Margomulyo"
Kisah perjuangan ini dimulai dengan kabar baik yang datang kepada kami. Pada suatu pagi yang cerah, tepatnya di awal bulan Juni 2024, kami mendapatkan informasi bahwa akan ada survei lokasi terkait proposal pengajuan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo. Survei tersebut dijadwalkan pada tanggal 19 Juni 2024, sebuah tanggal yang sudah kami tandai dengan semangat dan harapan besar.
Saya pun segera mengambil langkah awal untuk mempersiapkan segala kelengkapan data survei. Berkas-berkas proposal, dokumen pendukung, hingga detail-detail teknis lainnya saya susun dengan rapi dan teliti. Setiap angka dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) saya periksa kembali, memastikan tidak ada yang terlewat. Begitu juga dengan desain ruang auditorium yang akan menjadi pusat kegiatan di kantor baru nanti, saya pastikan semuanya sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.
Tibalah hari yang dinanti, tim dari Biro Kesra Pemprov Jawa Timur datang untuk melakukan survei. Mereka memeriksa setiap sudut lokasi dengan seksama, mencatat dan mengambil gambar. Setelah survei selesai, mereka memberikan beberapa catatan untuk revisi proposal pengajuan kami. Di antaranya adalah penyempurnaan RAB dan desain ruang auditorium.
Perjalanan ini memang tidak mudah, namun semangat untuk memiliki Auditorim gedung baru yang representatif bagi MWCNU Margomulyo adalah motivasi terbesar bagi kami. Setiap langkah yang diambil adalah bukti nyata dari tekad dan dedikasi untuk terus berjuang demi kemajuan bersama.
Sampai di sini, kisah perjuangan ini masih berlanjut. Kami yakin bahwa dengan usaha dan doa, impian memiliki Auditorim gedung MWCNU Margomulyo yang baru akan segera terwujud.
Sebulan kemudian, datang lagi kabar yang mengharuskan kami untuk melakukan revisi pada nama rekening. Ternyata, ada kesalahan kecil namun cukup signifikan. Nama rekening yang telah kami buat berbunyi "MWCNU MARGOMULYO BOJONEGORO", sementara proposal yang diajukan hanya menyebutkan "MWCNU MARGOMULYO". Meski hanya penambahan kata "Bojonegoro", hal ini harus disesuaikan agar sinkron dengan proposal yang sudah diterima.
Pada tanggal 22 Juli 2024, saya pun berangkat ke kantor Bank Jatim Cabang Ngawi untuk meminta penjelasan mengenai persyaratan perubahan nama rekening. Setibanya di sana, petugas bank dengan ramah menjelaskan langkah-langkah yang perlu saya lakukan dan dokumen apa saja yang harus disiapkan.
Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, saya kembali ke kantor MWCNU Margomulyo untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Dengan ketelitian dan kecepatan, saya menyusun semua berkas yang dibutuhkan dalam waktu kurang dari dua jam. Tepat pukul 14.00, saya selesai dengan semua persiapan dan segera bergegas kembali ke Bank Jatim.
Namun, sebuah drama tak terduga terjadi pada hari itu. Setibanya di Bank Jatim pada pukul 14.15, saya mendapati bahwa bank sudah tutup. Kekecewaan bercampur frustasi sempat menghampiri, mengingat upaya dan kecepatan yang sudah saya lakukan. Tapi, saya tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan perjuangan yang harus saya jalani dengan penuh kesabaran.
Keesokan harinya, saya kembali datang ke bank lebih awal. Dengan segala persiapan yang sudah matang, saya berhasil mengurus perubahan nama rekening sesuai yang diminta. Meskipun ada hambatan kecil, semangat untuk terus melangkah demi terwujudnya pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah pudar. Setiap tantangan yang dihadapi justru semakin menguatkan tekad kami untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Perjuangan ini memang penuh dengan liku dan tantangan, namun semangat untuk mewujudkan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah surut. Hari berikutnya, pada tanggal 23 Juli 2024, saya kembali ke Bank Jatim Cabang Ngawi untuk mengajukan perubahan nama rekening. Prosesnya berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama, sehingga perubahan nama rekening langsung selesai pada hari itu juga.
Sesampainya di kantor J&T, saya langsung menuju petugas yang ada dan bertanya, "Mas, sampai Surabaya paket yang cepat apakah bisa sampai langsung hari ini?" Petugas tersebut menjawab dengan ramah, "Tidak bisa, Pak. Biasanya sampai besok sesuai jam pengiriman."
Meskipun berharap bisa sampai lebih cepat, saya memahami prosedur yang ada. Akhirnya, dengan yakin saya menyerahkan paket dokumen saya dan membayarnya. Dokumen tersebut sekarang dalam perjalanan menuju Biro Kesra Jatim, membawa harapan dan doa kami agar semua usaha ini berbuah manis.
Setiap langkah dalam perjalanan ini, dari menyiapkan kelengkapan data, menghadapi revisi, hingga memastikan pengiriman dokumen tepat waktu, merupakan bukti nyata dari komitmen kami. Kami percaya bahwa dengan usaha yang gigih dan doa yang tulus, pembangunan gedung MWCNU Margomulyo akan segera terwujud.
Tanggal 25 Juli 2024 menjadi momen penting lainnya dalam perjuangan ini. Saya menghadiri undangan untuk menandatangani NPHD (Nota Penerimaan Hibah Daerah) yang bertempat di Islamic Center Surabaya. Suasana gedung megah itu mengundang rasa kagum, namun di balik itu ada kekhawatiran yang menyelimuti pikiran saya.
Dalam proses penandatanganan tersebut, tiba-tiba tim dari Biro Kesra Pemprov Jatim mempertanyakan legalitas tanah MWCNU Margomulyo. Ternyata, sertifikat tanah tersebut masih atas nama penjual, Bapak Iswahyudi, dan dokumen penyertaannya hanya berupa surat pernyataan tulisan tangan dari Pak Wahyudi yang disaksikan oleh perangkat desa, mulai dari Kades, Sekdes, Kasun, Ketua RW, hingga para tokoh NU Margomulyo. Surat ini adalah satu-satunya dokumen yang saya temukan dari pengurus pendahulu saya.
Tak berselang lama, teman saya memberikan solusi yang sangat membantu. Dia menyarankan untuk meminta surat keterangan dari Kades Margomulyo sebagai salah satu bukti legalitas tanah yang dimiliki MWCNU Margomulyo. Dengan segera, saya mengikuti sarannya dan dalam waktu singkat, saya mendapatkan kiriman file PDF berupa surat keterangan tentang tanah MWCNU Margomulyo.
Kini, tinggal doa dan pengharapan kepada Allah SWT yang menjadi penopang utama. Saya berharap segala ikhtiar dan perjuangan ini dikabulkan, persyaratan yang diajukan diterima, dan pembangunan Auditorium gedung MWCNU Margomulyo dapat segera terealisasi dengan lancar, selamat, dan memberikan manfaat serta berkah untuk umat.
Kisah perjuangan ini memang penuh dengan warna dan pelajaran. Pada setiap langkah, ada tantangan yang harus dihadapi dengan keteguhan hati. Setelah mengirimkan surat keterangan tanah kepada koordinator program dan tim verifikator Biro Kesra Pemprov Jatim, kami hanya bisa berharap dan berdoa agar semua berjalan sesuai rencana.
Waktu berjalan dengan penuh harap. Setiap hari dipenuhi dengan doa dan keikhlasan, memohon kepada Allah SWT agar semua ikhtiar ini membuahkan hasil yang diharapkan. Harapan demi harapan kami gantungkan kepada-Nya, agar pembangunan gedung MWCNU Margomulyo segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Terima kasih, Loor, telah mengikuti setiap langkah dalam perjuangan ini. Semoga kisah ini menginspirasi dan menguatkan kita semua untuk terus berjuang demi kebaikan bersama. Dengan izin Allah, apa yang kita cita-citakan akan terwujud dan membawa manfaat yang besar bagi umat. Mari kita teruskan semangat khidmah ini, karena bersama-sama kita pasti bisa mencapai tujuan yang kita impikan. Semoga Allah meridhai setiap langkah kita.
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Refleksi dan Evaluasi Pergerakan di Tengah Cahaya Keberkahan Muharom
Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Sholawat Bilqiyam yang meresap ke dalam hati para hadirin. Ustadz Syaifuddin, ketua PAC Rijalul Ansor Margomulyo, dengan suara yang tenang dan penuh keikhlasan, membacakan Sholawat tersebut yang di ikuti para hadirin, menciptakan suasana yang penuh dengan keberkahan. Selanjutnya, acara diteruskan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Jumari Wakil Ketua MWCNU Margomulyo, di mana para hadirin bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para leluhur dan pahlawan.
Setelah Tahlil, hadirin disuguhkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani oleh Kiyai Lasdi. Kisah-kisah penuh hikmah yang terkandung dalam manakib ini memberikan pelajaran dan inspirasi bagi setiap yang hadir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara dilanjutkan dengan Khutbah Iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo. Dalam khutbahnya, Kiyai Rosidi memberikan apresiasi positif atas terlaksananya acara pada malam ini. Beliau menekankan pentingnya kegiatan Lailatul Ijtima' sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga NU Margomulyo.
Puncak acara ditandai dengan sesi Muhasabah Pergerakan dan Paparan Progres MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam muhasabahnya, Kiyai Badrun memaparkan sejarah berdirinya MWCNU Margomulyo pada tahun 1993, yang merupakan awal periodik pertama setelah Margomulyo resmi menjadi kecamatan, sebelumnya bagian dari Kecamatan Ngraho. Beliau mengulas perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh MWCNU Margomulyo dari masa ke masa, serta capaian-capaian yang telah diraih selama ini.
Dengan gaya bicara yang lugas dan penuh semangat, Kiyai Badrun menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi dalam setiap langkah pergerakan NU. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial di Margomulyo, demi kemaslahatan umat dan masyarakat.
Acara yang dipandu oleh MC Ustadz Syaifuddin ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan dalam setiap langkah pergerakan NU di Margomulyo. Malam yang penuh makna ini menjadi momentum penting bagi warga NU Margomulyo untuk terus bergerak maju dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan.
Muhasabah Pergerakan: Perjalanan Kepengurusan MWCNU Margomulyo
Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sesi muhasabahnya, memaparkan sejarah perjalanan kepengurusan MWCNU Margomulyo sejak pertama kali didirikan. Beliau mengulas setiap periodik dengan mendalam, menyoroti suka duka yang dialami dalam mengembangkan organisasi ini.
Periode 1993-1998
Pada periode pertama ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Sho'im sebagai Ketua dan Bapak Atin sebagai Sekretaris. Belum ada posisi Ro'is Syuriyah pada masa ini. Pada masa awal ini, NU masih dipandang sebagai sebuah formalitas yang marjinal di mata masyarakat. Namun, para pengurus terus berjuang untuk memperkenalkan dan menguatkan peran NU di tengah masyarakat Margomulyo.
Periode 1998-2003
Kepemimpinan berlanjut dengan Kiyai Sho'im sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Periode ini ditandai dengan upaya keras untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan keagamaan di berbagai lapisan masyarakat. Perjuangan demi perjuangan mulai membuahkan hasil, walaupun tantangan tetap ada.
Periode 2003-2008
Pada periode ini, Kiyai Sho'im masih menjabat sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Konsolidasi internal terus dilakukan untuk memperkuat fondasi organisasi. Kegiatan-kegiatan keagamaan semakin beragam dan menarik minat lebih banyak masyarakat.
Periode 2008-2013
Kepemimpinan MWCNU Margomulyo beralih ke Kiyai Mahtum Tamsir sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Pada periode ini, MWCNU Margomulyo mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari masyarakat. Upaya dakwah dan kegiatan sosial semakin intensif dilakukan.
Periode 2013-2018
Kiyai Mahtum Tamsir kembali menjabat sebagai Ro'is, dengan Bapak Miran masih menjabat sebagai Ketua. Dalam periode ini, MWCNU Margomulyo semakin solid dan banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berbagai program keagamaan dan sosial semakin terstruktur dan terencana dengan baik.
Periode 2018-2023
Pada periode ini, Bapak Miran menjabat sebagai Ro'is dan Kiyai Rosyidi sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo semakin berkembang dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan NU mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, menunjukkan bahwa NU telah berhasil menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Margomulyo.
Periode 2023-2028
Saat ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Rosyidi sebagai Ro'is dan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial. Kiyai Badrun mengungkapkan harapannya agar MWCNU Margomulyo semakin bermartabat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.
Dalam setiap periodik, Kiyai Badrun memaparkan berbagai suka duka yang dialami. Dari masa awal yang penuh tantangan hingga kini di mana NU telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Margomulyo. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil dengan NU yang tidak lagi dipandang sebagai sebuah formalitas marjinal, melainkan telah menjadi lifestyle yang bermartabat.
Kiyai Badrun menutup muhasabahnya dengan pesan inspiratif kepada seluruh hadirin untuk terus menjaga semangat dan komitmen dalam berkhidmat di jalan Allah SWT. Beliau berharap agar MWCNU Margomulyo terus menjadi mercusuar bagi pergerakan NU di wilayah ini, memberikan cahaya dan manfaat bagi seluruh umat.
Paparan Progres MWCNU Margomulyo: Rekonstruksi KOIN NU
Dalam sesi berikutnya, Kiyai Badrun memaparkan capaian MWCNU Margomulyo terkait rekonstruksi KOIN NU, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial organisasi melalui kontribusi warga NU. Beliau menyampaikan dengan bangga bahwa empat ranting NU telah berhasil direkonstruksi dan menunjukkan hasil yang memuaskan, sementara dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi.
Ranting NU Ngelo
Capaian kontribusi dari ranting NU Ngelo mencapai Rp 3.463.100. Angka ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik dari warga ranting Ngelo dalam mendukung program KOIN NU. Kontribusi ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ranting NU Geneng
Ranting NU Geneng juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan capaian Rp 2.069.800. Partisipasi aktif dari warga ranting Geneng menjadi salah satu pilar kekuatan dalam rekonstruksi KOIN NU di Margomulyo.
Ranting NU Sumberjo
Ranting NU Sumberjo menyusul dengan kontribusi sebesar Rp 1.996.260. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kesadaran dan komitmen warga Sumberjo terhadap pentingnya kemandirian finansial organisasi.
Ranting NU Kalangan
Meskipun dengan capaian yang lebih kecil, yakni Rp 750.000, ranting NU Kalangan tetap menunjukkan semangat dan kontribusi yang patut diapresiasi. Setiap kontribusi, sekecil apapun, sangat berarti bagi keberlanjutan program-program NU.
Kiyai Badrun menambahkan bahwa rekonstruksi KOIN NU di empat ranting ini telah membuahkan hasil yang nyata dan memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat. Sementara itu, dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi, dan diharapkan akan segera menyusul untuk mencapai tujuan yang sama.
Dengan berbagai capaian dan kontribusi yang telah dicapai, Kiyai Badrun mengajak seluruh hadirin untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo. Semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi adalah kunci keberhasilan dalam membangun dan memperkuat pergerakan NU di tingkat lokal.
Acara ini ditutup dengan doa bersama, semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo selalu diberkahi oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi umat dan masyarakat Margomulyo secara luas.
Editor: Tim CyberMWCNU
"Mengobarkan Spirit Muharrom: Pengajian Rutin MATA AIR Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba"
Acara dimulai dengan pembacaan Tahlil dan Sholawat yang dipimpin oleh Abdul Ghofur, Kasatkoryon Banser Margomulyo. Suasana malam itu menjadi begitu syahdu dengan lantunan doa dan sholawat yang menggema di seluruh ruangan masjid. Kehadiran Abdul Ghofur tidak hanya memberikan suasana religius, tetapi juga menunjukkan sinergi antara Banser dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
Setelah pembacaan Tahlil dan Sholawat, acara dilanjutkan dengan tausiyah atau mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI dan sekaligus Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengangkat tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan." Tema ini dianggap sangat relevan mengingat meningkatnya kasus judi online dan penyalahgunaan narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat.
Kiyai Badrun menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Muharram sebagai awal tahun Hijriyah untuk memperbaharui tekad dalam menjaga moral dan tatanan kehidupan yang lebih baik. Beliau mengajak jamaah untuk bersama-sama memerangi bahaya judi online dan narkoba yang dapat merusak generasi muda dan stabilitas keluarga. “Spirit Muharram adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperkuat komitmen kita dalam menjaga moralitas dan akhlak,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.
Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun juga menyampaikan berbagai kisah inspiratif dari zaman Rasulullah SAW dan para sahabat yang dapat dijadikan teladan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Beliau berharap jamaah dapat mengambil hikmah dan semangat dari kisah-kisah tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Kiyai Darmaji yang penuh haru. Beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi segala ujian kehidupan, serta dijauhkan dari segala bentuk maksiat termasuk judi dan narkoba.
Pengajian rutin di Majelis Taklim At-Thohir ini menjadi bukti nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan kuat masyarakat Pluntu Sumberjo dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlangsung dengan dukungan semua pihak demi terwujudnya masyarakat yang religius dan harmonis.
Pengajian ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga Pluntu Sumberjo, di mana mereka bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang kehidupan sehari-hari. Seusai acara, banyak jamaah yang terlihat berbincang-bincang dengan hangat di halaman masjid, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.
Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Abdul Ghofur dan Kiyai Badrun Sulaiman menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari para ulama dan tokoh masyarakat dalam menjaga dan membimbing umat menuju jalan yang benar. Abdul Ghofur, sebagai Kasatkoryon Banser Margomulyo, tidak hanya berperan dalam aspek keamanan tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan, memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.
Kiyai Badrun Sulaiman menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati dan memberikan pencerahan bagi para jamaah. Beliau selalu mampu mengaitkan ajaran agama dengan permasalahan kontemporer yang dihadapi masyarakat, menjadikan tausiyahnya relevan dan aplikatif.
Penutupan dengan doa oleh Kiyai Darmaji menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu. Doa yang beliau panjatkan bukan hanya sebagai penutup acara, tetapi juga sebagai harapan dan permohonan bersama agar seluruh jamaah dan masyarakat luas selalu dalam lindungan dan berkah Allah SWT. Kiyai Darmaji, dengan kebijaksanaannya, selalu mampu membawa suasana khusyuk dan haru dalam setiap doa yang beliau pimpin.
Kegiatan pengajian di Majelis Taklim At-Thohir ini tidak hanya sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam membangun ketahanan moral masyarakat. Dengan tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan," jamaah diharapkan mampu mengambil langkah konkret dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Semoga kegiatan pengajian ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut serta, sehingga tujuan mulia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan lebih religius dapat terwujud. Dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Majelis Taklim At-Thohir Pluntu Sumberjo akan terus menjadi pilar penting dalam pembinaan keagamaan dan moralitas masyarakat setempat.
"Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Kebersamaan dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan Masyarakat"
Meduri, 14 Juli 2024 – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Nurul Hidayah, Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, saat digelarnya kegiatan Lailatul Ijtima' oleh NU Ranting Meduri pada Minggu malam. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU Ranting Meduri, seluruh badan otonom seperti Ansor, Pagar Nusa, Muslimat NU, dan Fatayat NU, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Samsul Hadi, membawa nuansa syahdu dan penuh keikhlasan dalam doa bersama. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Takmir Musholla, Bapak Lasi, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah.
Selanjutnya, Ketua Ranting NU Meduri, Bapak Eko Sunarno, dalam sambutannya mengapresiasi terlaksananya acara ini. "Lailatul Ijtima' ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan kita dalam menjalankan syiar Islam di Desa Meduri. Semoga acara ini menjadi berkah dan membawa manfaat bagi kita semua," ujarnya.
Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengucapkan terima kasih kepada NU Ranting Meduri atas kontribusinya dalam gerakan dakwah Islam di Meduri. Ia juga mengajak warga NU untuk bersama-sama menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya judi online dan narkoba, serta menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat di tahun politik ini.
Kegiatan Lailatul Ijtima' ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat persatuan dan memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan ini, diharapkan NU Ranting Meduri dapat terus menjadi garda terdepan dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan sejahtera.
Malam itu, Musholla Nurul Hidayah seolah menjadi pusat kegiatan spiritual yang penuh dengan semangat keagamaan dan kebersamaan. Para jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan NU saja, tetapi juga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Dalam sambutannya, Kiyai Badrun Sulaiman menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga moral dan akhlak anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif, seperti judi online dan narkoba yang semakin marak. "Keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga generasi muda kita. Kita harus selalu waspada dan memberikan pemahaman yang benar tentang bahaya dari perbuatan yang merusak tersebut," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga NU untuk tetap bersatu dan menjaga kerukunan di tahun politik ini. "Perbedaan pilihan politik jangan sampai memecah belah persaudaraan kita. Mari kita jaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat dengan terus mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi," ujarnya.
Usai penyampaian mauidzoh hasanah, acara dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kiyai Rohmat Tini. Doa yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk ini menutup rangkaian acara Lailatul Ijtima' dengan harapan agar seluruh warga Desa Meduri selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya.
Acara Lailatul Ijtima' ini tidak hanya berhasil mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga moral dan akhlak, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat.
Dengan suksesnya acara ini, NU Ranting Meduri kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menggerakkan kegiatan keagamaan dan sosial di Desa Meduri. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat menjadi modal berharga dalam membangun desa yang lebih baik, berakhlak, dan sejahtera.
"Semarak Naharul Ijtima' NU Ranting Geneng: Tausiyah KH. Abdul Jalal Menginspirasi Jamaah"
Geneng, Ahad Pahing 14 Juli 2024 – Kegiatan Naharul Ijtima' yang diselenggarakan oleh NU Ranting Geneng berlangsung meriah di Masjid Al-Ihsan Payung, Desa Geneng. Acara yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU Ranting Geneng, Muslimat, Fatayat, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
TURBA PAC Muslimat & Fatayat Margomulyo di Desa Ngelo: Merajut Kebersamaan di Kawasan Bendungan Karangnongko
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Ngelo, Bapak Tri Maryono, yang juga merupakan Ketua MWC LAZISNU Margomulyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas upaya semua pihak, terutama jajaran PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo yang telah memilih Desa Ngelo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Bapak Tri Maryono juga memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi, meskipun pihak Pemerintah Desa Ngelo telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan acara tersebut.
Sahabati Rutin Winarsih yang akrab di Panggil Mbak Win, Wakil dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Bojonegoro, juga turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga NU Margomulyo, khususnya PAC Muslimat & Fatayat NU, serta ucapan terima kasih kepada Bapak Tri Maryono yang telah memfasilitasi dan memberikan ruang bagi pergerakan dakwah NU di Desa Ngelo.
Selain sambutan-sambutan, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu dari enam ranting NU se-Anak Cabang Margomulyo. Santunan ini disambut dengan suka cita oleh para penerima dan diharapkan dapat meringankan beban mereka.
Puncak acara adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Hasyim Rosyidi dari Bojonegoro. Dalam tausiyahnya, KH. Hasyim menyampaikan berbagai hal, terutama mengenai keutamaan bulan Muharram. Dengan kepiawaiannya, beliau mampu menyampaikan tausiyah yang mendalam dan menyentuh, sehingga para audiens merasa nyaman dan ridho mendengarkannya. Tidak terasa, tausiyah berlangsung hampir dua setengah jam, namun para hadirin tetap antusias dan khidmat mengikuti setiap kata yang disampaikan.
Kegiatan TURBA rutin triwulan PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo di Desa Ngelo berjalan dengan lancar dan penuh makna. Acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar anggota dan masyarakat, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan dakwah serta menjaga kerukunan umat.
Acara TURBA rutin triwulan di Desa Ngelo ini juga menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan organisasi. Kehadiran berbagai tokoh penting dari tingkat kecamatan hingga desa menunjukkan betapa kuatnya dukungan terhadap kegiatan ini.
Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sambutannya, juga menyoroti hal yang sama. Beliau menegaskan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat. Dengan situasi politik yang kian memanas, upaya untuk menjaga harmoni dan persatuan menjadi semakin krusial.
Momentum pemberian santunan kepada anak yatim piatu juga menjadi salah satu highlight acara. Anak-anak yatim piatu dari enam ranting NU se-Anak Cabang Margomulyo menerima santunan dengan penuh kebahagiaan. Ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga implementasi nyata dari ajaran Islam tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.
Ketika KH. Hasyim Rosyidi mengambil alih panggung untuk menyampaikan Mauidzoh Hasanah, suasana menjadi semakin khidmat. KH. Hasyim dikenal dengan cara penyampaian yang santun namun penuh makna. Beliau mengupas keutamaan bulan Muharram dengan begitu mendalam, memberikan inspirasi dan motivasi kepada para hadirin untuk semakin meningkatkan ibadah dan kebaikan di bulan yang mulia ini. Penyampaian beliau yang begitu piawai membuat waktu berjalan tanpa terasa, hingga lebih dari dua jam hadirin larut dalam hikmah yang beliau sampaikan.
Acara di Desa Ngelo ini juga menjadi cerminan dari betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program-program keagamaan dan sosial. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan NU, khususnya Muslimat & Fatayat, dapat terus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang harmonis, beradab, dan berkeadilan.
Tim CyberMWCNU






.png)

.png)
.png)
.png)
.png)






.png)








