Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

"Pengajian Rutin dan Halal Bihalal: Merajut Kekeluargaan dan Mempererat Ikatan Persaudaraan di Margomulyo"

Kegiatan Pengajian Rutin dan Halal Bihalal Mempererat Tali Persaudaraan Umat Islam di Margomulyo


www.margomulyo.com||Margomulyo, 28 April 2024 - Pada hari Ahad tanggal 28 April 2024, Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margomulyo menginisiasi kegiatan pengajian rutin dan halal bihalal. Acara yang berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo ini dihadiri oleh seluruh jajaran Ranting IPNU/IPPNU se-Ancab Margomulyo.

Selamat Harlah Fatayat NU Yang ke-74!

Kami dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur mengucapkan selamat atas peringatan Harlah Fatayat Nahdlatul Ulama yang ke-74. Sebagai Ketua MWCNU, kami ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada seluruh anggota Fatayat NU yang telah berperan aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.

Kegiatan Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal Ranting NU Kalangan: Mempererat Ukhuwah di Tengah Masyarakat

www.mwcnumargomulyo.com ||Kalangan, 26 April 2024 - Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, tepatnya tanggal 26 April 2024, sebuah acara istimewa bertajuk Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal digelar dengan meriah di rumah Bapak Suratno, seorang tokoh masyarakat setempat. Acara ini menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) dan dihadiri oleh berbagai badan otonom, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat.

Selamat ulang tahun yang ke-90 untuk Gerakan Pemuda ANSOR!


Di momen yang istimewa ini, kami ingin mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Gerakan Pemuda ANSOR yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam membangun pergerakan ini selama sembilan dekade. Selama 90 tahun, Gerakan Pemuda ANSOR telah menjadi pilar kekuatan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kemanusiaan.


Dalam perjalanan panjang ini, Gerakan Pemuda ANSOR telah membuktikan dirinya sebagai wadah yang mampu menampung semangat pemuda untuk bergerak, berkarya, dan berkembang. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menjadi garda terdepan dalam memajukan potensi pemuda Indonesia.


Kepemudaan adalah masa depan bangsa, dan Gerakan Pemuda ANSOR telah berperan penting dalam membentuk dan membimbing pemuda Indonesia menjadi generasi yang berkualitas, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat kepemimpinan, kreativitas, dan semangat kebersamaan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menginspirasi banyak pemuda untuk berani bermimpi, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan dalam masyarakat.


Selain itu, Gerakan Pemuda ANSOR juga telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memperhatikan dan membantu mereka yang membutuhkan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menunjukkan kepedulian dan keikhlasannya dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan adil.


Kami berharap semoga Gerakan Pemuda ANSOR terus berkembang dan menginspirasi pemuda Indonesia untuk terus bergerak maju. Mari kita jaga semangat solidaritas, persatuan, dan kebersamaan yang telah menjadi identitas Gerakan Pemuda ANSOR selama ini.


Selamat ulang tahun yang ke-90 Gerakan Pemuda ANSOR! Teruslah berinovasi, berkontribusi, dan memperjuangkan cita-cita mulia. Semoga Gerakan Pemuda ANSOR semakin kuat dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Sukses selalu!

Kader NU, Saatnya Ambil Langkah Strategis Hadapi Tantangan Keberagaman



Kader Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting sebagai penggerak pergerakan yang berbasis Islam di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, keberagaman menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh kader NU dalam menjaga keutuhan dan memperkuat peran pergerakan ini. Dalam artikel ini, kita akan mengulas mengenai tantangan keberagaman yang dihadapi oleh kader NU serta langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk menghadapinya.


Dalam konteks NU, keberagaman memiliki makna yang mendalam. NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia mengakui dan menghormati perbedaan dalam Islam. Keberagaman dalam NU mencakup perbedaan dalam pemahaman agama, tradisi keagamaan, budaya, dan suku bangsa. Oleh karena itu, penting bagi kader NU untuk memahami dan menghormati perbedaan ini guna memperkuat persatuan dalam pergerakan.


Tantangan keberagaman yang dihadapi oleh kader NU sangat kompleks dan beragam. Pertama, perkembangan sosial dan politik yang dinamis membawa perubahan dalam cara pandang dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru dalam menjaga keberagaman di tengah arus perubahan ini. Kader NU perlu mampu menghadapi perubahan ini dengan bijak, tanpa mengabaikan akar-akar keberagaman yang menjadi identitas pergerakan.


Selain itu, meningkatnya radikalisme dan intoleransi di masyarakat menjadi tantangan serius bagi kader NU. Kader NU harus berperan aktif dalam memerangi radikalisme dan mempromosikan pesan-pesan toleransi serta perdamaian antarumat beragama. Dalam konteks ini, pendidikan dan pengetahuan yang kuat tentang keberagaman menjadi kunci penting bagi kader NU untuk membangun pemahaman yang inklusif dan menghormati perbedaan.


Langkah strategis yang dapat diambil oleh kader NU dalam menghadapi tantangan keberagaman adalah sebagai berikut:


Pertama, penguatan pendidikan dan pengetahuan. Kader NU perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keberagaman dalam Islam dan masyarakat. Pendidikan agama yang inklusif dan menghormati perbedaan harus ditingkatkan guna membangun kesadaran yang kuat akan pentingnya persatuan dalam pergerakan.


Kedua, pemberdayaan perempuan dan pemuda. Peran aktif perempuan dan pemuda dalam menghadapi tantangan keberagaman sangat penting. Kader NU perlu mendukung perempuan dan pemuda dalam memainkan peran strategis dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam mempromosikan kesetaraan dan toleransi.


Ketiga, dialog antarumat beragama. Kader NU harus mendorong dialog dan kerjasama antarumat beragama untuk memahami dan menghormati perbedaan. Dalam dialog ini, kader NU dapat berperan sebagai fasilitator yang aktif dalam mempromosikan perdamaian dan harmoni antara umat beragama.


Ke Empat, pentingnya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Kader NU harus mendorong penegakan hukum yang adil dan berkeadilan dalam menangani pelanggaran keberagaman. Perlindungan hak asasi manusia semua individu, tanpa memandang agama atau keyakinan, harus menjadi prinsip utama yang dijunjung tinggi oleh kader NU.


Dalam menghadapi tantangan keberagaman, kader NU juga perlu memperhatikan isu-isu yang muncul dalam masyarakat. Misalnya, adanya isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang sering menjadi sumber konflik di Indonesia. Kader NU harus memainkan peran aktif dalam menangani isu-isu tersebut dengan pendekatan yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antarumat beragama.


Selain itu, penguatan peran media juga penting dalam menghadapi tantangan keberagaman. Kader NU dapat menggunakan media sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi, dialog, dan pemahaman yang inklusif. Dalam era digital, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang mempromosikan keberagaman dan menghancurkan stereotip yang merugikan.


Tidak hanya itu, kader NU juga perlu membangun kemitraan dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Kerjasama yang kuat antara berbagai pihak dapat memperkuat upaya dalam menghadapi tantangan keberagaman. Kader NU dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat untuk bekerja sama dalam membangun perdamaian dan harmoni.


Selain langkah-langkah strategis yang telah disebutkan, kader NU juga perlu menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan perannya sebagai penggerak pergerakan. Sikap yang adil, transparan, dan bertanggung jawab akan membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas kader NU di mata masyarakat. Dalam segala tindakan dan keputusan yang diambil, kader NU harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai Islam yang toleran, rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.


Dengan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, kader NU dapat menjadi kekuatan yang kuat dalam menjaga keberagaman, mempromosikan toleransi, dan membangun perdamaian di Indonesia. Dalam menghadapi tantangan keberagaman yang kompleks, kader NU harus tetap teguh pada prinsip-prinsip yang menjadi landasan pergerakan ini, yaitu ajaran Islam yang moderat, inklusif, dan menghormati perbedaan.


Dalam mengakhiri artikel ini, penting bagi kader NU untuk menyadari bahwa menghadapi tantangan keberagaman adalah tugas yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen yang kuat. Dengan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, kader NU dapat membawa pergerakan ini menuju masa depan yang lebih inklusif, harmonis, dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.


Kesimpulan:

Dalam menghadapi tantangan keberagaman, kader NU memiliki peran penting sebagai penggerak pergerakan yang berbasis Islam di Indonesia. Keberagaman dalam NU mencakup perbedaan dalam pemahaman agama, tradisi keagamaan, budaya, dan suku bangsa. Namun, kader NU dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perkembangan sosial dan politik yang dinamis, peningkatan radikalisme dan intoleransi, serta arus modernisasi yang dapat mengancam kesatuan dan keberagaman.


Untuk menghadapi tantangan ini, langkah-langkah strategis dapat diambil oleh kader NU. Pertama, penguatan pendidikan dan pengetahuan tentang keberagaman menjadi kunci penting. Kader NU perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka serta memperkuat pendidikan agama yang inklusif dan menghormati perbedaan.


Kedua, pemberdayaan perempuan dan pemuda menjadi langkah penting dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Kader NU perlu mendukung peran aktif perempuan dan pemuda dalam memainkan peran strategis serta membangun kesadaran akan pentingnya perempuan dan pemuda dalam memperkuat keberagaman.


Ketiga, dialog antarumat beragama menjadi sarana yang efektif dalam memahami dan menghormati perbedaan. Kader NU harus mendorong dialog dan kerjasama antarumat beragama serta membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dalam mengatasi isu-isu keberagaman.


Terakhir, penegakan hukum yang adil dan perlindungan hak asasi manusia menjadi prinsip penting yang harus dikedepankan oleh kader NU. Kader NU perlu mendorong penegakan hukum yang adil dalam menangani pelanggaran keberagaman serta melindungi hak asasi manusia semua individu tanpa memandang agama atau keyakinan.


Saran:


Berikut adalah beberapa saran untuk kader NU dalam menghadapi tantangan keberagaman:


1. Terus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keberagaman. Kader NU perlu mengikuti pelatihan, seminar, dan forum diskusi yang dapat memperluas wawasan mereka tentang keberagaman dalam Islam dan masyarakat.


2. Memperkuat komunikasi dan kerjasama antar kader NU. Kader NU perlu saling mendukung, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain dalam menghadapi tantangan keberagaman.


3. Memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi untuk menyebarkan pesan-pesan toleransi dan keberagaman. Kader NU dapat memanfaatkan platform online untuk mempromosikan nilai-nilai inklusif dan membangun kesadaran masyarakat.


4. Terlibat aktif dalam kegiatan interfaith dan kegiatan sosial bersama dengan umat beragama lainnya. Ini akan membantu membangun hubungan yang harmonis dan saling memahami antarumat beragama.


5. Membangun jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Kerjasama yang kuat akan memperkuat upaya dalam menghadapi tantangan keberagaman.


Melalui langkah-langkah strategis ini, kader NU dapat terus memperkuat persatuan, toleransi, dan keberagaman dalam pergerakan. Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang, kader NU harus tetap teguh pada nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan menghormati perbedaan. Dengan demikian, pergerakan NU dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun masyarakat yang harmonis, adil, dan bermartabat.



Penulis;
Badrun Sulaiman
(Ketua MWCNU Margomulyo)

Kegiatan Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal Ranting NU Geneng: Merajut Kebersamaan dalam Menyambut Idul Fitri


Margomulyo, 21 April 2024 - Masjid Al-Muhlisiyah Geneng menjadi saksi kehangatan dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam pelaksanaan acara Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal yang digagas oleh Ranting NU Geneng, dengan melibatkan seluruh struktural Badan Otonom NU. Acara yang berlangsung pada hari Ahad ini, sejak pukul 09.00 hingga selesai, berhasil memikat perhatian semua warga NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Geneng.

Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kebersamaan


Margomulyo, 20 April 2024 - Pada Sabtu malam Minggu ini, tepat pukul 20.30, Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi dari suatu acara berharga yang menggugah kebersamaan dan kebersihan hati umat Islam warga NU khususnya. Kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo berhasil menarik perhatian dan kehadiran banyak jamaah yang antusias untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Momentum Saling Memaafkan: Pengajian Halal Bihalal di Masjid Baiturrohman, Tepus, Menggugah Semangat Persatuan Warga NU"

Tepus, 19 April 2024 - Masjid Baiturrohman yang terletak di Dusun Tepus, Desa Margomulyo, menjadi saksi kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang menggugah semangat kebersamaan dan keadaban sosial para warga NU. Acara yang dihadiri oleh seluruh warga Tepus, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, berlangsung mulai pukul 20.00 hingga selesai. Dalam suasana khidmat, kegiatan dibuka dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Abd. Ghofur, Komandan Banser Margomulyo, serta ditutup dengan doa yang dilantunkan oleh Kiyai Jumari, Wakil Ketua MWCNU Margomulyo.

Halal Bihalal di Mushola Al-Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri: Memperkokoh Kebersamaan dalam Moment Idul Fitri

Besali, 19 April 2024 - Suasana kehangatan dan kebersamaan memenuhi Mushola Al-Muttaqin di Dusun Besali, Desa Meduri, saat digelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal pada hari Jumat, tanggal 19 April 2024. Acara yang dihadiri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Besali, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat ini menjadi momen yang sangat berarti bagi seluruh jemaah.

Pengajian Halal Bihalal PAC Muslimat NU Margomulyo: Memperkuat Makna Idul Fitri dan Penguatan Ekonomi Syari'ah


Margomulyo, Kamis Kliwon, 18 April 2024 - Dalam rangka merayakan Idul Fitri dan mempererat tali silaturahmi, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo menggelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal di Aula MWCNU Margomulyo. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan anggota Muslimat NU.


Dalam sambutannya, Ketua PAC Muslimat NU, Bunda Maslahah S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam momen yang penuh berkah ini. Ia menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama umat Muslim, serta mengajak semua peserta untuk saling maaf-memaafkan sebagai bagian dari semangat Idul Fitri.



Momentum pengajian ini semakin berkesan dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosyidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo . Dalam khutbahnya, beliau mengulas berbagai aspek mengenai keutamaan Idul Fitri. Dengan penuh hikmah, Kiyai Rosyidi menjelaskan tentang pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan yang telah diperoleh selama bulan suci Ramadhan.


Tidak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengaitkan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Kiyai Rosyidi dengan pentingnya mengaplikasikan makna puasa Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah perayaan Idul Fitri. Ia menekankan betapa relevannya menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk memperkuat iman dan menggalang kebaikan dalam masyarakat.


Selain itu, Kiyai Badrun juga memaparkan progres capaian MWCNU Margomulyo, terutama dalam bidang penguatan ekonomi Syari'ah. Dalam paparannya, ia mengungkapkan berbagai upaya yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai oleh MWCNU dalam membangun ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syari'ah. Kiyai Badrun menyampaikan harapannya agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam penguatan ekonomi Syari'ah demi kesejahteraan bersama.


Acara Pengajian Halal Bihalal ini dapat menginspirasi para peserta untuk menjaga semangat Idul Fitri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguatkan makna puasa Ramadhan dan menggerakkan penguatan ekonomi Syari'ah, PAC Muslimat NU Margomulyo telah menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama dan keadilan.


Dalam suasana kebersamaan dan kehangatan, acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan kemajuan umat Muslim. Semoga semangat Idul Fitri yang menginspirasi ini terus terjaga dan menjadi pendorong bagi kita semua untuk menggapai kebaikan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.


Kontributor: Andry
Editor: Tim CyberMWCNU

Keutamaan puasa bulan syawal

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hadirin yang dirahmati Allah,


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.


Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk membahas sebuah topik yang sangat penting dalam agama kita, yaitu keutamaan puasa Syawal. Puasa Syawal adalah amalan yang dianjurkan setelah selesainya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 


Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)   


 Perhitungan pahala puasa satu tahun itu berdasarkan firman Allah swt berikut,


   مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ    


Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160).


Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadis yang disebutkan, terdapat beberapa pembahasan mengenai keutamaan puasa Syawal sebagai berikut:


1. Pahala Puasa Setahun

Hadis yang disebutkan di atas, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyatakan bahwa puasa selama bulan Ramadhan diikuti dengan enam hari puasa pada bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Hal ini menunjukkan kebesaran pahala yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang melaksanakan puasa ini dengan ikhlas dan penuh kesungguhan.


2. Penggandaan Pahala

Dalam Surah Al-An'am ayat 160, Allah SWT menyatakan bahwa bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, Dia akan memberikan pahala sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat dari amal ibadah tersebut. Ini menunjukkan kemurahan Allah SWT dalam memberikan penggandaan pahala kepada hamba-Nya yang berusaha melakukan kebaikan.


3. Kesinambungan Ibadah

Puasa Syawal memberikan kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan berpuasa setelah bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan puasa Syawal, seseorang menunjukkan kesungguhan dalam menjaga ibadah puasa dan menyambut bulan Syawal dengan penuh semangat. Ini juga merupakan bentuk kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.


4. Menghapuskan Dosa

Puasa Syawal juga memiliki keutamaan dalam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Ansari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun." Dalam konteks ini, puasa Syawal memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan dosa-dosa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT.


5. Menunjukkan Rasa Syukur

Melakukan puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat bulan Ramadhan yang telah diberikan. Puasa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, dan dengan berpuasa Syawal, umat Muslim menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan ibadah puasa.


Selain hadis yang telah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa hadis lain yang menguatkan keutamaan puasa Syawal. Contohnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)


Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa Syawal sebagai sunnah yang dianjurkan setelah puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan pentingnya melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Dengan demikian, puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Melalui ibadah puasa Syawal, umat Muslim dapat mendapatkan pahala yang besar, menghapuskan dosa-dosa, menunjukkan rasa syukur, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan.


Terdapat beberapa hadis tambahan yang dapat menguatkan keutamaan puasa Syawal:


1. Hadis Riwayat Abu Hurairah:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia telah memperoleh pahala puasa sepanjang tahun." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)


Hadis ini menegaskan kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah puasa setelah Ramadhan berakhir.


2. Hadis Riwayat Aisyah:


مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَدْ صَامَ شَهْرًا كَامِلًا إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ يَصُومُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ


Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW tidaklah meninggalkan puasa enam hari di bulan Syawal baik saat dalam keadaan berperang atau di waktu lainnya." (HR. Muslim)


Dalam hadis ini, Aisyah menegaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Syawal merupakan amalan yang dianjurkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.


3. Hadis Riwayat Abdullah bin Amr bin al-As:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Hadis ini menggarisbawahi kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Syawal dalam agama Islam.


Dari penjelasan ayat Al-Qur'an dan beberapa hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Melakukan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan memberikan pahala yang besar, mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Muslim untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Oleh: Badruns (Ketua MWCNU Margomulyo)

Pengajian Rutin Warga Batang Kulon: Menyemarakkan Halal Bihalal dalam Tradisi Riyoyo Kupat



Batang, 16 April 2024 – Musholla Nurul Hidayah yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar acara pengajian rutin pada hari Selasa Pon malam Rabu Wage. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Halal Bihalal warga Batang. Dengan dimulai pukul 20.00 hingga selesai, acara tersebut berhasil mengundang perhatian warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

"Mengemas Keutamaan Idul Fitri dengan Sentuhan Humor di Pengajian Malem Sabtu Kliwon"


Margomulyo, 12 April 2024 - Masjid BAITURRAHIM Batang DS. Margomulyo dipenuhi dengan semangat keagamaan pada Jum'at malam Sabtu Kliwon tanggal 12 April 2024. Kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap Selapan (35 hari dalam hitungan Jawa) ini berhasil menarik perhatian warga sekitar untuk hadir dan memperoleh pencerahan spiritual.

"Menggapai Keberkahan dan Harmoni: Menyambut Iedul Fitri 1445 H dengan Kasih Sayang dan Maaf"

 

Assalamualaikum wr. wb.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, sebagai Ketua MWCNU Margomulyo, saya dengan tulus ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H kepada seluruh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga ucapan ini dapat menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan kami dalam menyambut hari yang penuh berkah ini.


Hari yang dinanti-nantikan, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kita kini merayakan kemenangan spiritual dan keberhasilan melawan hawa nafsu. Iedul Fitri mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan, mengampuni kesalahan, dan merangkul kedamaian dalam hati.


Di momen yang suci ini, mari kita bersama-sama merefleksikan perjalanan spiritual kita. Marilah kita bertaubat atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Semoga Iedul Fitri menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.


Selain itu, mari kita jadikan Hari Raya Iedul Fitri sebagai ajang untuk saling bermaafan dan mempererat persaudaraan. Hilangkan segala dendam dan permusuhan yang mungkin terjadi di antara kita. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa, mari kita berkompromi, menghormati perbedaan, dan membangun harmoni sebagai umat Muslim yang satu.


Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran MWCNU Margomulyo yang telah bersama-sama berjuang dalam menjaga kebersamaan dan memajukan agama serta umat Islam di wilayah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan hidayah-Nya kepada kita semua.


Terakhir, saya berharap semoga hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga tali silaturahmi terus terjalin erat, kasih sayang terus mengalir di antara kita, dan setiap langkah kita selalu mendapatkan ridho dan petunjuk dari Allah SWT.


Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.


Wassalamualaikum wr. wb.

"Semarak Kegiatan Pembagian Takjil Romadhon PAC IPNU/IPPNU Margomulyo: Momen Kebersamaan dan Kemanusiaan yang Menggugah"


MARGOMULYO - Hari Ahad, 27 Romadhon 1445 H./7 April 2024 M., menjadi saksi dari keramahtamahan dan semangat kebersamaan umat Muslim di Margomulyo. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo menggelar kegiatan pembagian takjil di halaman Kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, ini berhasil menyentuh hati banyak orang.


Kegiatan dimulai dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Suasana yang penuh kekhidmatan terasa menggema di sekitar halaman kantor. Dalam doa tersebut, seluruh peserta berharap agar Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Tak lama setelah itu, aksi mulia dimulai. Dalam semangat kebersamaan, tim pembagian takjil dengan sigap menyiapkan hidangan lezat dan menyegarkan untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor MWCNU Margomulyo. Dalam sekejap, aroma harum takjil tradisional seperti kolak, kurma, dan aneka minuman manis mengisi udara, mengundang decak kagum dari para pejalan kaki yang lewat.


Tak hanya itu, kehadiran Jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka dengan penuh semangat berbaur dengan masyarakat, dengan senyum dan sapaan hangat. Tidak terasa, suasana kekeluargaan terjalin di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi nilai yang tinggi di tengah masyarakat Margomulyo.

Kegiatan pembagian takjil Romadhon berlangsung dengan lancar dan tertib. Para warga masyarakat yang menerima takjil tampak berterima kasih dan bahagia. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh sesama umat Muslim. Pembagian takjil ini menjadi momen yang tak terlupakan dan memberikan semangat terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa.


Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi kerjasama dan partisipasi semua pihak yang turut serta dalam menjalankan kegiatan ini dengan baik. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," ujar Sholeh.


Kegiatan pembagian takjil Romadhon di Kantor MWCNU Margomulyo telah menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Dalam momen yang penuh makna ini, umat Muslim di Margomulyo memperlihatkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas dapat memberikan kebahagiaan dan kehangatan bagi semua. Semoga semangat ini terus membara dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kontributor: Andry.
Editor: TimCyberMWCNU 

MAKNA DAWUH KH. M. HASYIM ASY'ARI

 



Mungkin kita teringat apa yang dikatakan bahwa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, yaitu:


1) Siapa yang mengurusi NU maka saya anggap santriku


2) Siapa yang jadi santriku maka akan saya doakan husnul khatimah beserta keluarganya.


YANG PERLU DIKUPAS adalah ISTILAH:


1) Mengurusi NU

2) Menjadi santri Hadratussyeikh

3) Doa husnul khatimah oleh Hadratussyeikh


● MENGURUSI NU itu ARTINYA LUAS, bukan hanya menjadi "pengurus satruktural NU" saja, tapi menjadi warga NU yang peduli dengan keberadaan NU, apakah dia itu warga nahdliyin biasa, santri non pesantren, santri pondok pesantren, kiai kampung, kiai langgar, mahasiswa NU, pelajar, pemuda, pegiat dan sebagainya. 


Hanya Allah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi" NU, walau tak tercatat dalam daftar nama di SK kepengurusan NU, baik kepengurusan PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, PRNU, PARNU ataupun Banom NU maupun Lembaga NU. 


Jadi jangan merasa terlepas dengan NU, jangan merasa bukan golongan "yang mengurusi NU" hanya karena nama kita tidak terdaftar dalam SK legal formal kepengurusan NU di berbagai tingkatan. 


Hanya Allahlah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi NU" walau dengan samar, menyamar dan tidak terkenal.


● MENJADI SANTRI HADRATUSSYEIKH adalah KEBANGGAAN TERSENDIRI. 


Mungkin hal ini beda dengan fenomena sekarang, yang mana jika ingin menjadi santri salah seorang kiai misalnya, kita tinggal mendaftar di ponpes tertentu, dengan membayar biaya pendaftaran, syahriyah dan biaya-biaya lainnya. 

Dan otomatis sudah menjadi santri kiai tersebut. 


Namun hal ini beda dengan pola penyantrian masa lalu, yang mana harus ada ujian lahir, batin dan mental serta spiritual terlebih dahulu. 


Ingat bagaimana kisah KH. Hasyim Asy'ari yang ingin menjadi santri Mbah Cholil Bangkalan. 


Harus mendapat ujian berat dulu, bahkan "seakan" diusir dari pesantren. Namun itu menunjukkan bahwa menjadi santri seorang kiai ketika itu adalah sangatlah sulit. 

Apalagi menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari. 


Dengan kata lain, ketika dianggap, diterima dan direstui menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari adalah kenikmatan yang tiada tara dan anugerah yang sangat luar biasa. 


Nah, mengurusi NU dianggap sudah otomatis menjadi santri Hadratussyeikh.


Husnul khatimah adalah dambaan dan cita-cita semua kaum muslimin. 

Karena husnul khatimah adalah awal dari kebahagiaan sejati yang abadan abada, kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan selamanya di kampung akhirat, sebagai halte terakhir dalam proses perjalanan maha panjang manusia. 


MENDAPATKAN HUSNUL KHATIMAH SANGAT SULIT, sangat berat sekali, tidak semudah bagai membalikkan telapak tangan, sampai "direwangi" dengan berjibaku dalam berbagai macam ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. 


Belum tentu seseorang yang awalnya kelihatan rajin ibadah kelak ketika menjelang ajal bisa husnul khatimah. Pun belum tentu juga seseorang yang kelihatan ahli maksiat kelak tidak husnul khatimah. 


Dengan demikian, kita tidak boleh sombong dengan amal ibadah kita, yang merasa itu amal dari usaha kita pribadi, tapi yakinlah itu hanya anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


Dan bukan usaha kita secara mutlak. 

Juga kita dilarang menvonis seseorang yang melakukan kemaksiaatan dengan menvonis mereka pasti su'ul khatimah dan ahli neraka. Karena kita tidak tahu "wolak-walike ati" kita tidak tahu akhir kehidupan seseorang kelak, husnul khatimah kah atau justru su'ul khatimah. 


Lha, dengan "HANYA" MENGURUSI NU kita sudah didoakan Hadratussyeikh menjadi husnul khatimah. 


Ingat, doa beliau itu bukan doa sembarangan, karena beliau termasuk "min auliyaillah", wali Allah. 

Insya Allah doa hadratussyeikh manjur dan terqabul.


SEMUA ITU APA ARTINYA?


Artinya adalah mengurusi NU itu ibarat memegang bara api. Dipegang panas, dilepas bara terlepas. 

Padahal kita perlu bara beserta apinya. 


Bahwa mengurusi NU (baik menjadi pengurus struktural ber SK maupun mengurusi secara kultural non SK) sangatlah berat. 


Mengapa? karena KONPENSASINYA adalah HUSNUL KHATIMAH (akhir kehidupan yang baik). 

Orang mendapat husnul khatimah dengan cara beribadah siang malam, tahajud sampai bengkak kakinya, wiridan sampai protol tasbihnya, ibaratnya, itupun belum tentu husnul khatimah. 


Tapi dengan "MENGURUSI NU" bisa husnul khatimah dengan doa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari.


Adalah tidak heran ketika menjadi pengurus NU selalu mendapat tekanan baik dari kiri kanan, muka belakang dan atas bawah. 


Mengurusi NU selalu ada cobaan, hambatan dan rintangan, karena konpensasinya (imbalannya) adalah sesuatu yang sangat besar, yaitu HUSNUL KHATIMAH.


Ini beda jika dibandingkan dengan menjadi pengurus Muhammadiyah misalnya, atau menjadi pengurus FPI, Wahabi, HTI, PKS dan sejenisnya. 

Mereka seakan sejahtera, enak hidupnya, nyaman dan aman. 

Namun mereka tidak mendapat doa husnul khatimah dari hadratussyeikh. 


MENJADI PENGURUS NU MEMANG PERLU PERJUANGAN. 


Sejak era kolonial ketika itu sampai era milenial saat ini, menjadi pengurus NU selalu ada ujian, cobaan, hambatan dan rintangan. 

Namun jangan kuatir, doa hadratussyeikh, doa para wali Allah, doa para ulama, para kiai, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat selalu mendoakan siapa saja yang mengurusi NU. 

Karena NU itu Aswaja yang sesungguhnya dan NU itu adalah Islam yang sebenarnya.


Jadi SIAPAPUN KITA, marilah mengurusi NU, dengan tulus ikhlas, baik menjadi pengurus struktural formal, maupun mengurusi dengan cara kultural fungsional. 

Dan mungkin, justru dengan menjadi pengurus NU yang tanpa SK (kultural non struktural) insya Allah lebih ikhlas karena tidak ada godaan politik praktisnya.


Dengan demikian ketika ada yang menghambat kita yang sedang dalam rangka mengurusi NU, maka anggaplah hambatan itu sebagai pupuk, sebagai jamu, dan jangan dianggap menjadi beban atau musibah, tapi justru anggaplah sebagai penyemangat dalam rangka berjuang menggapai husnul khatimah beserta keluarga kita (anak istri dan keluarga besar lainnya).


Dan mari kita sama-sama yakin, kelak di padang mahsyar kampung akhirat, kita ikut rombongan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, rombongan dengan bendera NU. 

Dan marilah kita selalu "gandulan sarungé kiai NU".


Semoga Kita semua kelak diwafatkan dalam keadaan Husnul khatimah... Aamiin.....Allahumma Aamiin ...

Yaa Robbal'Alamiin....

🤲🤲🤲


By. A. A. Hamizan

"Renungan Menyentuh Hati: Pengajian Rutin Malam Kamis Legi Memperkuat Keimanan Umat di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo"



Margomulyo - Dalam rangka mempererat ikatan keagamaan dan meningkatkan keimanan umat, Pengajian Rutin Malam Kamis Legi kembali digelar di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo pada Rabu malam, 03 April 2024. Acara yang dimulai pukul 20.00 dan berlangsung hingga selesai ini mampu menyatukan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.