Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

"MWCNU Margomulyo Periode 2023-2028: Memperkuat Komitmen Berkhidmah dan Penguatan Ekonomi Syariah untuk Kemajuan Umat"

Gus Alex membacakan susunan pengurus MWCNU Margomulyo


Margomulyo, 28 Januari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo disemarakkan oleh kegiatan Pelantikan dan Musyawarah Kerja yang dihadiri oleh segala jajaran MWCNU Margomulyo dan Badan Otonom pada hari Minggu, 28 Januari 2024. Prosesi pelantikan ini dirangkaikan dengan sambutan-sambutan penting dari tokoh-tokoh NU terkemuka.

Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial

(Oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang saya muliakan,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di sini pada kesempatan yang berbahagia ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tema yang sangat penting, yaitu "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial".

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam peristiwa ini, Rasulullah diangkat ke langit dan menerima perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melaksanakan shalat lima waktu. Selain itu, dalam perjalanan ini juga diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalil pertama yang mendasari tema kita ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Al-Israa' (17):1 yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ فَإِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الأَرْضَ لِي وَمَسْجِدًا

Artinya: "Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: Aku diberikan pertolongan dengan ketakutan dalam perjalanan sejauh satu bulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersuci dan tempat shalat; maka apabila telah masuk waktu shalat bagi seorang dari umatku, maka hendaklah ia shalat. Sesungguhnya Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat sujud dan tempat shalat bagiku."

Dari dalil-dalil tersebut, kita dapat memahami bahwa Isro' Mi'raj merupakan peristiwa yang sangat penting dan memiliki makna yang dalam dalam kehidupan kita sebagai umat Muslimin dan Muslimat. Dalam konteks tema kita, Isro' Mi'raj dapat menjadi bekal penting dalam menumbuhkembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial. Berikut ini beberapa konsep dan prinsip yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro' Mi'raj:

1. Kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Isro' Mi'raj adalah bukti nyata tentang kedekatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Melalui perjalanan ini, Rasulullah diberikan penghormatan yang luar biasa dan diangkat ke langit. Hal ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan antara Rasulullah dengan Allah. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ibadah dan amal yang dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan meneladani Isro' Mi'raj, kita dapat mengembangkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan yang dekat dengan Allah dalam setiap amal sosial yang kita lakukan.

2. Kepentingan Shalat:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan perintah kepada Rasulullah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Dalam hadis yang telah disebutkan sebelumnya, Rasulullah menyampaikan bahwa bumi ini dijadikan sebagai tempat sujud dan tempat shalat baginya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam konteks wakaf sosial, menjaga kualitas shalat kita adalah langkah pertama dalam mengembangkan kesadaran sosial. Shalat yang khusyuk dan tepat waktu akan memberikan kekuatan spiritual dan motivasi untuk melakukan amal sosial dengan sungguh-sungguh.

3. Kebaikan dan Kepedulian Sosial:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat. Hal ini menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala serta kasih sayang-Nya kepada umat manusia. Dalam konteks wakaf sosial, kita diajarkan untuk mengembangkan sikap kebaikan dan keprihatinan terhadap sesama. Wakaf sosial adalah bentuk amal yang bertujuan untuk membantu dan memperbaiki kondisi masyarakat yang kurang mampu. Dengan mengambil inspirasi dari Isro' Mi'raj, kita diingatkan untuk melihat kebaikan dan potensi dalam diri kita dan juga dalam masyarakat di sekitar kita. Kita harus berusaha memberikan kontribusi nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan, baik secara materi maupun non-materi.

4. Ketakwaan dan Ketaatan:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diberikan perintah shalat lima waktu oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah pun mentaati perintah tersebut dengan penuh ketakwaan dan ketaatan. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan tindakan nyata untuk melaksanakan perintah-Nya dalam membantu sesama. Kesadaran akan ketaatan kepada Allah dan menjalankan amal sosial dengan ikhlas dan sungguh-sungguh adalah hal yang sangat penting dalam mengembangkan kesadaran jama'ah kita dalam amaliah wakaf sosial.

Hadirin yang saya muliakan,

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang penuh hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Dalam konteks tema kita, "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial," kita dapat mengambil berbagai konsep dan prinsip dari peristiwa tersebut. Melalui kedekatan dengan Allah, pentingnya shalat, kebaikan dan keprihatinan sosial, serta ketakwaan dan ketaatan, kita dapat menjadi jama'ah yang sadar dan berperan terus dalam amaliah wakaf sosial.

Dalam mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, ada beberapa langkah konkret yang dapat kita lakukan:

1. Pendidikan dan Penyuluhan: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada jama'ah terkait pentingnya amaliah wakaf sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui ceramah, pengajian, atau pelatihan khusus yang membahas tentang wakaf sosial dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ini harus meliputi pemahaman tentang konsep wakaf sosial dalam Islam, manfaatnya bagi masyarakat, serta cara-cara pelaksanaannya.

2. Membentuk Lembaga Wakaf Sosial: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat membentuk lembaga wakaf sosial yang bertujuan untuk menghimpun dan mengelola wakaf dari jama'ah dan masyarakat sekitar. Lembaga ini dapat berperan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi kebutuhan sosial yang mendesak, serta mengelola wakaf tersebut dengan efektif dan transparan. Melalui lembaga wakaf sosial, jama'ah dapat secara terorganisir berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

3. Program Pemberdayaan Masyarakat: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan dana wakaf sosial. Program ini dapat berupa pelatihan keterampilan, pendidikan, bantuan modal usaha, atau program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. Penting bagi jama'ah untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan ini agar mereka dapat merasakan manfaatnya secara nyata.

4. Menggalang Kerjasama dengan Pihak Terkait: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga amil zakat, lembaga sosial, pemerintah daerah, atau lembaga kemanusiaan lainnya. Kerjasama ini dapat memperluas jangkauan dan dampak dari amaliah wakaf sosial yang dilakukan. Dengan saling bekerja sama, kita dapat menciptakan sinergi yang positif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hadirin yang saya muliakan,

Amaliah wakaf sosial bukanlah sekadar tindakan sosial semata, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam menjalankan amaliah wakaf sosial, marilah kita mengambil inspirasi dari peristiwa Isro' Mi'raj yang melibatkan kedekatan dengan Allah, ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, kita dapat menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan dalam setiap langkah kita untuk mengembangkan amaliah wakaf sosial. Aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


"Kajian Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Mengokohkan Kerukunan dan Istiqomah dalam Dakwah Islam"


Margomulyo, 22 Januari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan Lailatul Ijtima' yang berlangsung pada Senin malam ini. Acara yang dimulai pukul 20.30 hingga selesai ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat makna dan keilmuan.

Rangkaian acara diawali dengan bacaan Tahlil bersama yang dipimpin oleh para kiai dan jamaah yang hadir. Suasana khusyuk menyelimuti ruangan saat mereka memanjatkan doa untuk keselamatan dan rahmat bagi seluruh umat Islam.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani, yang menjadi sumber inspirasi dan petunjuk bagi para peserta yang hadir. Pesan-pesan kebijaksanaan dari kitab tersebut memperkuat semangat dalam berdakwah dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam.


Khutbah iftitah kemudian disampaikan oleh Kiyai Rosyidi Rais Syuriyah. Beliau menekankan pentingnya rukun dan istiqomah dalam menjalankan dakwah Islam. Melalui khutbahnya, beliau mengingatkan para hadirin tentang kekuatan kebersamaan dan konsistensi dalam menegakkan nilai-nilai agama.


Setelah itu, Kiyai Parno, Ketua Ranting NU kalangan, memberikan refleksi dakwah yang mengupas awal mula berdakwah Islam NU di kalangan dan pernak-perniknya. Dalam paparannya, beliau membagikan pengalaman dan perjuangan dalam menyebarkan dakwah Islam yang menjadi inspirasi bagi para peserta.
Acara tersebut diakhiri dengan tausiyah dari Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Tausiyah beliau mengungkapkan banyak hal penting yang merupakan hasil rekomendasi program kerja yang akan dilaksanakan dalam periode mendatang. Pesan-pesan yang disampaikan bertujuan untuk menguatkan semangat keagamaan dan mempererat tali ukhuwah di antara umat.

Sebagai penutup kajian, Kiyai Badrun memberikan paparan tentang dasar hukum Islam Al-Qur'an, Hadis, Ijma, dan Qiyas. Penjelasan yang disampaikan mengingatkan akan pentingnya kembali kepada sumber ajaran Islam yang sahih dan memahami prinsip-prinsip dasar dalam memperoleh hukum-hukum agama.


Kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo ini sukses menghadirkan suasana keagamaan yang penuh makna dan memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta. Diharapkan, semangat rukun, istiqomah, dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus menginspirasi umat dalam menjalankan dakwah Islam yang lurus dan berkualitas.

Kontributor: Aries
Editor: CyberMWCNU

"Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi

(Oleh Kiyai Badrun Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin Jama'ah ibu-ibu muda Fatayat NU Ranting Ngelo yang berbahagia,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita bersama-sama mengangkat tema yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita, yaitu "Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi." Era globalisasi yang begitu dinamis dan penuh tantangan ini membutuhkan bekal yang kuat untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga kita. Salah satu sumber inspirasi yang tak ternilai adalah peristiwa Isra' Mi'raj yang merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW ke langit dan bertemunya beliau dengan Allah SWT. Dalam perjalanan ini terdapat berbagai pelajaran dan spirit yang dapat menjadi pilar dalam membangun keluarga sakinah di era modern ini.

1. Renungan tentang Keagungan Allah SWT:
Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita tentang keagungan dan kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini menyaksikan keindahan langit dan bertemu langsung dengan Allah SWT. Dalam era globalisasi yang serba sibuk ini, kita sering kali terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merefleksikan keagungan Allah SWT dan mengingat-Nya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga sakinah.

2. Kepemimpinan yang Bijaksana:
Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat manusia telah menunjukkan contoh kepemimpinan yang bijaksana dalam Isra' Mi'raj. Beliau diberikan petunjuk dan arahan langsung dari Allah SWT. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, kita sebagai ibu-ibu muda perlu menjadi pemimpin dalam keluarga dengan bijaksana. Mengambil contoh dari Rasulullah SAW, kita harus mengambil keputusan berdasarkan petunjuk agama serta berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota keluarga dengan kelembutan dan kasih sayang.

3. Pendidikan dan Pembelajaran:
Perjalanan Isra' Mi'raj juga mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini mendapatkan hukum-hukum agama dan aturan-aturan yang kemudian disampaikan kepada umat manusia. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, pendidikan dan pembelajaran menjadi faktor penting. Kita sebagai ibu-ibu muda perlu senantiasa meningkatkan pengetahuan agama dan mendalami ajaran Islam agar dapat mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar kepada anak-anak kita.

4. Kebersamaan dan Toleransi:
Dalam perjalanan Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi antarumat beragama. Di era globalisasi ini, kita hidup bersama dalam masyarakat yang multikultural dan beragam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun keluarga yang mampu hidup harmonis dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Mengajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak kita adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih baik.

5. Keberanian dan Keteguhan Hati:
Isra' Mi'raj juga menguji keberanian dan keteguhan hati Rasulullah SAW. Beliau menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam perjalanan ini. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi yang penuh tantangan ini, kita perlu memiliki keberanian untuk melawan godaan dan ujian yang datang. Keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya menjadi kunci utama dalam menjaga keluarga agar tetap kuat dan sakinah.

Hadirin, itulah beberapa poin yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari peristiwa Isra' Mi'raj dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi. Keagungan Allah SWT, kepemimpinan yang bijaksana, pendidikan dan pembelajaran, kebersamaan dan toleransi, serta keberanian dan keteguhan hati merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi era globalisasi yang cepat dan kompleks ini, marilah kita menjadikan peristiwa Isra' Mi'raj sebagai sumber inspirasi dan bekal bagi kita dalam membina keluarga sakinah. Mari kita tingkatkan pengetahuan agama, meningkatkan kepemimpinan yang bijaksana, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW, kita dapat menjadi ibu-ibu muda yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh keimanan dan keteguhan hati.

Semoga ceramah singkat ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua. Mari kita berupaya menjadikan keluarga kita sebagai mercusuar kebaikan di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Terima kasih atas perhatian dan kehadiran kalian semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

"Semaraknya NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj: Memperkuat Semangat Kebersamaan dan Ketaqwaan"

Kegiatan NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj di Masjid Darussalam Pumpung, yang diselenggarakan pada hari Ahad, 21 Januari 2024, menjadi momen yang sangat berarti bagi Jama'ah NU Geneng. Acara ini dihadiri oleh seluruh struktural NU Geneng, semua tokoh masyarakat, serta warga NU yang hadir dengan antusias.

Dalam sambutannya, Ketua NU Geneng, Kiyai Ihsan, mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi yang luar biasa dari semua warga NU yang hadir. Ia menyampaikan rasa syukur atas semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus tumbuh di antara jama'ah NU Geneng. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat ukhuwah Islamiyah masih berkobar di hati setiap anggota NU Geneng.

Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH Abdul Jalal, Pengasuh Pesantren Putu Santri Ngraho. Beliau memberikan ceramah yang penuh hikmah dan mengangkat banyak hal yang berkaitan dengan Spirit Isro' Mi'raj. Tausiyah tersebut mengingatkan jama'ah akan peristiwa Isro' Mi'raj yang menjadi momentum penting dalam sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, KH Abdul Jalal mengajak jama'ah untuk merenungkan perjalanan isra' dan mi'raj sebagai peristiwa yang penuh hikmah dan teladan bagi umat Islam. Beliau menguraikan makna dari perjalanan ini, mulai dari kepatuhan dan kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi ujian hingga kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dinyatakan dalam peristiwa mi'raj. Tausiyah tersebut menginspirasi jama'ah untuk meneladani karakter Rasulullah dan menghidupkan semangat spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran semua struktural NU Geneng dan tokoh masyarakat turut memberikan kekuatan dan semangat dalam menjalankan peringatan Isro' Mi'raj ini. Sinergi antara struktural NU Geneng dengan tokoh masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat peran NU Geneng sebagai agen perubahan sosial yang positif di masyarakat.
Dengan penuh kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah, acara NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj di Masjid Darussalam Pumpung sukses terselenggara. Semoga semangat dan inspirasi dari acara ini terus menggelora dalam setiap langkah yang diambil oleh jama'ah NU Geneng, sehingga mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik, sejalan dengan semangat Isro' Mi'raj yang mengajarkan kepatuhan, kesabaran, dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Solusi Peredam Kegaduhan dalam Keluarga

Oleh: Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini. Saya ingin menyampaikan makalah ini kepada seluruh ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo dengan tema yang sangat indah, yaitu "Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Solusi Peredam Kegaduhan dalam Keluarga."

Isra' Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau dinaiki oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dari sana beliau naik ke langit yang lebih tinggi lagi. Perjalanan ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual yang memiliki banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi kita sebagai umat Muslim.

Dalam konteks keluarga, kehidupan seringkali diwarnai dengan berbagai kegaduhan dan pertentangan antara anggota keluarga. Kegaduhan ini bisa muncul dalam bentuk perbedaan pendapat, konflik emosional, atau bahkan pertengkaran yang lebih serius. Namun, sebagai ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo, kita memiliki ajaran Isra' Mi'raj yang dapat menjadi solusi peredam kegaduhan dalam keluarga kita.

Dalil dari Al-Qur'an yang dapat kita temukan terkait dengan solusi peredam kegaduhan dalam keluarga adalah dalam Surah Ar-Rum ayat 21, yang berbunyi:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu dapat ketenangan hati, dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir." (Q.S. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan pasangan hidup untuk kita sebagai sumber ketenangan hati dan kasih sayang. Dalam konteks ini, kita sebagai ibu-ibu harus menyadari bahwa keluarga adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, dan kita harus menjaga keharmonisan dan ketenangan dalam keluarga kita.

Hadis yang dapat kita jadikan pegangan adalah hadis dari Rasulullah SAW yang menyatakan:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

"Sebaik-baik kalian adalah yang baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah yang baik akhlaknya terhadap keluargaku." (HR. Tirmidzi)

Dari hadis ini, kita belajar pentingnya memiliki akhlak yang baik terhadap anggota keluarga kita. Akhlak yang baik mencakup sikap sabar, pengertian, toleransi, dan menghormati perbedaan pendapat. Dengan memiliki akhlak yang baik, kita dapat menjadi solusi peredam kegaduhan dalam keluarga, menjaga kerukunan, dan memperkuat ikatan kasih sayang di antara anggota keluarga.

Kalam hikmah ulama terkait dengan solusi peredam kegaduhan dalam keluarga juga banyak. Salah satunya adalah perkataan Imam Ghazali, "Rahasia kebahagiaan dalam keluarga adalah adanya komunikasi yang baik, saling menghormati, dan sikap saling memaafkan." Hal ini menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, menghormati satu sama lain, dan memiliki sikap memaafkan dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Dalam konteks Isra' Mi'raj, kita juga dapat mengambil pelajaran berharga. Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit adalah bukti kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Nabi sebagai utusan-Nya. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi sebelumnya dan menerima perintah shalat lima waktu. Ini mengajarkan kita pentingnya menjaga ibadah kita sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh petunjuk-Nya.

Dalam keluarga, menjaga ibadah bersama-sama, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir, dapat menjadi sarana untuk mempererat ikatan keluarga dan memperoleh berkah dari Allah SWT. Dengan menjalankan ibadah secara bersama-sama, kita juga dapat memberikan teladan yang baik kepada anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka menjaga keharmonisan keluarga, perlu juga diingat bahwa dalam setiap perselisihan, kita harus mencari penyelesaian yang terbaik dengan musyawarah dan mengedepankan sikap saling memaafkan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shura ayat 38:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

"Dan orang-orang yang menjauhi kejahatan besar dan perbuatan keji, dan apabila mereka marah, mereka memaafkan." (Q.S. Ash-Shura: 37)

Dalam konteks kehidupan keluarga, kita harus menjauhi perbuatan yang buruk, menjaga sabar dan memaafkan satu sama lain ketika ada perselisihan. Sikap memaafkan adalah salah satu kunci penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Dalam rangka menerapkan spirit Isra' Mi'raj sebagai solusi peredam kegaduhan dalam keluarga, kita perlu mengingatkan diri kita sendiri dan anggota keluarga tentang keistimewaan dan keberkahan keluarga sebagai anugerah dari Allah SWT. Kita harus memiliki akhlak yang baik, mengedepankan komunikasi yang baik, menghormati perbedaan pendapat, menjaga ibadah bersama-sama, dan memiliki sikap saling memaafkan.

Mari kita menjadikan keluarga kita sebagai tempat yang penuh dengan kasih sayang, harmoni, dan kedamaian, sehingga kita dapat merasakan berkah dari Allah SWT dan menjadi keluarga yang diridhoi-Nya.

Akhir kata, semoga materi ceramah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu Muslimat NU Margomulyo dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian dalam keluarga. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semangat Isro' Mi'raj Sebagai Solusi Perbaikan Peradaban bagi Generasi-z (IPNU IPPNU Margomulyo)

Oleh : Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo.
I. Pendahuluan

Perkembangan zaman yang begitu cepat dan dinamis menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi dan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Generasi-z, yang merupakan generasi yang lahir pada era teknologi digital, dihadapkan pada berbagai isu sosial, moral, dan spiritual yang mempengaruhi peradaban manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sebagai panduan dalam menghadapi perubahan zaman. Dalam konteks ini, semangat Isro' Mi'raj dapat menjadi solusi yang relevan dalam perbaikan peradaban bagi generasi-z.

II. Latar Belakang

Isro' Mi'raj merupakan peristiwa spiritual yang sangat penting dalam agama Islam. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam ke Masjidil Haram di Mekah dan kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT. Isro' Mi'raj mengandung makna yang mendalam, seperti perjalanan spiritual, peningkatan iman, dan pemantapan nilai-nilai agama. Semangat Isro' Mi'raj memiliki potensi untuk menginspirasi dan membentuk generasi muda menjadi individu yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif dalam peradaban manusia.

III. Tujuan dan Manfaat

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang semangat Isro' Mi'raj sebagai solusi perbaikan peradaban bagi generasi-z. Dengan memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut, generasi-z dapat mengaplikasikan semangat Isro' Mi'raj dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup pribadi, sosial, maupun spiritual. Manfaat dari makalah ini adalah memberikan wawasan dan panduan praktis bagi generasi muda NU IPNU IPPNU Margomulyo dalam memperbaiki peradaban sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan moral yang mereka anut.


Semangat Isro' Mi'raj memiliki potensi yang besar dalam perbaikan peradaban bagi generasi-z. Dengan memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut, generasi muda NU IPNU IPPNU Margomulyo dapat mengaplikasikan semangat Isro' Mi'raj dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kehidupan beragama, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam memperbaiki peradaban manusia. Semangat Isro' Mi'raj menjadi landasan moral dan spiritual yang kuat bagi generasi-z dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan sosial yang kompleks. Dengan demikian, semangat Isro' Mi'raj memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks perbaikan peradaban bagi generasi muda.

IV. Analisis dan Pembahasan

A. Makna dan Nilai-nilai Semangat Isro' Mi'raj

1. Peningkatan Iman dan Ketakwaan kepada Allah SWT
Semangat Isro' Mi'raj mengajarkan pentingnya peningkatan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Nabi Muhammad SAW mengalami pengalaman spiritual yang mendalam, yang memperkuat keimanan dan kesadaran akan kebesaran Allah SWT. Generasi-z perlu memahami arti pentingnya mengembangkan iman dan ketakwaan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka dapat melakukannya dengan memperdalam pengetahuan agama, menjaga kualitas ibadah, dan berusaha hidup sesuai dengan ajaran Islam.

2. Perjalanan Spiritual dan Pemantapan Diri
Semangat Isro' Mi'raj mengajarkan tentang perjalanan spiritual yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Generasi-z perlu memahami bahwa kehidupan ini bukan hanya tentang aspek material, tetapi juga tentang pemantapan jiwa dan koneksi spiritual dengan Allah SWT. Mereka dapat melakukan perjalanan spiritual dengan melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas ibadah, seperti sholat, puasa, dan dzikir. Dengan memperkuat hubungan spiritual, generasi-z dapat memperbaiki diri secara holistik dan menemukan kedamaian batin.

3. Pemeliharaan dan Pengembangan Akhlak Mulia
Semangat Isro' Mi'raj mengajarkan pentingnya pemeliharaan dan pengembangan akhlak mulia. Nabi Muhammad SAW merupakan teladan utama dalam hal akhlak yang mulia, seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Generasi-z perlu menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi dengan sesama manusia maupun dalam penggunaan teknologi. Mereka dapat mengembangkan akhlak mulia dengan mengikuti ajaran agama, menghormati sesama, dan berkontribusi positif terhadap masyarakat.

B. Aplikasi Semangat Isro' Mi'raj dalam Perbaikan Peradaban Generasi-z

1. Pendidikan dan Pemberdayaan Generasi Muda
Semangat Isro' Mi'raj dapat diaplikasikan dalam pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Melalui pendidikan yang berlandaskan semangat Isro' Mi'raj, generasi-z dapat memperoleh pengetahuan agama yang mendalam dan nilai-nilai moral yang kuat. Mereka juga perlu diberdayakan melalui pelatihan keterampilan, kepemimpinan, dan kewirausahaan untuk menghadapi tantangan dalam peradaban modern. Dengan pendidikan dan pemberdayaan yang tepat, generasi-z dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, beretika, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

2. Pengembangan Kemampuan Teknologi dengan Prinsip Moral
Generasi-z hidup dalam era teknologi digital yang terus berkembang. Semangat Isro' Mi'raj dapat diaplikasikan dalam penggunaan teknologi dengan prinsip moral dan etika. Generasi-z perlu memahami batasan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, seperti menghindari konten negatif, menyebarkan informasi yang bermanfaat, dan menggunakan teknologi untuk kebaikan dan kepentingan umum. Dengan demikian, mereka dapat menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan menyebarkan nilai-nilai positif kepada sesama.

3. Pemberdayaan Sosial dan Lingkungan
Semangat Isro' Mi'raj juga mengajarkan pentingnya pemberdayaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Generasi-z perlu terlibat aktif dalam kegiatan sosial, seperti membantu masyarakat kurang mampu, memberikan bantuan kemanusiaan, dan mengadvokasi isu-isu lingkungan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, generasi-z dapat memperbaiki peradaban dengan menciptakan kesetaraan sosial dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai amanah dariAllah SWT. Mereka juga dapat mengorganisir program-program sosial dan lingkungan di lingkungan IPNU IPPNU Margomulyo untuk menggalang partisipasi generasi-z dalam aksi nyata yang konstruktif.

C. Implementasi Semangat Isro' Mi'raj dalam Organisasi IPNU IPPNU Margomulyo

1. Program Pembinaan dan Pelatihan Berbasis Semangat Isro' Mi'raj
Organisasi IPNU IPPNU Margomulyo dapat mengadakan program pembinaan dan pelatihan yang berlandaskan semangat Isro' Mi'raj. Program ini dapat mencakup pelatihan kepemimpinan, pengembangan akhlak, pengetahuan agama, dan keterampilan praktis sesuai dengan kebutuhan generasi-z. Dalam program ini, generasi-z dapat belajar dan mempraktikkan nilai-nilai semangat Isro' Mi'raj dalam kegiatan sehari-hari mereka.

2. Pemberdayaan Generasi Muda Melalui Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Organisasi IPNU IPPNU Margomulyo dapat mengadakan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang melibatkan generasi-z. Misalnya, mereka dapat mengadakan bakti sosial, penggalangan dana untuk kegiatan amal, atau program pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan ini, generasi-z dapat mengalami langsung nilai-nilai semangat Isro' Mi'raj, seperti kepedulian sosial, empati, dan keikhlasan dalam berbuat baik kepada sesama.

3. Penguatan Kehidupan Beragama dan Pendidikan Islam
Organisasi IPNU IPPNU Margomulyo dapat mengadakan kegiatan yang menguatkan kehidupan beragama dan pendidikan Islam generasi-z. Mereka dapat mengadakan pengajian, kajian agama, atau kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang menginspirasi generasi-z untuk lebih mendalam dalam menjalankan ajaran Islam. Selain itu, organisasi ini dapat memperkuat program pendidikan Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai semangat Isro' Mi'raj dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

V. Kesimpulan

Semangat Isro' Mi'raj memiliki potensi yang besar dalam perbaikan peradaban bagi generasi-z. Dengan memahami makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut, generasi muda NU IPNU IPPNU Margomulyo dapat mengaplikasikan semangat Isro' Mi'raj dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan kehidupan beragama, generasi-z dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam memperbaiki peradaban manusia. Semangat Isro' Mi'raj menjadi landasan moral dan spiritual yang kuat bagi generasi-z dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan sosial yang kompleks. Dengan demikian, semangat Isro' Mi'raj memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks perbaikan peradaban bagi generasi muda.

"Menyala Bersama: Pelantikan dan Rapat Kerja PAC IPNU&IPPNU Margomulyo, Jejak Kebersamaan dan Istiqomah Mewarnai Masa Depan"

Dalam suasana penuh keharuan, PAC IPNU&IPPNU Margomulyo menggelar acara pelantikan dan rapat kerja yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, di Kantor MWCNU Margomulyo. Acara yang digagas oleh IPNU IPPNU Margomulyo ini menjadi momen bersejarah, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pimpinan Cabang IPNU/IPPNU Bojonegoro yang turut melantik.

"Harmoni Rohani dan Perkembangan Ekonomi Syariah: Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo"


Margomulyo, 14 Januari 2024 – Sebuah kehangatan rohani melingkupi Masjid Mamba'ul Khoiriyah Dusun Singgih, Desa Sumberjo, pada hari Ahad. Pengajian rutin yang dihelat oleh Pengurus Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo menjadi magnet bagi segenap warga NU Sumberjo yang hadir dalam kebersamaan.


Muyasaroh Ketua Muslimat NU Ranting Sumberjo, dalam sambutannya, menyatakan kegembiraannya atas kehadiran seluruh warga NU Sumberjo dalam acara yang menjadi wadah bersilaturahmi dan mempererat tali ukhuwah. Rais Syuriyah NU Sumberjo, Kiyai Abdul Karim, turut hadir memberikan aura ketenangan dengan pandangannya yang penuh hikmah.

Puncak acara terasa semakin menggetarkan ketika Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, memberikan tausiyah. Dalam paparannya, beliau mengupas banyak hal, terutama mengenai penguatan program ekonomi syariah. Beliau mengajak seluruh warga NU Sumberjo untuk memahami dan mendukung program-program ekonomi syariah yang menjadi fokus NU.


Tidak hanya memberikan nasihat, Kiyai Badrun Sulaiman juga mengumumkan rencana pendirian lembaga keuangan syariah yang akan menjadi milik NU. Lembaga ini, menurut beliau, akan berkegiatan di Kantor MWCNU dan akan kembali memberdayakan warga NU Margomulyo.

"Kami berharap, dengan adanya lembaga keuangan syariah ini, dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat," ungkap Kiyai Badrun Sulaiman di hadapan hadirin yang antusias.


Pengajian yang memadukan unsur rohani dan informasi strategis ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan kelancaran setiap langkah umat Islam. Para peserta meninggalkan masjid dengan hati yang penuh kehangatan dan semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari, mendukung program-program positif yang diinisiasi oleh NU.


Kontributor: Abid.

Editor: CyberMWCNU

MWCNU Margomulyo Bersiap Mendirikan BMTNU Setelah Hadiri RAT BMTNU PCNU Bojonegoro

Bojonegoro, 12 Januari 2024 – Hari Jum'at menjadi momentum penting bagi perwakilan MWCNU Margomulyo yang menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) di Kantor PCNU Bojonegoro. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh NU, termasuk Kiyai Badrun selaku Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Rosyidi Rais Syuriyah MWCNU Margomulyo, Tri Maryono Ketua LAZISNU MWCNU Margomulyo, dan Hasan Sigit Bendahara MWCNU Margomulyo.


Bertempat di kantor PCNU Bojonegoro, acara diawali dengan sambutan dari Bpk. H. Abdul Wahid, Kepala BMTNU PCNU Bojonegoro, yang memberikan paparan tentang penguatan ekonomi syariah. Paparan ini mencakup strategi dan langkah-langkah untuk meningkatkan peran BMTNU dalam mendukung ekonomi umat.

Menanggapi paparan tersebut, Kiyai Badrun, selaku Ketua MWCNU Margomulyo, menyampaikan kesiapannya untuk turut serta dalam mendirikan BMTNU di Kantor MWCNU Margomulyo. Dengan langkah ini, MWCNU Margomulyo berharap dapat lebih aktif dalam mendukung penguatan ekonomi syariah di lingkungan sekitarnya.


Keputusan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan sinergi antara berbagai lembaga di bawah naungan NU untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya BMTNU di tingkat MWC, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.


MWCNU Margomulyo menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penguatan ekonomi syariah, sejalan dengan nilai-nilai NU yang mengedepankan kebersamaan dan keadilan. Keputusan ini menjadi langkah berarti dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan memperkuat peran NU sebagai agen perubahan di bidang ekonomi.


Dengan semangat yang berkobar, perwakilan MWCNU Margomulyo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi syariah, serta mendukung langkah-langkah strategis yang diambil dalam forum RAT BMTNU PCNU Bojonegoro.


Kontributor: Hasan

Editor: CyberMWCNU

PAC Muslimat NU Margomulyo: Mengokohkan Kebersamaan dan Semangat Istiqomah

Margomulyo, 4 Januari 2024 - Suasana kebersamaan dan semangat istiqomah menghiasi kantor MWCNU Margomulyo pada hari Kamis, 4 Januari 2024, dalam rangka kegiatan rutin PAC Muslimat NU Margomulyo. Sejak jam 10.00 hingga 12.00, para peserta dari berbagai Ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo berkumpul di kantor MWCNU untuk mengokohkan kebersamaan dan mendapatkan inspirasi dari kegiatan yang digagas oleh PAC Muslimat NU Margomulyo.