Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

 


Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', dalam keseluruhan kesejarahan dan adaptasinya, tidak hanya menjadi pilar dalam pergerakan NU di tingkat lokal atau nasional, melainkan juga membentuk ikatan global yang erat. Dalam suasana yang semakin terhubung secara global, NU membuka diri terhadap kerjasama lintas batas untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pemahaman antarumat beragama.


Keberlanjutan Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menjadi Naharul Ijtima' menegaskan bahwa NU tidak hanya terjebak dalam realitas lokal, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam pergerakan Islam global. Melalui pertemuan-pertemuan ini, NU menjembatani perbedaan budaya, bahasa, dan konteks, menciptakan platform yang inklusif untuk membahas isu-isu universal yang dihadapi oleh umat manusia.

Baca Juga: LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja


Dalam menghadapi tantangan global seperti radikalisme, ekstremisme, dan ketidakadilan, Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' memberikan kontribusi dalam membentuk narasi Islam yang moderat dan progresif. NU memainkan peran penting dalam merumuskan pesan dakwah yang menjauhkan diri dari pemahaman sempit, merangkul nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Baca Juga: Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU


Dengan memanfaatkan teknologi dan sarana komunikasi global, NU tidak hanya menjadi pelaku di tingkat nasional, tetapi juga menyebarkan visinya ke seluruh penjuru dunia. Momen Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' tidak hanya menjadi refleksi pergerakan NU di Indonesia, tetapi juga sebagai inspirasi bagi gerakan-gerakan Islam di mancanegara untuk merangkul nilai-nilai moderat, toleran, dan inklusif.

Baca Juga: Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'


Kesinambungan tradisi ini juga mencerminkan visi global NU untuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi Islam lainnya, membangun jaringan yang kuat untuk menyuarakan pesan kesejahteraan dan kedamaian. Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' tidak hanya berbicara tentang pengalaman lokal, melainkan juga tentang daya tawar bersama dan komitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan damai.

Baca Juga: Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU

Sebagai kesimpulan, Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' bukan hanya sekadar pertemuan rutin dalam kalender NU, tetapi merupakan simbol keberlanjutan, adaptasi, dan keterbukaan. Melalui pertemuan-pertemuan ini, NU terus melangkah, merangkul tantangan global, dan bersama-sama membangun masa depan yang harmonis bagi umat manusia.

*Penulis adalah salah satu aktifis dan kader NU yang mendapat amanat sebagai ketua MWCNU margomulyo


Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU

Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menjadi Naharul Ijtima' bukan hanya mengenai pertemuan dan evaluasi rutin. Kedua kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas dalam pergerakan NU. Dalam menapaki masa depan, NU memahami bahwa keberlanjutan pergerakan ini memerlukan adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan.

Pertemuan malam dan siang hari bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga ladang ide dan gagasan segar untuk merumuskan langkah-langkah mendatang. Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' menjadi ajang bagi para pemikir dan penggerak NU untuk menjelajahi potensi baru dalam menyampaikan pesan-pesan Islam Aswaja secara relevan dan memikat.

Baca Juga: LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja

Keberlanjutan tradisi ini juga mencerminkan komitmen NU dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi dinamika kompleks dunia kontemporer. Melalui Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', nilai-nilai keilmuan, keadilan, dan toleransi terus ditekankan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan pergerakan NU.

Baca Juga: Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU

Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pertemuan ini menjadi dorongan bagi NU untuk semakin terbuka terhadap berbagai kelompok dan lapisan masyarakat. Ini menciptakan kerangka inklusif yang memastikan bahwa suara setiap individu didengar, dan keberagaman dihargai dalam perjalanan dakwah Islam Aswaja.

Baca Juga: Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

Di era teknologi informasi, NU juga menyadari pentingnya memanfaatkan sarana digital untuk mencapai audiens yang lebih luas. Inovasi dalam penyampaian pesan-pesan dakwah melalui platform daring dan media sosial semakin menjadi bagian integral dari strategi NU dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'

Dengan demikian, Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' bukan hanya menciptakan sebuah titik fokus dalam jadwal rutin, tetapi juga menjadi pembuka pintu menuju tantangan dan peluang baru. Keberlanjutan tradisi ini mengukir masa depan pergerakan NU, menggabungkan kebijakan warisan dengan visi yang progresif, dan membimbing generasi NU untuk menjadi pelopor perubahan positif di tengah-tengah masyarakat.


*Penulis adalah salah satu aktifis dan kader NU yang mendapat amanat sebagai ketua MWCNU margomulyo

Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'

Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menuju Naharul Ijtima' tidak hanya sebagai acara rutin, melainkan juga sebagai wahana pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pengurus NU. Ini adalah perjalanan yang menggambarkan kesinambungan tradisi dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, mempertahankan nilai-nilai luhur, sambil terus mengembangkan metode dakwah yang relevan.

Warisan Lailatul Ijtima', sebagai bagian integral dari Qonun Asas, membentuk fondasi bagi pengembangan Naharul Ijtima'. Pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang evaluasi dakwah sebagai langkah penting dalam pergerakan NU menjadi tonggak yang menginspirasi setiap pertemuan, baik di malam maupun siang hari.

Baca Juga: LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja

Pergeseran pelaksanaan pertemuan tersebut mencerminkan kematangan NU dalam menghadapi perubahan kompleksitas lingkungan sosial, politik, dan budaya. Naharul Ijtima' menjadi panggung untuk merumuskan solusi konkret dan strategi baru yang dapat menanggapi tantangan masa kini, menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan kreativitas dalam menyebarkan dakwah Islam Aswaja.

Baca Juga: Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU

Melalui Naharul Ijtima', NU tidak hanya mempertahankan eksistensinya, tetapi juga membuktikan bahwa organisasi ini tidak terpaku pada kekangan waktu dan tempat. Keputusan untuk berkumpul di siang hari membawa nuansa terang dan sinar harapan, mencerminkan tekad NU untuk menerangi kehidupan masyarakat dan membawa perubahan positif.

Baca Juga: Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

Pertemuan malam dan siang hari, dalam segala kompleksitasnya, menandai perjalanan yang tak henti berubah namun tetap berpegang pada inti nilai-nilai Islam. Dengan adanya Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', NU terus menyusun lembaran baru dalam sejarahnya, menjadikan setiap pertemuan sebagai langkah strategis untuk mewariskan nilai-nilai Islam yang penuh kedamaian dan toleransi.

Baca Juga: Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU

Sebagai organisasi yang dinamis dan responsif, NU terus menantang dirinya untuk berkembang, tidak hanya sebagai wadah dakwah, tetapi juga sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat. Dengan demikian, Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan perwujudan dari semangat kebersamaan, kemandirian, dan keberlanjutan dalam pergerakan NU.



*Penulis adalah salah satu aktifis dan kader NU yang mendapat amanat sebagai ketua MWCNU margomulyo

Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU

Sebagai kelanjutan dari tradisi Lailatul Ijtima', pelaksanaan Naharul Ijtima' di siang hari menambah dimensi dinamis pada pergerakan NU. Keputusan ini memberikan ruang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul, sekaligus menciptakan kesempatan bagi pengurus NU untuk berpartisipasi dalam suasana terang benderang.

Pertemuan di siang hari membawa dinamika yang berbeda, menghadirkan kesempatan untuk membahas isu-isu aktual secara lebih terperinci dan mengembangkan strategi yang lebih canggih dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Naharul Ijtima' menciptakan suasana yang terbuka dan memungkinkan keterlibatan masyarakat yang lebih luas, memperluas dampak dakwah Islam Aswaja di tengah-tengah kompleksitas tantangan sosial dan politik.


Baca Juga: LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja


Pergeseran waktu juga mencerminkan kesadaran NU terhadap peran penting organisasi ini dalam memperjuangkan Islam yang penuh rahmat dan inklusif. Dengan menggelar pertemuan di siang hari, NU menunjukkan keterbukaannya terhadap berbagai kalangan masyarakat yang ingin terlibat dalam pergerakan dakwah, tanpa dibatasi oleh kendala waktu malam.


Baca Juga: Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'


Selain itu, Naharul Ijtima' menjadi wadah bagi para pengurus NU untuk menjembatani perbedaan pendapat, mencapai kesepakatan, dan menyatukan visi dalam rangka meningkatkan efektivitas dakwah. Diskusi-diskusi yang terbuka dan konstruktif di siang hari memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan menggali solusi terbaik dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.


Baca Juga: Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU


Dengan demikian, perjalanan Lailatul Ijtima' yang bergeser menjadi Naharul Ijtima' mencerminkan adaptabilitas dan ketangguhan NU sebagai organisasi dakwah. Ini adalah contoh nyata bagaimana NU terus bertransformasi, menjaga keasliannya, dan tetap relevan di tengah-tengah dinamika perubahan zaman.

Baca Juga: Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

Sebagai pusat pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia, NU melalui Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' terus membentuk jejaknya dalam sejarah pergerakan Islam, membawa pesan cinta, kedamaian, dan kebersamaan. Inilah ciri khas NU, sebagai garda terdepan dalam menyebarkan ajaran Islam Aswaja yang inklusif, menginspirasi generasi untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan harmoni.


*Penulis adalah salah satu aktifis dan kader NU yang mendapat amanat sebagai ketua MWCNU margomulyo

LAILATUL IJTIMA' NU: Pertemuan Malam sebagai Landasan Evaluasi Dakwah Islam Aswaja

Lailatul Ijtima' NU, yang merupakan bagian integral dari Qonun Asas (Undang-undang Dasar Pergerakan NU) yang ditanamkan oleh KH Hasyim Asy'ari, menyajikan panggung penting dalam perjalanan dakwah Islam Aswaja. Kegiatan ini, diadakan secara bulanan setelah Sholat Isya, mengundang para pengurus NU dari berbagai tingkatan untuk melakukan evaluasi terhadap realisasi dakwah yang telah dilakukan.

Pertemuan malam ini, diwujudkan dalam kebijakan Qonun Asas, menjadi sarana refleksi dan perenungan bagi para pengurus NU. Dengan diinisiasi oleh tokoh NU yang memiliki wawasan mendalam seperti KH Hasyim Asy'ari, Lailatul Ijtima' menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin; ia menjadi ruang di mana aspek-aspek strategis dalam penyebaran ajaran Islam Aswaja dieksplorasi dan dievaluasi.

Baca Juga: Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU

Pentingnya waktu malam sebagai konteks Lailatul Ijtima' mencerminkan kebijaksanaan untuk menghindari kegemparan dan gangguan yang mungkin terjadi pada siang hari, memungkinkan peserta untuk berkumpul dalam keheningan dan khusyuk. Tradisi ini diwariskan dari masa ke masa, menghadirkan atmosfer yang tenang dan mendalam untuk merenungkan serta merencanakan langkah-langkah ke depan dalam mengembangkan dakwah Islam Aswaja.

Baca Juga: Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'

Adanya kebijakan pergeseran pelaksanaan pertemuan menjadi Naharul Ijtima' pada siang hari menunjukkan adaptasi NU terhadap situasi dan kondisi medan dakwah yang dinamis. Dengan demikian, Lailatul Ijtima' bukan hanya berfungsi sebagai acara evaluasi, tetapi juga sebagai forum dialog dan strategi di antara para pengurus NU untuk menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

Pertemuan rutin ini di masjid, mushola, atau bahkan di rumah menjadi ajang bersilaturahmi dan mempererat ikatan antar pengurus, menciptakan jaringan solidaritas yang kuat di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Melalui Lailatul Ijtima', NU terus memperkokoh fondasi organisasinya dan menggali potensi untuk merespons perkembangan masyarakat serta menghadapi berbagai isu kontemporer.

Baca Juga: Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU

Secara keseluruhan, Lailatul Ijtima' NU bukan sekadar acara rutin, melainkan upaya yang terus berkembang untuk memahami, mengevaluasi, dan merencanakan langkah-langkah strategis dalam menghadirkan dakwah Islam Aswaja di tengah masyarakat. Landasan inilah yang menjadikan pertemuan malam ini sebagai cikal bakal kejayaan NU dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kedamaian dan toleransi.


*Penulis adalah salah satu aktifis dan kader NU yang mendapat amanat sebagai ketua MWCNU margomulyo

Naharul Ijtimak NU Ranting Geneng: Membangun Kebersamaan dan Keharmonisan dalam Keagamaan

Geneng, 12 Nopember 2023 - Masjid Al-Muhlisiah Kali Bedah, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, menjadi saksi atas keharuan dan kebersamaan umat Nahdlatul Ulama (NU) pada acara rutin "Naharul Ijtimak NU Ranting Geneng" yang diselenggarakan setiap Ahad Pahing. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 12 Nopember 2023, dan dihadiri oleh warga NU serta seluruh Badan Otonom NU Geneng.

Turba MWCNU dan Kajian Rutin Malem Sabtu Pahing di Masjid Baiturrohim Batang, Margomulyo

Margomulyo, 24 Nopember 2023 - Dalam rangka memperkuat keimanan dan mempererat tali silaturahmi, Jama'ah Masjid Baiturrohim Batang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar kegiatan rutin "Turba MWCNU dan Kajian Malem Sabtu Pahing." Acara ini telah menjadi bagian integral dalam kalender kegiatan keagamaan di dusun Batang desa Margomulyo dan berlangsung pada Jum'at, 24 Nopember 2023.

PAC Muslimat NU Margomulyo Menggelar Pengajian: Memperkukuh Spiritual Anggotanya Melalui Kitab Arruh



Margomulyo, 30 Nopember 2023 - Suasana kantor MWCNU Margomulyo semakin syahdu pada hari Kamis ini, ketika PAC Muslimat NU Margomulyo menggelar kegiatan pengajian bertajuk "Memperkukuh Spiritual Melalui Kitab Arruh". Kegiatan yang dihadiri oleh anggota dari enam ranting Muslimat NU SeANCAB Margomulyo ini bertujuan meningkatkan spiritual Sumber Daya Manusia (SDM) para anggotanya.

NAHARUL IJTIMA' NU KALANGAN: Membangun Kebersamaan dan Semangat Dakwah Islam di Setiap Kegiatan Bulanan.


Kalangan, 26 Nopember 2023 - Pada hari Ahad, tanggal 26 November 2023, sebuah kegiatan yang dinantikan oleh warga NU di desa Kalangan, yaitu Naharul Ijtima' NU Kalangan, dilaksanakan dengan penuh semangat. Kegiatan ini merupakan ajang koordinasi dan konsolidasi dakwah Islam yang rutin dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 26. Acara ini menjadi momen yang sangat dinanti oleh seluruh warga NU Kalangan.

Naharul Ijtima' NU Kalangan menjadi sarana penting bagi warga NU untuk berkumpul, berkoordinasi, dan membangun kebersamaan dalam menjalankan dakwah Islam di desa tersebut. Para peserta yang hadir terdiri dari warga NU Kalangan dan seluruh Badan OTONOM NU Kalangan yang terdiri dari berbagai bidang dan latar belakang.

Yang menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran Kiyai Badrun, selaku Ketua MWCNU Margomulyo. Kehadiran beliau memberikan semangat dan arahan yang berharga bagi seluruh peserta Naharul Ijtima' NU Kalangan. Sebagai tokoh yang dihormati dan diakui dalam lingkungan NU, Kiyai Badrun memberikan nasihat dan bimbingan yang menginspirasi dalam menjalankan dakwah Islami di desa Kalangan.

Naharul Ijtima' NU Kalangan merupakan kegiatan yang berawal sejak tahun 2018, dan setiap tahunnya kehadirannya semakin kuat dan berkembang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara warga NU Kalangan, memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program-program dakwah, serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memperkuat keimanan dan keislaman.

Dalam Naharul Ijtima' NU Kalangan, berbagai kegiatan digelar, seperti tausyiah, diskusi keagamaan, pengajian, serta kegiatan sosial lainnya. Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap ajaran Islam serta mendorong partisipasi aktif warga NU dalam menjalankan dakwah.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi warga NU Kalangan untuk berkolaborasi dalam membangun desa yang Islami dan sejahtera. Mereka saling mendukung dalam mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi, serta berperan aktif dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan umat.

Dalam sambutannya, Kiyai Badrun menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat dan dedikasi warga NU Kalangan dalam menjalankan Naharul Ijtima' setiap bulan. Beliau juga mengimbau agar kegiatan ini terus dijaga dan ditingkatkan, serta dijadikan sebagai ajang yang lebih luas untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Islam di desa Kalangan.

Naharul Ijtima' NU Kalangan telah menjadi ikon kebersamaan dan semangat dakwah di desa tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga NU Kalangan semakin terinspirasi dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan agama dan kesejahteraan bersama.


#MasterCybermwcnu

Pelantikan Pimpinan Ranting Fatayat NU SeANCAB Margomulyo Membawa Semangat Baru bagi Organisasi


Margomulyo, 26 Nopember 2023 - Pada hari Ahad, 26 November 2023, kantor MWCNU Margomulyo dipenuhi dengan semangat dan kegembiraan saat Pelantikan Pimpinan Ranting Fatayat NU SeANCAB Margomulyo digelar. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemimpin organisasi di wilayah tersebut menjadi momen penting bagi perkembangan Fatayat NU di Margomulyo.

NAHARUL IJTIMA' NU RANTING NGELO: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kegiatan Bulanan yang Penuh Berkah

Ngelo, 25 Nopember 2023 - Suasana kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kuat saat Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo digelar di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo pada hari Sabtu, 25 November 2023. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu terakhir setiap bulannya. Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo menjadi momen yang dinantikan oleh warga NU di desa tersebut.

Sidang Tim Formatur Draf Pengurus MWCNU Margomulyo: Draf Siap Diajukan ke PCNU Bojonegoro

Margomulyo, 23 November 2023 - Sidang Tim Formatur Draf Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Margomulyo berlangsung pada hari Kamis, 23 November 2023, di Kantor MWCNU Margomulyo. Sidang yang dipimpin oleh Kiyai Badrun ini dihadiri oleh anggota tim lengkap yang bertugas merumuskan dan menyusun draf pengurus MWCNU Margomulyo untuk periode 2023-2028.

Sidang dimulai dengan sambutan dari Kiyai Badrun, yang mengapresiasi kerja keras dan dedikasi tim dalam merumuskan draf pengurus. Beliau menyampaikan pentingnya draf ini sebagai panduan dalam menjalankan organisasi NU di tingkat Majelis Wakil Cabang. Kiyai Badrun juga menekankan perlunya mengutamakan kepentingan umat dan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil.

Selama sidang, anggota tim formatur secara cermat dan teliti membahas setiap aspek dalam draf pengurus MWCNU Margomulyo. Mereka mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kualifikasi, kompetensi, dan representasi dari calon pengurus yang diusulkan. Diskusi yang intens dan konstruktif berlangsung, dengan tujuan mencapai kesepakatan yang adil dan menyeluruh.

Setelah melalui proses perumusan yang teliti, draf pengurus MWCNU Margomulyo akhirnya selesai. Draf ini mencakup struktur kepengurusan serta tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi pengurus. Tim formatur merasa yakin bahwa draf yang telah disusun akan mampu memenuhi kebutuhan organisasi dan mewujudkan visi dan misi NU di wilayah Margomulyo.

Draf pengurus MWCNU Margomulyo yang telah fix dan siap diajukan ke Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Bojonegoro ini menandai tahap penting dalam proses pembentukan pengurus baru MWCNU Margomulyo. Setelah mendapatkan persetujuan dari PCNU Bojonegoro, pengurus MWCNU Margomulyo yang baru akan segera dilantik dan memulai tugasnya untuk periode mendatang.

Kiyai Badrun dalam penutup sidang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota tim formatur atas kerja keras dan dedikasi mereka. Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi dan kerjasama antar pengurus dalam menjalankan amanah ini. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan MWCNU Margomulyo dapat terus berkontribusi positif dalam memajukan agama dan masyarakat di wilayah Margomulyo.

Sidang Tim Formatur Draf Pengurus MWCNU Margomulyo berjalan lancar dan sukses. Dengan draf yang telah fix dan siap diajukan ke PCNU Bojonegoro, langkah selanjutnya adalah menunggu persetujuan resmi dari PCNU dan pelantikan pengurus baru.


(MasterCyber)

PAC Muslimat NU Berdayakan Anggotanya dengan Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong

Margomulyo, 23 November 2023- Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong yang diselenggarakan pada Kamis, 23 November 2023, di Kantor MWCNU Margomulyo, menjadi ajang kolaborasi antara Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Margomulyo dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bu Nyai Maslahah S.Pd.I, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, dengan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro.

Diklat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian dan pangan. Peserta diklat terdiri dari 30 orang yang berasal dari ranting Muslimat se-Kecamatan Margomulyo, serta jajaran pengurus PAC Muslimat.

Acara dimulai dengan sambutan dari Bu Nyai Maslahah S.Pd.I, yang menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan kosong dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Margomulyo. Beliau juga mengapresiasi kerja sama antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro dalam menyelenggarakan diklat ini.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, sebagai pemateri dalam diklat, memberikan pengetahuan dan strategi praktis dalam mengelola lahan kosong untuk kegiatan pertanian. Mereka membagikan informasi tentang teknik bercocok tanam, pemilihan varietas tanaman yang cocok, serta penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan.

Selama diklat, peserta aktif terlibat dalam sesi diskusi dan praktik langsung di lapangan. Mereka belajar bagaimana mempersiapkan lahan, menanam benih, merawat tanaman, dan mengatasi masalah yang mungkin muncul selama proses pertanian. Para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan dan kelestarian lingkungan dalam praktik pertanian.

Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Margomulyo. Melalui kolaborasi antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lahan kosong untuk meningkatkan produksi pangan lokal.

Bu Nyai Maslahah S.Pd.I dalam penutup diklat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah didapatkan untuk membangun kemandirian pangan di komunitas mereka masing-masing.

Diklat Pemanfaatan Lahan Kosong berjalan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta. Kolaborasi antara MWCNU Margomulyo, PAC Muslimat NU Margomulyo, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat terus berlanjut dalam upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Margomulyo.

(MasterCyber)

Konferensi MWCNU Margomulyo: Kiyai Rosyidi Terpilih Sebagai Rois Syuriah dan Kiyai Badrun Sebagai Ketua Tanfidziyah


Margomulyo, 19 November 2023 - Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Margomulyo yang berlangsung pada hari Ahad, 19 November 2023, dihadiri oleh unsur pimpinan cabang NU Bojonegoro dan pimpinan ranting NU se-Kecamatan Margomulyo. Konferensi ini bertujuan untuk memilih Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah yang akan memimpin MWCNU Margomulyo untuk periode berikutnya.

Konferensi yang berlangsung di Kantor MWCNU Margomulyo ini dihadiri oleh para tokoh agama dan pemimpin NU dari berbagai tingkatan. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua MWCNU Margomulyo, yang menyampaikan pentingnya konferensi ini dalam menjaga dan memperkuat kelembagaan NU di tingkat cabang.


(Proses Pemilihan Tanfidhiyah)

Setelah proses pemilihan yang berlangsung dengan penuh khidmat, Kiyai Rosyidi terpilih sebagai Rois Syuriah MWCNU Margomulyo. Kiyai Rosyidi, yang memiliki pengalaman luas dalam kegiatan keagamaan dan kepemimpinan, disambut dengan antusias oleh peserta konferensi. Beliau berjanji akan mengemban tugasnya dengan penuh dedikasi untuk memajukan agama dan masyarakat di wilayah Margomulyo.

Sementara itu, Kiyai Badrun terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo. Dikenal sebagai seorang tokoh yang berpengaruh dan memiliki keahlian dalam mengorganisir kegiatan keagamaan, Kiyai Badrun menerima dukungan yang kuat dari peserta konferensi. Beliau berkomitmen untuk memperkuat struktur organisasi NU di tingkat Majelis Wakil Cabang dan meningkatkan peran NU dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di Margomulyo.

Dalam pidatonya, Kiyai Rosyidi dan Kiyai Badrun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh peserta konferensi. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan visi dan misi NU dalam memajukan Islam dan masyarakat di wilayah Margomulyo.



Konferensi MWCNU Margomulyo ini berjalan lancar dan diakhiri dengan doa bersama untuk kesuksesan kepemimpinan baru. Diharapkan, dengan terpilihnya Kiyai Rosyidi sebagai Rois Syuriah dan Kiyai Badrun sebagai Ketua Tanfidziyah, MWCNU Margomulyo dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat setempat.

(MasterCyber)

NGAJI RUTIN BAKDIYATAL JUM’AT MUSLIMAT NU RANTING NGELO (Wasiyatul Mustofa)

NGAJI RUTIN BAKDIYATAL JUM’AT MUSLIMAT NU RANTING NGELO

25 Maret 2022.

Kitab Wasiyatul Musthofa (Hikmah Sholat Jama’ah dan Sholat Dhuha)

 

Wahai Sahabat Ali, hendaklah kamu senantiasa melaksanakan sholat jamaah, karena sesungguhnya sholat jamah di sisi Allah seperti berjalan pada ibadah haji dan umrah. 

Tiada seseorang yang loba (sangat ingin) untuk melaksanakan sholat jamaah kecuali seorang mukmin yang dicintai Allah dan tiada seorang yang benci sholat jamaah kecuali orang munafiq yang benar-benar dimurkai Allah.

 

يَا عَلِيُّ عَلَيْكَ بِصَلَاةِ الْجَمَاعَةِ فَاِنَّهَا عِنْدَ اللّٰهِ كَمَشِيْكَ اِلَى الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ وَمَا يَحْرُصُ عَلَى صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ اِلَّا رَجُلٌ مُؤْمِنٌ قَدْ اَحَبَّهُ اللّٰهُ وَمَا يَزْهَدُ فِيْهَا اِلَّا مُنَافِقٌ قَدْ اَبْغَضَهُ اللّٰهُ

Wahai Sahabat Ali, hamba-hamba yang paling dicintai Allah adalah seorang hamba yang bersujud sembari berdoa di dalam sujudnya.

 

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mendholimi diriku, maka ampunilah dosaku, karena tidak yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau".

 

يَا عَلِيُّ اَحَبُّ الْعِبَادِ اِلَى اللّٰهِ عَبْدٌ سَاجِدٌ يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِهِ : رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ

Wahai Sahabat Ali, hendaklah kamu senantiasa melaksanakan sholat Dhuha baik di dalam perjalanan maupun di dalam hadir (tidak dalam perjalanan).

 

Karena sesungguhnya tatkala hari kiamat telah tiba, maka menyerulah Dzat yang Maha Menyeru dari atas surga yang mulia, "Di manakah orang-orang yang melaksanakan sholat dhuha ?

 

Masuklah kalian dari puntu Dhuha dengan sejahtera dan aman". Dan tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali Dia memerintahkannya untuk melaksanakan sholat Dhuha.

 

 

يَا عَلِيُّ عَلَيْكَ بِصَلَاةِ الضُّحٰى فِى السَّفَرِ وَالْحَضَرِ فَاِنَّهُ اِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُنَادِى مُنَادٍ مِنْ فَوْقِ شَرَفِ الْجَنَّةِ : اَيْنَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُصَلُّوْنَ الضُّحٰى ؟ اُدْخُلُوْا مِنْ بَابِ الضُّحٰى بِسَلَامٍ اٰمِنِيْنَ، وَمَا بَعَثَ اللّٰهُ مِنْ نَبِيٍّ اِلَّا وَاَمَرَهُ بِصَلَاةِ الضُّحٰى

 

Note*

Begitu luarbiasanya Fadhilah Sholat Jama’ah dan sholat Dhuha, sampai-sampai Alloh memposisikan orang yang melaksanakannya sepadan dengan orang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh, yakni suatu ibadah penyempurna dalam rukun islam.

 

Yang dalam pelaksanaanya butuh syarat yang berbeda dan luar biasa, selain waktu, tenaga dan biaya yang tidak murah, saat ini ibadah haji dan umroh butuh kesabaran dalam menanti kedatangannya.

 

Bukan hanya satu dua tahun untuk bisa melakukan namun bisa sepuluh, duapuluh hingga tiga puluhan tahun lebih untuk bisa melaksanakannya, itupun belum ada jaminan ibadah haji kita mendapatkan pahala ibadah haji.

 

Namun dalam hal ini (Sholat jamaah dan sholat Dhuha) Alloh memberi suatu peroritas bagi yang mampu dan mau melaksanakannya.

 

Dalam Hadis yang lain Rosululloh menyampaikan

 

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَ مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ نَافِلَةٍ

Siapa yang berjalan menuju salat wajib berjemaah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju salat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.(HR. Ath-Thabrani)

 

Dalam Riwayat Imam Buhori Rosululloh juga menjelaskan:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ

 

Artinya: "Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melaksanakan sholat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang haji yang sedang ihram, dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat Dluha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umroh.

 

Dan menunggu sholat hingga datang waktu shalat yang lain yang tidak ada main-main di antara keduanya, maka pahalanya ditulis di 'Iliyyin (kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti." (HR Bukhari).

 

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ , تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ  (رواه الترمذي)

 

Artinya: "Barang siapa yang sholat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian duduk dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna dan sempurna." (HR Tirmidzi)

 

Dalam kesempatan ini kita hanya bisa berharap dan terus banyak berdo’a semoga kita di beri kekuatan oleh Alloh, agar bisa menjalankan Sholat jamaah dan sholat Dhuha dengan istiqomah, Amiin.

Wallohu A’lamu Bishowab

 

 

 

 

Pemateri:

De badruns

Katib Syuriyah MWCNU Margomulyo