"Semaraknya NAHARUL IJTIMA' NU Geneng dan Peringatan Isro' Mi'raj: Memperkuat Semangat Kebersamaan dan Ketaqwaan"
Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Solusi Peredam Kegaduhan dalam Keluarga
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Semangat Isro' Mi'raj Sebagai Solusi Perbaikan Peradaban bagi Generasi-z (IPNU IPPNU Margomulyo)
"Menyala Bersama: Pelantikan dan Rapat Kerja PAC IPNU&IPPNU Margomulyo, Jejak Kebersamaan dan Istiqomah Mewarnai Masa Depan"
Dalam suasana penuh keharuan, PAC IPNU&IPPNU Margomulyo menggelar acara pelantikan dan rapat kerja yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, di Kantor MWCNU Margomulyo. Acara yang digagas oleh IPNU IPPNU Margomulyo ini menjadi momen bersejarah, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pimpinan Cabang IPNU/IPPNU Bojonegoro yang turut melantik.
"Harmoni Rohani dan Perkembangan Ekonomi Syariah: Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo"
Margomulyo, 14 Januari 2024 – Sebuah kehangatan rohani melingkupi Masjid Mamba'ul Khoiriyah Dusun Singgih, Desa Sumberjo, pada hari Ahad. Pengajian rutin yang dihelat oleh Pengurus Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo menjadi magnet bagi segenap warga NU Sumberjo yang hadir dalam kebersamaan.
Muyasaroh Ketua Muslimat NU Ranting Sumberjo, dalam sambutannya, menyatakan kegembiraannya atas kehadiran seluruh warga NU Sumberjo dalam acara yang menjadi wadah bersilaturahmi dan mempererat tali ukhuwah. Rais Syuriyah NU Sumberjo, Kiyai Abdul Karim, turut hadir memberikan aura ketenangan dengan pandangannya yang penuh hikmah.
Puncak acara terasa semakin menggetarkan ketika Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, memberikan tausiyah. Dalam paparannya, beliau mengupas banyak hal, terutama mengenai penguatan program ekonomi syariah. Beliau mengajak seluruh warga NU Sumberjo untuk memahami dan mendukung program-program ekonomi syariah yang menjadi fokus NU.
Tidak hanya memberikan nasihat, Kiyai Badrun Sulaiman juga mengumumkan rencana pendirian lembaga keuangan syariah yang akan menjadi milik NU. Lembaga ini, menurut beliau, akan berkegiatan di Kantor MWCNU dan akan kembali memberdayakan warga NU Margomulyo.
"Kami berharap, dengan adanya lembaga keuangan syariah ini, dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat," ungkap Kiyai Badrun Sulaiman di hadapan hadirin yang antusias.
Pengajian yang memadukan unsur rohani dan informasi strategis ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, dan kelancaran setiap langkah umat Islam. Para peserta meninggalkan masjid dengan hati yang penuh kehangatan dan semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari, mendukung program-program positif yang diinisiasi oleh NU.
Kontributor: Abid.
Editor: CyberMWCNU
MWCNU Margomulyo Bersiap Mendirikan BMTNU Setelah Hadiri RAT BMTNU PCNU Bojonegoro
Bojonegoro, 12 Januari 2024 – Hari Jum'at menjadi momentum penting bagi perwakilan MWCNU Margomulyo yang menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) di Kantor PCNU Bojonegoro. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh NU, termasuk Kiyai Badrun selaku Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Rosyidi Rais Syuriyah MWCNU Margomulyo, Tri Maryono Ketua LAZISNU MWCNU Margomulyo, dan Hasan Sigit Bendahara MWCNU Margomulyo.
Bertempat di kantor PCNU Bojonegoro, acara diawali dengan sambutan dari Bpk. H. Abdul Wahid, Kepala BMTNU PCNU Bojonegoro, yang memberikan paparan tentang penguatan ekonomi syariah. Paparan ini mencakup strategi dan langkah-langkah untuk meningkatkan peran BMTNU dalam mendukung ekonomi umat.
Menanggapi paparan tersebut, Kiyai Badrun, selaku Ketua MWCNU Margomulyo, menyampaikan kesiapannya untuk turut serta dalam mendirikan BMTNU di Kantor MWCNU Margomulyo. Dengan langkah ini, MWCNU Margomulyo berharap dapat lebih aktif dalam mendukung penguatan ekonomi syariah di lingkungan sekitarnya.
Keputusan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan sinergi antara berbagai lembaga di bawah naungan NU untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya BMTNU di tingkat MWC, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
MWCNU Margomulyo menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penguatan ekonomi syariah, sejalan dengan nilai-nilai NU yang mengedepankan kebersamaan dan keadilan. Keputusan ini menjadi langkah berarti dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan memperkuat peran NU sebagai agen perubahan di bidang ekonomi.
Dengan semangat yang berkobar, perwakilan MWCNU Margomulyo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi syariah, serta mendukung langkah-langkah strategis yang diambil dalam forum RAT BMTNU PCNU Bojonegoro.
Kontributor: Hasan
Editor: CyberMWCNU
PAC Muslimat NU Margomulyo: Mengokohkan Kebersamaan dan Semangat Istiqomah
"Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo: Istiqomah dalam Kebajikan dan Rukun di Tahun Politik"
Margomulyo, 31 Desember 2023- Suasana keharmonisan dan kebersamaan menyelimuti kantor MWCNU Margomulyo pada Ahad, 31 Desember 2023, saat rangkaian kegiatan Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo berlangsung. Acara ini dimulai dengan hikmat melalui Pembacaan Tahlil oleh Kiyai Puryanto, Katib Ranting NU Margomulyo.
"Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo: Merajut Kebersamaan dalam Cahaya Ilmu"
Sumberjo, 30 Desember 2023 - Malam penuh berkah dan kebersamaan menyapa warga NU Sumberjo pada Sabtu, 30 Desember 2023, di Musholla Al-Ihlas, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Lailatul Ijtima', kegiatan rutin setiap Malem Ahad Legi secara bergilir di wilayah masing-masing warga NU, kali ini berlangsung istimewa di bawah cahaya bulan dan bintang.
Teruslah BERSEDEKAH: Kampanye Amal ala Super Hero NU
Di sebuah kampung kecil yang dipenuhi semangat kebaikan, hiduplah seorang pria bernama Slamet. Slamet, atau yang lebih dikenal sebagai "Pak Sede," memiliki kebiasaan unik yang menjadi bahan perbincangan hangat di kampungnya. Ia dikenal sebagai sosok yang tak pernah lelah berbuat kebaikan, terutama dalam hal bersedekah.
Setiap hari, Pak Sede seperti super hero kecil yang melayani masyarakatnya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Ia tak hanya memberikan sedekah secara tradisional, tetapi memberikan sentuhan sarkas parodi yang membuat orang-orang terpingkal-pingkal.
Suatu hari, Pak Sede memberikan sejuta alasan kenapa beramal itu menyenangkan. "Lihatlah, bersedekah itu seperti olahraga super seru. Setiap rupiah yang kamu sedekahkan, kamu dapat poin kebaikan. Semakin banyak poin, semakin dekat ke Surga!" serunya sambil melontarkan senyum khasnya.
Warga NU dan masyarakat umum pecinta NU di kampung itu semakin penasaran dengan gaya unik Pak Sede. Mereka tak hanya mendapatkan bantuan materi, tapi juga dosis humor yang menyegarkan. Seakan Pak Sede adalah komedian kebaikan yang mampu membuat semua orang tersenyum.
Pada suatu pagi, Pak Sede memutuskan untuk memberikan "ceramah" bersedekah di depan masjid. "Bersedekah itu mirip kampanye, teman-teman! Bedanya, kita bukan mencalonkan diri, tapi mencalonkan hati kita untuk jadi lebih lapang dan penuh kebahagiaan. Mari kita rebut hati Nurani!" ujarnya sambil mengibarkan bendera kebaikan.
Audien yang terdiri dari Warga NU dan masyarakat umum pecinta NU tak bisa menahan tawa. Pak Sede berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan, membuat kebaikan tak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai petualangan yang menghibur.
Bersedekah bersama Pak Sede bukan hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga memberikan hiburan dan semangat positif bagi seluruh kampung. Semua orang menjadi terinspirasi untuk ikut serta dalam aksi kebaikan dengan senyum di wajah.
Sejak saat itu, Pak Sede bukan hanya dikenal sebagai "Pak Sede" di kampungnya, tetapi juga sebagai "Super Hero Bersedekah" yang mampu membuat kebaikan menjadi begitu menggembirakan. Dan begitulah, setiap hari di kampung kecil itu menjadi cerita yang penuh tawa dan kebaikan, berkat Pak Sede dan kampanye amal ala super hero NU-nya yang unik.
"Naharul Ijtima' NU Ngelo": Kebersamaan, Kebangsaan, dan Mauidzoh Hasanah
Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan: Memperkokoh Kebersamaan dan Pemahaman Agama
Kalangan, 26 Desember 2023 - Suasana keakraban dan kebersamaan kembali menghiasi Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan pada hari Selasa, 26 Desember 2023. Acara rutin yang diadakan setiap tanggal 26 setiap bulan ini yang kali ini bertempat di rumah Kiyai Parno Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kalangan) menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan warga NU ranting Kalangan, Margomulyo.
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Memperkokoh Kebersamaan dan Refleksi Perjalanan Dakwah NU
Naharul Ijtima' NU Geneng: Menjaga Marwah Merajut Uhuwah
Pada hari Ahad, tanggal 17 Desember 2023, Masjid Al-Ihsan Payung Ds. Geneng, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, menjadi saksi kehangatan dan kebersamaan dalam gelaran Naharul Ijtima' NU Geneng. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus ranting NU Geneng, perangkat desa Geneng, dan seluruh Badan Otonom NU.
Konferensi MWCNU Tambakrejo: Kiyai Marjan Kembali Nahkodai MWCNU Tambakrejo
Pada hari Ahad, tanggal 17 Desember 2023, di Kantor MWCNU Tambakrejo, digelar Konferensi MWCNU yang menjadi saksi penting perubahan kepemimpinan. Dalam acara yang penuh kekhidmatan ini, Kiyai Marjan kembali memegang tampuk kepemimpinan MWCNU Tambakrejo.
Konferensi yang dihadiri oleh pengurus cabang Bojonegoro, diwakili oleh Kiyai Asfiror Ridwan dan Kiyai Syaifuddin, menjadi ajang penyatuan tekad untuk memajukan NU di tingkat majelis wakil cabang. Suasana haru dan semangat bersatu terasa begitu kental di antara para peserta konferensi.
Salah satu poin penting dalam konferensi ini adalah pengangkatan Kiyai Sukemi sebagai Rois Syuriah, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin rohaniah yang dihormati. Keputusan ini diambil dalam Sidang Tim AHWA dengan persetujuan dan dukungan dari semua anggota yang hadir.
Rapat pleno juga menjadi panggung pemilihan ketua Tanfidziyah, di mana tiga kandidat utama, yaitu Kiyai Marjan, Kiyai Habib, dan Kiyai Mustofa, berkompetisi dengan penuh semangat. Dalam hasil yang menunjukkan dukungan mayoritas, Kiyai Marjan berhasil meraih 14 suara, sedangkan Kiyai Mustofa dan Kiyai Habib masing-masing mendapat 2 suara.
Dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab, Kiyai Marjan diumumkan sebagai ketua MWCNU Tambakrejo periode 2023-2028. Keberhasilannya tidak hanya mencerminkan kepercayaan yang besar dari para pimpinan cabang, tetapi juga sebuah komitmen untuk terus mengembangkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian di tengah masyarakat Tambakrejo.
Konferensi MWCNU Tambakrejo ini tidak hanya sebuah peristiwa seremonial, tetapi juga momentum penting bagi NU dalam melangkah ke masa depan yang lebih baik di bawah kepemimpinan yang penuh dedikasi dari Kiyai Marjan.
#TimMasterCyberMWCNU
History of Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
History of
Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
Oleh: Lamiran, S.Pd.I./Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tradisi Naharul Ijtima'
di NU Margomulyo Bojonegoro Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya dan menarik.
Dimulai pada tahun 2019, kegiatan ini merupakan hasil gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah, sebagai respons terhadap
kebutuhan untuk mempererat tali silaturahmi antara para ulama, santri dan warga
NU secara umum. Yang kemudian perkembangan di lapangan gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengilhami sebagian kader penggerak
dan aktifis NU di beberapa daerah di Indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo.
Naharul Ijtima’
menjadi alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima' yang sulit dilakukan di
tengah medan wilayah Margomulyo yang didominasi oleh hutan[1].
Yang mana MWCNU margomulyo terdiri dari 6 Ranting yakni Rantig NU Ngelo,
Margomulyo, Kalangan, Sumberjo, Meduri dan geneng, yang mayoritas berada di
kawasan perhutani dengan kondisi jalan makadam yang masih sulit di lalui
terlebih di saat malam hari.
Tradisi Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo merupakan cerminan dari kebutuhan mendesak akan
pertemuan rutin antara ulama dan santri serta warga NU secara Umum di wilayah
yang geografisnya menantang. Sejarah kegiatan ini, yang dimulai pada tahun
2019, menandai awal perjalanan yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan
kebersamaan.
1. Gagasan
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah:
Naharul Ijtima' bukanlah sekadar kegiatan biasa,
melainkan sebuah gagasan yang lahir dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul
Ulama (RMINU) Jawa Tengah. RMINU sebagai organisasi yang peduli terhadap
pengembangan keilmuan dan silaturahmi di kalangan NU, merespons permasalahan geografis
yang berbeda-beda di setiap wilayah di indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo
dengan menggagas kegiatan ini. Dengan demikian, Naharul Ijtima' menjadi
bukti nyata upaya organisasi untuk membawa manfaat positif bagi komunitas NU di
seluruh wilayah Indonesia.
2. Respons terhadap Kebutuhan Mempererat
Tali Silaturahmi:
Keberadaan Naharul Ijtima' sejalan dengan kebutuhan akan
mempererat tali silaturahmi antara ulama dan santri NU di Margomulyo. Tradisi
ini menjadi saluran untuk membangun kedekatan hubungan interpersonal,
mengingatkan akan pentingnya menjaga ikatan sosial dan keagamaan di tengah
kesulitan aksesibilitas geografis di wilayah tersebut.
3. Alternatif Berkualitas untuk Lailatul
Ijtima':
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo
menciptakan alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima', yang sulit dilakukan
di medan wilayah Margomulyo yang mayoritas didominasi oleh hutan. Keberhasilan
Naharul Ijtima' sebagai alternatif ini dapat diartikan sebagai respons kreatif
terhadap kondisi lingkungan yang unik di wilayah tersebut, menunjukkan
fleksibilitas dan adaptabilitas dalam merespons tantangan lokal.
Seiring dengan makin jelasnya
latar belakang Naharul Ijtima', kita dapat memahami bahwa tradisi ini tidak
hanya hadir sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya
nyata komunitas NU untuk memperkokoh nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan
keilmuan di tengah kondisi lingkungan yang unik dan memerlukan pendekatan yang
inovatif.
B. Tujuan Penulisan
Makalah ini
bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo, menjelaskan genealogi keilmuan yang mendasari tradisi ini, serta
menggali dampak positifnya terhadap komunitas NU di wilayah tersebut.
Pembahasan
mengenai tujuan penulisan makalah ini mengarah pada ketiga aspek penting yang
ingin diungkap:
1. Mengungkap Sejarah dan Perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo:
Sebagai upaya awal, tujuan penulisan ini adalah merinci
sejarah Naharul Ijtima' sejak dimulainya pada tahun 2019. Penelusuran ini
mencakup aspek-aspek seperti awal mula ide, perkembangan pelaksanaan, dan
tahapan kunci yang membentuk tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan keagamaan di NU Margomulyo. Dengan memahami sejarahnya, para pembaca
dapat menangkap konteks serta evolusi Naharul Ijtima' dalam konteks NU
Margomulyo.
2. Menjelaskan Geneologi Keilmuan yang Mendasari
Tradisi Ini:
Pada bagian ini, penulisan berfokus pada genealogi
keilmuan yang menjadi landasan Naharul Ijtima'. Dalam hal ini, makalah
mencermati pengaruh dan kontribusi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama
(RMINU) Jawa Tengah, inisiatif dari tokoh ulama seperti KH Musthofa Bisri,
serta peran komunitas ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural
maupun struktural. Dengan mendalaminya, makalah berusaha menjelaskan bagaimana
keilmuan menjadi pilar utama dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan
Naharul Ijtima'.
3. Menggali Dampak Positif Naharul Ijtima' Terhadap
Komunitas NU di Wilayah Tersebut:
Pada aspek ini, fokus makalah tertuju pada dampak positif
Naharul Ijtima' terhadap komunitas NU di Margomulyo. Dari sudut pandang
keagamaan, sosial, dan keilmuan, makalah mengidentifikasi perubahan positif
dalam tali silaturahmi, peningkatan keilmuan, serta peneguhan solidaritas di
antara ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural maupun struktural.
Dengan menganalisis dampak positif ini, makalah mendorong apresiasi terhadap
relevansi dan manfaat Naharul Ijtima' dalam membangun dan memperkuat komunitas
NU.
Melalui ketiga
tujuan tersebut, makalah ini berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo, memberikan wawasan yang lebih dalam terkait
perjalanan, nilai-nilai keilmuan, dan kontribusinya terhadap perkembangan
komunitas NU di wilayah tersebut.
IV. Sejarah Naharul Ijtima' di
NU Margomulyo
V. Genealogi Keilmuan Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo
VI. Dampak Sosial dan Keilmuan
Naharul Ijtima'
VII. Tantangan dan Prospek
Masa Depan
**Penulis adalah Kader
dan Aktifis NU yang saat ini di Amanahi Menjadi Ketua MWCNU & MUI
Margomulyo















.png)