Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo: Merajut Ukhuwah, Mengukuhkan Faham Ahlusunnah wal Jama'ah

(Sambutan Ketua Tanfdziyah Kiyai Abdulloh Sareh)
Sumberjo, Sabtu, 27 Juli 2024 – Kegiatan Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo kembali digelar dengan semarak di rumah Bapak Sunari, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, pada Sabtu, 27 Juli 2024. Acara dimulai pukul 20.00 dan berlangsung hingga 22.15 WIB, dihadiri oleh segenap warga NU Ranting Sumberjo yang terdiri dari jajaran pengurus NU, Badan Otonom, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

Acara diawali dengan bacaan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Sunarto, diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Suasana malam yang sejuk di Dusun Pluntu menjadi saksi keagungan dzikir yang bergema dari rumah Bapak Sunari.

Setelah Tahlil, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Ranting NU Sumberjo, Kiyai Sareh. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi partisipasi aktif warga dan pengurus NU Sumberjo yang telah bersinergi dalam mensukseskan acara ini. "Kebersamaan dan gotong-royong warga Sumberjo adalah kekuatan utama kita dalam menjaga dan mengembangkan organisasi NU," ujar Kiyai Sareh dengan penuh semangat.

Khutbah Iftitah disampaikan oleh Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo, Kiyai Rosyidi. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh warga dan pengurus NU Sumberjo untuk terus berkomitmen menjaga NU serta berkhidmah dengan sungguh-sungguh. "Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas pergerakan dakwah Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Kiyai Rosyidi.

(Gus Risy'af Mu'afi)

Acara puncak pada malam itu adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Gus Risy'af Mu'afi, pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakur Desa Sumberjo. Dalam ceramahnya, Gus Mu'afi menyampaikan pesan penting dari Hadratus Syaikh Hasyim As'ari tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat NU di Indonesia dan dunia. Beliau juga menekankan dua hal utama, yaitu pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai jalan untuk meraih ridho Allah. "Kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat dicapai dengan menjalankan syari'at Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah yang telah diwariskan oleh Hadratus Syaikh Hasyim As'ari. Kita harus terus bersatu menjaga perpaduan antara Islam dengan masyarakat pribumi," ungkap Gus Mu'afi.

Kegiatan Lailatul Ijtima' kali ini diinisiasi oleh pengurus NU Ranting Sumberjo dan badan otonomnya. Mereka bekerja keras memastikan acara berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh warga yang hadir.

Semangat kebersamaan dan keikhlasan yang tercermin dalam Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi teladan bagi komunitas-komunitas lain dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai ahlusunnah wal jama'ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wahana untuk memperkuat ukhuwah dan mempertebal keimanan serta kecintaan terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat mempertegas pentingnya kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah. Sejalan dengan tujuan NU untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Lailatul Ijtima' ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang diajarkan oleh para ulama pendiri NU.

Gus Risy'af Mu'afi dalam Mauidzoh Hasanah-nya juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Beliau mengingatkan bahwa menjaga dan merawat NU adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati. "Kita harus terus berjuang untuk memastikan bahwa ajaran ahlusunnah wal jama'ah tetap lestari dan berkembang di tengah arus globalisasi yang kian deras," kata Gus Mu'afi.

Antusiasme warga Sumberjo terlihat dari partisipasi aktif mereka selama acara berlangsung. Semua elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut berperan serta dalam berbagai kegiatan yang digelar. Tidak hanya dalam tahlil dan mendengarkan ceramah, tetapi juga dalam diskusi-diskusi ringan yang terjadi di sela-sela acara.

Salah satu warga, Bapak Hanuri, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa ikut serta dalam acara ini. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi antarwarga dan memperkuat iman kita. Semoga acara seperti ini bisa rutin diadakan," ujarnya.

Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat dan memperluas jaringan sosial dan spiritual warga. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, acara ini sukses digelar dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi ranting-ranting NU lainnya untuk terus berinovasi dalam mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat.

Penutup acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Sunarto, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada seluruh warga Sumberjo dan menjadikan mereka sebagai hamba-hamba yang selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya.

Kegiatan Lailatul Ijtima' ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan, ukhuwah, dan komitmen dalam menjaga dan merawat NU. Semoga kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan yang penuh berkah dan ridho Allah SWT.


Kntributor: Turmudzi
Editor: Tim CyberMWCNU

Pengajian Rutin Malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrohim Margomulyo: Sinergi Warga dalam Memperkuat Ukhuwah Islamiyah


Margomulyo, 26 Juli 2024 - Masjid Baiturrohim Dusun Batang, Desa Margomulyo, kembali menjadi saksi kegiatan pengajian rutin Malam Sabtu Kliwon yang dihadiri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya (BANOM), tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 26 Juli 2024, dari pukul 20.30 hingga 22.30 WIB, berlangsung dengan khidmat dan penuh hikmah.


Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Suwardi. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti seluruh jamaah yang hadir saat melantunkan dzikir dan doa bersama. 


Acara puncak pengajian kali ini adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menyampaikan berbagai hal penting, termasuk progres capaian MWCNU Margomulyo. Beliau juga memaparkan tiga tanda kebahagiaan seseorang di dunia dan akhirat, yakni makanan yang halal, berkumpul dengan para ulama (mujalasah), dan shalat berjamaah.


Selain itu, Kiyai Badrun juga mengupas tentang keutamaan dan urgensi ibadah wakaf. “Wakaf, di samping merupakan ritual ibadah umat Islam, juga memiliki potensi sebagai kekuatan ekonomi dalam pergerakan dakwah Islam,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.


Kegiatan pengajian ini diinisiasi oleh Majelis Taklim Baiturrohim dan mendapat dukungan penuh dari warga NU serta badan otonomnya. Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran yang memenuhi Masjid Baiturrohim, menunjukkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus memperdalam ilmu agama.


Dengan adanya kegiatan pengajian rutin seperti ini, diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Dusun Batang, Desa Margomulyo.


Kontributor: Aries.
Editor: Tim CyberMWCNU 

"Mempererat Ukhuwah dan Menggali Spiritualitas: NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan Sukses Digelar"


Pada hari Jum'at, tanggal 26 Juli 2024, berlangsung kegiatan NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan di kediaman Bapak Dimun, Dusun Kalangan. Acara ini diawali dengan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Rodhiyan, selaku rois Syuriyah. Dalam sambutannya, tuan rumah Bapak Dimun mengapresiasi seluruh warga NU Kalangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Menjemput Impian: Perjuangan Membangun Auditorim Gedung MWCNU Margomulyo"


Hallo Loor,

Kisah perjuangan ini dimulai dengan kabar baik yang datang kepada kami. Pada suatu pagi yang cerah, tepatnya di awal bulan Juni 2024, kami mendapatkan informasi bahwa akan ada survei lokasi terkait proposal pengajuan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo. Survei tersebut dijadwalkan pada tanggal 19 Juni 2024, sebuah tanggal yang sudah kami tandai dengan semangat dan harapan besar.

Saya pun segera mengambil langkah awal untuk mempersiapkan segala kelengkapan data survei. Berkas-berkas proposal, dokumen pendukung, hingga detail-detail teknis lainnya saya susun dengan rapi dan teliti. Setiap angka dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) saya periksa kembali, memastikan tidak ada yang terlewat. Begitu juga dengan desain ruang auditorium yang akan menjadi pusat kegiatan di kantor baru nanti, saya pastikan semuanya sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.

Tibalah hari yang dinanti, tim dari Biro Kesra Pemprov Jawa Timur datang untuk melakukan survei. Mereka memeriksa setiap sudut lokasi dengan seksama, mencatat dan mengambil gambar. Setelah survei selesai, mereka memberikan beberapa catatan untuk revisi proposal pengajuan kami. Di antaranya adalah penyempurnaan RAB dan desain ruang auditorium.

Dengan semangat yang tidak surut, saya segera menindaklanjuti catatan revisi tersebut. Setiap detail kembali saya teliti dan perbaiki sesuai dengan arahan tim survei. Tak hanya itu, langkah selanjutnya adalah membuat rekening baru di Bank Jatim Ngawi pada tanggal 20 Juni 2024. Rekening ini akan menjadi tempat penyaluran dana yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan gedung MWCNU Margomulyo.


Setelah semua berkas selesai dan revisi dipenuhi, saya segera mengirimkan dokumen lengkap ke Biro Kesra Jatim. Dengan doa dan harapan, kami menantikan kabar baik selanjutnya.

Perjalanan ini memang tidak mudah, namun semangat untuk memiliki Auditorim gedung baru yang representatif bagi MWCNU Margomulyo adalah motivasi terbesar bagi kami. Setiap langkah yang diambil adalah bukti nyata dari tekad dan dedikasi untuk terus berjuang demi kemajuan bersama.

Sampai di sini, kisah perjuangan ini masih berlanjut. Kami yakin bahwa dengan usaha dan doa, impian memiliki Auditorim gedung MWCNU Margomulyo yang baru akan segera terwujud.

Sebulan kemudian, datang lagi kabar yang mengharuskan kami untuk melakukan revisi pada nama rekening. Ternyata, ada kesalahan kecil namun cukup signifikan. Nama rekening yang telah kami buat berbunyi "MWCNU MARGOMULYO BOJONEGORO", sementara proposal yang diajukan hanya menyebutkan "MWCNU MARGOMULYO". Meski hanya penambahan kata "Bojonegoro", hal ini harus disesuaikan agar sinkron dengan proposal yang sudah diterima.

Pada tanggal 22 Juli 2024, saya pun berangkat ke kantor Bank Jatim Cabang Ngawi untuk meminta penjelasan mengenai persyaratan perubahan nama rekening. Setibanya di sana, petugas bank dengan ramah menjelaskan langkah-langkah yang perlu saya lakukan dan dokumen apa saja yang harus disiapkan.

Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, saya kembali ke kantor MWCNU Margomulyo untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Dengan ketelitian dan kecepatan, saya menyusun semua berkas yang dibutuhkan dalam waktu kurang dari dua jam. Tepat pukul 14.00, saya selesai dengan semua persiapan dan segera bergegas kembali ke Bank Jatim.

Namun, sebuah drama tak terduga terjadi pada hari itu. Setibanya di Bank Jatim pada pukul 14.15, saya mendapati bahwa bank sudah tutup. Kekecewaan bercampur frustasi sempat menghampiri, mengingat upaya dan kecepatan yang sudah saya lakukan. Tapi, saya tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan perjuangan yang harus saya jalani dengan penuh kesabaran.

Keesokan harinya, saya kembali datang ke bank lebih awal. Dengan segala persiapan yang sudah matang, saya berhasil mengurus perubahan nama rekening sesuai yang diminta. Meskipun ada hambatan kecil, semangat untuk terus melangkah demi terwujudnya pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah pudar. Setiap tantangan yang dihadapi justru semakin menguatkan tekad kami untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Perjuangan ini memang penuh dengan liku dan tantangan, namun semangat untuk mewujudkan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah surut. Hari berikutnya, pada tanggal 23 Juli 2024, saya kembali ke Bank Jatim Cabang Ngawi untuk mengajukan perubahan nama rekening. Prosesnya berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama, sehingga perubahan nama rekening langsung selesai pada hari itu juga.


Dengan rasa lega, saya melanjutkan langkah berikutnya. Seluruh berkas dokumen yang telah direvisi sesuai catatan dari Tim Biro Kesra Pemprov Jatim saya kemas rapi dan siap untuk dikirim. Saya memilih jasa paket kilat J&T untuk memastikan dokumen tersebut cepat sampai di tujuan.

Sesampainya di kantor J&T, saya langsung menuju petugas yang ada dan bertanya, "Mas, sampai Surabaya paket yang cepat apakah bisa sampai langsung hari ini?" Petugas tersebut menjawab dengan ramah, "Tidak bisa, Pak. Biasanya sampai besok sesuai jam pengiriman."

Meskipun berharap bisa sampai lebih cepat, saya memahami prosedur yang ada. Akhirnya, dengan yakin saya menyerahkan paket dokumen saya dan membayarnya. Dokumen tersebut sekarang dalam perjalanan menuju Biro Kesra Jatim, membawa harapan dan doa kami agar semua usaha ini berbuah manis.

Setiap langkah dalam perjalanan ini, dari menyiapkan kelengkapan data, menghadapi revisi, hingga memastikan pengiriman dokumen tepat waktu, merupakan bukti nyata dari komitmen kami. Kami percaya bahwa dengan usaha yang gigih dan doa yang tulus, pembangunan gedung MWCNU Margomulyo akan segera terwujud.

Tanggal 25 Juli 2024 menjadi momen penting lainnya dalam perjuangan ini. Saya menghadiri undangan untuk menandatangani NPHD (Nota Penerimaan Hibah Daerah) yang bertempat di Islamic Center Surabaya. Suasana gedung megah itu mengundang rasa kagum, namun di balik itu ada kekhawatiran yang menyelimuti pikiran saya.

Dalam proses penandatanganan tersebut, tiba-tiba tim dari Biro Kesra Pemprov Jatim mempertanyakan legalitas tanah MWCNU Margomulyo. Ternyata, sertifikat tanah tersebut masih atas nama penjual, Bapak Iswahyudi, dan dokumen penyertaannya hanya berupa surat pernyataan tulisan tangan dari Pak Wahyudi yang disaksikan oleh perangkat desa, mulai dari Kades, Sekdes, Kasun, Ketua RW, hingga para tokoh NU Margomulyo. Surat ini adalah satu-satunya dokumen yang saya temukan dari pengurus pendahulu saya.


Rasa kalut mulai menjalar, namun dalam kekalutan itu, Allah memberi ilham kepada saya untuk menghubungi salah satu teman, Kades yang juga menjabat sebagai Ketua LAZISNU MWCNU Margomulyo. Saya menceritakan semua permasalahan yang berkaitan dengan legalitas tanah MWCNU Margomulyo.

Tak berselang lama, teman saya memberikan solusi yang sangat membantu. Dia menyarankan untuk meminta surat keterangan dari Kades Margomulyo sebagai salah satu bukti legalitas tanah yang dimiliki MWCNU Margomulyo. Dengan segera, saya mengikuti sarannya dan dalam waktu singkat, saya mendapatkan kiriman file PDF berupa surat keterangan tentang tanah MWCNU Margomulyo.


Dengan penuh harap, saya mengirimkan file tersebut kepada salah seorang koordinator program ini untuk diteruskan ke tim verifikator Biro Kesra Pemprov Jatim. Proses ini memang penuh dengan dinamika dan tantangan, namun semangat khidmah yang tersisa dalam diri saya selalu mendorong untuk terus berusaha.

Kini, tinggal doa dan pengharapan kepada Allah SWT yang menjadi penopang utama. Saya berharap segala ikhtiar dan perjuangan ini dikabulkan, persyaratan yang diajukan diterima, dan pembangunan Auditorium gedung MWCNU Margomulyo dapat segera terealisasi dengan lancar, selamat, dan memberikan manfaat serta berkah untuk umat.

Kisah perjuangan ini memang penuh dengan warna dan pelajaran. Pada setiap langkah, ada tantangan yang harus dihadapi dengan keteguhan hati. Setelah mengirimkan surat keterangan tanah kepada koordinator program dan tim verifikator Biro Kesra Pemprov Jatim, kami hanya bisa berharap dan berdoa agar semua berjalan sesuai rencana.

Waktu berjalan dengan penuh harap. Setiap hari dipenuhi dengan doa dan keikhlasan, memohon kepada Allah SWT agar semua ikhtiar ini membuahkan hasil yang diharapkan. Harapan demi harapan kami gantungkan kepada-Nya, agar pembangunan gedung MWCNU Margomulyo segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.


Proses ini mengajarkan banyak hal tentang kesabaran, kerja keras, dan pentingnya kolaborasi. Setiap hambatan yang muncul bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju tujuan yang lebih besar. Kami percaya bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah ujian untuk menguatkan tekad dan memperkokoh niat kami.


Terima kasih, Loor, telah mengikuti setiap langkah dalam perjuangan ini. Semoga kisah ini menginspirasi dan menguatkan kita semua untuk terus berjuang demi kebaikan bersama. Dengan izin Allah, apa yang kita cita-citakan akan terwujud dan membawa manfaat yang besar bagi umat. Mari kita teruskan semangat khidmah ini, karena bersama-sama kita pasti bisa mencapai tujuan yang kita impikan. Semoga Allah meridhai setiap langkah kita.

Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Refleksi dan Evaluasi Pergerakan di Tengah Cahaya Keberkahan Muharom


Margomulyo, 17 Juli 2024 - Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo kembali diselenggarakan dengan penuh khidmat pada malam Kamis Legi, tepatnya Rabu 17 Juli 2024/11 Muharram 1446 H. Bertempat di Aula MWCNU Margomulyo, acara yang berlangsung dari pukul 20.30 hingga 23.00 ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting NU serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Sholawat Bilqiyam yang meresap ke dalam hati para hadirin. Ustadz Syaifuddin, ketua PAC Rijalul Ansor Margomulyo, dengan suara yang tenang dan penuh keikhlasan, membacakan Sholawat tersebut yang di ikuti para hadirin, menciptakan suasana yang penuh dengan keberkahan. Selanjutnya, acara diteruskan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Jumari Wakil Ketua MWCNU Margomulyo, di mana para hadirin bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para leluhur dan pahlawan.


Setelah Tahlil, hadirin disuguhkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani oleh Kiyai Lasdi. Kisah-kisah penuh hikmah yang terkandung dalam manakib ini memberikan pelajaran dan inspirasi bagi setiap yang hadir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Acara dilanjutkan dengan Khutbah Iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo. Dalam khutbahnya, Kiyai Rosidi memberikan apresiasi positif atas terlaksananya acara pada malam ini. Beliau menekankan pentingnya kegiatan Lailatul Ijtima' sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga NU Margomulyo.


Puncak acara ditandai dengan sesi Muhasabah Pergerakan dan Paparan Progres MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam muhasabahnya, Kiyai Badrun memaparkan sejarah berdirinya MWCNU Margomulyo pada tahun 1993, yang merupakan awal periodik pertama setelah Margomulyo resmi menjadi kecamatan, sebelumnya bagian dari Kecamatan Ngraho. Beliau mengulas perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh MWCNU Margomulyo dari masa ke masa, serta capaian-capaian yang telah diraih selama ini.

Dengan gaya bicara yang lugas dan penuh semangat, Kiyai Badrun menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi dalam setiap langkah pergerakan NU. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial di Margomulyo, demi kemaslahatan umat dan masyarakat.


Acara yang dipandu oleh MC Ustadz Syaifuddin ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan dalam setiap langkah pergerakan NU di Margomulyo. Malam yang penuh makna ini menjadi momentum penting bagi warga NU Margomulyo untuk terus bergerak maju dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan.



Muhasabah Pergerakan: Perjalanan Kepengurusan MWCNU Margomulyo


Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sesi muhasabahnya, memaparkan sejarah perjalanan kepengurusan MWCNU Margomulyo sejak pertama kali didirikan. Beliau mengulas setiap periodik dengan mendalam, menyoroti suka duka yang dialami dalam mengembangkan organisasi ini.


Periode 1993-1998

Pada periode pertama ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Sho'im sebagai Ketua dan Bapak Atin sebagai Sekretaris. Belum ada posisi Ro'is Syuriyah pada masa ini. Pada masa awal ini, NU masih dipandang sebagai sebuah formalitas yang marjinal di mata masyarakat. Namun, para pengurus terus berjuang untuk memperkenalkan dan menguatkan peran NU di tengah masyarakat Margomulyo.


Periode 1998-2003

Kepemimpinan berlanjut dengan Kiyai Sho'im sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Periode ini ditandai dengan upaya keras untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan keagamaan di berbagai lapisan masyarakat. Perjuangan demi perjuangan mulai membuahkan hasil, walaupun tantangan tetap ada.


Periode 2003-2008

Pada periode ini, Kiyai Sho'im masih menjabat sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Konsolidasi internal terus dilakukan untuk memperkuat fondasi organisasi. Kegiatan-kegiatan keagamaan semakin beragam dan menarik minat lebih banyak masyarakat.


Periode 2008-2013

Kepemimpinan MWCNU Margomulyo beralih ke Kiyai Mahtum Tamsir sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Pada periode ini, MWCNU Margomulyo mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari masyarakat. Upaya dakwah dan kegiatan sosial semakin intensif dilakukan.


Periode 2013-2018

Kiyai Mahtum Tamsir kembali menjabat sebagai Ro'is, dengan Bapak Miran masih menjabat sebagai Ketua. Dalam periode ini, MWCNU Margomulyo semakin solid dan banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berbagai program keagamaan dan sosial semakin terstruktur dan terencana dengan baik.


Periode 2018-2023

Pada periode ini, Bapak Miran menjabat sebagai Ro'is dan Kiyai Rosyidi sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo semakin berkembang dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan NU mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, menunjukkan bahwa NU telah berhasil menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Margomulyo.


Periode 2023-2028

Saat ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Rosyidi sebagai Ro'is dan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial. Kiyai Badrun mengungkapkan harapannya agar MWCNU Margomulyo semakin bermartabat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.


Dalam setiap periodik, Kiyai Badrun memaparkan berbagai suka duka yang dialami. Dari masa awal yang penuh tantangan hingga kini di mana NU telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Margomulyo. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil dengan NU yang tidak lagi dipandang sebagai sebuah formalitas marjinal, melainkan telah menjadi lifestyle yang bermartabat.


Kiyai Badrun menutup muhasabahnya dengan pesan inspiratif kepada seluruh hadirin untuk terus menjaga semangat dan komitmen dalam berkhidmat di jalan Allah SWT. Beliau berharap agar MWCNU Margomulyo terus menjadi mercusuar bagi pergerakan NU di wilayah ini, memberikan cahaya dan manfaat bagi seluruh umat.


Paparan Progres MWCNU Margomulyo: Rekonstruksi KOIN NU


Dalam sesi berikutnya, Kiyai Badrun memaparkan capaian MWCNU Margomulyo terkait rekonstruksi KOIN NU, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial organisasi melalui kontribusi warga NU. Beliau menyampaikan dengan bangga bahwa empat ranting NU telah berhasil direkonstruksi dan menunjukkan hasil yang memuaskan, sementara dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi.


Ranting NU Ngelo

Capaian kontribusi dari ranting NU Ngelo mencapai Rp 3.463.100. Angka ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik dari warga ranting Ngelo dalam mendukung program KOIN NU. Kontribusi ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


Ranting NU Geneng

Ranting NU Geneng juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan capaian Rp 2.069.800. Partisipasi aktif dari warga ranting Geneng menjadi salah satu pilar kekuatan dalam rekonstruksi KOIN NU di Margomulyo.


Ranting NU Sumberjo

Ranting NU Sumberjo menyusul dengan kontribusi sebesar Rp 1.996.260. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kesadaran dan komitmen warga Sumberjo terhadap pentingnya kemandirian finansial organisasi.


Ranting NU Kalangan

Meskipun dengan capaian yang lebih kecil, yakni Rp 750.000, ranting NU Kalangan tetap menunjukkan semangat dan kontribusi yang patut diapresiasi. Setiap kontribusi, sekecil apapun, sangat berarti bagi keberlanjutan program-program NU.


Kiyai Badrun menambahkan bahwa rekonstruksi KOIN NU di empat ranting ini telah membuahkan hasil yang nyata dan memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat. Sementara itu, dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi, dan diharapkan akan segera menyusul untuk mencapai tujuan yang sama.


Dengan berbagai capaian dan kontribusi yang telah dicapai, Kiyai Badrun mengajak seluruh hadirin untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo. Semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi adalah kunci keberhasilan dalam membangun dan memperkuat pergerakan NU di tingkat lokal.


Acara ini ditutup dengan doa bersama, semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo selalu diberkahi oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi umat dan masyarakat Margomulyo secara luas.


Kontributor: Andray/Agus
Editor: Tim CyberMWCNU

"Mengobarkan Spirit Muharrom: Pengajian Rutin MATA AIR Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba"

 

Pluntu, Sumberjo - Pengajian rutin di Majelis Taklim At-Thohir (MATA AIR) Pluntu Sumberjo kembali diadakan pada Rabu malam, 17 Juli 2024. Kegiatan yang digelar setiap malam Kamis Legi ini berlangsung khidmat di Masjid At-Thohir, Pluntu, dengan dihadiri oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan.


Acara dimulai dengan pembacaan Tahlil dan Sholawat yang dipimpin oleh Abdul Ghofur, Kasatkoryon Banser Margomulyo. Suasana malam itu menjadi begitu syahdu dengan lantunan doa dan sholawat yang menggema di seluruh ruangan masjid. Kehadiran Abdul Ghofur tidak hanya memberikan suasana religius, tetapi juga menunjukkan sinergi antara Banser dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.


Setelah pembacaan Tahlil dan Sholawat, acara dilanjutkan dengan tausiyah atau mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI dan sekaligus Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengangkat tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan." Tema ini dianggap sangat relevan mengingat meningkatnya kasus judi online dan penyalahgunaan narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat.


Kiyai Badrun menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Muharram sebagai awal tahun Hijriyah untuk memperbaharui tekad dalam menjaga moral dan tatanan kehidupan yang lebih baik. Beliau mengajak jamaah untuk bersama-sama memerangi bahaya judi online dan narkoba yang dapat merusak generasi muda dan stabilitas keluarga. “Spirit Muharram adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperkuat komitmen kita dalam menjaga moralitas dan akhlak,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.


Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun juga menyampaikan berbagai kisah inspiratif dari zaman Rasulullah SAW dan para sahabat yang dapat dijadikan teladan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Beliau berharap jamaah dapat mengambil hikmah dan semangat dari kisah-kisah tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Kiyai Darmaji yang penuh haru. Beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi segala ujian kehidupan, serta dijauhkan dari segala bentuk maksiat termasuk judi dan narkoba.


Pengajian rutin di Majelis Taklim At-Thohir ini menjadi bukti nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan kuat masyarakat Pluntu Sumberjo dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlangsung dengan dukungan semua pihak demi terwujudnya masyarakat yang religius dan harmonis.


Pengajian ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga Pluntu Sumberjo, di mana mereka bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang kehidupan sehari-hari. Seusai acara, banyak jamaah yang terlihat berbincang-bincang dengan hangat di halaman masjid, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.


Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Abdul Ghofur dan Kiyai Badrun Sulaiman menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari para ulama dan tokoh masyarakat dalam menjaga dan membimbing umat menuju jalan yang benar. Abdul Ghofur, sebagai Kasatkoryon Banser Margomulyo, tidak hanya berperan dalam aspek keamanan tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan, memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.


Kiyai Badrun Sulaiman menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati dan memberikan pencerahan bagi para jamaah. Beliau selalu mampu mengaitkan ajaran agama dengan permasalahan kontemporer yang dihadapi masyarakat, menjadikan tausiyahnya relevan dan aplikatif.


Penutupan dengan doa oleh Kiyai Darmaji menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu. Doa yang beliau panjatkan bukan hanya sebagai penutup acara, tetapi juga sebagai harapan dan permohonan bersama agar seluruh jamaah dan masyarakat luas selalu dalam lindungan dan berkah Allah SWT. Kiyai Darmaji, dengan kebijaksanaannya, selalu mampu membawa suasana khusyuk dan haru dalam setiap doa yang beliau pimpin.


Kegiatan pengajian di Majelis Taklim At-Thohir ini tidak hanya sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam membangun ketahanan moral masyarakat. Dengan tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan," jamaah diharapkan mampu mengambil langkah konkret dalam menghadapi tantangan zaman modern.


Semoga kegiatan pengajian ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut serta, sehingga tujuan mulia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan lebih religius dapat terwujud. Dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Majelis Taklim At-Thohir Pluntu Sumberjo akan terus menjadi pilar penting dalam pembinaan keagamaan dan moralitas masyarakat setempat.


Kontributor: San
Editot: Tim CyberMWCNU

"Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Kebersamaan dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan Masyarakat"

Meduri, 14 Juli 2024 – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Nurul Hidayah, Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, saat digelarnya kegiatan Lailatul Ijtima' oleh NU Ranting Meduri pada Minggu malam. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU Ranting Meduri, seluruh badan otonom seperti Ansor, Pagar Nusa, Muslimat NU, dan Fatayat NU, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.


Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Samsul Hadi, membawa nuansa syahdu dan penuh keikhlasan dalam doa bersama. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Takmir Musholla, Bapak Lasi, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah.

Selanjutnya, Ketua Ranting NU Meduri, Bapak Eko Sunarno, dalam sambutannya mengapresiasi terlaksananya acara ini. "Lailatul Ijtima' ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan kita dalam menjalankan syiar Islam di Desa Meduri. Semoga acara ini menjadi berkah dan membawa manfaat bagi kita semua," ujarnya.


Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengucapkan terima kasih kepada NU Ranting Meduri atas kontribusinya dalam gerakan dakwah Islam di Meduri. Ia juga mengajak warga NU untuk bersama-sama menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya judi online dan narkoba, serta menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat di tahun politik ini.


Kegiatan Lailatul Ijtima' ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat persatuan dan memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan ini, diharapkan NU Ranting Meduri dapat terus menjadi garda terdepan dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan sejahtera.


Malam itu, Musholla Nurul Hidayah seolah menjadi pusat kegiatan spiritual yang penuh dengan semangat keagamaan dan kebersamaan. Para jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan NU saja, tetapi juga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.


Dalam sambutannya, Kiyai Badrun Sulaiman menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga moral dan akhlak anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif, seperti judi online dan narkoba yang semakin marak. "Keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga generasi muda kita. Kita harus selalu waspada dan memberikan pemahaman yang benar tentang bahaya dari perbuatan yang merusak tersebut," tegasnya.


Selain itu, ia juga mengingatkan warga NU untuk tetap bersatu dan menjaga kerukunan di tahun politik ini. "Perbedaan pilihan politik jangan sampai memecah belah persaudaraan kita. Mari kita jaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat dengan terus mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi," ujarnya.


Usai penyampaian mauidzoh hasanah, acara dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kiyai Rohmat Tini. Doa yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk ini menutup rangkaian acara Lailatul Ijtima' dengan harapan agar seluruh warga Desa Meduri selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya.


Acara Lailatul Ijtima' ini tidak hanya berhasil mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga moral dan akhlak, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat.


Dengan suksesnya acara ini, NU Ranting Meduri kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menggerakkan kegiatan keagamaan dan sosial di Desa Meduri. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat menjadi modal berharga dalam membangun desa yang lebih baik, berakhlak, dan sejahtera.



Tim CyerMWCNU

"Semarak Naharul Ijtima' NU Ranting Geneng: Tausiyah KH. Abdul Jalal Menginspirasi Jamaah"



Geneng, Ahad Pahing 14 Juli 2024 – Kegiatan Naharul Ijtima' yang diselenggarakan oleh NU Ranting Geneng berlangsung meriah di Masjid Al-Ihsan Payung, Desa Geneng. Acara yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU Ranting Geneng, Muslimat, Fatayat, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

TURBA PAC Muslimat & Fatayat Margomulyo di Desa Ngelo: Merajut Kebersamaan di Kawasan Bendungan Karangnongko


Ngelo- Rabu 10 Juli 2024, Desa Ngelo menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan TURBA rutin triwulan yang diselenggarakan oleh PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo. Acara ini bertempat di Kawalan Bendungan Karangnongko dan diikuti oleh seluruh jajaran PAC Muslimat & Fatayat NU serta enam ranting se-Anak Cabang Margomulyo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh FORPIMCAM Margomulyo, Pengurus MWCNU Margomulyo, FORPIMDES Ngelo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta segenap warga Desa Ngelo.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Ngelo, Bapak Tri Maryono, yang juga merupakan Ketua MWC LAZISNU Margomulyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas upaya semua pihak, terutama jajaran PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo yang telah memilih Desa Ngelo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Bapak Tri Maryono juga memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi, meskipun pihak Pemerintah Desa Ngelo telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan acara tersebut.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan dari FORPIMCAM Margomulyo, Bapak Riadi, yang menyampaikan pesan-pesan penting dari Camat Margomulyo. Dilanjutkan dengan sambutan dari MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman. Dalam sambutannya, Kiyai Badrun menekankan pentingnya menjaga harmoni dan kerukunan umat, khususnya di Kecamatan Margomulyo, terutama menjelang tahun politik yang rentan akan perpecahan.

Sahabati Rutin Winarsih yang akrab di Panggil Mbak Win, Wakil dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Bojonegoro, juga turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga NU Margomulyo, khususnya PAC Muslimat & Fatayat NU, serta ucapan terima kasih kepada Bapak Tri Maryono yang telah memfasilitasi dan memberikan ruang bagi pergerakan dakwah NU di Desa Ngelo.

Selain sambutan-sambutan, acara ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu dari enam ranting NU se-Anak Cabang Margomulyo. Santunan ini disambut dengan suka cita oleh para penerima dan diharapkan dapat meringankan beban mereka.

Puncak acara adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Hasyim Rosyidi dari Bojonegoro. Dalam tausiyahnya, KH. Hasyim menyampaikan berbagai hal, terutama mengenai keutamaan bulan Muharram. Dengan kepiawaiannya, beliau mampu menyampaikan tausiyah yang mendalam dan menyentuh, sehingga para audiens merasa nyaman dan ridho mendengarkannya. Tidak terasa, tausiyah berlangsung hampir dua setengah jam, namun para hadirin tetap antusias dan khidmat mengikuti setiap kata yang disampaikan.

Kegiatan TURBA rutin triwulan PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo di Desa Ngelo berjalan dengan lancar dan penuh makna. Acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar anggota dan masyarakat, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan dakwah serta menjaga kerukunan umat.

Acara TURBA rutin triwulan di Desa Ngelo ini juga menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan organisasi. Kehadiran berbagai tokoh penting dari tingkat kecamatan hingga desa menunjukkan betapa kuatnya dukungan terhadap kegiatan ini.


FORPIMCAM Margomulyo, yang diwakili oleh Bapak Riadi, menyampaikan pesan dari Camat Margomulyo, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Pesan ini sangat relevan mengingat tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga persatuan di tahun politik.

Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sambutannya, juga menyoroti hal yang sama. Beliau menegaskan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat. Dengan situasi politik yang kian memanas, upaya untuk menjaga harmoni dan persatuan menjadi semakin krusial.


Sahabati Rutin Winarsih dari PC Fatayat NU Bojonegoro menambahkan apresiasi terhadap inisiatif dan dedikasi warga NU Margomulyo, khususnya PAC Muslimat & Fatayat NU, dalam menggerakkan kegiatan dakwah dan sosial. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Bapak Tri Maryono yang telah menyediakan fasilitas dan mendukung penuh acara ini. Dukungan dari pemimpin lokal seperti beliau sangat penting untuk keberhasilan program-program keagamaan dan sosial di tingkat komunitas.

Momentum pemberian santunan kepada anak yatim piatu juga menjadi salah satu highlight acara. Anak-anak yatim piatu dari enam ranting NU se-Anak Cabang Margomulyo menerima santunan dengan penuh kebahagiaan. Ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga implementasi nyata dari ajaran Islam tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.

Ketika KH. Hasyim Rosyidi mengambil alih panggung untuk menyampaikan Mauidzoh Hasanah, suasana menjadi semakin khidmat. KH. Hasyim dikenal dengan cara penyampaian yang santun namun penuh makna. Beliau mengupas keutamaan bulan Muharram dengan begitu mendalam, memberikan inspirasi dan motivasi kepada para hadirin untuk semakin meningkatkan ibadah dan kebaikan di bulan yang mulia ini. Penyampaian beliau yang begitu piawai membuat waktu berjalan tanpa terasa, hingga lebih dari dua jam hadirin larut dalam hikmah yang beliau sampaikan.


Kegiatan TURBA ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum penting bagi PAC Muslimat & Fatayat NU Margomulyo untuk terus memperkuat peran dan kontribusinya di masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Acara di Desa Ngelo ini juga menjadi cerminan dari betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program-program keagamaan dan sosial. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan NU, khususnya Muslimat & Fatayat, dapat terus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang harmonis, beradab, dan berkeadilan.


Tim CyberMWCNU


Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo: Membangun Suasana Religius dan Menangkal Bahaya Judi Online

 

Ngelo, 29 Juni 2024 - Kegiatan Naharul Ijtima' yang digagas oleh NU Ranting Ngelo sukses digelar di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo. Acara yang dimulai pukul 09.30 ini berlangsung khidmat dan penuh semangat hingga selesai. Naharul Ijtima' kali ini dihadiri oleh seluruh struktural NU Ranting Ngelo, badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan LAZISNU, serta Kepala Desa Ngelo beserta semua perangkat desa.

Acara dibuka dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an yang merdu. Selanjutnya, hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Waton, dan diiringi dengan sholawat Mahalul Qiyam, menambah suasana semakin sakral dan mengharukan.

Kiyai Paniran, Rois Syuriyah NU Ngelo, kemudian memimpin tahlil dan menyampaikan khutbah iftitah yang penuh makna. Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya mempererat tali silaturahmi dan menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Ngelo, Bapak Tri Maryono. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi seluruh warga NU Ngelo atas peran aktif mereka dalam menciptakan suasana religius di desa Ngelo. "Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh warga NU Ngelo yang terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Hal ini sangat membantu dalam menjaga harmoni dan kedamaian di desa kita," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU sekaligus Ketua MUI Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengupas tuntas bahaya dan dampak negatif judi online terhadap kehidupan rumah tangga dan merosotnya mental remaja masa kini. "Judi online bukan hanya menghancurkan perekonomian keluarga, tetapi juga merusak moral dan mental generasi muda kita. Oleh karena itu, kita semua harus bersatu padu untuk memeranginya," tegas Kiyai Badrun.

Kegiatan Naharul Ijtima' ini diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada seluruh warga Desa Ngelo.

Melalui kegiatan ini, NU Ranting Ngelo berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi, memperkuat keimanan, dan bersama-sama menghadapi tantangan sosial yang ada. Dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih religius dan harmonis.


Kegiatan Naharul Ijtima' tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai sarana untuk menggerakkan kesadaran sosial di kalangan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Kiyai Badrun Sulaiman juga mengajak semua pihak untuk aktif dalam upaya preventif dan rehabilitatif terkait masalah judi online. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting dalam memberikan pemahaman dan dukungan bagi mereka yang terjerat dalam praktik judi online.

"Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya mengutuk atau mengkritik. Edukasi yang tepat dan dukungan moral akan sangat membantu mereka yang terjerat untuk kembali ke jalan yang benar," tambah Kiyai Badrun.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif teknologi. Orang tua diharapkan dapat lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gadget dan internet oleh anak-anak, serta memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Naharul Ijtima' kali ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kebersamaan dan semangat untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi contoh dalam mengadakan acara keagamaan dan sosial yang bermanfaat.

Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, NU Ranting Ngelo optimis dapat terus berkontribusi dalam menciptakan desa yang lebih religius, harmonis, dan bebas dari pengaruh negatif seperti judi online. Semoga acara ini membawa berkah dan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan positif di Desa Ngelo.


Tim CyberMWCNU

Pengajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo: Kajian Kitab Ar-Ruh dan Kehidupan Alam Barzah

 


Margomulyo, 27 Juni 2024 – Aula MWCNU Margomulyo tampak semarak pada Kamis pagi ini, dihadiri oleh kehadiran para anggota PAC Muslimat NU serta para perwakilan dari seluruh pengurus Muslimat NU se-Ancab Margomulyo. Pengajian rutin yang digelar setiap Kamis Kliwon ini dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB, disertai lantunan sholawat nabi yang merdu oleh jamaah Muslimat NU.


Acara dimulai dengan penuh khidmat, diawali dengan bacaan sholawat nabi yang menggema di seluruh aula. Lantunan sholawat tersebut menghadirkan suasana yang syahdu dan penuh dengan keberkahan, mempersiapkan hati dan pikiran para peserta untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya dengan penuh kesungguhan.


Usai pembacaan sholawat, acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Ibu Maslahah, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo. Dalam Sambutannya, Ibu Maslahah mengapresiasi kehadiran para anggota dan menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara rutinan Kamis Kliwon ini. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan keimanan kita bersama,” ujar Ibu Maslahah dengan penuh semangat.


Acara puncak pada pengajian kali ini adalah kajian rutin Kitab Ar-Ruh karya Ibnul Qoyim Al-Jauziy, yang disampaikan oleh Kiai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam kajian tersebut, Kiai Badrun mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan pasca-kehidupan dunia, khususnya mengenai kehidupan di Alam Barzah. Penjelasan yang disampaikan oleh Kiai Badrun sangat mendalam dan menyentuh, membahas secara detail tentang alam Barzah, tempat kita semua akan singgah setelah meninggalkan dunia ini sebelum menuju alam akhirat.


“Alam Barzah adalah tempat penantian bagi setiap jiwa sebelum hari kebangkitan. Dalam masa ini, setiap amal perbuatan kita di dunia akan mulai diperhitungkan,” jelas Kiai Badrun. Beliau juga mendesak pentingnya mempersiapkan diri dengan amal shalih dan taqwa, karena kehidupan di dunia hanyalah sementara dan merupakan ladang untuk menuai hasil di akhirat kelak.


Para peserta tampak sangat tertarik dan serius dalam mendalami materi yang disampaikan, menunjukkan betapa pentingnya kajian ini bagi mereka dalam meningkatkan pemahaman tentang agama dan kehidupan setelah mati.


Tak hanya dari segi materi, kehadiran segenap jajaran PAC Muslimat NU dan seluruh Ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo menambah kemeriahan dan kekhidmatan acara. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Muslimat NU Margomulyo terus berkomitmen dalam menggalakkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi umat, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial.


Acara pengajian rutin ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Badrun Sulaiman, memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT untuk seluruh anggota Muslimat NU dan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Seluruh peserta tampak bersemangat dan berharap kegiatan seperti ini terus dapat diselenggarakan secara rutin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan dan keilmuan mereka.


Dengan berakhirnya acara pada siang hari itu, para peserta pulang dengan hati yang penuh dengan ilmu dan semangat baru. Pengajian rutin PAC Muslimat NU Margomulyo kembali membuktikan diri sebagai wadah yang efektif untuk memperdalam ilmu agama dan mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan anggotanya.



Tim CyberMWCNU

Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan: Kebersamaan dan Pembinaan di Era Digital



Kalangan, 26 Juni 2024 – Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan menggelar kegiatan rutin yang penuh makna pada Rabu, 26 Juni 2024, bertempat di kediaman Bapak Suyut di Desa Kalangan. Acara tersebut dihadiri oleh segenap warga NU, takmir masjid, badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, serta tokoh agama setempat.

Dampak Negatif Judi Online terhadap Moral dan Etika Remaja Saat Ini

Pendahuluan

Perjudian online semakin populer di kalangan remaja dewasa ini karena mudah diakses melalui perangkat pintar dan promosi agresif. Namun, aktivitas ini tidak hanya berdampak finansial tetapi juga menyentuh aspek moral dan etika remaja. Artikel ini akan mengulas dampak buruk judi online terhadap moral dan etika remaja serta implikasinya untuk masa depan.

Pengenalan Judi Online

Judi online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital remaja, memungkinkan mereka terlibat dalam taruhan olahraga dan permainan kasino dengan mudah. Namun, di balik kesenangannya, judi online menimbulkan risiko serius terhadap perkembangan moral dan etika remaja.

Dampak Terhadap Moral Remaja

  1. Kecanduan dan Kehilangan Nilai Moral: Remaja yang kecanduan judi online sering kali mengalami penurunan nilai moral karena terlalu terfokus pada aktivitas ini.

  2. Praktik Penipuan dan Kecurangan: Lingkungan judi online penuh dengan kecurangan dan penipuan yang dapat merusak integritas remaja yang terlibat.

  3. Pembenaran Terhadap Perilaku Buruk: Aktivitas judi online dapat membuat remaja merasa tindakan tidak etisnya wajar, mengurangi rasa bersalah terhadap perilaku tersebut.

Dampak Terhadap Etika Remaja

  1. Persepsi Normatif dan Sosial: Aktivitas judi online dapat mengubah pandangan remaja terhadap norma sosial, membuat mereka menganggap berjudi adalah hal yang biasa.

  2. Keterampilan Sosial dan Tanggung Jawab: Remaja yang terlalu terlibat dalam judi online mungkin mengalami penurunan dalam pengembangan keterampilan sosial dan tanggung jawab individu.

  3. Stabilitas Emosional: Berjudi online dapat memperburuk stabilitas emosional remaja, menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi.

Implikasi Jangka Panjang

  1. Generasi Rentan: Jika tren ini berlanjut, masyarakat akan menghadapi generasi remaja yang rentan terhadap kecanduan dan kurangnya integritas moral, berpotensi merusak masa depan sosial dan ekonomi negara.

  2. Pentingnya Pendidikan dan Kesadaran: Pendidikan tentang bahaya judi online harus ditingkatkan di sekolah dan keluarga untuk memberi remaja pemahaman yang kuat tentang risiko yang terlibat.

  3. Peran Orang Tua: Orang tua dan keluarga memiliki peran krusial dalam mencegah remaja terjerumus dalam judi online dengan memberikan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan internet mereka.

Kesimpulan

Judi online memberikan dampak yang signifikan terhadap moral dan etika remaja saat ini. Untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif ini, pendidikan, kesadaran, dan peran aktif dari semua pihak terkait sangatlah penting. Hanya dengan upaya bersama, kita dapat memastikan remaja tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan beretika dalam menghadapi tantangan modern seperti judi online.



Penulis adalah aktifis NU
dan Ketua MWCNU Margomulyo