Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

"Jejak Langkah Menuju Terwujudnya Impian: Kisah Perjuangan Pembangunan Auditorium MWCNU Margomulyo Part II"

Setelah beberapa hari berlalu, tepatnya pada tanggal 21 Juli 2024, kabar yang dinanti akhirnya tiba—meskipun tidak sepenuhnya sesuai harapan. Pesan itu datang dari Mas Nasir, salah seorang Koordinator Lapangan yang selalu setia mendampingi perjalanan kami. Melalui pesan WhatsApp, beliau menyampaikan kabar bahwa proposal pengajuan kami membutuhkan beberapa revisi yang harus segera ditindaklanjuti dan dibenahi.


Dalam pesan tersebut, tertera beberapa hal yang perlu kami lengkapi dan perbaiki. Di antaranya, kami harus melengkapi salinan legalitas tanah atau wakaf serta dokumen domisili asli yang harus ditandatangani dengan stempel basah. Selain itu, ada kekurangan lain, yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang masih dalam proses koreksi oleh tenaga ahli, dan revisi nama pada rekening Bank Jatim yang harus diubah menjadi "MWC NU MARGOMULYO," dengan menghapus kata "BOJONEGORO."


Di antara semua revisi yang harus dilakukan, ada satu hal yang membuat hatiku merasa sedikit tergelitik—revisi nama rekening. Awalnya, saya membuat nama rekening atas nama "MWCNU MARGOMULYO BOJONEGORO" dengan keyakinan bahwa nomor rekeninglah yang menjadi fokus utama dalam setiap transaksi, bukan alamat atau nama yang tertera. Namun, aturan administrasi ternyata memiliki sakralitas tersendiri, di mana setiap data harus benar-benar sesuai dan saling berkaitan dengan dokumen-dokumen lainnya. Meski sedikit terbahak-bahak dalam hati, saya menyadari bahwa proses ini adalah bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani.


Setelah mencoba berkomunikasi dengan pihak bank namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, tanggal 22 Juli 2024 saya memutuskan untuk langsung datang ke Bank Jatim Cabang Ngawi untuk mendapatkan penjelasan terkait persyaratan perubahan nama rekening. Dengan niat yang bulat, saya menuju bank dan meminta penjelasan mengenai prosedur penghapusan satu kata dalam nama rekening tersebut.


Usai mendapatkan penjelasan, saya langsung kembali ke kantor MWCNU Margomulyo dengan semangat yang baru. Saya segera melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan dan, tepat pukul 13.50, saya dan Pak Sigit kembali meluncur ke Bank Jatim Cabang Ngawi. Perjalanan kami penuh dengan harapan, tetapi ketika kami tiba di depan pintu masuk bank tepat pada pukul 14.15, kami disambut oleh senyum manis Pak Satpam yang, dengan nada lembut, mengatakan, "Maaf bapak, pelayanan bank sudah tutup."


Mendengar itu, spontan kami berdua—saya dan Pak Sigit—tertawa dalam mobil, sambil memutar setir untuk kembali pulang. Momen itu mengajarkan kami bahwa dalam setiap perjuangan, tidak semua berjalan sesuai rencana, namun setiap langkah—baik yang berhasil maupun yang harus ditunda—adalah bagian dari proses panjang yang akan membawa kami lebih dekat kepada tujuan akhir.



Hari berikutnya, Selasa, 23 Juli 2024, kami kembali menuju Bank Jatim Cabang Ngawi. Sekitar pukul 09.00, kami tiba di sana, disambut dengan senyum ramah oleh Pak Satpam yang sudah mengenali kami dari kunjungan sebelumnya. Dengan penuh keramahan, beliau langsung mengantar kami ke bagian pelayanan. Ada perasaan lega yang mengalir di hati saat kami duduk menunggu proses pembuatan rekening baru dengan nama yang telah disesuaikan, "MWCNU MARGOMULYO."


Prosesnya berjalan lancar, hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Saat rekening baru itu diserahkan kepada kami, ada rasa syukur yang tak terhingga. Rekening tersebut bukan sekadar sebuah akun bank, melainkan simbol dari perjuangan panjang kami, sebuah pintu yang siap menjemput takdir keberkahan untuk perjuangan NU Margomulyo. Dalam hati, kami berharap bahwa setiap rupiah yang nantinya mengalir melalui rekening ini akan membawa berkah dan manfaat bagi umat.


Setelah urusan di bank selesai, kami pun pulang. Perjalanan pulang itu terasa ringan, seolah beban yang selama ini menghimpit perlahan mulai terangkat. Sesampainya di KUA Margomulyo, kami berpisah dengan Pak Sigit. Karena masih jam kerja, saya memutuskan untuk tetap di kantor sebentar, menjalankan tugas-tugas rutin sambil menunggu waktu yang tepat untuk langkah berikutnya.


Pukul 14.00, saya meminta izin kepada Pak Naib untuk pergi ke biro jasa pengiriman paket dokumen. Dengan hati-hati, saya mempersiapkan semua berkas yang telah dilengkapi, memastikan tidak ada yang terlewat. Dokumen-dokumen tersebut saya kirimkan kepada Mas Wykan, petugas dari Biro Kesra Jatim, yang telah menjadi mitra kami dalam proses ini.


Setelah semua dokumen terkirim, ada harapan yang tumbuh di dalam hati. Semoga semua proses ini sudah beres, dan kami tinggal menunggu tahap pencairan yang akan menjadi titik awal dari realisasi mimpi besar kami. Perjalanan ini memang penuh dengan liku, namun setiap langkah yang kami ambil adalah bukti dari tekad dan dedikasi kami untuk mewujudkan sesuatu yang lebih besar dari diri kami sendiri, sesuatu yang akan memberikan manfaat bagi banyak orang. Kami percaya bahwa dengan sabar dan usaha yang terus-menerus, keberkahan itu akan datang pada saatnya.

Setelah mengirimkan semua berkas yang diperlukan, keesokan harinya, kabar baik pun datang. saya menerima informasi bahwa Tepatnya hari Kamis,Pada tanggal 25 Juli 2024  kami harus menghadiri penandatanganan kontrak NPHD (Nota Penerimaan Hibah Daerah) di Islamic Center Surabaya. Undangan ini adalah momentum penting, menandai bahwa perjalanan panjang kami telah memasuki babak baru.


Kami memutuskan untuk berangkat dini hari, tepatnya pukul 01.00, dari Margomulyo. Dalam satu mobil, kami berempat: saya, Pak Sigit, Pak Miran, dan Bu Maslahah. Pak Miran dan Bu Maslahah turut serta dalam perjalanan ini karena mereka juga memiliki acara yang sama, yakni penandatanganan NPHD untuk Lembaga RA mereka. Perjalanan itu terasa seperti sebuah misi penting, dan suasana hati kami penuh dengan harapan, meski udara malam terasa dingin menusuk.


Kami berhenti sejenak di sebuah SPBU di Kota Gresik untuk melaksanakan sholat Subuh. Di sana, kami merasakan keheningan pagi yang menenangkan, seolah memberikan kami kekuatan tambahan untuk melanjutkan perjalanan. Namun, tak disangka, perjalanan ini ternyata dipenuhi dengan berbagai drama kecil yang membuatnya semakin berkesan.


Drama pertama terjadi ketika kami tiba di pintu tol. Saat itu, Pak Sigit hendak menggesek kartu E-Tol, tetapi ternyata saldo di dalamnya sudah habis. Dalam keheningan malam, kami semua terdiam, mencoba mencari solusi. Tak ada tempat untuk mengisi ulang, dan waktu yang masih dini hari membuat situasi semakin sulit. Namun, di tengah kebingungan itu, Allah seakan mengirimkan malaikat-Nya dalam wujud seorang sopir truk. Pak Sigit, yang sedang mencari bantuan, bertemu dengan sopir itu—seorang yang tampak kelelahan dan baru saja kehilangan ponselnya saat tertidur. Dengan kebaikan hatinya, sopir tersebut membantu kami membuka pintu tol dengan kartu E-Tol miliknya. Alhamdulillah, satu rintangan telah kami lewati, dan perjalanan pun bisa dilanjutkan.


Namun, Surabaya masih menyimpan kejutan lain bagi kami. Saat mendekati Gedung Islamic Center, drama berikutnya dimulai. Google Maps, yang seharusnya menjadi penunjuk jalan kami, justru membawa kami berputar-putar di tengah hiruk pikuk pagi kota Surabaya. Kami mengikuti komandonya, tetapi entah kenapa, jalur yang diberikan seakan ingin menguji kesabaran kami. Setelah berputar beberapa kali, kami akhirnya berhenti di depan sebuah Alfamart, yang ternyata menyediakan layanan isi ulang E-Tol.


Di saat itulah, Pak Sigit dan saya saling berpandangan, dan kami bergumam dalam hati, mungkin ini adalah cara Sang Sutradara—Tuhan—untuk mengingatkan kami agar lebih bijak dalam mempersiapkan segala sesuatu, termasuk mengisi ulang token E-Tol. Saat kesadaran itu muncul, spontan kami berempat tertawa terbahak-bahak, menikmati betapa lucunya keadaan yang kami alami. Apa yang seharusnya menjadi sumber kekhawatiran justru menjadi momen kebersamaan yang hangat, menghilangkan kepenatan perjalanan.


Akhirnya, setelah segala lika-liku yang kami alami, kami tiba di Gedung Islamic Center Surabaya tepat pukul 06.00. Meski perjalanan ini dipenuhi dengan kejutan-kejutan tak terduga, semua itu terasa seperti bagian dari sebuah skenario besar yang telah diatur dengan sempurna. Kami datang dengan hati yang tenang, siap untuk menandatangani kontrak yang akan menjadi langkah awal dari terwujudnya mimpi besar kami di Margomulyo.




Kembali Ke Part I                                                                                                                  Lanjut Part III

"Jejak Langkah Menuju Terwujudnya Impian: Kisah Perjuangan Pembangunan Auditorium MWCNU Margomulyo Part I"


Setelah perjalanan panjang yang penuh dengan liku, lebih dari setahun berlalu sejak pertama kali harapan itu dipanjatkan, sebuah kabar bahagia akhirnya tiba di hadapanku, seperti embun pagi yang menyegarkan dedaunan yang layu. Kabar itu bagaikan sinar mentari yang menembus awan kelabu, menerangi hatiku yang telah lama menanti dalam kerinduan dan harapan. Sebuah kabar yang mengatakan bahwa pengajuan bantuan untuk pembangunan Auditorium MWCNU Margomulyo akan segera disurvei oleh Tim Biro Pemprov Jawa Timur.


Hatiku melonjak dalam kegembiraan, seakan beban berat yang telah lama dipikul mulai terangkat sedikit demi sedikit. Setiap detik penantian kini terasa berharga, seolah segala jerih payah dan doa yang dipanjatkan mulai menampakkan hasilnya. Pada tanggal 19 Juni 2024, sekitar pukul 10 pagi, saat matahari berada di puncak kejayaannya, Tim Survei tiba di kantor MWCNU Margomulyo, membawa serta secercah harapan yang semakin nyata.


Mereka datang dengan sikap profesional, memeriksa dengan teliti setiap dokumen pengajuan yang telah disiapkan dengan penuh kehati-hatian. Setiap lembar kertas, setiap detail yang tertulis, semua diperiksa dengan seksama. Mereka juga menelusuri setiap sudut lokasi di lantai atas, memastikan bahwa segala sesuatunya telah sesuai dengan yang diajukan.


Namun, di tengah suasana penuh harap itu, beberapa catatan muncul sebagai pengingat bahwa perjalanan ini belum sepenuhnya berakhir. Ada beberapa hal yang harus segera dilengkapi, seperti membuat rekening atas nama MWCNU Margomulyo di Bank Jatim, dan menyusun kembali Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain yang sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Semua itu harus segera ditindaklanjuti dan dikirimkan kepada Mas Aris dari Tim Biro Kesra Pemprov Jatim, sebuah tugas yang menuntut kesigapan dan keseriusan.


Meskipun ada beberapa hal yang masih harus disempurnakan, momen itu tetap menjadi saat yang istimewa. Sebelum Tim Survei melanjutkan perjalanan mereka ke Kecamatan Ngraho, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama, mengabadikan momen yang kelak akan menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan ini. Setelah ramah tamah yang penuh dengan kehangatan, kami saling berpamitan, dengan harapan bahwa langkah selanjutnya akan membawa kami lebih dekat kepada impian yang telah lama diperjuangkan.


Perjalanan ini masih panjang, namun setiap langkah yang diambil adalah bukti dari kekuatan tekad dan doa yang tak pernah putus. Kami percaya bahwa dengan kesungguhan dan ketulusan, Auditorium MWCNU Margomulyo akan berdiri tegak, menjadi saksi bisu dari perjuangan yang tak mengenal lelah.


Pada hari berikutnya, Kamis 20 Juni 2024, tepat pukul 10.00, saya bersama Pak Sigit, sang bendahara MWCNU yang telah setia mendampingi perjalanan ini, segera bergegas menuju kantor Bank Jatim Cabang Ngawi. Langit pagi itu cerah, seolah menyertai langkah kami yang dipenuhi dengan semangat dan harapan. Dalam hati, kami membawa misi penting—membuka rekening atas nama MWCNU Margomulyo, sebuah langkah krusial yang akan menjadi pondasi awal bagi realisasi pembangunan auditorium yang telah lama diidam-idamkan.


Sesampainya di Bank Jatim, kami disambut oleh suasana hangat dan ramah. Tak butuh waktu lama, Pak Satpam yang baik hati dengan sigap membantu kami melengkapi data-data yang diperlukan. Dengan senyum tulus dan penuh pengertian, beliau memandu kami melalui setiap tahapan proses pembuatan rekening, memastikan semuanya berjalan lancar tanpa hambatan. Waktu terasa berlalu begitu cepat, dan dalam sekejap, proses pembuatan rekening itu selesai, meninggalkan rasa lega di hati kami.


Namun, tugas kami belum selesai di situ. Setelah urusan di Bank Jatim rampung, kami langsung beralih ke langkah berikutnya—berkoordinasi dengan konsultan yang telah kami percaya. Kami berdiskusi panjang lebar mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain yang harus disusun sesuai dengan pengajuan. Setiap detail dibahas dengan seksama, memastikan bahwa semuanya sesuai dengan kebutuhan dan harapan yang telah kami susun sejak awal.

Selasa, 25 Juni 2024 - Melalui peran penting Pak Kades Tri Maryono, yang juga menjabat sebagai Ketua MWC LAZISNU Margomulyo, kami dipertemukan dengan seorang sosok yang telah banyak dikenal di wilayah ini—Mas Hafidz, seorang konsultan sekaligus kontraktor yang reputasinya telah teruji oleh waktu. Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam upaya kami untuk mewujudkan mimpi besar membangun Auditorium MWCNU Margomulyo.

Di ruang yang hangat dengan suasana penuh kekeluargaan, kami duduk bersama Mas Hafidz, membicarakan berbagai hal yang menjadi fondasi dari proyek ini. Diskusi kami berpusat pada dua aspek penting: Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain yang akan menjadi wujud nyata dari visi kami. Mas Hafidz, dengan pengalamannya yang luas, memberikan berbagai masukan yang sangat berharga. Setiap detail diperhatikan, setiap angka dihitung dengan cermat, dan setiap garis desain dipertimbangkan dengan matang.

Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat saat kami terlibat dalam diskusi mendalam. Suasana yang awalnya penuh dengan formalitas perlahan mencair, berubah menjadi perbincangan yang lebih hangat dan akrab. Kami merasa yakin bahwa dengan bantuan Mas Hafidz, proyek ini berada di tangan yang tepat. Semua yang kami bicarakan terasa mengalir lancar, seolah setiap rencana dan ide yang kami tuangkan saling melengkapi satu sama lain.

Setelah segala sesuatunya dirasa cukup, kami pun saling berpamitan. Dalam hati, kami membawa keyakinan baru bahwa langkah ini adalah bagian penting dari perjalanan panjang yang sedang kami tempuh. Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang solid dan dukungan dari berbagai pihak, impian untuk mendirikan Auditorium MWCNU Margomulyo akan segera menjadi kenyataan. Hari itu, kami tidak hanya berpamitan sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki satu tujuan bersama—mewujudkan cita-cita besar yang akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Desain Auditorium MWCNU Margomulyo

Tibalah saat yang telah kami nantikan, sebuah pertemuan yang menjadi penentu langkah berikutnya dalam perjalanan ini. Pada tanggal 4 Juli 2024, sesuai dengan kesepakatan yang telah kami buat, kami berkunjung ke kantornya. Suasana pagi itu dipenuhi dengan harapan dan sedikit ketegangan, karena hari ini adalah hari di mana semua persiapan yang telah kami lakukan selama beberapa waktu terakhir akan mencapai tahap akhir.

Saat kami tiba di sana, Mas Hafidz menyambut kami dengan senyum yang menenangkan. Kami segera duduk bersama, membahas berkas-berkas penting yang telah disiapkan—mulai dari desain akhir hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dirinci dengan teliti. Setiap detail diperiksa kembali, memastikan tidak ada yang terlewat. Rasanya seperti memeriksa potongan terakhir dari sebuah puzzle besar, dan kami semua berharap bahwa setiap bagian telah terpasang dengan sempurna.

Mas Hafidz, dengan ketelitian dan keahliannya, memandu kami melalui setiap dokumen yang ada. Desain bangunan auditorium yang megah, yang sebelumnya hanya ada dalam bayangan kami, kini terpampang jelas dalam bentuk gambar dan rencana yang matang. RAB yang disusun dengan cermat menunjukkan kejelasan dan keseriusan kami dalam mewujudkan proyek ini.


Saat semua sudah dirasa cukup, kami merasakan beban di pundak kami sedikit terangkat—alhamdulillah, semua berkas sudah lengkap dan siap untuk dikirim ke Biro Pemprov Jawa Timur.

Perasaan lega dan syukur membanjiri hati kami. Hari itu, di kantor Mas Hafidz, kami tidak hanya menyelesaikan dokumen-dokumen penting, tetapi juga mengukir sebuah langkah besar dalam sejarah perjuangan ini. Dengan penuh keyakinan, kami menyiapkan berkas-berkas tersebut untuk dikirim, menandai tahap akhir dari persiapan panjang yang telah kami jalani. Kami percaya bahwa apa yang telah kami lakukan ini adalah bagian dari sebuah proses besar yang kelak akan membuahkan hasil yang indah bagi MWCNU Margomulyo.

Pengajian Rutin Kamis Kliwon PAC Muslimat NU Margomulyo: Meresapi Keutamaan Ibadah Fardzu


Pada Hari Kamis Kliwon, 1 Agustus 2024, PAC Muslimat NU Margomulyo kembali mengadakan pengajian rutin yang bertempat di Aula MWCNU Margomulyo. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus PAC dan ranting Muslimat NU beserta anggotanya, mencerminkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang kuat di antara para jamaah.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan suasana penuh hikmah dan khidmat. Pengajian kali ini menghadirkan pemateri tunggal, Kiyai Badrun Sulaiman, yang juga merupakan Ketua MWCNU Margomulyo. Beliau menyampaikan kajian mendalam dengan merujuk pada kitab Lubabul Hadis, khususnya pada bab Fadhilah Ibadah Fardzu (keutamaan ibadah wajib).

Dalam penyampaiannya, Kiyai Badrun Sulaiman menekankan pentingnya memahami dan menjalankan ibadah fardzu dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Beliau menguraikan berbagai keutamaan yang dapat diraih melalui pelaksanaan ibadah fardzu, baik dari segi spiritual maupun sosial. Kajian yang disampaikan dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh makna ini mampu menyentuh hati para hadirin, memberikan motivasi dan semangat untuk lebih giat dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Acara pengajian berakhir pada pukul 11.30 WIB dengan doa bersama, menandai penutupan yang penuh berkah dan harapan. Semoga pengajian rutin seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kebersamaan di kalangan Muslimat NU Margomulyo.

Dengan terselenggaranya pengajian ini, PAC Muslimat NU Margomulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam membina dan mengembangkan kehidupan beragama yang lebih baik di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Muslimat NU di wilayah lain untuk terus aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Keberhasilan penyelenggaraan pengajian rutin ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh pengurus PAC dan ranting Muslimat NU Margomulyo. Mereka secara konsisten berupaya menciptakan wadah bagi para anggotanya untuk memperdalam pemahaman agama serta memperkuat tali silaturahmi di antara sesama.


Salah satu anggota Muslimat NU yang hadir, Ibu Siti Supiyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya pengajian ini. "Kami sangat berterima kasih kepada Kiyai Badrun Sulaiman yang telah memberikan pencerahan tentang keutamaan ibadah fardzu. Kajian ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari," ujarnya.


Selain itu, pengajian ini juga menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan antaranggota. Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan membuat setiap peserta merasa lebih dekat satu sama lain, memperkuat rasa persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas dari Muslimat NU.


Kiyai Badrun Sulaiman, dalam penutupan kajiannya, menekankan pentingnya istiqomah dalam menjalankan ibadah dan mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan kualitas diri. "Ibadah fardzu adalah kewajiban yang harus kita jalankan dengan penuh kesungguhan. Melalui pengajian ini, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya dengan penuh hikmah.


Kegiatan pengajian ini tidak hanya sekadar forum belajar, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam membangun komunitas Muslimat NU yang berdaya dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya dukungan dari seluruh anggota, pengajian rutin ini diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.


Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, Ibu Maslahah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pengajian ini. "Kebersamaan dan antusiasme dari seluruh anggota Muslimat NU Margomulyo adalah kunci suksesnya acara ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dengan baik dan menjadi sarana untuk memperkuat iman dan takwa kita semua," pungkasnya.


Dengan semangat yang tak pernah surut, PAC Muslimat NU Margomulyo berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan mendukung peningkatan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas Muslimat NU di tempat lain dan memberikan dampak positif yang luas.


Tim CyberMWCNU

Naharul Ijtima' NU Ranting Margomulyo: Memperkuat Sinergi dan Komitmen Bersama


Pada Ahad Legi, 28 Juli 2024, Masjid Ar-Rohman Jatiroto, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Naharul Ijtima' yang diadakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Margomulyo. Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 ini merupakan inisiatif dari Pengurus Ranting NU Margomulyo dan didukung penuh oleh seluruh Badan Otonom (BANOM) NU di tingkat ranting Margomulyo.

Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo: Merajut Ukhuwah, Mengukuhkan Faham Ahlusunnah wal Jama'ah

(Sambutan Ketua Tanfdziyah Kiyai Abdulloh Sareh)
Sumberjo, Sabtu, 27 Juli 2024 – Kegiatan Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo kembali digelar dengan semarak di rumah Bapak Sunari, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, pada Sabtu, 27 Juli 2024. Acara dimulai pukul 20.00 dan berlangsung hingga 22.15 WIB, dihadiri oleh segenap warga NU Ranting Sumberjo yang terdiri dari jajaran pengurus NU, Badan Otonom, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

Acara diawali dengan bacaan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Sunarto, diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Suasana malam yang sejuk di Dusun Pluntu menjadi saksi keagungan dzikir yang bergema dari rumah Bapak Sunari.

Setelah Tahlil, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Ranting NU Sumberjo, Kiyai Sareh. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi partisipasi aktif warga dan pengurus NU Sumberjo yang telah bersinergi dalam mensukseskan acara ini. "Kebersamaan dan gotong-royong warga Sumberjo adalah kekuatan utama kita dalam menjaga dan mengembangkan organisasi NU," ujar Kiyai Sareh dengan penuh semangat.

Khutbah Iftitah disampaikan oleh Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo, Kiyai Rosyidi. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh warga dan pengurus NU Sumberjo untuk terus berkomitmen menjaga NU serta berkhidmah dengan sungguh-sungguh. "Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas pergerakan dakwah Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Kiyai Rosyidi.

(Gus Risy'af Mu'afi)

Acara puncak pada malam itu adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Gus Risy'af Mu'afi, pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakur Desa Sumberjo. Dalam ceramahnya, Gus Mu'afi menyampaikan pesan penting dari Hadratus Syaikh Hasyim As'ari tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat NU di Indonesia dan dunia. Beliau juga menekankan dua hal utama, yaitu pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai jalan untuk meraih ridho Allah. "Kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat dicapai dengan menjalankan syari'at Islam melalui faham ahlusunnah wal jama'ah yang telah diwariskan oleh Hadratus Syaikh Hasyim As'ari. Kita harus terus bersatu menjaga perpaduan antara Islam dengan masyarakat pribumi," ungkap Gus Mu'afi.

Kegiatan Lailatul Ijtima' kali ini diinisiasi oleh pengurus NU Ranting Sumberjo dan badan otonomnya. Mereka bekerja keras memastikan acara berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh warga yang hadir.

Semangat kebersamaan dan keikhlasan yang tercermin dalam Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi teladan bagi komunitas-komunitas lain dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai ahlusunnah wal jama'ah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wahana untuk memperkuat ukhuwah dan mempertebal keimanan serta kecintaan terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat mempertegas pentingnya kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah. Sejalan dengan tujuan NU untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Lailatul Ijtima' ini menjadi momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang diajarkan oleh para ulama pendiri NU.

Gus Risy'af Mu'afi dalam Mauidzoh Hasanah-nya juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Beliau mengingatkan bahwa menjaga dan merawat NU adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati. "Kita harus terus berjuang untuk memastikan bahwa ajaran ahlusunnah wal jama'ah tetap lestari dan berkembang di tengah arus globalisasi yang kian deras," kata Gus Mu'afi.

Antusiasme warga Sumberjo terlihat dari partisipasi aktif mereka selama acara berlangsung. Semua elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut berperan serta dalam berbagai kegiatan yang digelar. Tidak hanya dalam tahlil dan mendengarkan ceramah, tetapi juga dalam diskusi-diskusi ringan yang terjadi di sela-sela acara.

Salah satu warga, Bapak Hanuri, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa ikut serta dalam acara ini. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga silaturahmi antarwarga dan memperkuat iman kita. Semoga acara seperti ini bisa rutin diadakan," ujarnya.

Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat dan memperluas jaringan sosial dan spiritual warga. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, acara ini sukses digelar dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi ranting-ranting NU lainnya untuk terus berinovasi dalam mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat.

Penutup acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Sunarto, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kepada seluruh warga Sumberjo dan menjadikan mereka sebagai hamba-hamba yang selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya.

Kegiatan Lailatul Ijtima' ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan, ukhuwah, dan komitmen dalam menjaga dan merawat NU. Semoga kegiatan serupa dapat terus digelar dan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan yang penuh berkah dan ridho Allah SWT.


Kntributor: Turmudzi
Editor: Tim CyberMWCNU

Pengajian Rutin Malam Sabtu Kliwon di Masjid Baiturrohim Margomulyo: Sinergi Warga dalam Memperkuat Ukhuwah Islamiyah


Margomulyo, 26 Juli 2024 - Masjid Baiturrohim Dusun Batang, Desa Margomulyo, kembali menjadi saksi kegiatan pengajian rutin Malam Sabtu Kliwon yang dihadiri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya (BANOM), tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 26 Juli 2024, dari pukul 20.30 hingga 22.30 WIB, berlangsung dengan khidmat dan penuh hikmah.


Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Suwardi. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti seluruh jamaah yang hadir saat melantunkan dzikir dan doa bersama. 


Acara puncak pengajian kali ini adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menyampaikan berbagai hal penting, termasuk progres capaian MWCNU Margomulyo. Beliau juga memaparkan tiga tanda kebahagiaan seseorang di dunia dan akhirat, yakni makanan yang halal, berkumpul dengan para ulama (mujalasah), dan shalat berjamaah.


Selain itu, Kiyai Badrun juga mengupas tentang keutamaan dan urgensi ibadah wakaf. “Wakaf, di samping merupakan ritual ibadah umat Islam, juga memiliki potensi sebagai kekuatan ekonomi dalam pergerakan dakwah Islam,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.


Kegiatan pengajian ini diinisiasi oleh Majelis Taklim Baiturrohim dan mendapat dukungan penuh dari warga NU serta badan otonomnya. Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran yang memenuhi Masjid Baiturrohim, menunjukkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus memperdalam ilmu agama.


Dengan adanya kegiatan pengajian rutin seperti ini, diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Dusun Batang, Desa Margomulyo.


Kontributor: Aries.
Editor: Tim CyberMWCNU 

"Mempererat Ukhuwah dan Menggali Spiritualitas: NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan Sukses Digelar"


Pada hari Jum'at, tanggal 26 Juli 2024, berlangsung kegiatan NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Kalangan di kediaman Bapak Dimun, Dusun Kalangan. Acara ini diawali dengan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Rodhiyan, selaku rois Syuriyah. Dalam sambutannya, tuan rumah Bapak Dimun mengapresiasi seluruh warga NU Kalangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

"Menjemput Impian: Perjuangan Membangun Auditorim Gedung MWCNU Margomulyo"


Hallo Loor,

Kisah perjuangan ini dimulai dengan kabar baik yang datang kepada kami. Pada suatu pagi yang cerah, tepatnya di awal bulan Juni 2024, kami mendapatkan informasi bahwa akan ada survei lokasi terkait proposal pengajuan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo. Survei tersebut dijadwalkan pada tanggal 19 Juni 2024, sebuah tanggal yang sudah kami tandai dengan semangat dan harapan besar.

Saya pun segera mengambil langkah awal untuk mempersiapkan segala kelengkapan data survei. Berkas-berkas proposal, dokumen pendukung, hingga detail-detail teknis lainnya saya susun dengan rapi dan teliti. Setiap angka dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) saya periksa kembali, memastikan tidak ada yang terlewat. Begitu juga dengan desain ruang auditorium yang akan menjadi pusat kegiatan di kantor baru nanti, saya pastikan semuanya sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.

Tibalah hari yang dinanti, tim dari Biro Kesra Pemprov Jawa Timur datang untuk melakukan survei. Mereka memeriksa setiap sudut lokasi dengan seksama, mencatat dan mengambil gambar. Setelah survei selesai, mereka memberikan beberapa catatan untuk revisi proposal pengajuan kami. Di antaranya adalah penyempurnaan RAB dan desain ruang auditorium.

Dengan semangat yang tidak surut, saya segera menindaklanjuti catatan revisi tersebut. Setiap detail kembali saya teliti dan perbaiki sesuai dengan arahan tim survei. Tak hanya itu, langkah selanjutnya adalah membuat rekening baru di Bank Jatim Ngawi pada tanggal 20 Juni 2024. Rekening ini akan menjadi tempat penyaluran dana yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan gedung MWCNU Margomulyo.


Setelah semua berkas selesai dan revisi dipenuhi, saya segera mengirimkan dokumen lengkap ke Biro Kesra Jatim. Dengan doa dan harapan, kami menantikan kabar baik selanjutnya.

Perjalanan ini memang tidak mudah, namun semangat untuk memiliki Auditorim gedung baru yang representatif bagi MWCNU Margomulyo adalah motivasi terbesar bagi kami. Setiap langkah yang diambil adalah bukti nyata dari tekad dan dedikasi untuk terus berjuang demi kemajuan bersama.

Sampai di sini, kisah perjuangan ini masih berlanjut. Kami yakin bahwa dengan usaha dan doa, impian memiliki Auditorim gedung MWCNU Margomulyo yang baru akan segera terwujud.

Sebulan kemudian, datang lagi kabar yang mengharuskan kami untuk melakukan revisi pada nama rekening. Ternyata, ada kesalahan kecil namun cukup signifikan. Nama rekening yang telah kami buat berbunyi "MWCNU MARGOMULYO BOJONEGORO", sementara proposal yang diajukan hanya menyebutkan "MWCNU MARGOMULYO". Meski hanya penambahan kata "Bojonegoro", hal ini harus disesuaikan agar sinkron dengan proposal yang sudah diterima.

Pada tanggal 22 Juli 2024, saya pun berangkat ke kantor Bank Jatim Cabang Ngawi untuk meminta penjelasan mengenai persyaratan perubahan nama rekening. Setibanya di sana, petugas bank dengan ramah menjelaskan langkah-langkah yang perlu saya lakukan dan dokumen apa saja yang harus disiapkan.

Segera setelah mendapatkan informasi tersebut, saya kembali ke kantor MWCNU Margomulyo untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Dengan ketelitian dan kecepatan, saya menyusun semua berkas yang dibutuhkan dalam waktu kurang dari dua jam. Tepat pukul 14.00, saya selesai dengan semua persiapan dan segera bergegas kembali ke Bank Jatim.

Namun, sebuah drama tak terduga terjadi pada hari itu. Setibanya di Bank Jatim pada pukul 14.15, saya mendapati bahwa bank sudah tutup. Kekecewaan bercampur frustasi sempat menghampiri, mengingat upaya dan kecepatan yang sudah saya lakukan. Tapi, saya tahu bahwa ini adalah bagian dari perjalanan perjuangan yang harus saya jalani dengan penuh kesabaran.

Keesokan harinya, saya kembali datang ke bank lebih awal. Dengan segala persiapan yang sudah matang, saya berhasil mengurus perubahan nama rekening sesuai yang diminta. Meskipun ada hambatan kecil, semangat untuk terus melangkah demi terwujudnya pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah pudar. Setiap tantangan yang dihadapi justru semakin menguatkan tekad kami untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Perjuangan ini memang penuh dengan liku dan tantangan, namun semangat untuk mewujudkan pembangunan gedung MWCNU Margomulyo tidak pernah surut. Hari berikutnya, pada tanggal 23 Juli 2024, saya kembali ke Bank Jatim Cabang Ngawi untuk mengajukan perubahan nama rekening. Prosesnya berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama, sehingga perubahan nama rekening langsung selesai pada hari itu juga.


Dengan rasa lega, saya melanjutkan langkah berikutnya. Seluruh berkas dokumen yang telah direvisi sesuai catatan dari Tim Biro Kesra Pemprov Jatim saya kemas rapi dan siap untuk dikirim. Saya memilih jasa paket kilat J&T untuk memastikan dokumen tersebut cepat sampai di tujuan.

Sesampainya di kantor J&T, saya langsung menuju petugas yang ada dan bertanya, "Mas, sampai Surabaya paket yang cepat apakah bisa sampai langsung hari ini?" Petugas tersebut menjawab dengan ramah, "Tidak bisa, Pak. Biasanya sampai besok sesuai jam pengiriman."

Meskipun berharap bisa sampai lebih cepat, saya memahami prosedur yang ada. Akhirnya, dengan yakin saya menyerahkan paket dokumen saya dan membayarnya. Dokumen tersebut sekarang dalam perjalanan menuju Biro Kesra Jatim, membawa harapan dan doa kami agar semua usaha ini berbuah manis.

Setiap langkah dalam perjalanan ini, dari menyiapkan kelengkapan data, menghadapi revisi, hingga memastikan pengiriman dokumen tepat waktu, merupakan bukti nyata dari komitmen kami. Kami percaya bahwa dengan usaha yang gigih dan doa yang tulus, pembangunan gedung MWCNU Margomulyo akan segera terwujud.

Tanggal 25 Juli 2024 menjadi momen penting lainnya dalam perjuangan ini. Saya menghadiri undangan untuk menandatangani NPHD (Nota Penerimaan Hibah Daerah) yang bertempat di Islamic Center Surabaya. Suasana gedung megah itu mengundang rasa kagum, namun di balik itu ada kekhawatiran yang menyelimuti pikiran saya.

Dalam proses penandatanganan tersebut, tiba-tiba tim dari Biro Kesra Pemprov Jatim mempertanyakan legalitas tanah MWCNU Margomulyo. Ternyata, sertifikat tanah tersebut masih atas nama penjual, Bapak Iswahyudi, dan dokumen penyertaannya hanya berupa surat pernyataan tulisan tangan dari Pak Wahyudi yang disaksikan oleh perangkat desa, mulai dari Kades, Sekdes, Kasun, Ketua RW, hingga para tokoh NU Margomulyo. Surat ini adalah satu-satunya dokumen yang saya temukan dari pengurus pendahulu saya.


Rasa kalut mulai menjalar, namun dalam kekalutan itu, Allah memberi ilham kepada saya untuk menghubungi salah satu teman, Kades yang juga menjabat sebagai Ketua LAZISNU MWCNU Margomulyo. Saya menceritakan semua permasalahan yang berkaitan dengan legalitas tanah MWCNU Margomulyo.

Tak berselang lama, teman saya memberikan solusi yang sangat membantu. Dia menyarankan untuk meminta surat keterangan dari Kades Margomulyo sebagai salah satu bukti legalitas tanah yang dimiliki MWCNU Margomulyo. Dengan segera, saya mengikuti sarannya dan dalam waktu singkat, saya mendapatkan kiriman file PDF berupa surat keterangan tentang tanah MWCNU Margomulyo.


Dengan penuh harap, saya mengirimkan file tersebut kepada salah seorang koordinator program ini untuk diteruskan ke tim verifikator Biro Kesra Pemprov Jatim. Proses ini memang penuh dengan dinamika dan tantangan, namun semangat khidmah yang tersisa dalam diri saya selalu mendorong untuk terus berusaha.

Kini, tinggal doa dan pengharapan kepada Allah SWT yang menjadi penopang utama. Saya berharap segala ikhtiar dan perjuangan ini dikabulkan, persyaratan yang diajukan diterima, dan pembangunan Auditorium gedung MWCNU Margomulyo dapat segera terealisasi dengan lancar, selamat, dan memberikan manfaat serta berkah untuk umat.

Kisah perjuangan ini memang penuh dengan warna dan pelajaran. Pada setiap langkah, ada tantangan yang harus dihadapi dengan keteguhan hati. Setelah mengirimkan surat keterangan tanah kepada koordinator program dan tim verifikator Biro Kesra Pemprov Jatim, kami hanya bisa berharap dan berdoa agar semua berjalan sesuai rencana.

Waktu berjalan dengan penuh harap. Setiap hari dipenuhi dengan doa dan keikhlasan, memohon kepada Allah SWT agar semua ikhtiar ini membuahkan hasil yang diharapkan. Harapan demi harapan kami gantungkan kepada-Nya, agar pembangunan gedung MWCNU Margomulyo segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.


Proses ini mengajarkan banyak hal tentang kesabaran, kerja keras, dan pentingnya kolaborasi. Setiap hambatan yang muncul bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju tujuan yang lebih besar. Kami percaya bahwa setiap tantangan yang dihadapi adalah ujian untuk menguatkan tekad dan memperkokoh niat kami.


Terima kasih, Loor, telah mengikuti setiap langkah dalam perjuangan ini. Semoga kisah ini menginspirasi dan menguatkan kita semua untuk terus berjuang demi kebaikan bersama. Dengan izin Allah, apa yang kita cita-citakan akan terwujud dan membawa manfaat yang besar bagi umat. Mari kita teruskan semangat khidmah ini, karena bersama-sama kita pasti bisa mencapai tujuan yang kita impikan. Semoga Allah meridhai setiap langkah kita.

Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Refleksi dan Evaluasi Pergerakan di Tengah Cahaya Keberkahan Muharom


Margomulyo, 17 Juli 2024 - Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo kembali diselenggarakan dengan penuh khidmat pada malam Kamis Legi, tepatnya Rabu 17 Juli 2024/11 Muharram 1446 H. Bertempat di Aula MWCNU Margomulyo, acara yang berlangsung dari pukul 20.30 hingga 23.00 ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting NU serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Sholawat Bilqiyam yang meresap ke dalam hati para hadirin. Ustadz Syaifuddin, ketua PAC Rijalul Ansor Margomulyo, dengan suara yang tenang dan penuh keikhlasan, membacakan Sholawat tersebut yang di ikuti para hadirin, menciptakan suasana yang penuh dengan keberkahan. Selanjutnya, acara diteruskan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Jumari Wakil Ketua MWCNU Margomulyo, di mana para hadirin bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para leluhur dan pahlawan.


Setelah Tahlil, hadirin disuguhkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani oleh Kiyai Lasdi. Kisah-kisah penuh hikmah yang terkandung dalam manakib ini memberikan pelajaran dan inspirasi bagi setiap yang hadir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Acara dilanjutkan dengan Khutbah Iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo. Dalam khutbahnya, Kiyai Rosidi memberikan apresiasi positif atas terlaksananya acara pada malam ini. Beliau menekankan pentingnya kegiatan Lailatul Ijtima' sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga NU Margomulyo.


Puncak acara ditandai dengan sesi Muhasabah Pergerakan dan Paparan Progres MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam muhasabahnya, Kiyai Badrun memaparkan sejarah berdirinya MWCNU Margomulyo pada tahun 1993, yang merupakan awal periodik pertama setelah Margomulyo resmi menjadi kecamatan, sebelumnya bagian dari Kecamatan Ngraho. Beliau mengulas perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh MWCNU Margomulyo dari masa ke masa, serta capaian-capaian yang telah diraih selama ini.

Dengan gaya bicara yang lugas dan penuh semangat, Kiyai Badrun menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi dalam setiap langkah pergerakan NU. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial di Margomulyo, demi kemaslahatan umat dan masyarakat.


Acara yang dipandu oleh MC Ustadz Syaifuddin ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan dalam setiap langkah pergerakan NU di Margomulyo. Malam yang penuh makna ini menjadi momentum penting bagi warga NU Margomulyo untuk terus bergerak maju dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan.



Muhasabah Pergerakan: Perjalanan Kepengurusan MWCNU Margomulyo


Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sesi muhasabahnya, memaparkan sejarah perjalanan kepengurusan MWCNU Margomulyo sejak pertama kali didirikan. Beliau mengulas setiap periodik dengan mendalam, menyoroti suka duka yang dialami dalam mengembangkan organisasi ini.


Periode 1993-1998

Pada periode pertama ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Sho'im sebagai Ketua dan Bapak Atin sebagai Sekretaris. Belum ada posisi Ro'is Syuriyah pada masa ini. Pada masa awal ini, NU masih dipandang sebagai sebuah formalitas yang marjinal di mata masyarakat. Namun, para pengurus terus berjuang untuk memperkenalkan dan menguatkan peran NU di tengah masyarakat Margomulyo.


Periode 1998-2003

Kepemimpinan berlanjut dengan Kiyai Sho'im sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Periode ini ditandai dengan upaya keras untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan keagamaan di berbagai lapisan masyarakat. Perjuangan demi perjuangan mulai membuahkan hasil, walaupun tantangan tetap ada.


Periode 2003-2008

Pada periode ini, Kiyai Sho'im masih menjabat sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Konsolidasi internal terus dilakukan untuk memperkuat fondasi organisasi. Kegiatan-kegiatan keagamaan semakin beragam dan menarik minat lebih banyak masyarakat.


Periode 2008-2013

Kepemimpinan MWCNU Margomulyo beralih ke Kiyai Mahtum Tamsir sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Pada periode ini, MWCNU Margomulyo mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari masyarakat. Upaya dakwah dan kegiatan sosial semakin intensif dilakukan.


Periode 2013-2018

Kiyai Mahtum Tamsir kembali menjabat sebagai Ro'is, dengan Bapak Miran masih menjabat sebagai Ketua. Dalam periode ini, MWCNU Margomulyo semakin solid dan banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berbagai program keagamaan dan sosial semakin terstruktur dan terencana dengan baik.


Periode 2018-2023

Pada periode ini, Bapak Miran menjabat sebagai Ro'is dan Kiyai Rosyidi sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo semakin berkembang dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan NU mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, menunjukkan bahwa NU telah berhasil menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Margomulyo.


Periode 2023-2028

Saat ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Rosyidi sebagai Ro'is dan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial. Kiyai Badrun mengungkapkan harapannya agar MWCNU Margomulyo semakin bermartabat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.


Dalam setiap periodik, Kiyai Badrun memaparkan berbagai suka duka yang dialami. Dari masa awal yang penuh tantangan hingga kini di mana NU telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Margomulyo. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil dengan NU yang tidak lagi dipandang sebagai sebuah formalitas marjinal, melainkan telah menjadi lifestyle yang bermartabat.


Kiyai Badrun menutup muhasabahnya dengan pesan inspiratif kepada seluruh hadirin untuk terus menjaga semangat dan komitmen dalam berkhidmat di jalan Allah SWT. Beliau berharap agar MWCNU Margomulyo terus menjadi mercusuar bagi pergerakan NU di wilayah ini, memberikan cahaya dan manfaat bagi seluruh umat.


Paparan Progres MWCNU Margomulyo: Rekonstruksi KOIN NU


Dalam sesi berikutnya, Kiyai Badrun memaparkan capaian MWCNU Margomulyo terkait rekonstruksi KOIN NU, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial organisasi melalui kontribusi warga NU. Beliau menyampaikan dengan bangga bahwa empat ranting NU telah berhasil direkonstruksi dan menunjukkan hasil yang memuaskan, sementara dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi.


Ranting NU Ngelo

Capaian kontribusi dari ranting NU Ngelo mencapai Rp 3.463.100. Angka ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik dari warga ranting Ngelo dalam mendukung program KOIN NU. Kontribusi ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


Ranting NU Geneng

Ranting NU Geneng juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan capaian Rp 2.069.800. Partisipasi aktif dari warga ranting Geneng menjadi salah satu pilar kekuatan dalam rekonstruksi KOIN NU di Margomulyo.


Ranting NU Sumberjo

Ranting NU Sumberjo menyusul dengan kontribusi sebesar Rp 1.996.260. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kesadaran dan komitmen warga Sumberjo terhadap pentingnya kemandirian finansial organisasi.


Ranting NU Kalangan

Meskipun dengan capaian yang lebih kecil, yakni Rp 750.000, ranting NU Kalangan tetap menunjukkan semangat dan kontribusi yang patut diapresiasi. Setiap kontribusi, sekecil apapun, sangat berarti bagi keberlanjutan program-program NU.


Kiyai Badrun menambahkan bahwa rekonstruksi KOIN NU di empat ranting ini telah membuahkan hasil yang nyata dan memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat. Sementara itu, dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi, dan diharapkan akan segera menyusul untuk mencapai tujuan yang sama.


Dengan berbagai capaian dan kontribusi yang telah dicapai, Kiyai Badrun mengajak seluruh hadirin untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo. Semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi adalah kunci keberhasilan dalam membangun dan memperkuat pergerakan NU di tingkat lokal.


Acara ini ditutup dengan doa bersama, semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo selalu diberkahi oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi umat dan masyarakat Margomulyo secara luas.


Kontributor: Andray/Agus
Editor: Tim CyberMWCNU

"Mengobarkan Spirit Muharrom: Pengajian Rutin MATA AIR Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba"

 

Pluntu, Sumberjo - Pengajian rutin di Majelis Taklim At-Thohir (MATA AIR) Pluntu Sumberjo kembali diadakan pada Rabu malam, 17 Juli 2024. Kegiatan yang digelar setiap malam Kamis Legi ini berlangsung khidmat di Masjid At-Thohir, Pluntu, dengan dihadiri oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan.


Acara dimulai dengan pembacaan Tahlil dan Sholawat yang dipimpin oleh Abdul Ghofur, Kasatkoryon Banser Margomulyo. Suasana malam itu menjadi begitu syahdu dengan lantunan doa dan sholawat yang menggema di seluruh ruangan masjid. Kehadiran Abdul Ghofur tidak hanya memberikan suasana religius, tetapi juga menunjukkan sinergi antara Banser dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.


Setelah pembacaan Tahlil dan Sholawat, acara dilanjutkan dengan tausiyah atau mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI dan sekaligus Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengangkat tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan." Tema ini dianggap sangat relevan mengingat meningkatnya kasus judi online dan penyalahgunaan narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat.


Kiyai Badrun menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Muharram sebagai awal tahun Hijriyah untuk memperbaharui tekad dalam menjaga moral dan tatanan kehidupan yang lebih baik. Beliau mengajak jamaah untuk bersama-sama memerangi bahaya judi online dan narkoba yang dapat merusak generasi muda dan stabilitas keluarga. “Spirit Muharram adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan memperkuat komitmen kita dalam menjaga moralitas dan akhlak,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.


Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun juga menyampaikan berbagai kisah inspiratif dari zaman Rasulullah SAW dan para sahabat yang dapat dijadikan teladan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Beliau berharap jamaah dapat mengambil hikmah dan semangat dari kisah-kisah tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Kiyai Darmaji yang penuh haru. Beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi segala ujian kehidupan, serta dijauhkan dari segala bentuk maksiat termasuk judi dan narkoba.


Pengajian rutin di Majelis Taklim At-Thohir ini menjadi bukti nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan kuat masyarakat Pluntu Sumberjo dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlangsung dengan dukungan semua pihak demi terwujudnya masyarakat yang religius dan harmonis.


Pengajian ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga Pluntu Sumberjo, di mana mereka bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang kehidupan sehari-hari. Seusai acara, banyak jamaah yang terlihat berbincang-bincang dengan hangat di halaman masjid, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.


Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Abdul Ghofur dan Kiyai Badrun Sulaiman menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari para ulama dan tokoh masyarakat dalam menjaga dan membimbing umat menuju jalan yang benar. Abdul Ghofur, sebagai Kasatkoryon Banser Margomulyo, tidak hanya berperan dalam aspek keamanan tetapi juga aktif dalam kegiatan keagamaan, memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.


Kiyai Badrun Sulaiman menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati dan memberikan pencerahan bagi para jamaah. Beliau selalu mampu mengaitkan ajaran agama dengan permasalahan kontemporer yang dihadapi masyarakat, menjadikan tausiyahnya relevan dan aplikatif.


Penutupan dengan doa oleh Kiyai Darmaji menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu. Doa yang beliau panjatkan bukan hanya sebagai penutup acara, tetapi juga sebagai harapan dan permohonan bersama agar seluruh jamaah dan masyarakat luas selalu dalam lindungan dan berkah Allah SWT. Kiyai Darmaji, dengan kebijaksanaannya, selalu mampu membawa suasana khusyuk dan haru dalam setiap doa yang beliau pimpin.


Kegiatan pengajian di Majelis Taklim At-Thohir ini tidak hanya sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam membangun ketahanan moral masyarakat. Dengan tema "Spirit Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan," jamaah diharapkan mampu mengambil langkah konkret dalam menghadapi tantangan zaman modern.


Semoga kegiatan pengajian ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut serta, sehingga tujuan mulia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan lebih religius dapat terwujud. Dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Majelis Taklim At-Thohir Pluntu Sumberjo akan terus menjadi pilar penting dalam pembinaan keagamaan dan moralitas masyarakat setempat.


Kontributor: San
Editot: Tim CyberMWCNU

"Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Kebersamaan dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan Masyarakat"

Meduri, 14 Juli 2024 – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Nurul Hidayah, Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, saat digelarnya kegiatan Lailatul Ijtima' oleh NU Ranting Meduri pada Minggu malam. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus NU Ranting Meduri, seluruh badan otonom seperti Ansor, Pagar Nusa, Muslimat NU, dan Fatayat NU, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.


Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Samsul Hadi, membawa nuansa syahdu dan penuh keikhlasan dalam doa bersama. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Takmir Musholla, Bapak Lasi, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah.

Selanjutnya, Ketua Ranting NU Meduri, Bapak Eko Sunarno, dalam sambutannya mengapresiasi terlaksananya acara ini. "Lailatul Ijtima' ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan kita dalam menjalankan syiar Islam di Desa Meduri. Semoga acara ini menjadi berkah dan membawa manfaat bagi kita semua," ujarnya.


Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengucapkan terima kasih kepada NU Ranting Meduri atas kontribusinya dalam gerakan dakwah Islam di Meduri. Ia juga mengajak warga NU untuk bersama-sama menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya judi online dan narkoba, serta menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat di tahun politik ini.


Kegiatan Lailatul Ijtima' ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat persatuan dan memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan ini, diharapkan NU Ranting Meduri dapat terus menjadi garda terdepan dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan sejahtera.


Malam itu, Musholla Nurul Hidayah seolah menjadi pusat kegiatan spiritual yang penuh dengan semangat keagamaan dan kebersamaan. Para jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan NU saja, tetapi juga masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.


Dalam sambutannya, Kiyai Badrun Sulaiman menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga moral dan akhlak anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif, seperti judi online dan narkoba yang semakin marak. "Keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga generasi muda kita. Kita harus selalu waspada dan memberikan pemahaman yang benar tentang bahaya dari perbuatan yang merusak tersebut," tegasnya.


Selain itu, ia juga mengingatkan warga NU untuk tetap bersatu dan menjaga kerukunan di tahun politik ini. "Perbedaan pilihan politik jangan sampai memecah belah persaudaraan kita. Mari kita jaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat dengan terus mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi," ujarnya.


Usai penyampaian mauidzoh hasanah, acara dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kiyai Rohmat Tini. Doa yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk ini menutup rangkaian acara Lailatul Ijtima' dengan harapan agar seluruh warga Desa Meduri selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya.


Acara Lailatul Ijtima' ini tidak hanya berhasil mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga moral dan akhlak, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat.


Dengan suksesnya acara ini, NU Ranting Meduri kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menggerakkan kegiatan keagamaan dan sosial di Desa Meduri. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat menjadi modal berharga dalam membangun desa yang lebih baik, berakhlak, dan sejahtera.



Tim CyerMWCNU