Margomulyo, 21 September 2026 — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (Turba) rutin sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus meningkatkan kapasitas kader di tingkat ranting dan kelompok masyarakat.
Kegiatan Turba kali ini dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di rumah Ibu Karti, Dusun Mojosari, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan Fatayat NU dalam menjalankan roda organisasi di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dipandu oleh moderator dan diawali dengan pembacaan tahlil, shalawat, serta berbagai dzikir lainnya. Nuansa religius tersebut menjadi pembuka kegiatan sebelum peserta memasuki agenda utama berupa silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan organisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran PAC Fatayat NU Kecamatan Margomulyo, jajaran Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Sumberjo, beberapa kelompok Majelis Taklim/kelompok pengajian masyarakat Desa Sumberjo, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Turba tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat.
Penguatan Manajemen Organisasi
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC Fatayat NU Margomulyo, Robbiatul Adawiyah, memberikan penguatan mengenai pentingnya manajemen organisasi bagi keberlangsungan gerakan Fatayat NU di tingkat kecamatan maupun ranting.
Menurutnya, organisasi yang kuat membutuhkan koordinasi yang baik, administrasi yang tertib, pembagian tugas yang jelas, serta komunikasi yang aktif antara pimpinan dan anggota. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong setiap kader untuk semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam menjalankan amanah organisasi.
Selain memberikan penguatan manajemen, Robbiatul Adawiyah juga menyampaikan hasil dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan Diklat PC Fatayat NU Kabupaten Bojonegoro yang beberapa hari sebelumnya dilaksanakan di MWCNU Tambakrejo. Salah satu materi penting dalam kegiatan tersebut adalah PPOA (Pelatihan Penggerak Organisasi dan Administrasi).
Hasil pelatihan tersebut kemudian dibagikan kepada jajaran Fatayat NU Margomulyo sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas kader. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pelatihan tidak berhenti pada peserta diklat, tetapi dapat diteruskan dan dimanfaatkan dalam pengelolaan organisasi di tingkat PAC maupun ranting.
Turba sebagai Ruang Konsolidasi Kader
Kegiatan Turba rutin menjadi salah satu sarana penting bagi PAC Fatayat NU Margomulyo untuk melihat secara langsung dinamika organisasi di tingkat bawah. Melalui pertemuan semacam ini, berbagai persoalan, kebutuhan, serta potensi kader dapat dikomunikasikan secara lebih terbuka dan kekeluargaan.
Lebih dari sekadar agenda pertemuan, Turba juga menjadi ruang untuk menjaga kesinambungan komunikasi antara PAC dan PR, memperkuat ukhuwah antaranggota, serta membangun semangat bersama dalam mengembangkan kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi yang terus dilakukan, PAC Fatayat NU Margomulyo berharap setiap ranting semakin aktif, tertib dalam administrasi, solid dalam koordinasi, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan Turba di Dusun Mojosari tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban. Semangat silaturahmi, penguatan organisasi, dan berbagi pengalaman menjadi bekal bersama untuk terus menggerakkan Fatayat NU Margomulyo agar semakin aktif, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kontributor: Listinawati

