Musholla Al-Ihsan
INFO SEPUTAR NU
Dalam
rangka mewujudkan Jam'iyah yg kuat.dan Jamaah yg berdaya, PRNU NGELO terus
bergerak dalam derap Lailatul Ijtima' yang di laksanakan Pada Senin malam
Selasa Pahing 10 Februari 2020 di Masjid Al-Ikhlas Dsn. Matar Ds. Ngelo
Margomulyo. Baca >>>
Setibanya di
Tebuireng, santri As’ad (KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo) menyampaikan
tasbih yang dikalungkan oleh dirinya dan mempersilakan KH Hasyim Asy’ari untuk
mengambilnya sendiri dari leher As’ad. Bukan bermaksud As’ad tidak ingin
mengambilkannya untuk Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan As’ad tidak ingin
menyentuh tasbih sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim
Asy’ari. Baca>>>>>>>
Sejarah berdirinya NU
Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama
Setibanya di Tebuireng, santri As’ad (KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo) menyampaikan tasbih yang dikalungkan oleh dirinya dan mempersilakan KH Hasyim Asy’ari untuk mengambilnya sendiri dari leher As’ad. Bukan bermaksud As’ad tidak ingin mengambilkannya untuk Kiai Hasyim Asy’ari, melainkan As’ad tidak ingin menyentuh tasbih sebagai amanah dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari.
Sebab itu, tasbih tidak tersentuh sedikit pun oleh tangan As’ad selama berjalan kaki dari Bangkalan ke Tebuireng. Setelah tasbih diambil, Kiai Hasyim Asy’ari bertanya kepada As’ad: “Apakah ada pesan lain lagi dari Bangkalan?” Kontan As’ad hanya menjawab: “Ya Jabbar, Ya Qahhar”, dua asmaul husna tarsebut diulang oleh As’ad hingga tiga kali sesuai pesan sang guru. Setelah mendengar lantunan itu, Kiai Hasyim Asy’ari kemudian berkata, “Allah SWT telah memperbolehkan kita untuk mendirikan jam’iyyah”.
Riwayat tersebut merupakan salah satu tanda atau petunjuk di antara sejumlah petunjuk berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Akhir tahun 1925 santri As’ad kembali diutus Mbah Cholil untuk mengantarkan seuntai tasbih lengkap dengan bacaan Asmaul Husna (Ya Jabbar, Ya Qahhar. Berarti menyebut nama Tuhan Yang Maha Perkasa) ke tempat yang sama dan ditujukan kepada orang sama yaitu Mbah Hasyim.
Petunjuk sebelumnya, pada akhir tahun 1924 santri As’ad diminta oleh Mbah Cholil untuk mengantarkan sebuah tongkat ke Tebuireng. Penyampaian tongkat tersebut disertai seperangkat ayat Al-Qur’an Surat Thaha ayat 17-23 yang menceritakan Mukjizat Nabi Musa as.
Awalnya, KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) sekitar tahun 1924 menggagas pendirian Jam’iyyah yang langsung disampaikan kepada Kiai Hasyim Asy’ari untuk meminta persetujuan. Namun, Kiai Hasyim tidak lantas menyetujui terlebih dahulu sebelum ia melakukan sholat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.
Sikap bijaksana dan kehati-hatian Kiai Hasyim dalam menyambut permintaan Kiai Wahab juga dilandasi oleh berbagai hal, di antaranya posisi Kiai Hasyim saat itu lebih dikenal sebagai Bapak Umat Islam Indonesia (Jawa). Kiai Hasyim juga menjadi tempat meminta nasihat bagi para tokoh pergerakan nasional. Peran kebangsaan yang luas dari Kiai Hasyim Asy’ari itu membuat ide untuk mendirikan sebuah organisasi harus dikaji secara mendalam.
Hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari dikisahkan oleh KH As’ad Syamsul Arifin. Kiai As’ad mengungkapkan, petunjuk hasil dari istikharah Kiai Hasyim Asy’ari justru tidak jatuh di tangannya untuk mengambil keputusan, melainkan diterima oleh KH Cholil Bangkalan, yang juga guru Mbah Hasyim dan Mbah Wahab.
Dari petunjuk tersebut, Kiai As’ad yang ketika itu menjadi santri Mbah Cholil berperan sebagai mediator antara Mbah Cholil dan Mbah Hasyim. Ada dua petunjuk yang harus dilaksanakan oleh Kiai As’ad sebagai penghubung atau washilah untuk menyampaikan amanah Mbah Cholil kepada Mbah Hasyim.
Dari proses lahir dan batin yang cukup panjang tersebut menggamabarkan bahwa lika-liku lahirnya NU tidak banyak bertumpu pada perangkat formal sebagaimana lazimnya pembentukan organisasi. NU lahir berdasarkan petunjuk Allah SWT. Terlihat di sini, fungsi ide dan gagasan tidak terlihat mendominasi. Faktor penentu adalah konfirmasi kepada Allah SWT melalui ikhtiar lahir dan batin.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa berdirinya NU merupakan rangkaian panjang dari sejumlah perjuangan. Karena berdirinya NU merupakan respons dari berbagai problem keagamaan, peneguhan mazhab, serta alasan-alasan kebangsaan dan sosial-masyarakat.
Digawangi oleh KH Wahab Chasbullah, sebelumnya para kiai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916 serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918.
Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya, yaitu 1914 juga mendirikan kelompok diskusi yang ia beri nama Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran, ada juga yang menyebutnya Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran. Dengan kata lain, NU adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.
Komite Hijaz
Embrio lahirnya NU juga berangkat dari sejarah pembentukan Komite Hijaz. Problem keagamaan global yang dihadapi para ulama pesantren ialah ketika Dinasti Saud di Arab Saudi ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW karena menjadi tujuan ziarah seluruh Muslim di dunia yang dianggap bid’ah. Selain itu, Raja Saud juga ingin menerapkan kebijakan untuk menolak praktik bermadzhab di wilayah kekuasaannya. Karena ia hanya ingin menerapkan Wahabi sebagai mazhab resmi kerajaan.
Rencana kebijakan tersebut lantas dibawa ke Muktamar Dunia Islam (Muktamar ‘Alam Islami) di Makkah. Bgai ulama pesantren, sentimen anti-mazhab yang cenderung puritan dengan berupaya memberangus tradisi dan budaya yang berkembang di dunia Islam menjadi ancaman bagi kemajuan peradaban Islam itu sendiri.
Choirul Anam (2010) mencatat bahwa KH Wahab Chasbullah bertindak cepat ketika umat Islam yang tergabung dalam Centraal Comite Al-Islam (CCI)--dibentuk tahun 1921--yang kemudian bertransformasi menjadi Centraal Comite Chilafat (CCC)—dibentuk tahun 1925--akan mengirimkan delegasi ke Muktamar Dunia Islam di Makkah tahun 1926.
Sebelumnya, CCC menyelenggarakan Kongres Al-Islam keempat pada 21-27 Agustus 1925 di Yogyakarta. Dalam forum ini, Kiai Wahab secara cepat menyampaikan pendapatnya menanggapi akan diselenggarakannya Muktamar Dunia Islam. Usul Kiai Wahab antara lain: “Delegasi CCC yang akan dikirim ke Muktamar Islam di Mekkah harus mendesak Raja Ibnu Sa’ud untuk melindungi kebebasan bermadzhab. Sistem bermadzhab yang selama ini berjalan di tanah Hijaz harus tetap dipertahankan dan diberikan kebebasan”.
Kiai Wahab beberapa kali melakukan pendekatan kepada para tokoh CCC yaitu W. Wondoamiseno, KH Mas Mansur, dan H.O.S Tjokroamonoto, juga Ahmad Soorkatti. Namun, diplomasi Kiai Wahab terkait Risalah yang berusaha disampaikannya kepada Raja Ibnu Sa’ud selalu berkahir dengan kekecewaan karena sikap tidak kooperatif dari para kelompok modernis tersebut.
Hal ini membuat Kiai Wahab akhirnya melakukan langkah strategis dengan membentuk panitia tersendiri yang kemudian dikenal dengan Komite Hijaz pada Januari 1926. Pembentukan Komite Hijaz yang akan dikirim ke Muktamar Dunia Islam ini telah mendapat restu KH Hasyim Asy’ari.
Perhitungan sudah matang dan izin dari KH Hasyim Asy’ari pun telah dikantongi. Maka pada 31 Januari 1926, Komite Hijaz mengundang ulama terkemuka untuk mengadakan pembicaraan mengenai utusan yang akan dikirim ke Muktamar di Mekkah. Para ulama dipimpin KH Hasyim Asy’ari datang ke Kertopaten, Surabaya dan sepakat menunjuk KH Raden Asnawi Kudus sebagai delegasi Komite Hijaz.
Namun setelah KH Raden Asnawi terpilih, timbul pertanyaan siapa atau institusi apa yang berhak mengirim Kiai Asnawi? Maka lahirlah Jam’iyah Nahdlatul Ulama (nama ini atas usul KH Mas Alwi bin Abdul Aziz) pada 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan 31 Januari 1926 M.
Riwayat-riwayat tersebut berkelindan satu sama lain, yaitu ikhtiar lahir dan batin. Peristiwa sejarah itu juga membuktikan bahwa NU lahir tidak hanya untuk merespons kondisi rakyat yang sedang terjajah, problem keagamaan, dan problem sosial di tanah air, tetapi juga menegakkan warisan-warisan kebudayaan dan peradaban Islam yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Tepat pada 31 Januri 2020, Nahdlatul Ulama berusia 94 tahun dalam hitungan tahun masehi. Sedangkan pada 16 Rajab 1441 mendatang, NU menginjak umur 97 tahun. Selama hampir satu abad tersebut, NU sejak awal kelahirannya hingga saat ini telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Setiap tahun, Harlah NU diperingati dua kali, 31 Januari dan 16 Rajab.
#NahdlatulUlama
#HarlahNU94
#HubbulWathonMinalIman
SAMBUTAN RO'IS SYURIYAH MWC NU MARGOMULYO
السلا م عليكم ورحمةالله وبر كا ته
بسم الله الرحمن الر حيم
الحمد لله رب العا لمين والصلا ة والسلا م على سيد نا محمد و على
اله واصحا به اجمعين.
اما بعد
Puja puji syukur kita
panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas
segala limpahan nikmat dan karunia Nya, kita bisa menikmati suasana segar
bugar dan sehat jasmani rohani, bisa mengemban amanah untuk menjalankan
aktifitas sebagai hamba Nya , semoga
mampu mejalankan amanah dan tetap tabah dan tawaqal sebagai hamba Alloh yang
pandai mensyukurinya.
Sholawat
serta salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat junjungan kita Nabi akhir
zaman, Nabi Muhammad SAW beserta seluruh sahabat dan pengikutnya, tak
ketinggalan yang ada di wilayah Margomulyo senantiasa mendapatkan
syafa'atnya.
Kita
semua tahu dan harus menyadari bahwa semakin hari semakin maju, semakin
bulan semakin berkembang di berbagai elemen ( lapisan ) maka kita sebagai
warga nahdiyin tidak boleh ketinggalan, walaupun berada di pelosok pedesaan
nan jauh dari ibu kota kabupaten maka harus cancut tali wondo ( berusaha
serta belajar sekuat tenaga dan mencurahkan fikiran untuk mengikuti
perkembangan zaman .
Dengan
penuh semangat guna memperlancar syiar Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah Ala Nahdhiyah..Alhamdulillah
Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU Margomulyo telah meluncurkan Webblog MWCNU Margomulyo.
Sebagai media dakwah dan informasi
dalam rangka mengahadapi era globalisasi seperti saat ini, sebagai
warga NU ( JAM'IYAH DINIYAH IJTIMA'IYAH ) organisasi keagamaan dan
kemasyarakatan, maka dengan demikian kita sebagai warga NU harus mau, ada
waktu, serta mampu mengikuti
perkembangan zaman di era globalisasi dan transparansi .
Alhamdulillahirobbil
aalaamiin media Webblog MWCNU Margomulyo ini bisa membawa kecerahan
dalam berbagai hal di wilayah Margomulyo khususnya dan Kabupaten Bojonegoro
pada umumnya bahkan dunia luarpun mampu mengakses berbagai kegaiatan baik
bidang keagamaan,sosial,budaya,politik demi kemaslahatan umat.
Bagaimanapun sebagai warga
Indonesia harus mampu mengimplementasikan perkembangan yang ada dan tetap
mau,mampu serta ada waktu untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa lebih
lebih kita sebagai warga NU harus
mampu menjaga Ukhuwah Insyaniyah, Islamiyah dan Wathoniyah atas ridho dan
hidayah Nya.
Selamat dengan di
luncurkannya Webblog MWCNU Margomulyo Oleh Cyber Team MWCNU,
semoga membawa berkah ,barokah serta maslachah buat semuanya dengan tetap
menjaga keutuhan dalam menjalankan aktifitas keberagaman yang ada, semoga Alloh selalu menunjukan jalan
yang terbaik buat umat Nya yang selalu istiqomah dalam kehidupan.
Di sampaikan ucapkan terima kasih kepada Cyber
Team MWCNU dan semua Warga Nahdlotul
Ulama' yang telah mendukung program program kerja dan seluruh Banom
yang ada baik jajaran Rois maupun Tanfidz yang ada di wilayah Margomulyo atas
kekompakannya untuk berjuang untuk mensyiarkan Agama Alloh
dengan menjaga Aqidah Islamiyah ala
Ahus sunnah wal jamaah Ijtima'iyah An nahdiyah, semoga selalu mendapat
Ridho dan hidayah.
Mari
kita jaga keceriaan dalam menjalankan kita menjaga kesatuan dan persatuan
bangsa dan negara kita,
SIAPA KITA.....? NU !
PANCASILA ....? JAYA !
NKRI ........?
HARGA MATI !
SANTRI...? NDEREK KIYAI !
dan perlu di ingat bahwa MARGOMULYO CERIA .
Terima kasih dan mohon maaf
segala khilaf dan dosa....selamat berjuang.
والله الموفق الي ا قوام الطار يق
والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته.
Margomulyo, 29-Januari
2020
Rois
M.Miran.QR
|
SUSUNAN PAC GERAKAN PEMUDA ANSOR KEC MARGOMULYO
SUSUNAN PAC GERAKAN
PEMUDA ANSOR
KEC MARGOMULYO
BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: Kyai Badrun Sulaiman, S.Pd.I.
: KH. Pamuji Agung
|
|
PENGURUS HARIAN
|
||
Ketua
Wakil Ketua I
Wakil Ketua II
Sekretaris
Bendahara
Kasatkoryon
Rijalul Ansor
|
: Denny Dwi Ratmoko
: Mohamad Tegar Dwi Wahyu
: Suwarno
: M Ibnu Khamal Abidin
: Sugianto
: Gunowo
: Syaifuddin
|
|
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR KALANGAN
|
SUSUNAN
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR
KALANGAN KEC MARGOMULYO BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
|
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: Parno
: K. Badrun Sulaiman
|
|
|
PENGURUS HARIAN
|
|
|
|
Ketua
Wakil Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
Kasatkorpok
Rijalul Ansor
|
: Priyanto
: Wendi Hermawan
: Winarto
: Alfian Enfral Madi
: Bambang Setiawan
: Yoga Fidi Anto
: Suwantoro
|
|
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR SUMBERJO
|
SUSUNAN
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR
SUMBERJO KEC
MARGOMULYO BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
|
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: Kyai Abdul Karim
: Kyai Sareh
|
|
|
PENGURUS HARIAN
|
|
|
|
Ketua
Wakil Ketua I
Wakil Ketua II
Sekretaris
Wakil Sekretaris
Bendahara
Bendahara I
Kasatkorpok
|
:Taman
: Kasmin Eko Prasetyo
: Lamin
: Sugeng
: Juli Kurniawan
: Yarto
: Sarmo
: Heru Fajar Pratama
|
|
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR MARGOMULYO
SUSUNAN
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR
MARGOMULYO KEC
MARGOMULYO BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: Kyai badrun sulaiman, S.Pd.I.
: KH. Pamuji Agung
|
|
PENGURUS HARIAN
|
||
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Wakil Sekretaris
Bendahara
Kasatkorpok
Rijalul Ansor
|
: Waddarokim
: Purwadi
: Syaifudin
: Giman
: Agus Supriyanto
: Sunarto
: Puryanto
|
|
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR GENENG
|
SUSUNAN
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR
GENENG KEC
MARGOMULYO BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
|
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: M.Ikhsan
: Siswanto
: Zamroni
|
|
|
PENGURUS HARIAN
|
|
|
|
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
|
: Arie handoyono
: Wijianto
: Ahmad Nur Solikin
: Mustaqim
|
|
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR NGELO
SUSUNAN
PENGURUS RANTING GERAKAN PEMUDA ANSOR
NGELO KEC MARGOMULYO
BOJONEGORO
MASA KHIDMAT
2019-2022
|
||
Pelindung
Penasehat
Pembina
|
: Pengurus MWC NU
: PAC GP ANSOR
: Nur Hadi Prasetyo
: Kyai Badrun Sulaiman
|
|
PENGURUS HARIAN
|
||
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
Kasatkorpok
Ka.MDS RIJALUL ANSOR
|
: Aris TaufikRofi’i
: Hadi Suseno
:Agus Setiawan
:Tri Wahyu Wibowo
:Danang RohmanAbidin
:M.Taufiqurrohman
|
|
Langganan:
Postingan (Atom)





