Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Idul Fitri, Momentum Kebangkitan Bersama melalui Wakaf


Margomulyo, Jum'at 02 Mei 2025

Bertempat di Masjid Baiturrohim Dusun Batang, Kecamatan Margomulyo, suasana malam penuh keberkahan menjadi saksi terselenggaranya kajian keislaman pasca-Ramadan bersama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Kajian ini dimulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB dan dihadiri oleh jama’ah dari kalangan Muslimat dan Fatayat NU.

Mengangkat tema “Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf”, Kiyai Badrun mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar memaknai Idul Fitri sebagai perayaan spiritual, tetapi sebagai titik balik untuk membangun umat secara sosial dan ekonomi melalui gerakan wakaf yang produktif dan terencana.

“Wakaf adalah jalan panjang amal jariyah. Setelah zakat dan infaq, kini saatnya umat menyempurnakan amalnya dengan wakaf, untuk masa depan yang berkelanjutan,” tutur beliau dengan penuh semangat.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Jamaah tampak antusias menyimak paparan yang dikemas dengan bahasa lugas namun mendalam, membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjadikan wakaf sebagai alat perjuangan umat.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Jum'at, 02 Mei 2025 | 19.30–22.30 WIB
Tempat: Masjid Baiturrohim, Dusun Batang – Margomulyo
Peserta: Jajaran Muslimat & Fatayat NU Margomulyo


1. Makna Wakaf sebagai Gerakan Pemberdayaan

  • Wakaf bukan hanya tentang tanah atau bangunan, tetapi mencakup aset produktif, dana abadi, bahkan skill.

  • Rasulullah ï·º mencontohkan wakaf sumur Raumah, yang hingga kini pahalanya terus mengalir.

  • QS. Al-Baqarah: 261 – "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…"


2. Momentum Idul Fitri: Kembali Suci, Bangkit Kembali

  • Setelah jiwa disucikan oleh Ramadan, kini saatnya langkah konkret membangun masyarakat.

  • Idul Fitri adalah “hari besar sosial”, bukan sekadar seremoni.

  • Wakaf dapat menjadi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan dan membangun kemandirian umat.


3. Arah Gerakan Wakaf yang Terstruktur

  • Bentuk wakaf produktif:

    • Lahan pertanian

    • Ruko/usaha ekonomi syariah

    • Dana bergulir untuk UMKM

  • Kelembagaan wakaf perlu dikuatkan:

    • Nadzir profesional & berbadan hukum

    • Sertifikat wakaf sebagai jaminan hukum dan keberlangsungan


4. Peran Muslimat dan Fatayat NU

  • Menjadi motor edukasi wakaf di tengah masyarakat.

  • Menginisiasi Wakaf Kolektif Perempuan NU untuk pembangunan pesantren, layanan kesehatan, dan koperasi.

  • Menyusun program pelatihan pengelolaan wakaf untuk kader muda.


5. Penutup: Wakaf sebagai Warisan Peradaban

“Mari mulai dari yang kecil, dari yang ada, dan dari diri sendiri. Wakaf bukan milik orang kaya saja. Ia milik siapa pun yang ingin menjadi bagian dari kebangkitan umat.”

Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk memulai program Gerakan Sadar Wakaf di lingkungan Muslimat-Fatayat NU Margomulyo.

Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Kunci Bangkitnya Ekonomi Umat dari Masjid Kaligede


Margomulyo, Ahad 04 Mei 2025

Bertempat di Masjid Al-Amin Dusun Kaligede, Desa Margomulyo, kegiatan pengajian umum rutin Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Margomulyo kembali digelar dengan semangat pasca-Ramadan yang menyala. Acara dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dan menghadirkan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai narasumber utama.

Dengan lugas dan menyentuh, Kiyai Badrun menyampaikan materi bertema:
"Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Pilar Ekonomi Umat Pasca Ramadan",
sebagai refleksi lanjutan dari nilai-nilai Ramadan menuju penguatan ekonomi berbasis umat.

“Zakat dan infaq bukan hanya amalan, tapi fondasi pembangunan ekonomi. Jika dikelola bersama dengan semangat wirausaha, umat bisa bangkit dari bawah,” ungkap beliau.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh jajaran Muslimat dan Fatayat NU, yang hadir lengkap dengan busana identitas organisasi masing-masing, menunjukkan sinergi perempuan NU dalam membangun perekonomian komunitas.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: "Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Pilar Ekonomi Umat Pasca Ramadan"

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Ahad, 04 Mei 2025 | Pukul 13.00–15.30 WIB
Tempat: Masjid Al-Amin Kaligede, Margomulyo
Peserta: Jajaran Muslimat & Fatayat NU Margomulyo


1. Makna Zakat dan Infaq sebagai Investasi Sosial

  • Zakat membersihkan harta, mengangkat derajat mustahik menjadi muzakki.

  • Infaq sebagai jembatan kedermawanan dan solidaritas.

  • QS. At-Taubah: 103 – "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..."


2. Ekonomi Umat sebagai Mandat Spiritual

  • Zakat dan infaq harus diarahkan pada program produktif, bukan hanya konsumtif.

  • Masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, bukan sekadar tempat ibadah.

  • Potensi jamaah masjid dapat dihimpun untuk mendirikan koperasi, warung, hingga pelatihan kewirausahaan.


3. Wirausaha sebagai Pilar Kemandirian

  • Memberdayakan keluarga melalui pelatihan keterampilan perempuan.

  • Mendukung produk lokal Muslimat dan Fatayat.

  • Menyusun roadmap bisnis berbasis komunitas.


4. Implementasi di Tingkat Akar Rumput

  • Membentuk kelompok usaha mikro di bawah naungan ranting NU.

  • Mengelola dana zakat/infaq secara kolektif dan transparan untuk pemberdayaan.

  • Membangun sinergi dengan BAZNAS, BMT, dan Lembaga Amil Zakat.


5. Penutup: Dari Ramadan Menuju Perubahan Nyata

“Idul Fitri adalah titik tolak. Mari kita lanjutkan semangat Ramadan dalam bentuk konkret: membangun ekonomi umat, dari masjid, oleh jamaah, untuk masyarakat,”
Kiyai Badrun Sulaiman


Pengajian ditutup dengan pembacaan doa dan komitmen bersama untuk merancang aksi nyata: pelatihan UMKM berbasis masjid dan koperasi Muslimat-Fatayat sebagai gerakan lanjutan.

Jika diperlukan, saya dapat bantu menyusun rencana aksi pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis zakat-infaq, lengkap dengan struktur kegiatan dan indikator keberhasilan.

Spirit Idul Fitri untuk Kesejahteraan Umat: Kiyai Badrun Ajak Muslimat NU Wujudkan Aksi Nyata


Margomulyo – Kamis, 8 Mei 2025

Bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo, jajaran PAC Muslimat NU Kecamatan Margomulyo menggelar kajian pasca-Idul Fitri dengan semangat pembaruan jiwa dan visi kebangkitan umat. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan narasumber utama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.

Dengan penuh keteduhan, beliau menyampaikan materi bertema:
"Spirit Idul Fitri: Dari Kesucian Hati Menuju Kesejahteraan Umat"
dalam suasana yang hangat, penuh keakraban, dan menggugah semangat keummatan.

“Kesucian hati yang lahir dari Idul Fitri harus dilanjutkan dengan kesadaran kolektif untuk memberdayakan umat, khususnya kaum ibu dalam gerakan ekonomi berbasis syariah,” tegas Kiyai Badrun di hadapan para peserta kajian.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: "Spirit Idul Fitri: Dari Kesucian Hati Menuju Kesejahteraan Umat"

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Kamis, 08 Mei 2025 | Pukul 09.00–11.30 WIB
Tempat: Auditorium MWCNU Margomulyo
Peserta: Jajaran PAC Muslimat NU Margomulyo


1. Makna Idul Fitri sebagai Momentum Spiritual

  • Idul Fitri adalah tonggak kembali kepada fitrah (kesucian jiwa).

  • Proses pembersihan diri dari dosa harus disertai perubahan sosial nyata.

  • QS. Al-Baqarah: 185 – "Agar kamu bersyukur."


2. Kesinambungan Spirit Idul Fitri dalam Kehidupan Sosial

  • Dari ibadah ritual menuju ibadah sosial.

  • Membumikan nilai-nilai spiritual dalam bentuk program kesejahteraan.

  • Silaturahmi dijadikan wahana membangun jaringan kolaborasi produktif antar warga Muslimat.


3. Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Syariah

  • Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas.

  • Mendorong Muslimat NU memiliki koperasi syariah, unit usaha mikro, dan pelatihan keterampilan.

  • Wakaf, infaq, dan zakat dijadikan sumber dana sosial produktif.


4. Strategi Aksi Nyata Muslimat NU

  • Menginisiasi Majelis Taklim Ekonomi Muslimat.

  • Mengembangkan program Baitul Maal wat Tamwil (BMT) berbasis jamaah.

  • Mendukung UMKM lokal berbasis rumah tangga.


5. Penutup: Dari Hati yang Bersih ke Gerakan Umat yang Kuat

“Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, tetapi cara pandang baru terhadap peran kita dalam membangun umat. Dari hati yang bersih, kita susun kekuatan umat menuju keberdayaan,”
Kiyai Badrun Sulaiman


Kajian ini menegaskan bahwa Muslimat NU bukan hanya pilar keagamaan, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Kajian pun ditutup dengan doa dan tekad bersama untuk menindaklanjuti semangat ini dalam bentuk aksi nyata di lingkungan masing-masing.

Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri, Kyai Badrun Ajak Jama’ah Masjid At-Tohir Wujudkan Kemandirian Umat


Sumberjo, Margomulyo — Rabu, 28 Mei 2025

Masjid At-Tohir, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, menjadi saksi kajian ilmiah dan spiritual yang penuh makna pada Rabu malam, 28 Mei 2025, pukul 20.00–23.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Majlis Taklim At-Tohir dan menghadirkan Kyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama.

Dalam suasana yang sakral dan bersahaja, dengan latar dekorasi masjid bernuansa hijau dan simbol-simbol keislaman, Kiyai Badrun mengangkat tema “Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri”. Beliau menjelaskan bahwa zakat dan wakaf adalah dua instrumen utama dalam ekonomi Islam yang jika bersinergi, dapat mengokohkan kemandirian umat.

“Zakat menyucikan harta yang kita miliki, sedangkan wakaf mengalirkannya untuk kemaslahatan jangka panjang,” tutur beliau di hadapan para jama’ah yang terdiri dari kalangan tua-muda, takmir, hingga santri lokal.

Lebih lanjut, Kyai Badrun menekankan bahwa berwakaf setelah berzakat adalah bentuk amal unggul, sebagai ekspresi syukur atas kemenangan spiritual di hari Idul Fitri. Beliau juga mengajak jama’ah mulai membiasakan wakaf produktif, baik berupa tanah, dana, maupun skill dan tenaga yang dikelola dengan amanah.

Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, dan komitmen jama’ah untuk membentuk tim kecil penggerak wakaf berbasis masjid guna mendukung program sosial keumatan ke depan.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: "Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri"

Pemateri: Kyai Badrun Sulaiman
Hari/Tanggal: Rabu, 28 Mei 2025
Waktu: 20.00–23.00 WIB
Tempat: Masjid At-Tohir, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo


1. Pendahuluan

  • Idul Fitri adalah momentum spiritual untuk penyucian jiwa dan harta.

  • Zakat fitrah adalah penyucian, wakaf adalah kelanjutan nilai manfaat.

  • Amal yang baik bukan hanya saat Ramadan, tapi harus berkelanjutan.


2. Makna Sinergi Zakat dan Wakaf

  • Zakat bersifat konsumtif: bantuan langsung untuk mustahik.

  • Wakaf bersifat produktif: membangun aset jangka panjang.

  • QS. Al-Baqarah: 267 → tentang pentingnya menginfakkan harta terbaik.


3. Mengapa Wakaf Pasca Zakat?

  • Menyempurnakan rasa syukur pasca Idul Fitri.

  • Menyambung keberkahan Ramadan melalui amal jariyah.

  • Wakaf adalah bentuk spiritualitas yang bertahan lama dan meluas.


4. Contoh Wakaf yang Relevan untuk Umat

  • Wakaf tanah: untuk pertanian atau bangunan lembaga pendidikan.

  • Wakaf uang: dikelola untuk beasiswa, UMKM, atau layanan kesehatan.

  • Wakaf skill: mengajar, melatih, dan membina masyarakat.


5. Penutup dan Aksi Nyata

  • Bentuk Tim Nazir Wakaf Masjid At-Tohir.

  • Edukasi rutin terkait wakaf produktif dan hukum wakaf.

  • Gerakkan semangat wakaf keluarga dan komunitas.

“Zakat adalah langkah awal. Wakaf adalah jejak panjang amalmu. Mari sempurnakan kemenangan Idul Fitri dengan wakaf yang bermanfaat bagi umat sepanjang zaman.” – Kyai Badrun Sulaiman

Rapat Panitia Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Menguatkan Sinergi Menuju Silaturahmi yang Penuh Berkah


Suasana kebersamaan dan semangat kebangkitan ukhuwah Islamiyah terasa kental pada Selasa, 18 Maret 2025. Di ruang sederhana namun sarat makna — Sekretariat PAC Muslimat NU Margomulyo — digelar sebuah pertemuan penting: Rapat Panitia Persiapan Acara Halal Bihalal MWCNU Margomulyo 1446 H.


Rapat ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian MWCNU Margomulyo, mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara. Turut hadir pula Koordinator Bidang PHBI yang menjadi penggagas utama kegiatan ini, bersama perwakilan dari PAC Muslimat, PAC Fatayat, PAC IPNU, PAC IPPNU, enam Ketua Ranting NU se-Kecamatan Margomulyo, dan juga lembaga BMTNU.


Di tengah semangat yang menggelora untuk menyambut bulan Syawal dengan suka cita, tercatat beberapa undangan yang berhalangan hadir. UPZISNU MWC tidak dapat mengikuti rapat karena pada waktu bersamaan tengah menghadiri undangan resmi di Pemkab Bojonegoro. Sementara itu, perwakilan dari PAC Ansor, PAC Rijalul Ansor, dan Satkoryon Banser tidak memberikan keterangan atas ketidakhadirannya.


Musyawarah ini dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Koordinator PHBI atas gagasan dan inisiasi pelaksanaan Halal Bihalal sebagai media merawat silaturahmi dan memperkokoh tali persaudaraan antar warga Nahdliyin.

"Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi menjadi wasilah untuk menyatukan langkah, mempererat hati, dan meneguhkan kembali komitmen kita dalam khidmah untuk umat," tutur beliau dengan suara teduh yang penuh wibawa.


Dalam rapat tersebut, secara mufakat disepakati bahwa acara Halal Bihalal akan dilaksanakan pada Kamis, 10 April 2025 M bertepatan dengan 11 Syawal 1446 H. Kegiatan penuh berkah ini rencananya akan menghadirkan tokoh kharismatik dan mubalig senior dari Kabupaten Bojonegoro, KH Shohib Shoim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Bojonegoro, yang dikenal luas dengan dakwahnya yang menyejukkan dan sarat hikmah.


Dengan semangat gotong royong dan tekad yang satu, rapat tersebut ditutup dalam nuansa optimisme. Para peserta sepakat untuk saling mendukung demi kelancaran dan kesuksesan acara yang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat keislaman dan keindonesiaan warga NU Margomulyo.


Halal Bihalal tahun ini diharapkan menjadi pancaran cahaya kebersamaan, membentang kasih sayang dalam bingkai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebuah perayaan pasca-Ramadhan yang bukan hanya menggugah, tapi juga menggugurkan dendam dan menggantinya dengan damai.

Kunjungan Silaturahmi PAC Muslimat dan Fatayat NU di Rumah Kiyai Badrun: Dukungan Penuh untuk Acara Halal Bihalal


Margomulyo-  6 April 2025, yang bertepatan dengan 7 Syawal 1446 Hijriah, suasana penuh kedamaian dan kebersamaan tercipta di rumah kediaman Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Pagi itu, pukul 07.00 WIB, rumah yang sederhana namun penuh berkah itu menjadi saksi bisu kunjungan silaturahmi yang penuh makna dari PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo.


Tamu yang hadir dalam kunjungan tersebut diterima dengan hangat oleh tuan rumah, Kiyai Badrun, bersama istri tercinta, Nyai Sriani. Sebuah sambutan penuh keakraban dan rasa hormat mengawali pertemuan yang bermakna ini. Dalam suasana penuh kedamaian tersebut, Ketua PAC Fatayat, Adawiyah, yang bertindak sebagai juru bicara, menyampaikan harapan dan kesiapan organisasi Muslimat dan Fatayat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara Pengajian Halal Bihalal yang akan diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo pada 10 April 2025 / 11 Syawal 1446 H.


"Semoga peran serta Muslimat dan Fatayat Margomulyo dalam acara ini dapat memberi manfaat dan keberkahan, serta mempererat tali persaudaraan di antara kita," ungkap Adawiyah dengan penuh semangat. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut adalah wujud nyata dari silaturahmi dan komitmen bersama untuk membangun Margomulyo yang lebih baik, penuh keberkahan, dan dalam semangat kebersamaan.


Di sisi lain, Kiyai Badrun menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kedatangan serta dukungan penuh yang diberikan oleh PAC Muslimat dan Fatayat. "Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan untuk kelancaran acara Halal Bihalal nanti. Semoga kerja sama ini membawa kebaikan bagi kita semua," ujarnya.


Sebelum mengakhiri kunjungan, seluruh hadirin bersama-sama mengabadikan momen indah ini dengan foto bersama, sebagai simbol persatuan yang semakin erat antara keluarga besar MWCNU Margomulyo. Dengan senyum yang tulus, mereka berharap bahwa sinergi ini akan terus berlanjut, memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat di kecamatan ini.


Kunjungan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan cermin dari komitmen dan semangat gotong royong dalam berkhidmah di dalam jam'iyah Nahdlatul Ulama yang terus dijaga oleh warga NU di Margomulyo, dalam rangka mewujudkan acara yang penuh berkah dan kehangatan silaturahmi.

Peringatan Haul ke-1 Kyai Abdul Karim: Mengenang Perjuangan dan Dedikasi Beliau untuk NU


Sumberjo – 14 Maret 2025, Kegiatan Peringatan Haul ke-1 Kyai Abdul Karim berlangsung khidmat pada Jumat Kliwon, 14 Maret 2025, di Masjid Mambaul Khoiriyah, Dusun Singgih, Desa Sumberjo. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran MWCNU Margomulyo, pengurus ranting NU Sumberjo, serta badan otonom yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Kyai Abdul Karim, yang menjabat sebagai Rois Syuriah NU Sumberjo periode 2024-2029, rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan Khotmil Qur’an dan Tahlil di makam beliau. Suasana penuh haru dan doa mengiringi momen tersebut, sebagai wujud rasa cinta dan penghormatan dari para santri serta masyarakat yang hadir.


Pada sore harinya, pengajian digelar dengan menghadirkan Kyai Badrun Sulaiman sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, Kyai Badrun mengenang perjuangan Kyai Abdul Karim yang begitu besar dalam menggerakkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Sumberjo dan Margomulyo. Beberapa di antaranya adalah dorongan kuat dari beliau dalam pendirian Kantor MWCNU Margomulyo yang kini berdiri megah, serta perannya dalam mendorong berdirinya BMTNU Margomulyo. Selain itu, banyak lagi jasa-jasa Kyai Abdul Karim yang menjadi bukti nyata dedikasi beliau dalam membangun dan menguatkan NU di berbagai lini.


Hadir pula dalam acara ini warga masyarakat sekitar serta para santri Kyai Abdul Karim. Mereka datang dengan penuh rasa cinta dan penghormatan kepada sosok guru yang selama hidupnya telah banyak memberikan ilmu, bimbingan, dan teladan. Para santri yang dahulu pernah mengaji kepada beliau turut larut dalam suasana haru, mengenang bagaimana Kyai Abdul Karim mendidik mereka dengan penuh kelembutan dan ketegasan dalam menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menunjukkan betapa besarnya pengaruh Kyai Abdul Karim dalam kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah tersebut. Tidak hanya dari Sumberjo, beberapa jamaah juga datang dari berbagai daerah di Margomulyo, membuktikan bahwa perjuangan beliau dalam membangun NU telah meninggalkan jejak yang begitu dalam di hati umat.

Semoga segala amal ibadah Kyai Abdul Karim diterima di sisi Allah SWT, dan perjuangan beliau tetap menginspirasi kita semua. Aamiin.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kyai Samirin memimpin doa bersama, memohon keberkahan dan keteladanan dari perjuangan Kyai Abdul Karim dapat terus diwarisi oleh generasi penerus. Haul ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan beliau dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an di masyarakat.

Kajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Margomulyo Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat

 


Margomulyo – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margomulyo kembali menggelar kajian rutin yang berlangsung pada Jumat, 29 Desember 2024. Kegiatan ini diadakan di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo, mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.


Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus PAC IPNU-IPPNU Margomulyo yang antusias mengikuti jalannya kegiatan. Kajian rutin ini menjadi salah satu agenda strategis bagi organisasi dalam memperkuat wawasan dan pemahaman kader terhadap berbagai isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi.


Puncak acara diisi dengan kajian bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat” yang disampaikan oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi umat Islam sebagai salah satu pilar dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.


“Ekonomi yang kuat akan melahirkan umat yang berdaya, mandiri, dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, kader-kader muda NU harus mulai berpikir kreatif dan inovatif dalam membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kiai Badrun dalam ceramahnya.


Kegiatan kajian rutin ini menjadi momentum bagi kader IPNU-IPPNU Margomulyo untuk lebih memahami peran strategis mereka dalam membangun perekonomian berbasis komunitas. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang diskusi aktif bagi para peserta untuk bertukar gagasan dan mencari solusi konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat lokal.


Dengan berakhirnya kajian ini, diharapkan semangat dan kesadaran kolektif dalam memberdayakan ekonomi umat semakin tumbuh di kalangan kader muda NU, sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang mengajarkan kemandirian dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


Kajian Rutin NU Ranting Kalangan Margomulyo: Mengupas Pemberdayaan Wakaf

 

Margomulyo – Pengurus dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kalangan Margomulyo menggelar kajian rutin pada Jumat, 26 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, ini dimulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh anggota serta jajaran pengurus ranting.


Dalam kajian tersebut, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, Kiai Badrun, menjadi narasumber utama. Ia menyampaikan materi bertema “Pemberdayaan Wakaf”, yang menyoroti pentingnya optimalisasi aset wakaf dalam mendukung kesejahteraan umat.


Dalam paparannya, Kiai Badrun menekankan bahwa wakaf bukan hanya sekadar amal jariyah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian dan pendidikan umat jika dikelola dengan baik. Ia mengajak seluruh anggota NU Ranting Kalangan Margomulyo untuk lebih memahami dan berperan aktif dalam pemberdayaan wakaf guna memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Kajian rutin ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam mengelola wakaf secara produktif. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan komitmen kuat NU Ranting Kalangan Margomulyo dalam mengembangkan potensi wakaf di lingkungan mereka.


Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi inisiatif-inisiatif wakaf produktif yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat, selaras dengan prinsip Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kemaslahatan bersama.

Kajian Rutin MT Baiturrohman Tepus Margomulyo Bahas Pemberdayaan Wakaf

MARGOMULYO – Majelis Taklim Baiturrohman Tepus Margomulyo kembali menggelar kajian rutin pada Jumat malam, 20 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Masjid Baiturrohman Tepus, Kecamatan Margomulyo, ini dihadiri oleh seluruh anggota serta pengurus majelis taklim.


Dengan suasana penuh kekhidmatan, kajian yang dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir pada 23.00 WIB itu menghadirkan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, Kiai Badrun, sebagai narasumber utama. Beliau membawakan materi bertajuk “Pemberdayaan Wakaf”, yang menyoroti pentingnya optimalisasi aset wakaf untuk kemaslahatan umat.


Dalam paparannya, Kiai Badrun menekankan bahwa wakaf bukan sekadar amalan ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat. “Jika dikelola dengan baik, aset wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi yang menopang berbagai kebutuhan sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Para peserta tampak antusias mengikuti kajian ini, terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Mereka menggali lebih dalam tentang tata kelola wakaf yang sesuai dengan prinsip syariah serta regulasi yang berlaku.


Kajian rutin ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi jamaah tentang potensi besar wakaf dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran untuk lebih aktif dalam pengelolaannya.


Dengan berakhirnya acara, para peserta meninggalkan masjid dengan semangat baru untuk turut berkontribusi dalam pemberdayaan wakaf di lingkungan masing-masing.

Lailatul Ijtima' Mujahadah di Margomulyo: Memperkuat Spirit Perjuangan Nahdlatul Ulama

Margomulyo – Ahad 09 februari 2025Semangat kebersamaan dan perjuangan dalam mengembangkan Nahdlatul Ulama (NU) kembali diteguhkan dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ Mujahadah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo. Acara yang berlangsung pada Ahad malam (9/2/2025) atau bertepatan dengan 11 Sya’ban 1446 H ini digelar di Aula Gedung MWCNU, Dusun Jerukgulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

"Bunda Rukmiati Terpilih sebagai Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo 2025-2029"


Margomulyo, 5 Januari 2025 – Konferensi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo untuk periode 2019-2024 berlangsung dengan khidmat di Aula MWCNU Margomulyo. Acara yang dimulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi bagi para kader Muslimat NU di tingkat kecamatan dan ranting.

Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama, yaitu Opening Ceremony, dibuka dengan sambutan penuh kehangatan oleh Bu Nyai Maslahah, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo. Dalam pidatonya, Bu Nyai Maslahah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran PAC dan ranting Muslimat atas dedikasi dan partisipasi yang tak kenal lelah selama tiga periode kepemimpinannya.

"Saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus PAC dan ranting Muslimat NU Margomulyo atas sinergi dan semangatnya dalam memperjuangkan misi organisasi. Mohon maaf atas segala kekurangan selama masa pengabdian ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridai perjuangan kita," ucapnya dengan penuh haru di hadapan para peserta konferensi.

Kiai Badrun Sulaiman: Apresiasi dan Pesan untuk Kepemimpinan Muslimat NU Margomulyo

Masih dalam sesi Opening Ceremony, suasana semakin khidmat dengan sambutan yang disampaikan oleh Kiai Badrun Sulaiman, salah satu tokoh sentral Nahdlatul Ulama Margomulyo. Dalam pidatonya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah PAC Muslimat NU Margomulyo yang dinilai telah berhasil mengawal dakwah Islam yang rahmah (penuh kasih sayang) dan ramah (menghargai keberagaman) di masyarakat Margomulyo.

"Kinerja Muslimat NU Margomulyo selama ini patut kita syukuri dan apresiasi. Para ibu dan kader Muslimat telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dengan pendekatan yang santun, sehingga dakwah Muslimat NU tidak hanya diterima tetapi juga dicintai masyarakat," ujar Kiai Badrun dengan nada tegas namun penuh kebapakan.

Selain itu, Kiai Badrun juga menyampaikan pesan penting bagi Ketua PAC Muslimat NU yang akan terpilih dalam konferensi kali ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan organisasi dengan tetap mengedepankan prinsip koordinasi dan keselarasan dengan kebijakan struktural Nahdlatul Ulama.

"Ketua yang terpilih nanti saya harap dapat menyambung tongkat estafet perjuangan ini dengan lebih fokus dan koheren. Semua kebijakan di tingkat struktural NU harus menjadi pedoman utama dalam merancang program-program Muslimat ke depan, agar langkah kita semakin sinergis dan bermanfaat bagi umat," imbuhnya.

Pesan Kiai Badrun ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta konferensi akan peran strategis Muslimat NU sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Dalam suasana yang penuh hikmat, hadirin menyambut sambutan beliau dengan tepuk tangan sebagai tanda penghormatan dan dukungan atas arahan yang telah disampaikan.

Momentum ini semakin memperkuat tekad seluruh kader Muslimat NU Margomulyo untuk terus bergerak maju dalam mengemban amanah perjuangan organisasi di masa mendatang.

Amanat Camat Margomulyo: Muslimat NU Sebagai Pilar Islam yang Rahmah dan Ramah untuk NKRI

Sesi Opening Ceremony konferensi PAC Muslimat NU Margomulyo semakin bermakna dengan sambutan dari Camat Margomulyo yang diwakili oleh Kasi Kesra, Bapak Riadi. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Riadi menyampaikan amanat Camat Margomulyo yang menegaskan pentingnya peran organisasi Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya, termasuk Muslimat NU, dalam menjaga harmoni Islam yang rahmah (penuh kasih sayang) dan ramah (bersahabat) sebagai fondasi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami sangat mengapresiasi Muslimat NU Margomulyo yang telah menjadi mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Dalam menjalankan perannya, Muslimat NU telah menunjukkan bahwa dakwah Islam yang rahmah dan ramah adalah kunci untuk menjaga persatuan dan kedamaian di wilayah kita," ujar Bapak Riadi, menyampaikan pesan dari Camat.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya NU dan badan otonomnya untuk terus menjaga semangat perjuangan yang konsisten dalam membela kepentingan umat sekaligus menguatkan pilar-pilar kebangsaan.

"Kami berharap jajaran Muslimat NU Margomulyo bersama NU sebagai induknya terus menjadi pengawal setia Islam yang mengayomi dan merangkul semua pihak, demi tegaknya NKRI yang damai, rukun, dan sejahtera," tambahnya.

Pesan ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh peserta konferensi untuk memperkokoh peran strategis Muslimat NU sebagai agen perubahan sosial dan penjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Sambutan ini disambut dengan tepuk tangan meriah sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang inklusif dan nasionalisme yang kokoh.

Dengan semangat dan amanah yang disampaikan oleh para tokoh dan pemimpin, sesi pertama ini berhasil menggugah semangat para kader Muslimat NU Margomulyo untuk melangkah lebih jauh, mengukir prestasi, dan terus menjaga Islam Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai rahmatan lil ‘alamin.


PC Muslimat NU Bojonegoro Resmi Membuka Konferensi PAC Muslimat NU Margomulyo

Mengakhiri sesi Opening Ceremony, sambutan dari perwakilan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Bojonegoro menjadi momen yang dinanti-nanti. Dalam sambutan yang penuh inspirasi, Ketua PC Muslimat NU Bojonegoro atau yang mewakili, memberikan penghormatan kepada seluruh kader Muslimat NU Margomulyo atas dedikasi dan semangatnya dalam menggerakkan organisasi selama periode 2019-2024.

"Kami bangga melihat kiprah Muslimat NU Margomulyo yang selalu konsisten dalam menjaga misi organisasi, baik di bidang keagamaan, sosial, maupun pemberdayaan perempuan. Ini adalah bukti nyata bahwa Muslimat NU menjadi pilar penting dalam memperkokoh perjuangan Nahdlatul Ulama di Bojonegoro," ungkap beliau dengan penuh apresiasi.

Dalam sambutannya, PC Muslimat NU Bojonegoro juga memberikan arahan agar konferensi ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai forum musyawarah untuk merancang program-program strategis yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Konferensi ini bukan hanya rutinitas organisasi, tetapi momentum strategis untuk melahirkan ide-ide besar yang akan membawa Muslimat NU Margomulyo lebih maju, lebih berdaya, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," tegasnya.

Di akhir sambutannya, beliau secara resmi membuka Konferensi PAC Muslimat NU Margomulyo, ditandai dengan ketukan palu dan ucapan basmalah yang diikuti oleh seluruh peserta.

"Dengan memohon ridha Allah SWT, konferensi PAC Muslimat NU Margomulyo ini secara resmi kami buka. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap proses yang akan kita lalui," ujarnya disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Pembukaan resmi ini menutup sesi pertama dengan suasana yang penuh semangat dan optimisme. Para peserta konferensi pun siap melanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu Sidang Pleno, untuk membahas program kerja dan memilih pemimpin baru yang akan membawa Muslimat NU Margomulyo menuju masa depan yang lebih gemilang.

Sesi Sidang Pleno: Bunda Rukmiati Terpilih Sebagai Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo 2025-2029

Memasuki sesi kedua, Sidang Pleno dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Bojonegoro. Sidang ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan konferensi, dengan agenda utama pembahasan laporan kerja melalui sidang komisi serta pemilihan Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo untuk periode 2025-2029.

Sidang komisi berlangsung dinamis dengan para peserta dari enam ranting Muslimat NU di Margomulyo memberikan masukan dan pandangan konstruktif terhadap berbagai program yang telah berjalan. Rekomendasi dari masing-masing komisi dirumuskan sebagai pijakan strategis bagi pengurus baru dalam merancang langkah-langkah ke depan.

Setelah sidang komisi selesai, agenda dilanjutkan dengan Sidang Pemilihan Ketua. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan penuh musyawarah, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas organisasi Muslimat NU. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, seluruh peserta sidang dari enam ranting dengan suara bulat menyepakati memilih Bunda Rukmiati sebagai Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo untuk periode 2025-2029 melalui mekanisme Voting.

Keputusan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta konferensi. Bunda Rukmiati, yang selama ini dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi, menerima amanah tersebut dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan Muslimat NU dengan lebih baik.


"Alhamdulillah, ini adalah amanah besar yang harus saya emban. Dengan dukungan dari seluruh jajaran PAC dan ranting Muslimat NU, saya yakin kita dapat terus berjuang bersama untuk menguatkan peran Muslimat NU dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat," ujar Bunda Rukmiati dengan penuh semangat.

Sidang pleno ini mengakhiri rangkaian konferensi dengan suasana yang penuh optimisme. Para peserta meninggalkan aula dengan harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan baru, PAC Muslimat NU Margomulyo akan semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kajian Rutin Malam Sabtu Pahing di Masjid Baiturrahman: Memahami Tanda Orang yang Sholih


Pada hari Jumat, 15 November 2024, Masjid Baiturrahman yang terletak di Dusun Tepus, Desa Margomulyo, menggelar kegiatan kajian rutin yang berlangsung pada malam Sabtu Pahing. Acara ini dimulai pukul 20.30 dan berakhir pada 22.00, diikuti dengan penuh antusias oleh warga Dusun Tepus, Batang, Kaligede, dan Pluntu, terutama jama'ah Masjid Baiturrahman.


Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Dusun Tepus dan jajarannya, yang turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menambah semarak dan kekhidmatan kegiatan kajian malam itu.


Yasin dan Tahlil: Awal Kebersamaan dalam Doa

Acara dimulai dengan sesi Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ndan Ghofur lalu di lanjut Kiyai Jumari, tokoh agama yang sangat dihormati di wilayah tersebut. Lantunan doa dan dzikir yang mengalun indah dari Kiyai Jumari membawa suasana yang penuh dengan keberkahan dan ketenangan. Momen ini mengajak seluruh jama'ah untuk merenungi kebesaran Allah SWT dan meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.


Kajian Utama: Tanda Orang yang Sholih

Puncak acara malam itu adalah kajian yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam kajian kali ini, Kiyai Badrun mengangkat tema "Alamat/Tanda Orang yang Sholih." Beliau menjelaskan bahwa orang yang sholih adalah mereka yang mampu menyelaraskan antara amal ibadah syar'iyyah dan mu'amalah dengan makhluk Allah SWT.


Kiyai Badrun Menegaskan Pentingnya Keselarasan Amal:


"Orang yang sholih adalah orang yang mampu menyelaraskan antara amal ibadah syar'iyyah dan mu'amalah dengan makhluk Allah SWT," jelas Kiyai Badrun di hadapan para jama'ah. Beliau menekankan bahwa sholat bukan hanya sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sepenuh hati dan jiwa. Sholat yang dijalankan dengan khusyuk dan ikhlas akan mencerminkan keimanan yang sejati dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan Moral dan Praktis:


Dalam kajiannya, Kiyai Badrun yang mengenakan baju putih dan diapit oleh tokoh masyarakat setempat, yaitu Kiyai Jumari di sebelah kiri dan Ndan Ghofur Satkoryon Banser Margomulyo di sebelah kanan, memberikan contoh-contoh praktis tentang bagaimana menjalankan sholat yang benar, baik dari segi pelaksanaan fisik maupun niat yang tulus. Beliau mengajak jama'ah untuk tidak hanya fokus pada gerakan sholat, tetapi juga pada makna dan tujuan dari setiap gerakan tersebut. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, karena mu'amalah yang baik adalah cerminan dari ibadah yang diterima oleh Allah SWT.


Peran Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari:


Kiyai Badrun menjelaskan bahwa sholat memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Sholat yang dijalankan dengan benar akan membuat seseorang lebih sabar, ikhlas, dan penuh dengan kasih sayang. Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang sholih akan selalu berusaha untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain.


Penutup dan Doa Bersama

Setelah menyampaikan kajian yang sangat mendalam dan menggugah hati, acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Seluruh jama'ah pulang dengan hati yang penuh dengan semangat dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih sholih.


Refleksi dan Harapan

Kajian rutin di Masjid Baiturrahman ini memberikan banyak manfaat bagi para jama'ah. Selain mempererat tali silaturahmi antar warga, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama dan membangun karakter yang lebih baik. Tema yang diangkat Kiyai Badrun sangat relevan dengan kebutuhan spiritual masyarakat, mengingat pentingnya menjalankan sholat dengan khusyuk dan menjaga hubungan baik dengan sesama makhluk Allah.

"Menggenggam Cahaya Ruhani: PAC Muslimat NU Margomulyo Meniti Jalan Amal di Bumi Margomulyo"

 


Margomulyo, 14 November 2024 – PAC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan rutin di aula MWCNU Margomulyo pada Kamis Kliwon, 14 November 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.45 WIB ini dihadiri oleh jajaran PAC Muslimat NU Margomulyo serta seluruh pimpinan dan anggota dari enam ranting NU se-ancab Margomulyo. Kehadiran para peserta yang memenuhi aula menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ini yang telah berlangsung secara istiqomah.

Dalam sambutannya, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, Maslahah, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pengurus dan anggota. “Matursuwun kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota yang telah berpartisipasi dalam acara ini dengan penuh keistiqamahan,” ujar Maslahah penuh syukur.

Puncak kegiatan diisi dengan kajian Kitab Arruh, yang kali ini disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Pada kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema Bab Kelima dalam kitab tersebut, membahas mengenai perbedaan antara satu ruh dengan yang lainnya di akhirat kelak. “Yang akan membedakan antara satu ruh dengan ruh lainnya di akhirat nanti adalah ikhtiar amal kebaikan yang dilakukan masing-masing selama di dunia,” ujar Kiyai Badrun. Penjelasan beliau membawa jamaah pada perenungan mendalam tentang pentingnya amal baik sebagai bekal di akhirat.

Kajian ini tidak hanya memperkaya pemahaman agama, namun juga menjadi sarana penguatan ukhuwah Islamiyah di antara Muslimat NU di Margomulyo. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan keistiqamahan jamaah dalam beramal baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

PAC Muslimat NU Margomulyo berharap agar kegiatan ini dapat terus berjalan sebagai sarana menimba ilmu dan memperkuat ikatan ukhuwah antar sesama anggota.

Suasana khidmat menyelimuti aula MWCNU Margomulyo saat Kiyai Badrun menyampaikan tausiyahnya. Pesan beliau tentang perbedaan ruh di akhirat, yang bergantung pada amal perbuatan di dunia, menggugah para jamaah untuk semakin giat dalam beribadah dan beramal shalih. Kajian ini tidak hanya menjadi pengingat untuk berbuat baik, tetapi juga sebagai motivasi bagi para anggota Muslimat NU untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Para jamaah yang hadir terlihat antusias dan menyimak dengan penuh perhatian. Kajian Kitab Arruh, yang disampaikan secara rutin oleh Kiyai Badrun, telah menjadi agenda penting bagi PAC Muslimat NU Margomulyo dalam membekali anggotanya dengan pengetahuan agama yang mendalam dan inspiratif. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan antar anggota dari berbagai ranting di Margomulyo.

Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo, Maslahah, menutup acara dengan harapan agar seluruh anggota Muslimat NU terus bersemangat dalam mengikuti kajian-kajian keagamaan dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan di masyarakat. “Semoga kita semua selalu diberi kekuatan dan keistiqamahan untuk mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan menjadikannya bekal terbaik di akhirat,” tuturnya, menutup acara dengan penuh harapan dan doa.

Melalui kegiatan kajian rutin seperti ini, PAC Muslimat NU Margomulyo berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperdalam ilmu agama sekaligus mengajak seluruh anggotanya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga dan mengembangkan tradisi keislaman di masyarakat Margomulyo. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan pencerahan bagi jamaah, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh komunitas.

“Menghidupkan Masjid dan Dakwah: Semangat Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri untuk Kebaikan Bersama”

Gus Ali Ma'ruf (Ketua GP ANSOR Ranting Meduri)

Margomulyo, 27 Oktober 2024 Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Meduri menggelar kegiatan Lailatul Ijtima' di Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Pleret, Desa Meduri, pada Minggu malam, 27 Oktober 2024. Acara yang dimulai pukul 20.30 hingga 22.45 WIB ini berlangsung khidmat yang di ikuti oleh jajaran pengurus NU Ranting Meduri, badan otonom seperti Muslimat, Ansor, dan IPNU/IPPNU, serta warga masyarakat Dusun Kijing, Dusun Pleret, Kepala Dusun Kijing dan Pleret, serta jajaran RT, RW setempat turut hadir memberikan dukungan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ali Ma'ruf, Ketua Ranting GP Ansor Meduri, yang mengisi suasana masjid dengan lantunan indah dan membawakan jamaah dalam nuansa religius yang mendalam.

Suyut (Kepala Dusun Kijing)

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Kijing, Bapak Suyud, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan Lailatul Ijtima' ini. Menurut beliau, acara ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkokoh peran NU sebagai pengayom masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, keagamaan termasuk dan sosial kemasyarakatan. “Acara seperti ini penting, karena selain memperkuat ukhuwah, juga menjadi ajang saling tukar ilmu dan nasehat di antara kita semua,” ucap Bapak Suyud dengan penuh antusias.

Ketua NU Ranting Meduri, Eko Sunarno, kemudian memberikan berbagai hal yang menyoroti beberapa hal penting. Beliau mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang. “Gunakan hak pilih yang terbaik, jangan sampai golput,” tegas Eko. Ia juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas dan dapat membawa kemajuan bagi desa dan daerah.

Eko Sunarno (Ketua NU Ranting Meduri)

Dalam pesan penutupnya, Eko Sunarno berharap agar NU Ranting Meduri dapat terus menjadi wadah yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi warga lainnya untuk terus menjaga kebersamaan dan merawat nilai-nilai persahabatan yang sejalan dengan ajaran Islam yang moderat.

Malam Lailatul Ijtima' itu berakhir dengan penuh kehangatan, diiringi dengan doa bersama untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Desa Meduri. Para jamaah pulang dengan harapan besar untuk melihat kerinduan peran NU dalam membimbing dan mendampingi melalui berbagai program yang bermanfaat dan penuh maslahat.

Kiyai Rosyidi (Rais MWCNU Margomulyo)

Dalam sambutan berikutnya, Rais Suriyah MWC NU Margomulyo, Kiyai Rosyidi memberikan tausiyah yang menyentuh hati para jamaah mengenai keutamaan memakmurkan masjid. Beliau menekankan bahwa masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan peradaban Islam yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.

“Memakmurkan masjid adalah bentuk ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat persaudaraan di antara umat Islam,” ucapnya dengan penuh semangat. Beliau mengingatkan bahwa peran aktif jamaah dalam kegiatan masjid, mulai dari shalat berjamaah hingga pengajian rutin, adalah bentuk komitmen yang akan mendatangkan keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Selain itu, Rais Suriyah MWC juga mengajak jamaah untuk menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. “Dengan mencintai dan meramaikan masjid, kita memberikan teladan yang baik bagi anak-anak kita dan menjaga agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang positif dan penuh nilai-nilai Islam,” lanjutnya.

Penutup tausiyahn beliau diiringi harapan agar seluruh warga, khususnya di Ranting Meduri, semakin bersemangat dalam memakmurkan masjid Baitul Muttaqin dan masjid-masjid lainnya di Desa Meduri. Tausiyah ini memberikan inspirasi bagi para jamaah yang hadir untuk lebih aktif memanfaatkan masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ust. Syaifuddin (Wakil Ketua MWCNU Margomulyo)

Acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Syarifudin, Wakil Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para jamaah untuk memahami pentingnya sedekah sebagai sarana mendukung keberlangsungan dakwah NU, khususnya di Desa Meduri.

Ustadz Syarifudin menekankan bahwa sedekah memiliki nilai keutamaan yang tidak hanya berdampak pada pahala di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan dan kemudahan dalam kehidupan dunia. “Sedekah adalah investasi ukhrawi yang pahalanya terus mengalir, apalagi jika sedekah tersebut digunakan untuk kegiatan dakwah dan memajukan masyarakat,” ujar beliau. Dengan nada penuh harapan, Ustadz Syarifudin mengajak jamaah untuk ikut berperan aktif menyokong program-program NU di Meduri melalui sedekah, sehingga berbagai kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial dapat berjalan dengan lancar.

Sebagai penutup dari rangkaian acara, doa yang dipanjatkan oleh Kyai Rohmad Tini, Syuriah NU Ranting Meduri. Dalam doanya, beliau memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan bagi seluruh jamaah serta menguatkan semangat warga Desa Meduri untuk terus aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Doa yang dipanjatkan oleh Kyai Rohmad Tini mengakhiri malam Lailatul Ijtima' dengan suasana yang penuh haru dan ketenangan. Para jamaah pun pulang dengan hati yang penuh rasa syukur, membawa semangat baru untuk lebih aktif dalam memakmurkan masjid, mendukung dakwah NU, dan menjalin kebersamaan dalam setiap langkah kebaikan.

“Bersatu dalam Khidmat, Menguatkan Dakwah: Cahaya Kebersamaan di Naharul Ijtima' NU Geneng”

 

Margomulyo, 27 Oktober 2024 – Naharul Ijtima' Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Geneng diselenggarakan dengan penuh khidmat pada Minggu, 27 Oktober 2024, di Masjid Al-Muhlisiyah, Dusun Kalibedah, Desa Geneng. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga selesai ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus NU, badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU/IPPNU, serta tokoh masyarakat dan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Dalam sambutannya, Ketua Ranting NU Geneng, Kiyai Ihsan, menyampaikan penghargaan yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi warga NU Geneng, yang telah menyumbangkan tenaga dan harta demi kesuksesan acara. “Terutama kepada Ibu-ibu Muslimat NU yang telah bekerja keras, saya sampaikan terima kasih. Kebersamaan dan keikhlasan inilah yang menjadi landasan kuat bagi NU untuk terus berkhidmat di tengah umat,” ujarnya.

Acara inti diisi dengan tausiyah dari Kiyai Rosyidi, Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, yang hadir memberikan pencerahan bagi para jamaah. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat istiqomah dalam berjuang di jalan Allah. “Berjuang dalam kebersamaan adalah energi yang menjaga kekuatan kita, dan dengan istiqomah, kita dapat mencapai hasil yang lebih bermakna di hadapan Allah SWT,” ucapnya penuh semangat.

Kiyai Rosyidi juga mengingatkan agar warga NU tetap menjaga persatuan dan saling mendukung dalam setiap kegiatan dakwah dan sosial di masyarakat. Hal ini, menurut beliau, merupakan kunci untuk mempertahankan eksistensi NU sebagai wadah pengayom umat dan penuntun dalam memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Kegiatan Naharul Ijtima' ini diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan umat Islam, khususnya warga Desa Geneng. Para jamaah pulang dengan semangat yang semakin kuat untuk melanjutkan perjuangan di tengah-tengah masyarakat, seraya berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah ditanamkan dalam kegiatan ini.

Dengan terlaksananya acara ini, NU Ranting Geneng berharap dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, sekaligus menjadi inspirasi bagi mengomel-ranting NU lainnya di Kecamatan Margomulyo.

Kegiatan Naharul Ijtima' ini memberikan dampak positif bagi seluruh jamaah yang hadir. Mereka merasa semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang digagas oleh NU Ranting Geneng. Sebagai ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah, acara ini juga menjadi momen bagi para jamaah untuk saling bertukar pengalaman serta inspirasi dalam memperkuat peran NU sebagai pengayom umat.

Para tokoh masyarakat dan badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU/IPPNU juga turut berkomitmen mendukung program-program yang akan dijalankan oleh NU Ranting Geneng. Mereka sepakat untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat yang berkelanjutan, dengan harapan agar NU di Desa Geneng semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Di penghujung acara, Ketua NU Ranting Geneng, Kiyai Ihsan, kembali menyampaikan harapannya agar semangat kebersamaan yang terbangun dalam Naharul Ijtima' ini dapat terus dipertahankan dan menjadi bekal dalam melanjutkan perjuangan dakwah di tingkat lokal. "Semoga NU di Geneng ini terus menjadi teladan, bukan hanya dalam menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga dalam upaya memajukan kesejahteraan umat," ucap Kiyai Ihsan dengan penuh optimisme.

Seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang dipenuhi semangat baru dan rasa syukur atas kesempatan berkhidmat di dalam organisasi yang mencerminkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan. Kegiatan Naharul Ijtima' NU Ranting Geneng ini menjadi bukti nyata bahwa melalui kerja sama dan keikhlasan, setiap tantangan dalam dakwah dapat dihadapi dengan penuh semangat dan keteguhan, demi kebaikan bersama.