Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Keutamaan puasa bulan syawal

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hadirin yang dirahmati Allah,


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.


Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk membahas sebuah topik yang sangat penting dalam agama kita, yaitu keutamaan puasa Syawal. Puasa Syawal adalah amalan yang dianjurkan setelah selesainya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 


Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)   


 Perhitungan pahala puasa satu tahun itu berdasarkan firman Allah swt berikut,


   مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ    


Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160).


Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadis yang disebutkan, terdapat beberapa pembahasan mengenai keutamaan puasa Syawal sebagai berikut:


1. Pahala Puasa Setahun

Hadis yang disebutkan di atas, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyatakan bahwa puasa selama bulan Ramadhan diikuti dengan enam hari puasa pada bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Hal ini menunjukkan kebesaran pahala yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang melaksanakan puasa ini dengan ikhlas dan penuh kesungguhan.


2. Penggandaan Pahala

Dalam Surah Al-An'am ayat 160, Allah SWT menyatakan bahwa bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, Dia akan memberikan pahala sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat dari amal ibadah tersebut. Ini menunjukkan kemurahan Allah SWT dalam memberikan penggandaan pahala kepada hamba-Nya yang berusaha melakukan kebaikan.


3. Kesinambungan Ibadah

Puasa Syawal memberikan kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan berpuasa setelah bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan puasa Syawal, seseorang menunjukkan kesungguhan dalam menjaga ibadah puasa dan menyambut bulan Syawal dengan penuh semangat. Ini juga merupakan bentuk kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.


4. Menghapuskan Dosa

Puasa Syawal juga memiliki keutamaan dalam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Ansari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun." Dalam konteks ini, puasa Syawal memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan dosa-dosa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT.


5. Menunjukkan Rasa Syukur

Melakukan puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat bulan Ramadhan yang telah diberikan. Puasa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, dan dengan berpuasa Syawal, umat Muslim menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan ibadah puasa.


Selain hadis yang telah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa hadis lain yang menguatkan keutamaan puasa Syawal. Contohnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)


Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa Syawal sebagai sunnah yang dianjurkan setelah puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan pentingnya melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Dengan demikian, puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Melalui ibadah puasa Syawal, umat Muslim dapat mendapatkan pahala yang besar, menghapuskan dosa-dosa, menunjukkan rasa syukur, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan.


Terdapat beberapa hadis tambahan yang dapat menguatkan keutamaan puasa Syawal:


1. Hadis Riwayat Abu Hurairah:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia telah memperoleh pahala puasa sepanjang tahun." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)


Hadis ini menegaskan kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah puasa setelah Ramadhan berakhir.


2. Hadis Riwayat Aisyah:


مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَدْ صَامَ شَهْرًا كَامِلًا إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ يَصُومُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ


Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW tidaklah meninggalkan puasa enam hari di bulan Syawal baik saat dalam keadaan berperang atau di waktu lainnya." (HR. Muslim)


Dalam hadis ini, Aisyah menegaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Syawal merupakan amalan yang dianjurkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.


3. Hadis Riwayat Abdullah bin Amr bin al-As:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Hadis ini menggarisbawahi kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Syawal dalam agama Islam.


Dari penjelasan ayat Al-Qur'an dan beberapa hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Melakukan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan memberikan pahala yang besar, mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Muslim untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Oleh: Badruns (Ketua MWCNU Margomulyo)

Pengajian Rutin Warga Batang Kulon: Menyemarakkan Halal Bihalal dalam Tradisi Riyoyo Kupat



Batang, 16 April 2024 – Musholla Nurul Hidayah yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar acara pengajian rutin pada hari Selasa Pon malam Rabu Wage. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Halal Bihalal warga Batang. Dengan dimulai pukul 20.00 hingga selesai, acara tersebut berhasil mengundang perhatian warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

"Mengemas Keutamaan Idul Fitri dengan Sentuhan Humor di Pengajian Malem Sabtu Kliwon"


Margomulyo, 12 April 2024 - Masjid BAITURRAHIM Batang DS. Margomulyo dipenuhi dengan semangat keagamaan pada Jum'at malam Sabtu Kliwon tanggal 12 April 2024. Kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap Selapan (35 hari dalam hitungan Jawa) ini berhasil menarik perhatian warga sekitar untuk hadir dan memperoleh pencerahan spiritual.

"Menggapai Keberkahan dan Harmoni: Menyambut Iedul Fitri 1445 H dengan Kasih Sayang dan Maaf"

 

Assalamualaikum wr. wb.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, sebagai Ketua MWCNU Margomulyo, saya dengan tulus ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H kepada seluruh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga ucapan ini dapat menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan kami dalam menyambut hari yang penuh berkah ini.


Hari yang dinanti-nantikan, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kita kini merayakan kemenangan spiritual dan keberhasilan melawan hawa nafsu. Iedul Fitri mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan, mengampuni kesalahan, dan merangkul kedamaian dalam hati.


Di momen yang suci ini, mari kita bersama-sama merefleksikan perjalanan spiritual kita. Marilah kita bertaubat atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Semoga Iedul Fitri menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.


Selain itu, mari kita jadikan Hari Raya Iedul Fitri sebagai ajang untuk saling bermaafan dan mempererat persaudaraan. Hilangkan segala dendam dan permusuhan yang mungkin terjadi di antara kita. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa, mari kita berkompromi, menghormati perbedaan, dan membangun harmoni sebagai umat Muslim yang satu.


Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran MWCNU Margomulyo yang telah bersama-sama berjuang dalam menjaga kebersamaan dan memajukan agama serta umat Islam di wilayah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan hidayah-Nya kepada kita semua.


Terakhir, saya berharap semoga hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga tali silaturahmi terus terjalin erat, kasih sayang terus mengalir di antara kita, dan setiap langkah kita selalu mendapatkan ridho dan petunjuk dari Allah SWT.


Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.


Wassalamualaikum wr. wb.

"Semarak Kegiatan Pembagian Takjil Romadhon PAC IPNU/IPPNU Margomulyo: Momen Kebersamaan dan Kemanusiaan yang Menggugah"


MARGOMULYO - Hari Ahad, 27 Romadhon 1445 H./7 April 2024 M., menjadi saksi dari keramahtamahan dan semangat kebersamaan umat Muslim di Margomulyo. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo menggelar kegiatan pembagian takjil di halaman Kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, ini berhasil menyentuh hati banyak orang.


Kegiatan dimulai dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Suasana yang penuh kekhidmatan terasa menggema di sekitar halaman kantor. Dalam doa tersebut, seluruh peserta berharap agar Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Tak lama setelah itu, aksi mulia dimulai. Dalam semangat kebersamaan, tim pembagian takjil dengan sigap menyiapkan hidangan lezat dan menyegarkan untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor MWCNU Margomulyo. Dalam sekejap, aroma harum takjil tradisional seperti kolak, kurma, dan aneka minuman manis mengisi udara, mengundang decak kagum dari para pejalan kaki yang lewat.


Tak hanya itu, kehadiran Jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka dengan penuh semangat berbaur dengan masyarakat, dengan senyum dan sapaan hangat. Tidak terasa, suasana kekeluargaan terjalin di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi nilai yang tinggi di tengah masyarakat Margomulyo.

Kegiatan pembagian takjil Romadhon berlangsung dengan lancar dan tertib. Para warga masyarakat yang menerima takjil tampak berterima kasih dan bahagia. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh sesama umat Muslim. Pembagian takjil ini menjadi momen yang tak terlupakan dan memberikan semangat terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa.


Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi kerjasama dan partisipasi semua pihak yang turut serta dalam menjalankan kegiatan ini dengan baik. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," ujar Sholeh.


Kegiatan pembagian takjil Romadhon di Kantor MWCNU Margomulyo telah menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Dalam momen yang penuh makna ini, umat Muslim di Margomulyo memperlihatkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas dapat memberikan kebahagiaan dan kehangatan bagi semua. Semoga semangat ini terus membara dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kontributor: Andry.
Editor: TimCyberMWCNU 

MAKNA DAWUH KH. M. HASYIM ASY'ARI

 



Mungkin kita teringat apa yang dikatakan bahwa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, yaitu:


1) Siapa yang mengurusi NU maka saya anggap santriku


2) Siapa yang jadi santriku maka akan saya doakan husnul khatimah beserta keluarganya.


YANG PERLU DIKUPAS adalah ISTILAH:


1) Mengurusi NU

2) Menjadi santri Hadratussyeikh

3) Doa husnul khatimah oleh Hadratussyeikh


● MENGURUSI NU itu ARTINYA LUAS, bukan hanya menjadi "pengurus satruktural NU" saja, tapi menjadi warga NU yang peduli dengan keberadaan NU, apakah dia itu warga nahdliyin biasa, santri non pesantren, santri pondok pesantren, kiai kampung, kiai langgar, mahasiswa NU, pelajar, pemuda, pegiat dan sebagainya. 


Hanya Allah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi" NU, walau tak tercatat dalam daftar nama di SK kepengurusan NU, baik kepengurusan PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, PRNU, PARNU ataupun Banom NU maupun Lembaga NU. 


Jadi jangan merasa terlepas dengan NU, jangan merasa bukan golongan "yang mengurusi NU" hanya karena nama kita tidak terdaftar dalam SK legal formal kepengurusan NU di berbagai tingkatan. 


Hanya Allahlah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi NU" walau dengan samar, menyamar dan tidak terkenal.


● MENJADI SANTRI HADRATUSSYEIKH adalah KEBANGGAAN TERSENDIRI. 


Mungkin hal ini beda dengan fenomena sekarang, yang mana jika ingin menjadi santri salah seorang kiai misalnya, kita tinggal mendaftar di ponpes tertentu, dengan membayar biaya pendaftaran, syahriyah dan biaya-biaya lainnya. 

Dan otomatis sudah menjadi santri kiai tersebut. 


Namun hal ini beda dengan pola penyantrian masa lalu, yang mana harus ada ujian lahir, batin dan mental serta spiritual terlebih dahulu. 


Ingat bagaimana kisah KH. Hasyim Asy'ari yang ingin menjadi santri Mbah Cholil Bangkalan. 


Harus mendapat ujian berat dulu, bahkan "seakan" diusir dari pesantren. Namun itu menunjukkan bahwa menjadi santri seorang kiai ketika itu adalah sangatlah sulit. 

Apalagi menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari. 


Dengan kata lain, ketika dianggap, diterima dan direstui menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari adalah kenikmatan yang tiada tara dan anugerah yang sangat luar biasa. 


Nah, mengurusi NU dianggap sudah otomatis menjadi santri Hadratussyeikh.


Husnul khatimah adalah dambaan dan cita-cita semua kaum muslimin. 

Karena husnul khatimah adalah awal dari kebahagiaan sejati yang abadan abada, kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan selamanya di kampung akhirat, sebagai halte terakhir dalam proses perjalanan maha panjang manusia. 


MENDAPATKAN HUSNUL KHATIMAH SANGAT SULIT, sangat berat sekali, tidak semudah bagai membalikkan telapak tangan, sampai "direwangi" dengan berjibaku dalam berbagai macam ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. 


Belum tentu seseorang yang awalnya kelihatan rajin ibadah kelak ketika menjelang ajal bisa husnul khatimah. Pun belum tentu juga seseorang yang kelihatan ahli maksiat kelak tidak husnul khatimah. 


Dengan demikian, kita tidak boleh sombong dengan amal ibadah kita, yang merasa itu amal dari usaha kita pribadi, tapi yakinlah itu hanya anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


Dan bukan usaha kita secara mutlak. 

Juga kita dilarang menvonis seseorang yang melakukan kemaksiaatan dengan menvonis mereka pasti su'ul khatimah dan ahli neraka. Karena kita tidak tahu "wolak-walike ati" kita tidak tahu akhir kehidupan seseorang kelak, husnul khatimah kah atau justru su'ul khatimah. 


Lha, dengan "HANYA" MENGURUSI NU kita sudah didoakan Hadratussyeikh menjadi husnul khatimah. 


Ingat, doa beliau itu bukan doa sembarangan, karena beliau termasuk "min auliyaillah", wali Allah. 

Insya Allah doa hadratussyeikh manjur dan terqabul.


SEMUA ITU APA ARTINYA?


Artinya adalah mengurusi NU itu ibarat memegang bara api. Dipegang panas, dilepas bara terlepas. 

Padahal kita perlu bara beserta apinya. 


Bahwa mengurusi NU (baik menjadi pengurus struktural ber SK maupun mengurusi secara kultural non SK) sangatlah berat. 


Mengapa? karena KONPENSASINYA adalah HUSNUL KHATIMAH (akhir kehidupan yang baik). 

Orang mendapat husnul khatimah dengan cara beribadah siang malam, tahajud sampai bengkak kakinya, wiridan sampai protol tasbihnya, ibaratnya, itupun belum tentu husnul khatimah. 


Tapi dengan "MENGURUSI NU" bisa husnul khatimah dengan doa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari.


Adalah tidak heran ketika menjadi pengurus NU selalu mendapat tekanan baik dari kiri kanan, muka belakang dan atas bawah. 


Mengurusi NU selalu ada cobaan, hambatan dan rintangan, karena konpensasinya (imbalannya) adalah sesuatu yang sangat besar, yaitu HUSNUL KHATIMAH.


Ini beda jika dibandingkan dengan menjadi pengurus Muhammadiyah misalnya, atau menjadi pengurus FPI, Wahabi, HTI, PKS dan sejenisnya. 

Mereka seakan sejahtera, enak hidupnya, nyaman dan aman. 

Namun mereka tidak mendapat doa husnul khatimah dari hadratussyeikh. 


MENJADI PENGURUS NU MEMANG PERLU PERJUANGAN. 


Sejak era kolonial ketika itu sampai era milenial saat ini, menjadi pengurus NU selalu ada ujian, cobaan, hambatan dan rintangan. 

Namun jangan kuatir, doa hadratussyeikh, doa para wali Allah, doa para ulama, para kiai, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat selalu mendoakan siapa saja yang mengurusi NU. 

Karena NU itu Aswaja yang sesungguhnya dan NU itu adalah Islam yang sebenarnya.


Jadi SIAPAPUN KITA, marilah mengurusi NU, dengan tulus ikhlas, baik menjadi pengurus struktural formal, maupun mengurusi dengan cara kultural fungsional. 

Dan mungkin, justru dengan menjadi pengurus NU yang tanpa SK (kultural non struktural) insya Allah lebih ikhlas karena tidak ada godaan politik praktisnya.


Dengan demikian ketika ada yang menghambat kita yang sedang dalam rangka mengurusi NU, maka anggaplah hambatan itu sebagai pupuk, sebagai jamu, dan jangan dianggap menjadi beban atau musibah, tapi justru anggaplah sebagai penyemangat dalam rangka berjuang menggapai husnul khatimah beserta keluarga kita (anak istri dan keluarga besar lainnya).


Dan mari kita sama-sama yakin, kelak di padang mahsyar kampung akhirat, kita ikut rombongan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, rombongan dengan bendera NU. 

Dan marilah kita selalu "gandulan sarungé kiai NU".


Semoga Kita semua kelak diwafatkan dalam keadaan Husnul khatimah... Aamiin.....Allahumma Aamiin ...

Yaa Robbal'Alamiin....

🤲🤲🤲


By. A. A. Hamizan

"Renungan Menyentuh Hati: Pengajian Rutin Malam Kamis Legi Memperkuat Keimanan Umat di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo"



Margomulyo - Dalam rangka mempererat ikatan keagamaan dan meningkatkan keimanan umat, Pengajian Rutin Malam Kamis Legi kembali digelar di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo pada Rabu malam, 03 April 2024. Acara yang dimulai pukul 20.00 dan berlangsung hingga selesai ini mampu menyatukan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.

"MWCNU Margomulyo Melangkah Bersama Menuju Kemajuan: Rapat Koordinasi Mengungkap Progres dan Rencana Masa Depan yang Penuh Inspirasi"

Rakord bersama pengurus ranting NU

MARGOMULYO - Kegiatan rapat koordinasi yang melibatkan 6 pengurus ranting NU berlangsung dengan sukses pada hari Ahad, 31 Maret 2024, di Aula MWCNU Margomulyo. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun, serta didampingi oleh Rois Syuriah, Kiyai Rosyidi, menjadi momentum penting untuk membahas progres MWCNU Margomulyo dan sejumlah aspek terkait.

"Pengajian Muslimat NU Jipangulu Ngelo Menginspirasi Semangat Menuju Surga"



Ngelo, 29 Maret 2024 - Balai Desa Ngelo menjadi saksi kegiatan rutinan yang penuh makna bagi jama'ah Muslimat NU pada hari Jum'at yang bersejarah ini. Dalam suasana yang penuh berkah, seluruh jama'ah Muslimat NU Ngelo hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti pengajian yang dipandu oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.

"Kegiatan Pondok Romadhon di MTS Walisongo, Wates Sumberjo : Menggali Makna Islam Rohmatan Lil Alamin Bersama Kiyai Badrun Sulaiman"

Pondok Romadhon, sebuah kegiatan yang diadakan di MTS Walisongo Wates Sumberjo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro pada hari Senin 25 Maret 2024, berlangsung meriah. MTs Walisongo yang berada di bawah naungan Pesantren Hidayatul Umam, di bawah pengasuhan Kiyai Rusdiyanto, S.Pd.I., menggelar kegiatan ini dengan melibatkan seluruh murid dan dewan guru.

"Semaraknya Warga NU: Percepatan Peluncuran BMTNU Margomulyo Menuju Kesuksesan Ekonomi Syariah"


Margomulyo 28 Februari 2024 - Pasca Pemilihan Umum yang berlangsung pada tanggal 14 bulan Februari kemarin, Tim BMTNU Margomulyo dengan penuh semangat berbagi kemajuan yang telah dicapai dengan Tim BMTNU Ngraho. Bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngraho, mereka saling berinput dan berbagi informasi, menentukan langkah awal yang harus diambil untuk meluncurkan BMTNU Margomulyo.

"Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Paparan Progres Program Kerja MWCNU dalam Mengokohkan Semangat Dakwah dan Menguatkan Ekonomi Syariah dalam Kegiatan Bersejarah"



Margomulyo, 20 Februari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan bersejarah malam ini. Pengurus MWCNU menggelar acara Lailatul Ijtima' yang dihadiri oleh struktural pengurus NU dari MWCNU, ranting NU, serta seluruh jajaran Badan Otonom, termasuk PAC dan Pimpinan ranting dari enam ranting di Margomulyo.

"Kegiatan Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo: Merajut Kebersamaan dan memperkuat Kerukunan Umat"

Sumberjo, Margomulyo - Pada hari Sabtu, 17 Februari 2024, Pengajian Rutinan Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo berlangsung meriah di Mushola Assalam, Dusun Mbecok, Desa Sumberjo, Margomulyo. Acara yang diselenggarakan atas prakarsa Pimpinan Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Kegiatan Rutinan Pengajian Muslimat NU PAC Margomulyo: Memperkuat Makna Isra' Mi'raj dan Semangat Isra' Mikroj

Margomulyo, 08 Februari 2024 - Pada hari Kamis Kliwon, tepat tanggal 08 Februari 2024, di kantor MWCNU Margomulyo, sebuah kegiatan rutinan yang penuh makna dan keberkahan telah dilaksanakan oleh segenap jajaran PAC Muslimat NU Margomulyo. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo, menciptakan suasana yang semakin meriah dan bermakna.

Dalam kesempatan yang berharga ini, Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, hadir sebagai pembicara utama. Beliau menyampaikan berbagai hal terkait dengan penguatan dan penghayatan makna Isra' Mi'raj, serta aplikasi semangat Isra' Mikroj dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang disertai dengan penuh khidmat. Seluruh peserta hadir dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, memenuhi ruangan dengan aura kedamaian dan keberkahan. Selama pengajian, Kiyai Badrun Sulaiman memberikan penjelasan mendalam mengenai peristiwa penting dalam sejarah umat Islam, yaitu Isra' Mi'raj.
Dalam paparannya, Kiyai Badrun Sulaiman menguraikan tentang perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit ke tujuh dan bertemu dengan Allah SWT. Beliau menjelaskan makna yang terkandung dalam peristiwa tersebut, termasuk pentingnya keimanan, ketabahan, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Selain itu, Kiyai Badrun Sulaiman juga menyampaikan aplikasi semangat Isra' Mikroj dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa Isra' Mi'raj bukan hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi juga merupakan teladan yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Dalam konteks ini, beliau menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan pengajian ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti setiap penjelasan dan nasehat dari Kiyai Badrun Sulaiman. Mereka juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai topik yang dibahas. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu kuat di antara peserta yang berasal dari berbagai ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo.

Dalam penutup acara, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dengan semangat dan antusiasme. Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan guna memperkuat keimanan dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama Islam.

Dengan berakhirnya pengajian ini, peserta pulang dengan hati yang penuh dengan semangat dan inspirasi baru. Mereka siap untuk menerapkan nilai-nilai yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Isra' Mi'raj sebagai landasan dalam setiap langkah mereka. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan penuh keimanan.

LEMARI ARSIP RANTING NU MEDURI

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING NU GENENG

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING SUMBERJO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING MARGOMULYO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING KALANGAN

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

Semaraknya NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Margomulyo: Memperkuat Semangat Isro' Mi'raj dalam Penguatan Ekonomi Syari'ah

Margomulyo, 4 Februari 2024 - Pada hari Ahad yang penuh keberkahan, kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan yang menggugah semangat dan mempererat ikatan keislaman di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dilangsungkan seiring dengan kegiatan rutin PAC FATAYAT NU Margomulyo, yang menambah semarak suasana.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Jajaran Struktural NU dan Banom NU Margomulyo, serta struktural PAC FATAYAT NU Margomulyo, suasana dimulai dengan penuh semangat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang membangkitkan rasa persatuan dan kebhinekaan. Suara merdu dari Syubbanul Wathon pun ikut melengkapi suasana dengan nyanyian yang sarat makna keislaman.

Tidak lama setelah itu, dilanjutkan dengan Tahlil bersama yang dipimpin oleh Kiyai Jamin, yang dengan khidmat memimpin semua peserta hadirin dalam doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan. Kehadiran doa bersama ini mampu menciptakan atmosfer kebersamaan dan kekompakan di antara warga NU Margomulyo.

Sambutan penuh makna kemudian disampaikan oleh Kiyai Wadarrohim, selaku Ketua NU Ranting Margomulyo, yang tidak lupa menyampaikan apresiasi yang tulus atas partisipasi aktif dari semua warga NU Margomulyo dalam kegiatan berharga ini. Beliau mengakui bahwa semangat kebersamaan dan keislaman yang diperlihatkan oleh semua hadirin menjadi pendorong utama dalam memperkuat NU sebagai organisasi yang solid dan berdaya.

Acara inti dari kegiatan ini adalah Tausyiah dengan tema "Semangat Isro' Mi'raj dalam Memupuk dan Penguatan Ekonomi Syari'ah di MWCNU Margomulyo". Tausyiah yang penuh hikmah disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo, memberikan pencerahan dan inspirasi bagi seluruh hadirin mengenai pentingnya semangat perjalanan Isro' Mi'raj dalam membangun perekonomian yang berlandaskan prinsip-prinsip syari'ah.

Tak hanya itu, Kiyai Badrun juga memaparkan lima Program Kerja MWCNU yang menjadi prioritas, meliputi Bidang Keagamaan, Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi Syariah, Bidang Administrasi dan Organisasi, Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, serta Bidang Humas. Program-program ini bertujuan untuk menguatkan dan mengembangkan NU Margomulyo dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dari sisi agama, sosial, ekonomi, administrasi, pendidikan, maupun hubungan masyarakat.

Dengan semangat yang membara, NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Margomulyo dan PAC FATAYAT NU Margomulyo ini berhasil menciptakan momen yang luar biasa, memperkuat semangat Isro' Mi'raj dan memperkokoh ekonomi syari'ah di MWCNU Margomulyo. Semoga melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan keislaman terus tumbuh dan berkembang, serta NU Margomulyo semakin menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kontributor: Andry, Aries.
Editor: Tim CyberMWC

LAILATUL IJTIMA' NU RANTING SUMBERJO: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Mengokohkan Pendirian BMT NU Margomulyo



Margomulyo, 3 Februari 2024 - Suasana keagamaan yang penuh kehangatan dan semangat terasa begitu kuat saat Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo digelar di rumah Bapak Suwardi, Dusun Piji, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo pada Sabtu Kliwon malam Ahad legi, 3 Februari 2024. Acara ini menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh warga NU di Ranting Sumberjo.

"Musyawarah Kerja MWCNU Margomulyo: Percepatan Peluncuran BMTNU dan Restrukturisasi KOIN NU Menjadi Sorotan Utama"



Margomulyo, 1 Februari 2024 - Kegiatan Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bersama Pengurus Ranting NU dan UPZISNU sekecamatan Margo digelar hari ini di kantor MWCNU. Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama dan pengurus NU yang bertujuan untuk membahas beberapa materi penting, termasuk rapat penutupan panitia pelantikan, percepatan launching BMTNU, dan restrukturisasi KOIN NU.

LEMARI ARSIP RANTING NGELO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK

"MWCNU Margomulyo Periode 2023-2028: Memperkuat Komitmen Berkhidmah dan Penguatan Ekonomi Syariah untuk Kemajuan Umat"

Gus Alex membacakan susunan pengurus MWCNU Margomulyo


Margomulyo, 28 Januari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo disemarakkan oleh kegiatan Pelantikan dan Musyawarah Kerja yang dihadiri oleh segala jajaran MWCNU Margomulyo dan Badan Otonom pada hari Minggu, 28 Januari 2024. Prosesi pelantikan ini dirangkaikan dengan sambutan-sambutan penting dari tokoh-tokoh NU terkemuka.

Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial

(Oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin yang saya muliakan,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di sini pada kesempatan yang berbahagia ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tema yang sangat penting, yaitu "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial".

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam peristiwa ini, Rasulullah diangkat ke langit dan menerima perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melaksanakan shalat lima waktu. Selain itu, dalam perjalanan ini juga diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalil pertama yang mendasari tema kita ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surat Al-Israa' (17):1 yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ فَإِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الأَرْضَ لِي وَمَسْجِدًا

Artinya: "Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: Aku diberikan pertolongan dengan ketakutan dalam perjalanan sejauh satu bulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersuci dan tempat shalat; maka apabila telah masuk waktu shalat bagi seorang dari umatku, maka hendaklah ia shalat. Sesungguhnya Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat sujud dan tempat shalat bagiku."

Dari dalil-dalil tersebut, kita dapat memahami bahwa Isro' Mi'raj merupakan peristiwa yang sangat penting dan memiliki makna yang dalam dalam kehidupan kita sebagai umat Muslimin dan Muslimat. Dalam konteks tema kita, Isro' Mi'raj dapat menjadi bekal penting dalam menumbuhkembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial. Berikut ini beberapa konsep dan prinsip yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro' Mi'raj:

1. Kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Isro' Mi'raj adalah bukti nyata tentang kedekatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Melalui perjalanan ini, Rasulullah diberikan penghormatan yang luar biasa dan diangkat ke langit. Hal ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan antara Rasulullah dengan Allah. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ibadah dan amal yang dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan meneladani Isro' Mi'raj, kita dapat mengembangkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan yang dekat dengan Allah dalam setiap amal sosial yang kita lakukan.

2. Kepentingan Shalat:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan perintah kepada Rasulullah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Dalam hadis yang telah disebutkan sebelumnya, Rasulullah menyampaikan bahwa bumi ini dijadikan sebagai tempat sujud dan tempat shalat baginya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam konteks wakaf sosial, menjaga kualitas shalat kita adalah langkah pertama dalam mengembangkan kesadaran sosial. Shalat yang khusyuk dan tepat waktu akan memberikan kekuatan spiritual dan motivasi untuk melakukan amal sosial dengan sungguh-sungguh.

3. Kebaikan dan Kepedulian Sosial:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diperlihatkan berbagai keajaiban dan mukjizat. Hal ini menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala serta kasih sayang-Nya kepada umat manusia. Dalam konteks wakaf sosial, kita diajarkan untuk mengembangkan sikap kebaikan dan keprihatinan terhadap sesama. Wakaf sosial adalah bentuk amal yang bertujuan untuk membantu dan memperbaiki kondisi masyarakat yang kurang mampu. Dengan mengambil inspirasi dari Isro' Mi'raj, kita diingatkan untuk melihat kebaikan dan potensi dalam diri kita dan juga dalam masyarakat di sekitar kita. Kita harus berusaha memberikan kontribusi nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan, baik secara materi maupun non-materi.

4. Ketakwaan dan Ketaatan:
Dalam perjalanan Isro' Mi'raj, Rasulullah diberikan perintah shalat lima waktu oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah pun mentaati perintah tersebut dengan penuh ketakwaan dan ketaatan. Dalam konteks amaliah wakaf sosial, kita perlu memahami bahwa wakaf sosial adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan tindakan nyata untuk melaksanakan perintah-Nya dalam membantu sesama. Kesadaran akan ketaatan kepada Allah dan menjalankan amal sosial dengan ikhlas dan sungguh-sungguh adalah hal yang sangat penting dalam mengembangkan kesadaran jama'ah kita dalam amaliah wakaf sosial.

Hadirin yang saya muliakan,

Isro' Mi'raj adalah peristiwa yang penuh hikmah dan pelajaran bagi umat Islam. Dalam konteks tema kita, "Spiritual Isro' Mi'raj Sebagai Bekal Menumbuhkembangkan Kesadaran Jama'ah dalam Amaliah Wakaf Sosial," kita dapat mengambil berbagai konsep dan prinsip dari peristiwa tersebut. Melalui kedekatan dengan Allah, pentingnya shalat, kebaikan dan keprihatinan sosial, serta ketakwaan dan ketaatan, kita dapat menjadi jama'ah yang sadar dan berperan terus dalam amaliah wakaf sosial.

Dalam mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, ada beberapa langkah konkret yang dapat kita lakukan:

1. Pendidikan dan Penyuluhan: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada jama'ah terkait pentingnya amaliah wakaf sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui ceramah, pengajian, atau pelatihan khusus yang membahas tentang wakaf sosial dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan ini harus meliputi pemahaman tentang konsep wakaf sosial dalam Islam, manfaatnya bagi masyarakat, serta cara-cara pelaksanaannya.

2. Membentuk Lembaga Wakaf Sosial: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat membentuk lembaga wakaf sosial yang bertujuan untuk menghimpun dan mengelola wakaf dari jama'ah dan masyarakat sekitar. Lembaga ini dapat berperan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi kebutuhan sosial yang mendesak, serta mengelola wakaf tersebut dengan efektif dan transparan. Melalui lembaga wakaf sosial, jama'ah dapat secara terorganisir berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

3. Program Pemberdayaan Masyarakat: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan dana wakaf sosial. Program ini dapat berupa pelatihan keterampilan, pendidikan, bantuan modal usaha, atau program-program lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. Penting bagi jama'ah untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan ini agar mereka dapat merasakan manfaatnya secara nyata.

4. Menggalang Kerjasama dengan Pihak Terkait: Jama'ah Majelis Taklim NU dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti lembaga amil zakat, lembaga sosial, pemerintah daerah, atau lembaga kemanusiaan lainnya. Kerjasama ini dapat memperluas jangkauan dan dampak dari amaliah wakaf sosial yang dilakukan. Dengan saling bekerja sama, kita dapat menciptakan sinergi yang positif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hadirin yang saya muliakan,

Amaliah wakaf sosial bukanlah sekadar tindakan sosial semata, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam menjalankan amaliah wakaf sosial, marilah kita mengambil inspirasi dari peristiwa Isro' Mi'raj yang melibatkan kedekatan dengan Allah, ketaatan dalam menjalankan perintah-Nya, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan mengembangkan kesadaran jama'ah dalam amaliah wakaf sosial, kita dapat menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan dalam setiap langkah kita untuk mengembangkan amaliah wakaf sosial. Aamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


"Kajian Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Mengokohkan Kerukunan dan Istiqomah dalam Dakwah Islam"


Margomulyo, 22 Januari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan Lailatul Ijtima' yang berlangsung pada Senin malam ini. Acara yang dimulai pukul 20.30 hingga selesai ini diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat makna dan keilmuan.

Rangkaian acara diawali dengan bacaan Tahlil bersama yang dipimpin oleh para kiai dan jamaah yang hadir. Suasana khusyuk menyelimuti ruangan saat mereka memanjatkan doa untuk keselamatan dan rahmat bagi seluruh umat Islam.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani, yang menjadi sumber inspirasi dan petunjuk bagi para peserta yang hadir. Pesan-pesan kebijaksanaan dari kitab tersebut memperkuat semangat dalam berdakwah dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam.


Khutbah iftitah kemudian disampaikan oleh Kiyai Rosyidi Rais Syuriyah. Beliau menekankan pentingnya rukun dan istiqomah dalam menjalankan dakwah Islam. Melalui khutbahnya, beliau mengingatkan para hadirin tentang kekuatan kebersamaan dan konsistensi dalam menegakkan nilai-nilai agama.


Setelah itu, Kiyai Parno, Ketua Ranting NU kalangan, memberikan refleksi dakwah yang mengupas awal mula berdakwah Islam NU di kalangan dan pernak-perniknya. Dalam paparannya, beliau membagikan pengalaman dan perjuangan dalam menyebarkan dakwah Islam yang menjadi inspirasi bagi para peserta.
Acara tersebut diakhiri dengan tausiyah dari Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Tausiyah beliau mengungkapkan banyak hal penting yang merupakan hasil rekomendasi program kerja yang akan dilaksanakan dalam periode mendatang. Pesan-pesan yang disampaikan bertujuan untuk menguatkan semangat keagamaan dan mempererat tali ukhuwah di antara umat.

Sebagai penutup kajian, Kiyai Badrun memberikan paparan tentang dasar hukum Islam Al-Qur'an, Hadis, Ijma, dan Qiyas. Penjelasan yang disampaikan mengingatkan akan pentingnya kembali kepada sumber ajaran Islam yang sahih dan memahami prinsip-prinsip dasar dalam memperoleh hukum-hukum agama.


Kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo ini sukses menghadirkan suasana keagamaan yang penuh makna dan memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta. Diharapkan, semangat rukun, istiqomah, dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus menginspirasi umat dalam menjalankan dakwah Islam yang lurus dan berkualitas.

Kontributor: Aries
Editor: CyberMWCNU

"Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi

(Oleh Kiyai Badrun Ketua MWCNU Margomulyo)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin Jama'ah ibu-ibu muda Fatayat NU Ranting Ngelo yang berbahagia,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita bersama-sama mengangkat tema yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan kita, yaitu "Spirit Isra' Mi'raj Sebagai Bekal Membina Keluarga Sakinah di Era Globalisasi." Era globalisasi yang begitu dinamis dan penuh tantangan ini membutuhkan bekal yang kuat untuk menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga kita. Salah satu sumber inspirasi yang tak ternilai adalah peristiwa Isra' Mi'raj yang merupakan perjalanan spiritual Rasulullah SAW ke langit dan bertemunya beliau dengan Allah SWT. Dalam perjalanan ini terdapat berbagai pelajaran dan spirit yang dapat menjadi pilar dalam membangun keluarga sakinah di era modern ini.

1. Renungan tentang Keagungan Allah SWT:
Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita tentang keagungan dan kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini menyaksikan keindahan langit dan bertemu langsung dengan Allah SWT. Dalam era globalisasi yang serba sibuk ini, kita sering kali terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merefleksikan keagungan Allah SWT dan mengingat-Nya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam membangun keluarga sakinah.

2. Kepemimpinan yang Bijaksana:
Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat manusia telah menunjukkan contoh kepemimpinan yang bijaksana dalam Isra' Mi'raj. Beliau diberikan petunjuk dan arahan langsung dari Allah SWT. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, kita sebagai ibu-ibu muda perlu menjadi pemimpin dalam keluarga dengan bijaksana. Mengambil contoh dari Rasulullah SAW, kita harus mengambil keputusan berdasarkan petunjuk agama serta berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota keluarga dengan kelembutan dan kasih sayang.

3. Pendidikan dan Pembelajaran:
Perjalanan Isra' Mi'raj juga mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik. Rasulullah SAW melalui perjalanan ini mendapatkan hukum-hukum agama dan aturan-aturan yang kemudian disampaikan kepada umat manusia. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi ini, pendidikan dan pembelajaran menjadi faktor penting. Kita sebagai ibu-ibu muda perlu senantiasa meningkatkan pengetahuan agama dan mendalami ajaran Islam agar dapat mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar kepada anak-anak kita.

4. Kebersamaan dan Toleransi:
Dalam perjalanan Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi antarumat beragama. Di era globalisasi ini, kita hidup bersama dalam masyarakat yang multikultural dan beragam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun keluarga yang mampu hidup harmonis dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Mengajarkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak kita adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih baik.

5. Keberanian dan Keteguhan Hati:
Isra' Mi'raj juga menguji keberanian dan keteguhan hati Rasulullah SAW. Beliau menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam perjalanan ini. Dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi yang penuh tantangan ini, kita perlu memiliki keberanian untuk melawan godaan dan ujian yang datang. Keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya menjadi kunci utama dalam menjaga keluarga agar tetap kuat dan sakinah.

Hadirin, itulah beberapa poin yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari peristiwa Isra' Mi'raj dalam membangun keluarga sakinah di era globalisasi. Keagungan Allah SWT, kepemimpinan yang bijaksana, pendidikan dan pembelajaran, kebersamaan dan toleransi, serta keberanian dan keteguhan hati merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi era globalisasi yang cepat dan kompleks ini, marilah kita menjadikan peristiwa Isra' Mi'raj sebagai sumber inspirasi dan bekal bagi kita dalam membina keluarga sakinah. Mari kita tingkatkan pengetahuan agama, meningkatkan kepemimpinan yang bijaksana, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW, kita dapat menjadi ibu-ibu muda yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh keimanan dan keteguhan hati.

Semoga ceramah singkat ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua. Mari kita berupaya menjadikan keluarga kita sebagai mercusuar kebaikan di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Terima kasih atas perhatian dan kehadiran kalian semua. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.