Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kebersamaan


Margomulyo, 20 April 2024 - Pada Sabtu malam Minggu ini, tepat pukul 20.30, Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi dari suatu acara berharga yang menggugah kebersamaan dan kebersihan hati umat Islam warga NU khususnya. Kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo berhasil menarik perhatian dan kehadiran banyak jamaah yang antusias untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Momentum Saling Memaafkan: Pengajian Halal Bihalal di Masjid Baiturrohman, Tepus, Menggugah Semangat Persatuan Warga NU"

Tepus, 19 April 2024 - Masjid Baiturrohman yang terletak di Dusun Tepus, Desa Margomulyo, menjadi saksi kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang menggugah semangat kebersamaan dan keadaban sosial para warga NU. Acara yang dihadiri oleh seluruh warga Tepus, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, berlangsung mulai pukul 20.00 hingga selesai. Dalam suasana khidmat, kegiatan dibuka dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Abd. Ghofur, Komandan Banser Margomulyo, serta ditutup dengan doa yang dilantunkan oleh Kiyai Jumari, Wakil Ketua MWCNU Margomulyo.

Halal Bihalal di Mushola Al-Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri: Memperkokoh Kebersamaan dalam Moment Idul Fitri

Besali, 19 April 2024 - Suasana kehangatan dan kebersamaan memenuhi Mushola Al-Muttaqin di Dusun Besali, Desa Meduri, saat digelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal pada hari Jumat, tanggal 19 April 2024. Acara yang dihadiri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Besali, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat ini menjadi momen yang sangat berarti bagi seluruh jemaah.

Pengajian Halal Bihalal PAC Muslimat NU Margomulyo: Memperkuat Makna Idul Fitri dan Penguatan Ekonomi Syari'ah


Margomulyo, Kamis Kliwon, 18 April 2024 - Dalam rangka merayakan Idul Fitri dan mempererat tali silaturahmi, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo menggelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal di Aula MWCNU Margomulyo. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan anggota Muslimat NU.


Dalam sambutannya, Ketua PAC Muslimat NU, Bunda Maslahah S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam momen yang penuh berkah ini. Ia menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama umat Muslim, serta mengajak semua peserta untuk saling maaf-memaafkan sebagai bagian dari semangat Idul Fitri.



Momentum pengajian ini semakin berkesan dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosyidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo . Dalam khutbahnya, beliau mengulas berbagai aspek mengenai keutamaan Idul Fitri. Dengan penuh hikmah, Kiyai Rosyidi menjelaskan tentang pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan yang telah diperoleh selama bulan suci Ramadhan.


Tidak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengaitkan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Kiyai Rosyidi dengan pentingnya mengaplikasikan makna puasa Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah perayaan Idul Fitri. Ia menekankan betapa relevannya menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk memperkuat iman dan menggalang kebaikan dalam masyarakat.


Selain itu, Kiyai Badrun juga memaparkan progres capaian MWCNU Margomulyo, terutama dalam bidang penguatan ekonomi Syari'ah. Dalam paparannya, ia mengungkapkan berbagai upaya yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai oleh MWCNU dalam membangun ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syari'ah. Kiyai Badrun menyampaikan harapannya agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam penguatan ekonomi Syari'ah demi kesejahteraan bersama.


Acara Pengajian Halal Bihalal ini dapat menginspirasi para peserta untuk menjaga semangat Idul Fitri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguatkan makna puasa Ramadhan dan menggerakkan penguatan ekonomi Syari'ah, PAC Muslimat NU Margomulyo telah menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama dan keadilan.


Dalam suasana kebersamaan dan kehangatan, acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan kemajuan umat Muslim. Semoga semangat Idul Fitri yang menginspirasi ini terus terjaga dan menjadi pendorong bagi kita semua untuk menggapai kebaikan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.


Kontributor: Andry
Editor: Tim CyberMWCNU

Keutamaan puasa bulan syawal

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hadirin yang dirahmati Allah,


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.


Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk membahas sebuah topik yang sangat penting dalam agama kita, yaitu keutamaan puasa Syawal. Puasa Syawal adalah amalan yang dianjurkan setelah selesainya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 


Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)   


 Perhitungan pahala puasa satu tahun itu berdasarkan firman Allah swt berikut,


   مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ    


Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160).


Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadis yang disebutkan, terdapat beberapa pembahasan mengenai keutamaan puasa Syawal sebagai berikut:


1. Pahala Puasa Setahun

Hadis yang disebutkan di atas, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyatakan bahwa puasa selama bulan Ramadhan diikuti dengan enam hari puasa pada bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Hal ini menunjukkan kebesaran pahala yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang melaksanakan puasa ini dengan ikhlas dan penuh kesungguhan.


2. Penggandaan Pahala

Dalam Surah Al-An'am ayat 160, Allah SWT menyatakan bahwa bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, Dia akan memberikan pahala sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat dari amal ibadah tersebut. Ini menunjukkan kemurahan Allah SWT dalam memberikan penggandaan pahala kepada hamba-Nya yang berusaha melakukan kebaikan.


3. Kesinambungan Ibadah

Puasa Syawal memberikan kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan berpuasa setelah bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan puasa Syawal, seseorang menunjukkan kesungguhan dalam menjaga ibadah puasa dan menyambut bulan Syawal dengan penuh semangat. Ini juga merupakan bentuk kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.


4. Menghapuskan Dosa

Puasa Syawal juga memiliki keutamaan dalam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Ansari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun." Dalam konteks ini, puasa Syawal memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan dosa-dosa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT.


5. Menunjukkan Rasa Syukur

Melakukan puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat bulan Ramadhan yang telah diberikan. Puasa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, dan dengan berpuasa Syawal, umat Muslim menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan ibadah puasa.


Selain hadis yang telah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa hadis lain yang menguatkan keutamaan puasa Syawal. Contohnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)


Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa Syawal sebagai sunnah yang dianjurkan setelah puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan pentingnya melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Dengan demikian, puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Melalui ibadah puasa Syawal, umat Muslim dapat mendapatkan pahala yang besar, menghapuskan dosa-dosa, menunjukkan rasa syukur, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan.


Terdapat beberapa hadis tambahan yang dapat menguatkan keutamaan puasa Syawal:


1. Hadis Riwayat Abu Hurairah:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia telah memperoleh pahala puasa sepanjang tahun." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)


Hadis ini menegaskan kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah puasa setelah Ramadhan berakhir.


2. Hadis Riwayat Aisyah:


مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَدْ صَامَ شَهْرًا كَامِلًا إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ يَصُومُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ


Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW tidaklah meninggalkan puasa enam hari di bulan Syawal baik saat dalam keadaan berperang atau di waktu lainnya." (HR. Muslim)


Dalam hadis ini, Aisyah menegaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Syawal merupakan amalan yang dianjurkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.


3. Hadis Riwayat Abdullah bin Amr bin al-As:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Hadis ini menggarisbawahi kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Syawal dalam agama Islam.


Dari penjelasan ayat Al-Qur'an dan beberapa hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Melakukan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan memberikan pahala yang besar, mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Muslim untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Oleh: Badruns (Ketua MWCNU Margomulyo)

Pengajian Rutin Warga Batang Kulon: Menyemarakkan Halal Bihalal dalam Tradisi Riyoyo Kupat



Batang, 16 April 2024 – Musholla Nurul Hidayah yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar acara pengajian rutin pada hari Selasa Pon malam Rabu Wage. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Halal Bihalal warga Batang. Dengan dimulai pukul 20.00 hingga selesai, acara tersebut berhasil mengundang perhatian warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

"Mengemas Keutamaan Idul Fitri dengan Sentuhan Humor di Pengajian Malem Sabtu Kliwon"


Margomulyo, 12 April 2024 - Masjid BAITURRAHIM Batang DS. Margomulyo dipenuhi dengan semangat keagamaan pada Jum'at malam Sabtu Kliwon tanggal 12 April 2024. Kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap Selapan (35 hari dalam hitungan Jawa) ini berhasil menarik perhatian warga sekitar untuk hadir dan memperoleh pencerahan spiritual.

"Menggapai Keberkahan dan Harmoni: Menyambut Iedul Fitri 1445 H dengan Kasih Sayang dan Maaf"

 

Assalamualaikum wr. wb.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, sebagai Ketua MWCNU Margomulyo, saya dengan tulus ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H kepada seluruh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga ucapan ini dapat menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan kami dalam menyambut hari yang penuh berkah ini.


Hari yang dinanti-nantikan, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kita kini merayakan kemenangan spiritual dan keberhasilan melawan hawa nafsu. Iedul Fitri mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan, mengampuni kesalahan, dan merangkul kedamaian dalam hati.


Di momen yang suci ini, mari kita bersama-sama merefleksikan perjalanan spiritual kita. Marilah kita bertaubat atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Semoga Iedul Fitri menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.


Selain itu, mari kita jadikan Hari Raya Iedul Fitri sebagai ajang untuk saling bermaafan dan mempererat persaudaraan. Hilangkan segala dendam dan permusuhan yang mungkin terjadi di antara kita. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa, mari kita berkompromi, menghormati perbedaan, dan membangun harmoni sebagai umat Muslim yang satu.


Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran MWCNU Margomulyo yang telah bersama-sama berjuang dalam menjaga kebersamaan dan memajukan agama serta umat Islam di wilayah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan hidayah-Nya kepada kita semua.


Terakhir, saya berharap semoga hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga tali silaturahmi terus terjalin erat, kasih sayang terus mengalir di antara kita, dan setiap langkah kita selalu mendapatkan ridho dan petunjuk dari Allah SWT.


Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.


Wassalamualaikum wr. wb.

"Semarak Kegiatan Pembagian Takjil Romadhon PAC IPNU/IPPNU Margomulyo: Momen Kebersamaan dan Kemanusiaan yang Menggugah"


MARGOMULYO - Hari Ahad, 27 Romadhon 1445 H./7 April 2024 M., menjadi saksi dari keramahtamahan dan semangat kebersamaan umat Muslim di Margomulyo. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo menggelar kegiatan pembagian takjil di halaman Kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, ini berhasil menyentuh hati banyak orang.


Kegiatan dimulai dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Suasana yang penuh kekhidmatan terasa menggema di sekitar halaman kantor. Dalam doa tersebut, seluruh peserta berharap agar Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Tak lama setelah itu, aksi mulia dimulai. Dalam semangat kebersamaan, tim pembagian takjil dengan sigap menyiapkan hidangan lezat dan menyegarkan untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor MWCNU Margomulyo. Dalam sekejap, aroma harum takjil tradisional seperti kolak, kurma, dan aneka minuman manis mengisi udara, mengundang decak kagum dari para pejalan kaki yang lewat.


Tak hanya itu, kehadiran Jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka dengan penuh semangat berbaur dengan masyarakat, dengan senyum dan sapaan hangat. Tidak terasa, suasana kekeluargaan terjalin di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi nilai yang tinggi di tengah masyarakat Margomulyo.

Kegiatan pembagian takjil Romadhon berlangsung dengan lancar dan tertib. Para warga masyarakat yang menerima takjil tampak berterima kasih dan bahagia. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh sesama umat Muslim. Pembagian takjil ini menjadi momen yang tak terlupakan dan memberikan semangat terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa.


Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi kerjasama dan partisipasi semua pihak yang turut serta dalam menjalankan kegiatan ini dengan baik. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," ujar Sholeh.


Kegiatan pembagian takjil Romadhon di Kantor MWCNU Margomulyo telah menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Dalam momen yang penuh makna ini, umat Muslim di Margomulyo memperlihatkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas dapat memberikan kebahagiaan dan kehangatan bagi semua. Semoga semangat ini terus membara dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kontributor: Andry.
Editor: TimCyberMWCNU 

MAKNA DAWUH KH. M. HASYIM ASY'ARI

 



Mungkin kita teringat apa yang dikatakan bahwa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, yaitu:


1) Siapa yang mengurusi NU maka saya anggap santriku


2) Siapa yang jadi santriku maka akan saya doakan husnul khatimah beserta keluarganya.


YANG PERLU DIKUPAS adalah ISTILAH:


1) Mengurusi NU

2) Menjadi santri Hadratussyeikh

3) Doa husnul khatimah oleh Hadratussyeikh


● MENGURUSI NU itu ARTINYA LUAS, bukan hanya menjadi "pengurus satruktural NU" saja, tapi menjadi warga NU yang peduli dengan keberadaan NU, apakah dia itu warga nahdliyin biasa, santri non pesantren, santri pondok pesantren, kiai kampung, kiai langgar, mahasiswa NU, pelajar, pemuda, pegiat dan sebagainya. 


Hanya Allah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi" NU, walau tak tercatat dalam daftar nama di SK kepengurusan NU, baik kepengurusan PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, PRNU, PARNU ataupun Banom NU maupun Lembaga NU. 


Jadi jangan merasa terlepas dengan NU, jangan merasa bukan golongan "yang mengurusi NU" hanya karena nama kita tidak terdaftar dalam SK legal formal kepengurusan NU di berbagai tingkatan. 


Hanya Allahlah yang tahu bahwa kita benar-benar "mengurusi NU" walau dengan samar, menyamar dan tidak terkenal.


● MENJADI SANTRI HADRATUSSYEIKH adalah KEBANGGAAN TERSENDIRI. 


Mungkin hal ini beda dengan fenomena sekarang, yang mana jika ingin menjadi santri salah seorang kiai misalnya, kita tinggal mendaftar di ponpes tertentu, dengan membayar biaya pendaftaran, syahriyah dan biaya-biaya lainnya. 

Dan otomatis sudah menjadi santri kiai tersebut. 


Namun hal ini beda dengan pola penyantrian masa lalu, yang mana harus ada ujian lahir, batin dan mental serta spiritual terlebih dahulu. 


Ingat bagaimana kisah KH. Hasyim Asy'ari yang ingin menjadi santri Mbah Cholil Bangkalan. 


Harus mendapat ujian berat dulu, bahkan "seakan" diusir dari pesantren. Namun itu menunjukkan bahwa menjadi santri seorang kiai ketika itu adalah sangatlah sulit. 

Apalagi menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari. 


Dengan kata lain, ketika dianggap, diterima dan direstui menjadi santri Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari adalah kenikmatan yang tiada tara dan anugerah yang sangat luar biasa. 


Nah, mengurusi NU dianggap sudah otomatis menjadi santri Hadratussyeikh.


Husnul khatimah adalah dambaan dan cita-cita semua kaum muslimin. 

Karena husnul khatimah adalah awal dari kebahagiaan sejati yang abadan abada, kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan selamanya di kampung akhirat, sebagai halte terakhir dalam proses perjalanan maha panjang manusia. 


MENDAPATKAN HUSNUL KHATIMAH SANGAT SULIT, sangat berat sekali, tidak semudah bagai membalikkan telapak tangan, sampai "direwangi" dengan berjibaku dalam berbagai macam ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. 


Belum tentu seseorang yang awalnya kelihatan rajin ibadah kelak ketika menjelang ajal bisa husnul khatimah. Pun belum tentu juga seseorang yang kelihatan ahli maksiat kelak tidak husnul khatimah. 


Dengan demikian, kita tidak boleh sombong dengan amal ibadah kita, yang merasa itu amal dari usaha kita pribadi, tapi yakinlah itu hanya anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


Dan bukan usaha kita secara mutlak. 

Juga kita dilarang menvonis seseorang yang melakukan kemaksiaatan dengan menvonis mereka pasti su'ul khatimah dan ahli neraka. Karena kita tidak tahu "wolak-walike ati" kita tidak tahu akhir kehidupan seseorang kelak, husnul khatimah kah atau justru su'ul khatimah. 


Lha, dengan "HANYA" MENGURUSI NU kita sudah didoakan Hadratussyeikh menjadi husnul khatimah. 


Ingat, doa beliau itu bukan doa sembarangan, karena beliau termasuk "min auliyaillah", wali Allah. 

Insya Allah doa hadratussyeikh manjur dan terqabul.


SEMUA ITU APA ARTINYA?


Artinya adalah mengurusi NU itu ibarat memegang bara api. Dipegang panas, dilepas bara terlepas. 

Padahal kita perlu bara beserta apinya. 


Bahwa mengurusi NU (baik menjadi pengurus struktural ber SK maupun mengurusi secara kultural non SK) sangatlah berat. 


Mengapa? karena KONPENSASINYA adalah HUSNUL KHATIMAH (akhir kehidupan yang baik). 

Orang mendapat husnul khatimah dengan cara beribadah siang malam, tahajud sampai bengkak kakinya, wiridan sampai protol tasbihnya, ibaratnya, itupun belum tentu husnul khatimah. 


Tapi dengan "MENGURUSI NU" bisa husnul khatimah dengan doa Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari.


Adalah tidak heran ketika menjadi pengurus NU selalu mendapat tekanan baik dari kiri kanan, muka belakang dan atas bawah. 


Mengurusi NU selalu ada cobaan, hambatan dan rintangan, karena konpensasinya (imbalannya) adalah sesuatu yang sangat besar, yaitu HUSNUL KHATIMAH.


Ini beda jika dibandingkan dengan menjadi pengurus Muhammadiyah misalnya, atau menjadi pengurus FPI, Wahabi, HTI, PKS dan sejenisnya. 

Mereka seakan sejahtera, enak hidupnya, nyaman dan aman. 

Namun mereka tidak mendapat doa husnul khatimah dari hadratussyeikh. 


MENJADI PENGURUS NU MEMANG PERLU PERJUANGAN. 


Sejak era kolonial ketika itu sampai era milenial saat ini, menjadi pengurus NU selalu ada ujian, cobaan, hambatan dan rintangan. 

Namun jangan kuatir, doa hadratussyeikh, doa para wali Allah, doa para ulama, para kiai, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat selalu mendoakan siapa saja yang mengurusi NU. 

Karena NU itu Aswaja yang sesungguhnya dan NU itu adalah Islam yang sebenarnya.


Jadi SIAPAPUN KITA, marilah mengurusi NU, dengan tulus ikhlas, baik menjadi pengurus struktural formal, maupun mengurusi dengan cara kultural fungsional. 

Dan mungkin, justru dengan menjadi pengurus NU yang tanpa SK (kultural non struktural) insya Allah lebih ikhlas karena tidak ada godaan politik praktisnya.


Dengan demikian ketika ada yang menghambat kita yang sedang dalam rangka mengurusi NU, maka anggaplah hambatan itu sebagai pupuk, sebagai jamu, dan jangan dianggap menjadi beban atau musibah, tapi justru anggaplah sebagai penyemangat dalam rangka berjuang menggapai husnul khatimah beserta keluarga kita (anak istri dan keluarga besar lainnya).


Dan mari kita sama-sama yakin, kelak di padang mahsyar kampung akhirat, kita ikut rombongan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, rombongan dengan bendera NU. 

Dan marilah kita selalu "gandulan sarungé kiai NU".


Semoga Kita semua kelak diwafatkan dalam keadaan Husnul khatimah... Aamiin.....Allahumma Aamiin ...

Yaa Robbal'Alamiin....

🤲🤲🤲


By. A. A. Hamizan

"Renungan Menyentuh Hati: Pengajian Rutin Malam Kamis Legi Memperkuat Keimanan Umat di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo"



Margomulyo - Dalam rangka mempererat ikatan keagamaan dan meningkatkan keimanan umat, Pengajian Rutin Malam Kamis Legi kembali digelar di Masjid Attohir Pluntu Sumberjo pada Rabu malam, 03 April 2024. Acara yang dimulai pukul 20.00 dan berlangsung hingga selesai ini mampu menyatukan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.

"MWCNU Margomulyo Melangkah Bersama Menuju Kemajuan: Rapat Koordinasi Mengungkap Progres dan Rencana Masa Depan yang Penuh Inspirasi"

Rakord bersama pengurus ranting NU

MARGOMULYO - Kegiatan rapat koordinasi yang melibatkan 6 pengurus ranting NU berlangsung dengan sukses pada hari Ahad, 31 Maret 2024, di Aula MWCNU Margomulyo. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun, serta didampingi oleh Rois Syuriah, Kiyai Rosyidi, menjadi momentum penting untuk membahas progres MWCNU Margomulyo dan sejumlah aspek terkait.

"Pengajian Muslimat NU Jipangulu Ngelo Menginspirasi Semangat Menuju Surga"



Ngelo, 29 Maret 2024 - Balai Desa Ngelo menjadi saksi kegiatan rutinan yang penuh makna bagi jama'ah Muslimat NU pada hari Jum'at yang bersejarah ini. Dalam suasana yang penuh berkah, seluruh jama'ah Muslimat NU Ngelo hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti pengajian yang dipandu oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.

"Kegiatan Pondok Romadhon di MTS Walisongo, Wates Sumberjo : Menggali Makna Islam Rohmatan Lil Alamin Bersama Kiyai Badrun Sulaiman"

Pondok Romadhon, sebuah kegiatan yang diadakan di MTS Walisongo Wates Sumberjo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro pada hari Senin 25 Maret 2024, berlangsung meriah. MTs Walisongo yang berada di bawah naungan Pesantren Hidayatul Umam, di bawah pengasuhan Kiyai Rusdiyanto, S.Pd.I., menggelar kegiatan ini dengan melibatkan seluruh murid dan dewan guru.

"Semaraknya Warga NU: Percepatan Peluncuran BMTNU Margomulyo Menuju Kesuksesan Ekonomi Syariah"


Margomulyo 28 Februari 2024 - Pasca Pemilihan Umum yang berlangsung pada tanggal 14 bulan Februari kemarin, Tim BMTNU Margomulyo dengan penuh semangat berbagi kemajuan yang telah dicapai dengan Tim BMTNU Ngraho. Bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngraho, mereka saling berinput dan berbagi informasi, menentukan langkah awal yang harus diambil untuk meluncurkan BMTNU Margomulyo.

"Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Paparan Progres Program Kerja MWCNU dalam Mengokohkan Semangat Dakwah dan Menguatkan Ekonomi Syariah dalam Kegiatan Bersejarah"



Margomulyo, 20 Februari 2024 - Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan bersejarah malam ini. Pengurus MWCNU menggelar acara Lailatul Ijtima' yang dihadiri oleh struktural pengurus NU dari MWCNU, ranting NU, serta seluruh jajaran Badan Otonom, termasuk PAC dan Pimpinan ranting dari enam ranting di Margomulyo.

"Kegiatan Pengajian Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo: Merajut Kebersamaan dan memperkuat Kerukunan Umat"

Sumberjo, Margomulyo - Pada hari Sabtu, 17 Februari 2024, Pengajian Rutinan Muslimat dan Fatayat NU Ranting Sumberjo berlangsung meriah di Mushola Assalam, Dusun Mbecok, Desa Sumberjo, Margomulyo. Acara yang diselenggarakan atas prakarsa Pimpinan Ranting Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Kegiatan Rutinan Pengajian Muslimat NU PAC Margomulyo: Memperkuat Makna Isra' Mi'raj dan Semangat Isra' Mikroj

Margomulyo, 08 Februari 2024 - Pada hari Kamis Kliwon, tepat tanggal 08 Februari 2024, di kantor MWCNU Margomulyo, sebuah kegiatan rutinan yang penuh makna dan keberkahan telah dilaksanakan oleh segenap jajaran PAC Muslimat NU Margomulyo. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo, menciptakan suasana yang semakin meriah dan bermakna.

Dalam kesempatan yang berharga ini, Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, hadir sebagai pembicara utama. Beliau menyampaikan berbagai hal terkait dengan penguatan dan penghayatan makna Isra' Mi'raj, serta aplikasi semangat Isra' Mikroj dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang disertai dengan penuh khidmat. Seluruh peserta hadir dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, memenuhi ruangan dengan aura kedamaian dan keberkahan. Selama pengajian, Kiyai Badrun Sulaiman memberikan penjelasan mendalam mengenai peristiwa penting dalam sejarah umat Islam, yaitu Isra' Mi'raj.
Dalam paparannya, Kiyai Badrun Sulaiman menguraikan tentang perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit ke tujuh dan bertemu dengan Allah SWT. Beliau menjelaskan makna yang terkandung dalam peristiwa tersebut, termasuk pentingnya keimanan, ketabahan, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Selain itu, Kiyai Badrun Sulaiman juga menyampaikan aplikasi semangat Isra' Mikroj dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa Isra' Mi'raj bukan hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi juga merupakan teladan yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Dalam konteks ini, beliau menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan pengajian ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti setiap penjelasan dan nasehat dari Kiyai Badrun Sulaiman. Mereka juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai topik yang dibahas. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu kuat di antara peserta yang berasal dari berbagai ranting Muslimat NU se-Ancab Margomulyo.

Dalam penutup acara, Ketua PAC Muslimat NU Margomulyo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dengan semangat dan antusiasme. Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan guna memperkuat keimanan dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama Islam.

Dengan berakhirnya pengajian ini, peserta pulang dengan hati yang penuh dengan semangat dan inspirasi baru. Mereka siap untuk menerapkan nilai-nilai yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Isra' Mi'raj sebagai landasan dalam setiap langkah mereka. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan penuh keimanan.

LEMARI ARSIP RANTING NU MEDURI

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING NU GENENG

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING SUMBERJO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING MARGOMULYO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

LEMARI ARSIP RANTING KALANGAN

  SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK
  1. Musyker percepatan Launching BMT NU (UPZISNU)
  2. Musyker percepatan Launching BMT NU (Tanfidz)
  3. Und. Rais Pelantikan MWCNU Margomulyo
  4. Pelantikan MWCNU Margomulyo Ketua

Semaraknya NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Margomulyo: Memperkuat Semangat Isro' Mi'raj dalam Penguatan Ekonomi Syari'ah

Margomulyo, 4 Februari 2024 - Pada hari Ahad yang penuh keberkahan, kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi kegiatan yang menggugah semangat dan mempererat ikatan keislaman di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dilangsungkan seiring dengan kegiatan rutin PAC FATAYAT NU Margomulyo, yang menambah semarak suasana.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Jajaran Struktural NU dan Banom NU Margomulyo, serta struktural PAC FATAYAT NU Margomulyo, suasana dimulai dengan penuh semangat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang membangkitkan rasa persatuan dan kebhinekaan. Suara merdu dari Syubbanul Wathon pun ikut melengkapi suasana dengan nyanyian yang sarat makna keislaman.

Tidak lama setelah itu, dilanjutkan dengan Tahlil bersama yang dipimpin oleh Kiyai Jamin, yang dengan khidmat memimpin semua peserta hadirin dalam doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan. Kehadiran doa bersama ini mampu menciptakan atmosfer kebersamaan dan kekompakan di antara warga NU Margomulyo.

Sambutan penuh makna kemudian disampaikan oleh Kiyai Wadarrohim, selaku Ketua NU Ranting Margomulyo, yang tidak lupa menyampaikan apresiasi yang tulus atas partisipasi aktif dari semua warga NU Margomulyo dalam kegiatan berharga ini. Beliau mengakui bahwa semangat kebersamaan dan keislaman yang diperlihatkan oleh semua hadirin menjadi pendorong utama dalam memperkuat NU sebagai organisasi yang solid dan berdaya.

Acara inti dari kegiatan ini adalah Tausyiah dengan tema "Semangat Isro' Mi'raj dalam Memupuk dan Penguatan Ekonomi Syari'ah di MWCNU Margomulyo". Tausyiah yang penuh hikmah disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo, memberikan pencerahan dan inspirasi bagi seluruh hadirin mengenai pentingnya semangat perjalanan Isro' Mi'raj dalam membangun perekonomian yang berlandaskan prinsip-prinsip syari'ah.

Tak hanya itu, Kiyai Badrun juga memaparkan lima Program Kerja MWCNU yang menjadi prioritas, meliputi Bidang Keagamaan, Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi Syariah, Bidang Administrasi dan Organisasi, Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, serta Bidang Humas. Program-program ini bertujuan untuk menguatkan dan mengembangkan NU Margomulyo dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dari sisi agama, sosial, ekonomi, administrasi, pendidikan, maupun hubungan masyarakat.

Dengan semangat yang membara, NAHARUL IJTIMA' NU Ranting Margomulyo dan PAC FATAYAT NU Margomulyo ini berhasil menciptakan momen yang luar biasa, memperkuat semangat Isro' Mi'raj dan memperkokoh ekonomi syari'ah di MWCNU Margomulyo. Semoga melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan keislaman terus tumbuh dan berkembang, serta NU Margomulyo semakin menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kontributor: Andry, Aries.
Editor: Tim CyberMWC

LAILATUL IJTIMA' NU RANTING SUMBERJO: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Mengokohkan Pendirian BMT NU Margomulyo



Margomulyo, 3 Februari 2024 - Suasana keagamaan yang penuh kehangatan dan semangat terasa begitu kuat saat Lailatul Ijtima' NU Ranting Sumberjo digelar di rumah Bapak Suwardi, Dusun Piji, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo pada Sabtu Kliwon malam Ahad legi, 3 Februari 2024. Acara ini menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh warga NU di Ranting Sumberjo.

"Musyawarah Kerja MWCNU Margomulyo: Percepatan Peluncuran BMTNU dan Restrukturisasi KOIN NU Menjadi Sorotan Utama"



Margomulyo, 1 Februari 2024 - Kegiatan Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bersama Pengurus Ranting NU dan UPZISNU sekecamatan Margo digelar hari ini di kantor MWCNU. Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama dan pengurus NU yang bertujuan untuk membahas beberapa materi penting, termasuk rapat penutupan panitia pelantikan, percepatan launching BMTNU, dan restrukturisasi KOIN NU.

LEMARI ARSIP RANTING NGELO

 SURAT KELUAR

  1. Naharul ijtima' Januari 2024 (Undangan, DH & Dokumentasi





SURAT MASUK