Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

Lailatul Ijtima’ NU Ranting Meduri: Sinergi Umat dan Penguatan Iman di Masjid Al Huda

Meduri, Margomulyo — Malam penuh hikmah dan keberkahan menyelimuti Dusun Kenongodengkol, Desa Meduri, Margomulyo, pada Minggu, 9 Juni 2024. Masjid Al Huda menjadi saksi bisu dari terselenggaranya acara Lailatul Ijtima’ yang dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam masyarakat. Acara ini dihadiri oleh pengurus NU Ranting Meduri, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, tokoh masyarakat, perangkat dusun Kenongodengkol, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).


Acara dimulai tepat pukul 20.30 WIB dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Kyai Bagiyo, menciptakan suasana khusyuk dan penuh doa. Setelah itu, Bapak Kyai Sampir mewakili Ketua Takmir Masjid Al Huda menyampaikan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran jamaah dan memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyambutan. 



Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dusun Kenongodengkol, Bapak Yanto Edi Prayitno, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam karena Dusun Kenongodengkol dipercaya sebagai tempat pelaksanaan Lailatul Ijtima’. Beliau berharap acara ini membawa berkah bagi masyarakat Kenongodengkol, khususnya.



Ketua NU Ranting Meduri, Bapak Eko Sunarno, menjadi pembicara terakhir yang menyampaikan sambutannya. Beliau memaparkan berbagai program unggulan NU Margomulyo, khususnya yang dilaksanakan oleh Ranting Meduri. Program-program tersebut antara lain:

1. Program Koin

2. Lailatul Ijtima’

3. Amalan-amalan NU


Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh Bapak Kyai Saifuddin, yang lebih akrab disapa Gus Jenggot. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya ibadah sholat dan mengingatkan jamaah untuk tidak meninggalkan sholat dalam keadaan apapun. Pesan ini disampaikan dengan penuh hikmah, menambah keimanan dan semangat jamaah dalam beribadah.


Acara ditutup dengan doa penuh berkah yang dipimpin oleh Bapak Kyai Achmad Shobar, Mutasyar NU Ranting Meduri. Doa yang mengalun menutup rangkaian acara dengan khidmat pada pukul 22.30 WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.


Acara Lailatul Ijtima’ di Masjid Al Huda ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, namun juga memperkuat sinergi antara pengurus NU dan masyarakat dalam menjalankan program-program keagamaan. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan semangat kebersamaan dan keimanan semakin tumbuh dan berkembang di Dusun Kenongodengkol, Desa Meduri.



Kegiatan Lailatul Ijtima’ NU Ranting Meduri ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan dan koordinasi antar organisasi di tingkat dusun dan desa. Kehadiran berbagai elemen, seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat, serta tokoh masyarakat, menunjukkan sinergi yang harmonis dalam memajukan program-program keagamaan dan sosial di wilayah Margomulyo.


Salah satu program unggulan yang dibahas dalam sambutan Bapak Eko Sunarno adalah Program Koin. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan dana secara rutin dari masyarakat yang kemudian digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi pendanaan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Selain itu, Lailatul Ijtima’ sebagai salah satu program rutin NU Ranting Meduri, menjadi wadah penting untuk pembinaan dan peningkatan spiritualitas anggota dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pertemuan rutin, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai informasi dan program kerja NU kepada jamaah.

Kyai Saifuddin atau Gus Jenggot, dalam Mauidhoh Hasanah-nya, juga mengajak jamaah untuk lebih mendalami amalan-amalan NU yang sudah menjadi warisan para ulama. Beliau menekankan pentingnya menjaga sholat lima waktu sebagai pondasi utama dalam beragama. Pesan ini disampaikan dengan bahasa yang lugas dan penuh semangat, menginspirasi jamaah untuk lebih tekun dalam menjalankan ibadah sehari-hari.


Penutupan acara dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Kyai Achmad Shobar memberikan sentuhan akhir yang penuh haru dan keberkahan. Doa tersebut diharapkan membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi seluruh jamaah yang hadir serta masyarakat Dusun Kenongodengkol pada umumnya.


Kesuksesan acara Lailatul Ijtima’ ini menunjukkan bahwa kerjasama dan gotong royong dalam masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas. Masjid Al Huda yang menjadi tempat berlangsungnya acara ini juga diharapkan semakin hidup dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang mendukung peningkatan iman dan takwa jamaahnya.


Dengan berakhirnya acara pada pukul 22.30 WIB, seluruh jamaah pulang dengan hati yang tenang dan semangat baru untuk terus mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas keagamaan di lingkungan masing-masing. Semoga kegiatan Lailatul Ijtima’ ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi dusun-dusun lain untuk menggelar kegiatan serupa yang membawa manfaat bagi seluruh umat.


Kontributor: Eko
Editor: Tim CyberMWCNU

"Naharul Ijtima' NU Geneng: Kebersamaan dan Semangat Dakwah di Mushola Sunan Ampel"


Geneng, 9 Juni 2024 - Naharul Ijtima' NU Geneng yang digelar di Mushola Sunan Ampel pada Ahad Pahing, 9 Juni 2024, berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak. Acara yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada 11.45 ini dihadiri oleh seluruh warga NU Geneng, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua MUI Geneng, serta berbagai badan otonom seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

 

Kegiatan dibuka dengan penuh semangat oleh pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menyentuh hati para hadirin. Semangat kebangsaan pun menggelora saat semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 


Acara dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Sampin, membawa suasana menjadi lebih khusyuk. Sambutan pertama disampaikan oleh tuan rumah, Kiyai Mukohar, Rois Syuriyah NU Geneng, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta partisipasi semua pihak.

 

Berikutnya, Bapak Sakiman, Ketua LAZISNU Ranting Geneng, memberikan sambutan mengenai peran vital Kaleng KOIN NU dalam mendukung gerakan dakwah NU di Desa Geneng. Beliau menekankan betapa pentingnya kontribusi dari seluruh warga NU dalam program ini untuk kelangsungan dakwah dan kegiatan sosial.

 

Ketua Ranting NU Geneng, Kiyai Ihsan, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan peran aktif warga NU beserta seluruh badan otonom dalam mensukseskan berbagai kegiatan dakwah di Desa Geneng.

 

Acara puncak ditandai dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah, "Hari yang amat disukai oleh Allah SWT adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Barang siapa berpuasa di hari itu, seharinya mendapat imbalan pahala seperti puasa satu tahun, Qiyamulnya di nilai samadengan menemukan Lailatul Qodar" kata beliau. Kiyai Badrun juga memberikan pembinaan terkait pentingnya peran LAZISNU dan tertib dalam pelaporan keuangan, khususnya terkait program Kaleng KOIN NU.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya ikatan antara warga NU Geneng dan para tokoh yang hadir. 


Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung berbagai program dakwah dan sosial yang diinisiasi oleh NU. Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan badan otonom, menunjukkan sinergi yang baik dalam menjalankan visi dan misi NU di Geneng.

 

Kiyai Mukohar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di antara warga NU serta terus aktif dalam kegiatan yang positif. "Kita harus terus bergandengan tangan, bekerja sama untuk kemajuan desa kita dan kesejahteraan umat," ujarnya dengan penuh semangat.

 

Bapak Sakiman juga menambahkan bahwa program Kaleng KOIN NU bukan hanya sekedar pengumpulan dana, melainkan sebuah gerakan sosial yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. "Dengan adanya Kaleng KOIN NU, kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta mendukung berbagai program pendidikan dan kesehatan yang sangat penting untuk kemajuan desa kita," jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Kiyai Badrun Sulaiman memberikan tausiyah yang mendalam tentang pentingnya memanfaatkan momentum sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah untuk meningkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Beliau juga mengajak seluruh warga NU untuk lebih aktif dalam mendukung program-program NU, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan.

 

Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Mukohar, memohon keberkahan dan rahmat dari Allah SWT untuk seluruh warga NU Geneng. Setelah itu, para peserta saling bersalaman dan mengucapkan selamat jalan, meninggalkan Mushola Sunan Ampel dengan perasaan yang hangat dan penuh harapan.

 

Naharul Ijtima' NU Geneng kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen penting untuk memperkokoh semangat kebersamaan dan kerjasama dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Semua pihak berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga NU dan masyarakat di Desa Geneng.


Kontributor: Aries & Andrey
Editor: Tim CyberMWCNU

"KONFERANCAB GP Ansor Margomulyo 2024: Momentum Kebersamaan dan Komitmen Baru untuk Masa Depan"


Margomulyo, 7 Juni 2024 – Aula MWCNU Margomulyo hari ini menjadi saksi terselenggaranya Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) GP Ansor Margomulyo yang berlangsung dengan sukses dan penuh khidmat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum'at ini dibuka oleh panitia yang diwakili oleh Sahabat Syaifuddin pada pukul 10.00 WIB.

IPNU IPPNU Ajak Anak TPQ Margomulyo Terus Semangat Mengaji

Margomulyo, 26 Mei 2024 - IPNU IPPNU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Margomulyo mengadakan kegiatan "Ngaji (Ngatur Jiwo) dan Ngopi (Ngolah Pikir)" dengan mengajak anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ar-Rahman di Dusun Jatiroto, Desa Margomulyo. Tujuan kegiatan ini adalah untuk terus menjaga semangat mengaji para santri TPQ sebagai penerus perjuangan Nahdlatul Ulama.


Acara yang berlangsung di Masjid Ar-Rahman ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Tanfidziah PR NU Margomulyo, Bapak Wadarrohim. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memang harus terus dilakukan agar dapat menjadi lebih baik ke depannya.


Dilanjutkan dengan sambutan Ketua IPNU Margomulyo, Saudara Soleh, yang menekankan pentingnya pengkaderan sejak dini mulai dari anak-anak TPQ. Ia juga menyampaikan rencana PAC IPNU IPPNU Margomulyo untuk melakukan pengkaderan yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.



Acara inti adalah sesi ngaji bersama Bapak Kyai Rosyidi selaku Rois Syuriyah MWC NU Margomulyo. Beliau menekankan pentingnya belajar dan mengaji Al-Qur'an, serta mengajak para santri TPQ untuk melanjutkan pendidikan agama di pondok pesantren setelah lulus SD/MI.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Wadar, berharap agar perjuangan memperjuangkan agama Allah selalu diberi istiqomah, manfaat, dan berkah.


Tim CyberMWCNU 

Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan: Memperkuat Komitmen Warga NU di Masa Depan



Kalangan, 26 Mei 2024 - Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kalangan baru saja menyelenggarakan kegiatan Naharul Ijtima' (Pertemuan Rutin NU) di rumah Bapak Santoso, warga NU setempat. Acara yang dihadiri oleh pengurus struktural NU Ranting Kalangan serta badan otonom (BANOM) ini diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Rodhiyan, Rois Syuriah NU.

Rutinan Malem Setu Pahing: Antusiasme Warga Padati Pengajian Rutin Majelis Taklim Baiturrohman


Margomulyo, 24 Mei 2024 - Majelis Taklim Baiturrohman di Dusun Tepus, Desa Margomulyo kembali menggelar pengajian rutin pada malam Sabtu Pahing. Pengajian yang dihadiri ratusan jemaah ini berlangsung khidmat di Masjid Baiturrohman pada pukul 20.00-22.30 WIB.

Kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim Muslimat NU Al-Amin Dusun Kaligede Desa Margomulyo: Menggugah Rasa Spiritual dan Etika Berdoa



Minggu, 19 Mei 2024, Masjid Al-Amin Kaligede menjadi saksi kegiatan pengajian rutin yang menginspirasi yang diinisiasi oleh para anggota Muslimat NU Kaligede Margomulyo. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan seluruh jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU serta tokoh wanita setempat. Acara ini menjadi semakin berkesan dengan kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman, ketua MWCNU Margomulyo, yang memberikan tausiyah berharga kepada seluruh peserta.

Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kehangatan Pergerakan Dakwah



www.mwcnumargomulyo.com || MARGOMULYO - Kegiatan Lailatul Ijtima', yang merupakan acara rutin bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, berlangsung meriah di kantor MWCNU Margomulyo pada Sabtu malam, tanggal 19 Mei 2024. Acara yang dihadiri oleh warga NU dan masyarakat sekitar ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Pengajian Rutin di Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo: Menyatu dengan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

www.mwcnumargomulyo.com || Margomulyo, 17 Mei 2024 - Pada Jumat malam yang penuh berkah ini, Masjid Baiturrohim di Dusun Batang Desa Margomulyo menggelar pengajian rutin yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.30 ini menyajikan serangkaian acara religius yang menggugah hati dan menuntun umat menuju kehidupan yang lebih baik.


Acara pengajian malam ini dibuka dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani oleh seorang tokoh agama terkemuka, Kyai Suwardi. Melalui pengisahan yang penuh hikmah, Kyai Suwardi memaparkan perjalanan hidup para wali Allah yang telah memberikan inspirasi dan teladan bagi umat Muslim. Pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani ini berhasil menyemangati para jamaah yang hadir untuk menggapai kebaikan dan keberkahan dalam hidup mereka.

Setelah pembacaan Manakib selesai, suasana pengajian semakin khusyuk dengan dilanjutkan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kyai Jamin. Para jamaah terhanyut dalam doa-doa dan dzikir yang dilantunkan dengan khidmat, mengingatkan kita semua akan pentingnya mengingat Allah dan memohon ampunan-Nya. Suara indah para jamaah yang bersahut-sahutan mengisi ruang masjid, menciptakan atmosfer yang penuh ketenangan dan pengharapan.


Namun, puncak acara pengajian malam ini adalah ceramah yang disampaikan oleh Kyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam mauidzoh hasanah-nya, Kyai Badrun menggugah hati para jamaah dengan membahas puncak cita-cita manusia yang sejati, yaitu "Atina Fie Dunya Hasanah wafil ahirotil Hasanah waqina adzabannar" (mendapatkan kebahagiaan dunia, kebahagiaan akhirat, dan terhindar dari siksa neraka). Beliau dengan penuh hikmah menguraikan makna dan cara menggapai cita-cita tersebut, memberikan petunjuk yang berharga bagi semua yang hadir.

Kehadiran pengajian ini tidak hanya terbatas pada warga Dusun Batang saja. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dari sekitar Margomulyo juga turut hadir, menunjukkan dukungan dan kebersamaan dalam menjaga kehidupan beragama di komunitas mereka. Kebersatuannya menjadi contoh nyata betapa pentingnya persatuan dalam menjalankan ibadah dan merajut tali silaturahmi.


Pengajian rutin ini tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai ajang untuk belajar dan mengambil hikmah dari ajaran agama. Dalam suasana penuh kehangatan dan keramahtamahan, para jamaah dapat saling bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai nilai-nilai kehidupan yang Islami.


Dengan pengajian rutin yang diadakan di Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo, masyarakat setempat semakin tergugah untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mereka berharap bahwa melalui pengajian ini, kehidupan mereka akan semakin diberkahi dan mereka dapat mencapai kebahagiaan dunia maupun akhirat.


Selain itu, kegiatan pengajian rutin ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pengajian rutin di Masjid Baiturrohim, masyarakat Dusun Batang dan sekitarnya memiliki tempat yang dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembelajaran. Hal ini memperkuat ikatan antarwarga dan meningkatkan rasa kebersamaan dalam menjalankan ibadah.


Tidak hanya itu, pengajian rutin juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kehadiran mereka dalam acara pengajian menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung dan memajukan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut. Dengan kolaborasi antar-tokoh tersebut, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial dan moral yang dihadapi oleh masyarakat.


Selain itu, pengajian rutin juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama dan nilai-nilai spiritual. Melalui ceramah dan pengajian yang disampaikan oleh para kyai dan ulama terkemuka, para jamaah dapat memperoleh pengetahuan baru, memperdalam pemahaman agama, dan memperkuat iman serta ketaqwaan mereka.

Tak hanya sebagai tempat pembelajaran agama, Masjid Baiturrohim juga menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Dalam pengajian rutin ini, sering kali dilakukan kegiatan-kegiatan amal, seperti penggalangan dana untuk membantu masyarakat kurang mampu, pembagian sembako kepada mereka yang membutuhkan, atau kegiatan sosial lainnya. Hal ini menunjukkan semangat kepedulian sosial yang tinggi dari masyarakat setempat.


Dalam pelaksanaan pengajian rutin di Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo, panitia pengajian juga berperan penting. Dengan kerja sama yang baik antara panitia pengajian dan masyarakat, pengajian rutin dapat berjalan dengan lancar dan sukses setiap minggunya. Panitia pengajian bertanggung jawab dalam menyelenggarakan acara, mulai dari persiapan teknis, pengaturan jadwal, hingga pengadaan kebutuhan logistik untuk para jamaah.


Kegiatan pengajian rutin di Masjid Baiturrohim Dusun Batang Desa Margomulyo telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat setempat. Melalui pengajian ini, masyarakat dapat memperoleh pencerahan spiritual, memperkuat ikatan sosial, dan menjaga keharmonisan dalam menjalankan agama. Semoga pengajian rutin ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.


Kontributor: Santoso
Editor: Tim CiberMWCNU

Kegiatan Pengajian Rutin Malam Kamis Legi di Masjid At-tohir Dusun Pluntu Desa Sumberejo Membawa Inspirasi dan Kebangkitan Rohani


Sumberejo, 08 Mei 2024 - Masjid At-tohir Dusun Pluntu Desa Sumberejo menjadi saksi kegiatan pengajian rutin yang diadakan setiap Malam Kamis Legi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 08 Mei 2024, pukul 20.00-22.00 ini berhasil menarik perhatian segenap jamaah Masjid At-tohir Pluntu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat. Acara ini diisi dengan beragam kegiatan yang memberikan inspirasi dan kebangkitan rohani kepada peserta.

Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Mempererat Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Syari'ah



www.mwcnumargomulyo.com ||Meduri, 07 Mei 2024 - Masjid Subulul Huda di Dusun Kunir, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo menjadi saksi kegiatan bersejarah Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri pada Selasa malam. Acara yang dimulai pukul 20.00 hingga selesai ini berhasil menyatukan segenap warga NU Meduri dan menghadirkan berbagai tokoh agama serta masyarakat setempat.


Dibuka dengan khidmat, acara dimulai dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Suryadi, memberikan suasana religius yang kental. Tidak hanya itu, sambutan dari Ketua Takmir, Bapak Sugeng, dan Ketua Ranting NU Meduri, Bapak Eko Sunarno, memberikan arahan penting terkait jalinan silaturahmi yang menjadi poin utama dalam organisasi NU.


Dalam sambutannya, Pak Eko Sunarno menekankan betapa pentingnya mempererat hubungan antarwarga NU Meduri. Beliau menyampaikan bahwa silaturahmi yang erat adalah pondasi utama dalam membangun kebersamaan dan kekuatan komunitas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesatuan dan menguatkan peran NU sebagai organisasi yang peduli terhadap masyarakat.


Tidak hanya internal, kegiatan ini juga melibatkan Ketua MUI, Bapak Samiran, yang memberikan sambutan yang penuh semangat. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat pemahaman akan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.


Puncak acara ditandai dengan sosialisasi BMT NU Margomulyo oleh Mas Andray sebagai AO (Akun Officer). Dalam paparannya, Andray menjelaskan pentingnya penguatan ekonomi syari'ah melalui BMT NU. Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif, ia mengajak warga NU Meduri yang sudah mendaftar by website MWCNU untuk segera menindaklanjutinya, dan aktif terlibat dalam program ekonomi syari'ah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga NU dan masyarakat  Meduri pada umumnya.

Sebagai pamungkas kegiatan, kegiatan ini juga menampilkan mauidzoh hasanah oleh Kiyai Rosyidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo. Dalam pengajarannya, beliau menjelaskan tentang keutamaan sholat subuh berjamaah dan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.


Kehadiran segenap warga NU Meduri, badan otonom struktural, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, menjadikan momentum ini semakin berarti. Dalam keragaman yang ada, terjalin harmoni dan kebersamaan yang luar biasa. Acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan, berbagi wawasan, serta memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota dan warga NU Meduri.


Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri malam ini bukan sekadar acara biasa, namun merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan, silaturahmi yang erat, dan penguatan ekonomi syari'ah. Diharapkan kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi warga NU dan masyarakat  Meduri secara umum dalam memperkokoh keimanan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi berbasis syari'ah.


Kontributor: Yadi
Editor: Tim CyberMWCNU

Naharul Ijtima' NU Ranting Geneng: Mempererat Rukun dan Kebersamaan dalam Bermasyarakat

www.mwcnumargomulyo.com ||Geneng, 05 Mei 2024 - Musholla Al-Anwar Dusun Tlogo Geneng Desa Geneng menjadi saksi kegiatan Naharul Ijtima' NU Ranting Geneng yang dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan pada hari Ahad ini. Acara yang dihadiri oleh para anggota Nahdlatul Ulama ini diawali dengan Bacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Muqohar Rois syuriyah NU Geneng.

"Pengajian Rutin dan Halal Bihalal: Merajut Kekeluargaan dan Mempererat Ikatan Persaudaraan di Margomulyo"

Kegiatan Pengajian Rutin dan Halal Bihalal Mempererat Tali Persaudaraan Umat Islam di Margomulyo


www.margomulyo.com||Margomulyo, 28 April 2024 - Pada hari Ahad tanggal 28 April 2024, Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margomulyo menginisiasi kegiatan pengajian rutin dan halal bihalal. Acara yang berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo ini dihadiri oleh seluruh jajaran Ranting IPNU/IPPNU se-Ancab Margomulyo.

Selamat Harlah Fatayat NU Yang ke-74!

Kami dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur mengucapkan selamat atas peringatan Harlah Fatayat Nahdlatul Ulama yang ke-74. Sebagai Ketua MWCNU, kami ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada seluruh anggota Fatayat NU yang telah berperan aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.

Kegiatan Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal Ranting NU Kalangan: Mempererat Ukhuwah di Tengah Masyarakat

www.mwcnumargomulyo.com ||Kalangan, 26 April 2024 - Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, tepatnya tanggal 26 April 2024, sebuah acara istimewa bertajuk Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal digelar dengan meriah di rumah Bapak Suratno, seorang tokoh masyarakat setempat. Acara ini menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) dan dihadiri oleh berbagai badan otonom, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat.

Selamat ulang tahun yang ke-90 untuk Gerakan Pemuda ANSOR!


Di momen yang istimewa ini, kami ingin mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Gerakan Pemuda ANSOR yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam membangun pergerakan ini selama sembilan dekade. Selama 90 tahun, Gerakan Pemuda ANSOR telah menjadi pilar kekuatan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kemanusiaan.


Dalam perjalanan panjang ini, Gerakan Pemuda ANSOR telah membuktikan dirinya sebagai wadah yang mampu menampung semangat pemuda untuk bergerak, berkarya, dan berkembang. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menjadi garda terdepan dalam memajukan potensi pemuda Indonesia.


Kepemudaan adalah masa depan bangsa, dan Gerakan Pemuda ANSOR telah berperan penting dalam membentuk dan membimbing pemuda Indonesia menjadi generasi yang berkualitas, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat kepemimpinan, kreativitas, dan semangat kebersamaan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menginspirasi banyak pemuda untuk berani bermimpi, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan dalam masyarakat.


Selain itu, Gerakan Pemuda ANSOR juga telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memperhatikan dan membantu mereka yang membutuhkan, Gerakan Pemuda ANSOR telah menunjukkan kepedulian dan keikhlasannya dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan adil.


Kami berharap semoga Gerakan Pemuda ANSOR terus berkembang dan menginspirasi pemuda Indonesia untuk terus bergerak maju. Mari kita jaga semangat solidaritas, persatuan, dan kebersamaan yang telah menjadi identitas Gerakan Pemuda ANSOR selama ini.


Selamat ulang tahun yang ke-90 Gerakan Pemuda ANSOR! Teruslah berinovasi, berkontribusi, dan memperjuangkan cita-cita mulia. Semoga Gerakan Pemuda ANSOR semakin kuat dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Sukses selalu!

Kader NU, Saatnya Ambil Langkah Strategis Hadapi Tantangan Keberagaman



Kader Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting sebagai penggerak pergerakan yang berbasis Islam di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, keberagaman menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh kader NU dalam menjaga keutuhan dan memperkuat peran pergerakan ini. Dalam artikel ini, kita akan mengulas mengenai tantangan keberagaman yang dihadapi oleh kader NU serta langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk menghadapinya.


Dalam konteks NU, keberagaman memiliki makna yang mendalam. NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia mengakui dan menghormati perbedaan dalam Islam. Keberagaman dalam NU mencakup perbedaan dalam pemahaman agama, tradisi keagamaan, budaya, dan suku bangsa. Oleh karena itu, penting bagi kader NU untuk memahami dan menghormati perbedaan ini guna memperkuat persatuan dalam pergerakan.


Tantangan keberagaman yang dihadapi oleh kader NU sangat kompleks dan beragam. Pertama, perkembangan sosial dan politik yang dinamis membawa perubahan dalam cara pandang dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru dalam menjaga keberagaman di tengah arus perubahan ini. Kader NU perlu mampu menghadapi perubahan ini dengan bijak, tanpa mengabaikan akar-akar keberagaman yang menjadi identitas pergerakan.


Selain itu, meningkatnya radikalisme dan intoleransi di masyarakat menjadi tantangan serius bagi kader NU. Kader NU harus berperan aktif dalam memerangi radikalisme dan mempromosikan pesan-pesan toleransi serta perdamaian antarumat beragama. Dalam konteks ini, pendidikan dan pengetahuan yang kuat tentang keberagaman menjadi kunci penting bagi kader NU untuk membangun pemahaman yang inklusif dan menghormati perbedaan.


Langkah strategis yang dapat diambil oleh kader NU dalam menghadapi tantangan keberagaman adalah sebagai berikut:


Pertama, penguatan pendidikan dan pengetahuan. Kader NU perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keberagaman dalam Islam dan masyarakat. Pendidikan agama yang inklusif dan menghormati perbedaan harus ditingkatkan guna membangun kesadaran yang kuat akan pentingnya persatuan dalam pergerakan.


Kedua, pemberdayaan perempuan dan pemuda. Peran aktif perempuan dan pemuda dalam menghadapi tantangan keberagaman sangat penting. Kader NU perlu mendukung perempuan dan pemuda dalam memainkan peran strategis dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam mempromosikan kesetaraan dan toleransi.


Ketiga, dialog antarumat beragama. Kader NU harus mendorong dialog dan kerjasama antarumat beragama untuk memahami dan menghormati perbedaan. Dalam dialog ini, kader NU dapat berperan sebagai fasilitator yang aktif dalam mempromosikan perdamaian dan harmoni antara umat beragama.


Ke Empat, pentingnya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Kader NU harus mendorong penegakan hukum yang adil dan berkeadilan dalam menangani pelanggaran keberagaman. Perlindungan hak asasi manusia semua individu, tanpa memandang agama atau keyakinan, harus menjadi prinsip utama yang dijunjung tinggi oleh kader NU.


Dalam menghadapi tantangan keberagaman, kader NU juga perlu memperhatikan isu-isu yang muncul dalam masyarakat. Misalnya, adanya isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang sering menjadi sumber konflik di Indonesia. Kader NU harus memainkan peran aktif dalam menangani isu-isu tersebut dengan pendekatan yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antarumat beragama.


Selain itu, penguatan peran media juga penting dalam menghadapi tantangan keberagaman. Kader NU dapat menggunakan media sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi, dialog, dan pemahaman yang inklusif. Dalam era digital, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang mempromosikan keberagaman dan menghancurkan stereotip yang merugikan.


Tidak hanya itu, kader NU juga perlu membangun kemitraan dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Kerjasama yang kuat antara berbagai pihak dapat memperkuat upaya dalam menghadapi tantangan keberagaman. Kader NU dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat untuk bekerja sama dalam membangun perdamaian dan harmoni.


Selain langkah-langkah strategis yang telah disebutkan, kader NU juga perlu menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan perannya sebagai penggerak pergerakan. Sikap yang adil, transparan, dan bertanggung jawab akan membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas kader NU di mata masyarakat. Dalam segala tindakan dan keputusan yang diambil, kader NU harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai Islam yang toleran, rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.


Dengan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, kader NU dapat menjadi kekuatan yang kuat dalam menjaga keberagaman, mempromosikan toleransi, dan membangun perdamaian di Indonesia. Dalam menghadapi tantangan keberagaman yang kompleks, kader NU harus tetap teguh pada prinsip-prinsip yang menjadi landasan pergerakan ini, yaitu ajaran Islam yang moderat, inklusif, dan menghormati perbedaan.


Dalam mengakhiri artikel ini, penting bagi kader NU untuk menyadari bahwa menghadapi tantangan keberagaman adalah tugas yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen yang kuat. Dengan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, kader NU dapat membawa pergerakan ini menuju masa depan yang lebih inklusif, harmonis, dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.


Kesimpulan:

Dalam menghadapi tantangan keberagaman, kader NU memiliki peran penting sebagai penggerak pergerakan yang berbasis Islam di Indonesia. Keberagaman dalam NU mencakup perbedaan dalam pemahaman agama, tradisi keagamaan, budaya, dan suku bangsa. Namun, kader NU dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perkembangan sosial dan politik yang dinamis, peningkatan radikalisme dan intoleransi, serta arus modernisasi yang dapat mengancam kesatuan dan keberagaman.


Untuk menghadapi tantangan ini, langkah-langkah strategis dapat diambil oleh kader NU. Pertama, penguatan pendidikan dan pengetahuan tentang keberagaman menjadi kunci penting. Kader NU perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka serta memperkuat pendidikan agama yang inklusif dan menghormati perbedaan.


Kedua, pemberdayaan perempuan dan pemuda menjadi langkah penting dalam menjaga harmoni antarumat beragama. Kader NU perlu mendukung peran aktif perempuan dan pemuda dalam memainkan peran strategis serta membangun kesadaran akan pentingnya perempuan dan pemuda dalam memperkuat keberagaman.


Ketiga, dialog antarumat beragama menjadi sarana yang efektif dalam memahami dan menghormati perbedaan. Kader NU harus mendorong dialog dan kerjasama antarumat beragama serta membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dalam mengatasi isu-isu keberagaman.


Terakhir, penegakan hukum yang adil dan perlindungan hak asasi manusia menjadi prinsip penting yang harus dikedepankan oleh kader NU. Kader NU perlu mendorong penegakan hukum yang adil dalam menangani pelanggaran keberagaman serta melindungi hak asasi manusia semua individu tanpa memandang agama atau keyakinan.


Saran:


Berikut adalah beberapa saran untuk kader NU dalam menghadapi tantangan keberagaman:


1. Terus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keberagaman. Kader NU perlu mengikuti pelatihan, seminar, dan forum diskusi yang dapat memperluas wawasan mereka tentang keberagaman dalam Islam dan masyarakat.


2. Memperkuat komunikasi dan kerjasama antar kader NU. Kader NU perlu saling mendukung, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain dalam menghadapi tantangan keberagaman.


3. Memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi untuk menyebarkan pesan-pesan toleransi dan keberagaman. Kader NU dapat memanfaatkan platform online untuk mempromosikan nilai-nilai inklusif dan membangun kesadaran masyarakat.


4. Terlibat aktif dalam kegiatan interfaith dan kegiatan sosial bersama dengan umat beragama lainnya. Ini akan membantu membangun hubungan yang harmonis dan saling memahami antarumat beragama.


5. Membangun jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Kerjasama yang kuat akan memperkuat upaya dalam menghadapi tantangan keberagaman.


Melalui langkah-langkah strategis ini, kader NU dapat terus memperkuat persatuan, toleransi, dan keberagaman dalam pergerakan. Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang, kader NU harus tetap teguh pada nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan menghormati perbedaan. Dengan demikian, pergerakan NU dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun masyarakat yang harmonis, adil, dan bermartabat.



Penulis;
Badrun Sulaiman
(Ketua MWCNU Margomulyo)

Kegiatan Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal Ranting NU Geneng: Merajut Kebersamaan dalam Menyambut Idul Fitri


Margomulyo, 21 April 2024 - Masjid Al-Muhlisiyah Geneng menjadi saksi kehangatan dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam pelaksanaan acara Naharul Ijtimak dan Halal Bihalal yang digagas oleh Ranting NU Geneng, dengan melibatkan seluruh struktural Badan Otonom NU. Acara yang berlangsung pada hari Ahad ini, sejak pukul 09.00 hingga selesai, berhasil memikat perhatian semua warga NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Geneng.

Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kebersamaan


Margomulyo, 20 April 2024 - Pada Sabtu malam Minggu ini, tepat pukul 20.30, Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi dari suatu acara berharga yang menggugah kebersamaan dan kebersihan hati umat Islam warga NU khususnya. Kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo berhasil menarik perhatian dan kehadiran banyak jamaah yang antusias untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Momentum Saling Memaafkan: Pengajian Halal Bihalal di Masjid Baiturrohman, Tepus, Menggugah Semangat Persatuan Warga NU"

Tepus, 19 April 2024 - Masjid Baiturrohman yang terletak di Dusun Tepus, Desa Margomulyo, menjadi saksi kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang menggugah semangat kebersamaan dan keadaban sosial para warga NU. Acara yang dihadiri oleh seluruh warga Tepus, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, berlangsung mulai pukul 20.00 hingga selesai. Dalam suasana khidmat, kegiatan dibuka dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Abd. Ghofur, Komandan Banser Margomulyo, serta ditutup dengan doa yang dilantunkan oleh Kiyai Jumari, Wakil Ketua MWCNU Margomulyo.

Halal Bihalal di Mushola Al-Muttaqin Dusun Besali Desa Meduri: Memperkokoh Kebersamaan dalam Moment Idul Fitri

Besali, 19 April 2024 - Suasana kehangatan dan kebersamaan memenuhi Mushola Al-Muttaqin di Dusun Besali, Desa Meduri, saat digelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal pada hari Jumat, tanggal 19 April 2024. Acara yang dihadiri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Besali, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat ini menjadi momen yang sangat berarti bagi seluruh jemaah.

Pengajian Halal Bihalal PAC Muslimat NU Margomulyo: Memperkuat Makna Idul Fitri dan Penguatan Ekonomi Syari'ah


Margomulyo, Kamis Kliwon, 18 April 2024 - Dalam rangka merayakan Idul Fitri dan mempererat tali silaturahmi, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Margomulyo menggelar Kegiatan Pengajian Halal Bihalal di Aula MWCNU Margomulyo. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan anggota Muslimat NU.


Dalam sambutannya, Ketua PAC Muslimat NU, Bunda Maslahah S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam momen yang penuh berkah ini. Ia menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar sesama umat Muslim, serta mengajak semua peserta untuk saling maaf-memaafkan sebagai bagian dari semangat Idul Fitri.



Momentum pengajian ini semakin berkesan dengan khutbah iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosyidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo . Dalam khutbahnya, beliau mengulas berbagai aspek mengenai keutamaan Idul Fitri. Dengan penuh hikmah, Kiyai Rosyidi menjelaskan tentang pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan yang telah diperoleh selama bulan suci Ramadhan.


Tidak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun mengaitkan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Kiyai Rosyidi dengan pentingnya mengaplikasikan makna puasa Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, terutama setelah perayaan Idul Fitri. Ia menekankan betapa relevannya menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk memperkuat iman dan menggalang kebaikan dalam masyarakat.


Selain itu, Kiyai Badrun juga memaparkan progres capaian MWCNU Margomulyo, terutama dalam bidang penguatan ekonomi Syari'ah. Dalam paparannya, ia mengungkapkan berbagai upaya yang telah dilakukan dan hasil yang telah dicapai oleh MWCNU dalam membangun ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip syari'ah. Kiyai Badrun menyampaikan harapannya agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam penguatan ekonomi Syari'ah demi kesejahteraan bersama.


Acara Pengajian Halal Bihalal ini dapat menginspirasi para peserta untuk menjaga semangat Idul Fitri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguatkan makna puasa Ramadhan dan menggerakkan penguatan ekonomi Syari'ah, PAC Muslimat NU Margomulyo telah menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama dan keadilan.


Dalam suasana kebersamaan dan kehangatan, acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan kemajuan umat Muslim. Semoga semangat Idul Fitri yang menginspirasi ini terus terjaga dan menjadi pendorong bagi kita semua untuk menggapai kebaikan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.


Kontributor: Andry
Editor: Tim CyberMWCNU

Keutamaan puasa bulan syawal

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Hadirin yang dirahmati Allah,


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.


Dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk membahas sebuah topik yang sangat penting dalam agama kita, yaitu keutamaan puasa Syawal. Puasa Syawal adalah amalan yang dianjurkan setelah selesainya bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 


Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)   


 Perhitungan pahala puasa satu tahun itu berdasarkan firman Allah swt berikut,


   مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ    


Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160).


Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Berdasarkan ayat Al-Qur'an dan hadis yang disebutkan, terdapat beberapa pembahasan mengenai keutamaan puasa Syawal sebagai berikut:


1. Pahala Puasa Setahun

Hadis yang disebutkan di atas, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyatakan bahwa puasa selama bulan Ramadhan diikuti dengan enam hari puasa pada bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh. Hal ini menunjukkan kebesaran pahala yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang melaksanakan puasa ini dengan ikhlas dan penuh kesungguhan.


2. Penggandaan Pahala

Dalam Surah Al-An'am ayat 160, Allah SWT menyatakan bahwa bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim, Dia akan memberikan pahala sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Syawal selama enam hari akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat dari amal ibadah tersebut. Ini menunjukkan kemurahan Allah SWT dalam memberikan penggandaan pahala kepada hamba-Nya yang berusaha melakukan kebaikan.


3. Kesinambungan Ibadah

Puasa Syawal memberikan kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan berpuasa setelah bulan Ramadhan. Dengan melaksanakan puasa Syawal, seseorang menunjukkan kesungguhan dalam menjaga ibadah puasa dan menyambut bulan Syawal dengan penuh semangat. Ini juga merupakan bentuk kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.


4. Menghapuskan Dosa

Puasa Syawal juga memiliki keutamaan dalam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub al-Ansari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka itu adalah seperti puasa sepanjang tahun." Dalam konteks ini, puasa Syawal memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan dosa-dosa, dan mendapatkan ampunan Allah SWT.


5. Menunjukkan Rasa Syukur

Melakukan puasa Syawal juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat bulan Ramadhan yang telah diberikan. Puasa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan keberkahan, dan dengan berpuasa Syawal, umat Muslim menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan ibadah puasa.


Selain hadis yang telah disebutkan di atas, terdapat juga beberapa hadis lain yang menguatkan keutamaan puasa Syawal. Contohnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)


Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa puasa Syawal sebagai sunnah yang dianjurkan setelah puasa Ramadhan. Hal ini menunjukkan pentingnya melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Dengan demikian, puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar dalam agama Islam. Melalui ibadah puasa Syawal, umat Muslim dapat mendapatkan pahala yang besar, menghapuskan dosa-dosa, menunjukkan rasa syukur, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan.


Terdapat beberapa hadis tambahan yang dapat menguatkan keutamaan puasa Syawal:


1. Hadis Riwayat Abu Hurairah:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia telah memperoleh pahala puasa sepanjang tahun." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)


Hadis ini menegaskan kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan ibadah puasa setelah Ramadhan berakhir.


2. Hadis Riwayat Aisyah:


مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَدْ صَامَ شَهْرًا كَامِلًا إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ يَصُومُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ


Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW tidaklah meninggalkan puasa enam hari di bulan Syawal baik saat dalam keadaan berperang atau di waktu lainnya." (HR. Muslim)


Dalam hadis ini, Aisyah menegaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini menunjukkan bahwa puasa Syawal merupakan amalan yang dianjurkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.


3. Hadis Riwayat Abdullah bin Amr bin al-As:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Hadis ini menggarisbawahi kembali bahwa melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan puasa sepanjang tahun. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa Syawal dalam agama Islam.


Dari penjelasan ayat Al-Qur'an dan beberapa hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Melakukan puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadhan memberikan pahala yang besar, mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa, dan menjaga kesinambungan ibadah setelah bulan Ramadhan. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Muslim untuk melaksanakan puasa Syawal sebagai amalan tambahan yang dianjurkan dalam agama Islam.


Oleh: Badruns (Ketua MWCNU Margomulyo)

Pengajian Rutin Warga Batang Kulon: Menyemarakkan Halal Bihalal dalam Tradisi Riyoyo Kupat



Batang, 16 April 2024 – Musholla Nurul Hidayah yang terletak di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, menggelar acara pengajian rutin pada hari Selasa Pon malam Rabu Wage. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Halal Bihalal warga Batang. Dengan dimulai pukul 20.00 hingga selesai, acara tersebut berhasil mengundang perhatian warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

"Mengemas Keutamaan Idul Fitri dengan Sentuhan Humor di Pengajian Malem Sabtu Kliwon"


Margomulyo, 12 April 2024 - Masjid BAITURRAHIM Batang DS. Margomulyo dipenuhi dengan semangat keagamaan pada Jum'at malam Sabtu Kliwon tanggal 12 April 2024. Kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap Selapan (35 hari dalam hitungan Jawa) ini berhasil menarik perhatian warga sekitar untuk hadir dan memperoleh pencerahan spiritual.

"Menggapai Keberkahan dan Harmoni: Menyambut Iedul Fitri 1445 H dengan Kasih Sayang dan Maaf"

 

Assalamualaikum wr. wb.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, sebagai Ketua MWCNU Margomulyo, saya dengan tulus ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H kepada seluruh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga ucapan ini dapat menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan kami dalam menyambut hari yang penuh berkah ini.


Hari yang dinanti-nantikan, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kita kini merayakan kemenangan spiritual dan keberhasilan melawan hawa nafsu. Iedul Fitri mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan, mengampuni kesalahan, dan merangkul kedamaian dalam hati.


Di momen yang suci ini, mari kita bersama-sama merefleksikan perjalanan spiritual kita. Marilah kita bertaubat atas segala kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Semoga Iedul Fitri menjadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.


Selain itu, mari kita jadikan Hari Raya Iedul Fitri sebagai ajang untuk saling bermaafan dan mempererat persaudaraan. Hilangkan segala dendam dan permusuhan yang mungkin terjadi di antara kita. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa, mari kita berkompromi, menghormati perbedaan, dan membangun harmoni sebagai umat Muslim yang satu.


Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran MWCNU Margomulyo yang telah bersama-sama berjuang dalam menjaga kebersamaan dan memajukan agama serta umat Islam di wilayah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan hidayah-Nya kepada kita semua.


Terakhir, saya berharap semoga hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga tali silaturahmi terus terjalin erat, kasih sayang terus mengalir di antara kita, dan setiap langkah kita selalu mendapatkan ridho dan petunjuk dari Allah SWT.


Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1445 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.


Wassalamualaikum wr. wb.

"Semarak Kegiatan Pembagian Takjil Romadhon PAC IPNU/IPPNU Margomulyo: Momen Kebersamaan dan Kemanusiaan yang Menggugah"


MARGOMULYO - Hari Ahad, 27 Romadhon 1445 H./7 April 2024 M., menjadi saksi dari keramahtamahan dan semangat kebersamaan umat Muslim di Margomulyo. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo menggelar kegiatan pembagian takjil di halaman Kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, ini berhasil menyentuh hati banyak orang.


Kegiatan dimulai dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Suasana yang penuh kekhidmatan terasa menggema di sekitar halaman kantor. Dalam doa tersebut, seluruh peserta berharap agar Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


Tak lama setelah itu, aksi mulia dimulai. Dalam semangat kebersamaan, tim pembagian takjil dengan sigap menyiapkan hidangan lezat dan menyegarkan untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor MWCNU Margomulyo. Dalam sekejap, aroma harum takjil tradisional seperti kolak, kurma, dan aneka minuman manis mengisi udara, mengundang decak kagum dari para pejalan kaki yang lewat.


Tak hanya itu, kehadiran Jajaran PAC IPNU IPPNU Margomulyo juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka dengan penuh semangat berbaur dengan masyarakat, dengan senyum dan sapaan hangat. Tidak terasa, suasana kekeluargaan terjalin di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi nilai yang tinggi di tengah masyarakat Margomulyo.

Kegiatan pembagian takjil Romadhon berlangsung dengan lancar dan tertib. Para warga masyarakat yang menerima takjil tampak berterima kasih dan bahagia. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh sesama umat Muslim. Pembagian takjil ini menjadi momen yang tak terlupakan dan memberikan semangat terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa.


Ketua PAC IPNU Margomulyo, Sholeh Wibowo, menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi kerjasama dan partisipasi semua pihak yang turut serta dalam menjalankan kegiatan ini dengan baik. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," ujar Sholeh.


Kegiatan pembagian takjil Romadhon di Kantor MWCNU Margomulyo telah menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Dalam momen yang penuh makna ini, umat Muslim di Margomulyo memperlihatkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas dapat memberikan kebahagiaan dan kehangatan bagi semua. Semoga semangat ini terus membara dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Kontributor: Andry.
Editor: TimCyberMWCNU