Meduri, Margomulyo – Ahad, 10 Mei 2026. Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Lailatul Ijtima’ Ranting NU Meduri yang dilaksanakan pada Ahad malam, 10 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al-Huda Dusun Meduri, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
NU Meduri Bangkitkan Spirit Kebersamaan dan Keagamaan Lewat Lailatul Ijtima’
Internalisasi Nilai Syukur dan Sabar: Kajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo Berlangsung Khidmat
Sinergi Ukhuwah dan Penguatan Ekonomi Syariah: Halal Bihalal MWCNU dan LPJ BMT NU Margomulyo Berlangsung Khidmat dan Meriah
“Malam Penuh Cahaya dan Maaf: Harmoni Lailatul Ijtima’ NU Meduri Menganyam Ukhuwah dalam Balutan Halal Bihalal”
Rapat Persiapan Halal Bihalal 1447 H/2026 MWCNU Margomulyo Berlangsung Khidmat
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian MWCNU Margomulyo, perwakilan dari PAC Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, LAZISNU, IPNU, serta para Ketua Ranting NU dari enam ranting di wilayah Margomulyo. Kehadiran lintas badan otonom dan pengurus ranting ini mencerminkan soliditas organisasi dalam menyukseskan agenda keumatan.
Kegiatan rapat dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan kegiatan Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, konsolidasi organisasi, serta mempererat sinergi antar elemen Nahdliyin di tingkat kecamatan.
Agenda utama rapat adalah membahas teknis pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal yang direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 19 April 2026 mendatang. Dalam sidang pleno kepanitiaan, disepakati susunan panitia dengan menunjuk Ustadz Syaifuddin sebagai Ketua Panitia, didampingi oleh Rekan Sholeh Wibowo sebagai Sekretaris, dan Bapak Sigit sebagai Bendahara.
Selain itu, rapat juga menetapkan bahwa kegiatan Halal Bihalal tersebut akan menghadirkan Dr. KH Amanulloh, S.Ag., M.H.I. sebagai pembicara utama yang diharapkan dapat memberikan tausiyah yang menyejukkan dan memperkuat nilai-nilai keislaman kekinian serta kebangsaan.
Rangkaian rapat ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Rosyidi selaku Rais MWCNU Margomulyo, memohon kelancaran dan keberkahan atas seluruh rencana kegiatan yang telah disusun.
Lebih lanjut, dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta rapat turut memberikan berbagai masukan konstruktif terkait teknis pelaksanaan acara, mulai dari penentuan lokasi, susunan acara, kesiapan konsumsi, hingga strategi mobilisasi jamaah dari masing-masing ranting. Beberapa usulan juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas badan otonom agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif, efisien, dan menjangkau partisipasi masyarakat secara luas.
Kiai Badrun dalam penegasannya kembali mengingatkan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai ukhuwah nahdliyah, mempererat hubungan antar pengurus, serta meneguhkan komitmen bersama dalam mengabdi kepada umat. Oleh karena itu, seluruh panitia diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan profesionalitas.
Sementara itu, Ketua Panitia terpilih, Ustadz Syaifuddin, menyampaikan kesiapan awalnya untuk segera melakukan konsolidasi internal panitia dan menyusun langkah-langkah teknis lanjutan. Ia juga mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk saling mendukung demi suksesnya kegiatan tersebut.
“Kesuksesan acara ini adalah tanggung jawab bersama. Kami mohon dukungan penuh dari seluruh jajaran, baik dari MWCNU maupun badan otonom dan ranting,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat tersebut, diharapkan pelaksanaan Halal Bihalal pada 19 April 2026 mendatang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat sebagai pilar moderasi beragama dan penggerak harmoni sosial.
Rapat persiapan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan setiap aspek kegiatan dirancang secara matang, sehingga dapat menghadirkan acara yang khidmat, tertib, dan penuh keberkahan bagi seluruh peserta yang hadir.
Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan pelaksanaan Halal Bihalal MWCNU Margomulyo tahun 1447 H dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat.
“Menguatkan Jejaring Keilmuan dan Ukhuwah: Rektor UNUGIRI Dorong Pembentukan IKA Alumni di Margomulyo”
“Menyalakan Obor Peradaban: RAKER Fatayat NU Margomulyo Teguhkan Peran, Kukuhkan Dakwah, Songsong Ramadhan dengan Aksi Nyata”
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Merajut Spirit Jama’ah, Mengokohkan Program Khidmah
“Melalui Lailatul Ijtima’, NU Ranting Meduri Bangun Harmoni dan Spirit Keumatan”
Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo: Meneguhkan Khidmah Ketakmiran Masjid Berbasis Jam’iyyah
Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo Digelar di Ruang Ketua MWCNU
Pengajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo Berlangsung Khidmat di Auditorium MWCNU
“Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo sebagai Model Integrasi Spiritualitas, Tradisi Keilmuan, dan Konsolidasi Organisasi di Awal Tahun 2026”
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sumberejo menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, bertempat di Masjid Nurul Ikhsan, Dusun Singgih, Desa Sumberejo.
“Menjemput Tahun 2026 dengan Mujahadah dan Musyawarah, Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Teguhkan Khidmah Jam’iyyah”
Dari Masjid Baitul Mutaqin, NU Meduri Meneguhkan Makna Isro’ Mi’roj sebagai Ibadah yang Membumi
Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Meduri kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Minggu malam, 21 Desember 2025. Kegiatan rutin warga nahdliyin tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Baitul Mutaqin, Dusun Kijeng, Desa Meduri.
Sertifikat Wakaf untuk Kemaslahatan Umat: Komitmen MWCNU Margomulyo dalam Menjaga Aset Ibadah
Penyerahan sertifikat aset tempat ibadah dengan nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting dalam upaya penguatan legalitas aset wakaf keagamaan.
ISTIGHOTSAH & DOA BERSAMA MWCNU MARGOMULYO: Mengetuk Pintu Langit untuk Keselamatan Negeri
Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo: Meneguhkan Semangat Keilmuan dan Militansi Jamaah di Tengah Tantangan Zaman
Margomulyo – Ahad, 29 November 2025. Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberejo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 29 November 2025.
MWCNU Margomulyo Gelar Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya dalam Rangka Hari Santri 2025
Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menyelenggarakan kegiatan Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya pada 24 Oktober 2025.
MWCNU Margomulyo Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pon-Pes Assyakur
Mujahadah Hari Santri 2025 MWCNU Margomulyo: Menyucikan Hati dan Meneguhkan Semangat Juang Santri
Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo menggelar Mujahadah Hari Santri pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai Dua Kantor MWCNU Margomulyo.
Musyawarah Persiapan Hari Santri 2025 di Aula MWCNU Margomulyo Berjalan Lancar dan Penuh Semangat Kebersamaan
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Penguatan Spiritualitas dan Progres Percepatan Wakaf
Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’ yang berlangsung penuh kekhidmatan pada Kamis malam (02/10/2025).
Turba Ketua MWCNU Margomulyo di Majelis Taklim Muslimat NU: Bekal Menjadi Orang Baik Hingga Akhir Hayat
Kajian Rutin PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo: Zakat sebagai Penyempurna Iman dan Sholat
MWCNU Margomulyo Gelar Lailatulul Ijtima’, Doakan Keselamatan NKRI
Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ NU pada Rabu malam, 03 September 2025, bertempat di auditorium lantai dua kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 hingga 23.30 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri seluruh jajaran pengurus mulai dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, enam ranting NU, serta Badan Otonom (Banom) dari tingkat PAC hingga ranting NU.
Dengan mengusung tema besar “Mujahadah untuk Keselamatan NKRI”, acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo untuk memperkuat barisan, mengokohkan ukhuwah, sekaligus mempersembahkan doa bersama bagi terjaganya keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ihsan, Ketua Ranting NU Geneng. Suasana teduh dan penuh kekhusyukan langsung terasa, di mana setiap hadirin larut dalam lantunan doa untuk para pendahulu, ulama, serta syuhada yang telah berjuang menegakkan agama dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Jawahirul Ma’ani oleh Kiai Rosyidi, Rois Syuriyah MWCNU Margomulyo. Melalui lantunan manaqib tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan iman dan pengorbanan para wali serta ulama, sebagai cermin semangat perjuangan yang perlu diwarisi generasi sekarang dalam menjaga agama sekaligus negara.
Puncak acara adalah mujahadah bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Badrun, Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo. Dalam suasana hening, jamaah larut dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari segala mara bahaya, dan tetap terjaga dalam persatuan.
Dalam sambutan singkatnya, Kiai Badrun menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna. Beliau mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan warga NU agar senantiasa menjaga ketenangan, keharmonisan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu atau gerakan yang tidak jelas tujuannya.
“Mari kita jaga situasi lingkungan kita masing-masing. Jangan sampai ikut-ikutan demo atau gerakan yang tidak jelas. Fokus kita adalah memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan umat, dan terus berdoa demi keselamatan bangsa dan negara. NU harus menjadi peneduh, bukan pemecah,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat penting di tengah dinamika sosial-politik yang sering kali diwarnai isu-isu sensitif. NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas, mendorong kesejukan, serta mengedepankan jalan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Naharul Ijtima’ NU ini bukan sekadar forum rutinitas, melainkan ruang silaturahmi dan konsolidasi spiritual seluruh elemen NU di Margomulyo. Kehadiran lengkap jajaran pengurus hingga ke tingkat ranting dan Banom menjadi bukti kuatnya komitmen untuk terus menjaga tradisi amaliyah sekaligus berkhidmat kepada umat dan bangsa.
Acara ditutup dengan suasana kebersamaan, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan mempererat hubungan kekeluargaan. Dengan semangat kebersamaan itu, MWCNU Margomulyo bertekad untuk menjadikan mujahadah ini sebagai ikhtiar kolektif dalam menjaga kedamaian lingkungan, mengokohkan ukhuwah, serta mempersembahkan doa terbaik bagi keselamatan NKRI.
“MWCNU Margomulyo Satukan Langkah, Percepat Gerakan Wakaf untuk mengamankan aset Wakaf demi Kemaslahatan Umat”
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus harian MWCNU Margomulyo bersama para ketua ranting NU dari enam ranting yang ada di wilayah Kecamatan Margomulyo. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun.
Dalam arahannya, Kiai Badrun menegaskan pentingnya percepatan wakaf melalui Nadzir resmi Nahdlatul Ulama, yakni Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berkedudukan di Jakarta. Beliau mengimbau seluruh ketua ranting untuk mengambil peran aktif dalam program percepatan wakaf yang saat ini sedang digaungkan oleh Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama RI.
“Secara hukum, seluruh aset wakaf memang berada di bawah naungan PBNU di Jakarta. Namun, dalam realitasnya pengelolaan wakaf tetap menjadi tanggung jawab masing-masing ketua ranting di wilayahnya,” tegas Kiai Badrun dalam rapat tersebut.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis MWCNU Margomulyo untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan agar aset-aset wakaf Nahdlatul Ulama dapat dikelola secara optimal, sesuai aturan perundangan, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat.


























