Margomulyo – Ahad, 29 November 2025. Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberejo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 29 November 2025.
MWCNU Margomulyo Gelar Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya dalam Rangka Hari Santri 2025
Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menyelenggarakan kegiatan Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya pada 24 Oktober 2025.
MWCNU Margomulyo Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pon-Pes Assyakur
Mujahadah Hari Santri 2025 MWCNU Margomulyo: Menyucikan Hati dan Meneguhkan Semangat Juang Santri
Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo menggelar Mujahadah Hari Santri pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai Dua Kantor MWCNU Margomulyo.
Musyawarah Persiapan Hari Santri 2025 di Aula MWCNU Margomulyo Berjalan Lancar dan Penuh Semangat Kebersamaan
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Penguatan Spiritualitas dan Progres Percepatan Wakaf
Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’ yang berlangsung penuh kekhidmatan pada Kamis malam (02/10/2025).
Turba Ketua MWCNU Margomulyo di Majelis Taklim Muslimat NU: Bekal Menjadi Orang Baik Hingga Akhir Hayat
Kajian Rutin PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo: Zakat sebagai Penyempurna Iman dan Sholat
MWCNU Margomulyo Gelar Lailatulul Ijtima’, Doakan Keselamatan NKRI
Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ NU pada Rabu malam, 03 September 2025, bertempat di auditorium lantai dua kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 hingga 23.30 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri seluruh jajaran pengurus mulai dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, enam ranting NU, serta Badan Otonom (Banom) dari tingkat PAC hingga ranting NU.
Dengan mengusung tema besar “Mujahadah untuk Keselamatan NKRI”, acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo untuk memperkuat barisan, mengokohkan ukhuwah, sekaligus mempersembahkan doa bersama bagi terjaganya keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ihsan, Ketua Ranting NU Geneng. Suasana teduh dan penuh kekhusyukan langsung terasa, di mana setiap hadirin larut dalam lantunan doa untuk para pendahulu, ulama, serta syuhada yang telah berjuang menegakkan agama dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Jawahirul Ma’ani oleh Kiai Rosyidi, Rois Syuriyah MWCNU Margomulyo. Melalui lantunan manaqib tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan iman dan pengorbanan para wali serta ulama, sebagai cermin semangat perjuangan yang perlu diwarisi generasi sekarang dalam menjaga agama sekaligus negara.
Puncak acara adalah mujahadah bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Badrun, Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo. Dalam suasana hening, jamaah larut dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari segala mara bahaya, dan tetap terjaga dalam persatuan.
Dalam sambutan singkatnya, Kiai Badrun menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna. Beliau mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan warga NU agar senantiasa menjaga ketenangan, keharmonisan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu atau gerakan yang tidak jelas tujuannya.
“Mari kita jaga situasi lingkungan kita masing-masing. Jangan sampai ikut-ikutan demo atau gerakan yang tidak jelas. Fokus kita adalah memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan umat, dan terus berdoa demi keselamatan bangsa dan negara. NU harus menjadi peneduh, bukan pemecah,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat penting di tengah dinamika sosial-politik yang sering kali diwarnai isu-isu sensitif. NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas, mendorong kesejukan, serta mengedepankan jalan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Naharul Ijtima’ NU ini bukan sekadar forum rutinitas, melainkan ruang silaturahmi dan konsolidasi spiritual seluruh elemen NU di Margomulyo. Kehadiran lengkap jajaran pengurus hingga ke tingkat ranting dan Banom menjadi bukti kuatnya komitmen untuk terus menjaga tradisi amaliyah sekaligus berkhidmat kepada umat dan bangsa.
Acara ditutup dengan suasana kebersamaan, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan mempererat hubungan kekeluargaan. Dengan semangat kebersamaan itu, MWCNU Margomulyo bertekad untuk menjadikan mujahadah ini sebagai ikhtiar kolektif dalam menjaga kedamaian lingkungan, mengokohkan ukhuwah, serta mempersembahkan doa terbaik bagi keselamatan NKRI.
“MWCNU Margomulyo Satukan Langkah, Percepat Gerakan Wakaf untuk mengamankan aset Wakaf demi Kemaslahatan Umat”
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus harian MWCNU Margomulyo bersama para ketua ranting NU dari enam ranting yang ada di wilayah Kecamatan Margomulyo. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun.
Dalam arahannya, Kiai Badrun menegaskan pentingnya percepatan wakaf melalui Nadzir resmi Nahdlatul Ulama, yakni Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berkedudukan di Jakarta. Beliau mengimbau seluruh ketua ranting untuk mengambil peran aktif dalam program percepatan wakaf yang saat ini sedang digaungkan oleh Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama RI.
“Secara hukum, seluruh aset wakaf memang berada di bawah naungan PBNU di Jakarta. Namun, dalam realitasnya pengelolaan wakaf tetap menjadi tanggung jawab masing-masing ketua ranting di wilayahnya,” tegas Kiai Badrun dalam rapat tersebut.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis MWCNU Margomulyo untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan agar aset-aset wakaf Nahdlatul Ulama dapat dikelola secara optimal, sesuai aturan perundangan, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat.
Dari Lailatul Ijtima’ Menuju Aksi Nyata: MWCNU Margomulyo Mantapkan Legalitas Tanah Wakaf
Margomulyo — Sabtu malam, 12 Juli 2025 bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang bertempat di Auditorium lantai dua Kantor MWCNU Margomulyo, Bojonegoro.
Meski biasanya dilaksanakan setiap malam tanggal 11 Hijriyah, kegiatan kali ini mengalami penjadwalan ulang karena satu dan lain hal. Namun demikian, antusiasme warga nahdliyyin tetap tinggi untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat.
Acara dibuka dengan lantunan Sholawat Maulid Mahalul Qiyam, dilanjutkan dengan Tahlil serta pembacaan Manakib Jawahirul Ma’ani, sebuah tradisi khas NU yang sarat nilai spiritual dan keteladanan.
Suasana semakin hangat saat memasuki sesi pemaparan progres program kerja MWCNU Margomulyo oleh Ketua MWCNU, Kiyai Badrun Dalam pemaparannya, menyampaikan kabar menggembirakan bahwa sertifikasi tanah yang menjadi tempat berdirinya Kantor MWCNU Margomulyo kini telah resmi disahkan atas nama Jam'iyah Nahdlatul Ulama, menjadi bukti nyata keberhasilan dalam menjaga dan mengamankan aset jam’iyyah.
Lebih lanjut, Kiai Badrun juga menginformasikan adanya program percepatan sertifikasi tanah wakaf secara nasional yang diluncurkan oleh Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU di tingkat ranting, untuk segera mengamankan aset-aset wakaf yang masih belum bersertifikat.
“Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN memberikan banyak kemudahan untuk proses sertifikasi tanah wakaf. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” tegasnya dalam sambutan.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ malam itu tidak hanya menjadi forum spiritual dan silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana edukasi strategis dalam penguatan kelembagaan NU, khususnya dalam hal pengelolaan aset dan wakaf.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo yang digelar di auditorium lantai dua kantor baru MWCNU ini turut dihadiri oleh berbagai elemen warga nahdliyyin, mulai dari para kiai, tokoh masyarakat, pengurus ranting NU, dan badan otonom NU. Terlihat dari suasana penuh keakraban dan kekhusyukan yang tergambar dalam dokumentasi kegiatan.
Tampak dalam foto, Kiyai Badrun menyampaikan progres lembaga dengan tenang dan lugas, didampingi oleh jajaran pengurus MWCNU lainnya yang duduk berjejer di panggung utama. Para hadirin duduk bersila dengan penuh perhatian, sebagian menyimak sambil mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Dalam sambutannya, Kiyai Badrun menegaskan bahwa sertifikat tanah kantor MWCNU ini bukan sekadar dokumen legal, tetapi juga bentuk komitmen NU dalam menjaga amanah umat dan memastikan keberlanjutan perjuangan organisasi.
“Kantor ini adalah simbol perjuangan kita. Sertifikasi bukan sekadar administratif, melainkan bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga marwah dan kemandirian NU di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya penuh semangat.
Tak hanya soal kantor, Kiai Badrun juga mendorong seluruh pengurus NU hingga tingkat ranting untuk menginventarisasi dan segera mengurus legalisasi tanah-tanah wakaf di wilayah masing-masing. Momentum program nasional percepatan sertifikasi wakaf dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama, menurut beliau, adalah angin segar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga NU.
Ia pun mengingatkan bahwa aset wakaf yang tidak disertifikasi rawan disalahgunakan atau diambil alih oleh pihak lain, apalagi jika pewakif telah wafat dan tidak ada pelanjut yang memahami sejarah tanah tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Kiyai Badrun juga membuka ruang konsultasi bagi pengurus NU dan nadzir wakaf yang mengalami kendala dalam proses pengajuan sertifikat. “InsyaAllah, kami di MWCNU siap membantu dan memfasilitasi,” tandasnya.
Langkah Nyata Pasca Lailatul Ijtima’: MWCNU Margomulyo Siap Gelar Pengukuran Tanah Wakaf Bersama BPN
Tidak berhenti pada pembahasan dan sosialisasi semata, MWCNU Margomulyo bergerak cepat untuk menindaklanjuti agenda besar sertifikasi tanah wakaf. Dalam penyampaian penutup pada acara Lailatul Ijtima’, Kiyai Badrun mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, mulai hari Selasa, 15 Juli 2025, MWCNU Margomulyo akan menggandeng Mantri Ukur dari Kantor Pertanahan (BPN) Bojonegoro untuk melakukan kegiatan pengukuran tanah wakaf di wilayah Kecamatan Margomulyo.
Sebanyak 15 bidang tanah wakaf dengan nadzir atas nama Nahdlatul Ulama telah terdata dan tersebar di enam desa se-Kecamatan Margomulyo. Lokasi-lokasi tersebut mencakup masjid dan mushalla, serta madrasah, yang menjadi aset penting warga nahdliyyin.
Kegiatan pengukuran ini merupakan tahapan awal dari rangkaian sertifikasi tanah wakaf. Setelah proses pengukuran selesai, akan dilanjutkan dengan Ikrar Wakaf Massal oleh para wakif di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), dalam hal ini Kepala KUA Kecamatan Margomulyo.
“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan menjadi percontohan percepatan sertifikasi wakaf di tingkat kecamatan. Semangatnya adalah mengamankan aset umat untuk masa depan generasi NU,” ujar Kiai Badrun penuh optimisme.
Langkah ini disambut antusias oleh para pengurus ranting NU, tokoh masyarakat, dan nadzir lokal. Mereka siap mendukung penuh proses yang selama ini kerap terkendala administrasi dan kurangnya pendampingan teknis.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara MWCNU, KUA, dan BPN, sekaligus menjawab seruan nasional dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama tentang pentingnya akselerasi legalisasi tanah-tanah wakaf yang selama ini belum bersertifikat.
Dengan adanya pengukuran dan ikrar wakaf massal, MWCNU Margomulyo berharap ke depan tidak ada lagi tanah wakaf NU yang statusnya menggantung atau rawan sengketa. Upaya ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian jam’iyyah dan kejayaan jam’iyyah Nahdlatul Ulama secara struktural dan spiritual.
Refleksi Kebersamaan dan Komitmen
Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas capaian yang diraih, kegiatan ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar perjuangan MWCNU Margomulyo senantiasa mendapat ridha Allah dan semakin membawa manfaat luas bagi umat.
Di akhir kegiatan, para peserta mengadakan doa bersama, memohon keberkahan atas tanah wakaf yang telah disertifikasi dan kelancaran proses sertifikasi lainnya yang masih berjalan. Nuansa kebersamaan dan ruh perjuangan begitu terasa, mencerminkan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar ritual bulanan, melainkan forum konsolidasi spiritual dan kelembagaan NU yang hidup dan membumi.
Tebar Keberkahan Muharram dan Santunan Yatim: Bersama KH Sun'an Mubarok
Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan KH. Sun’an Mubarrok, MM, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, sebagai penceramah utama. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan materi tentang Keutamaan Bulan Muharram sebagai momentum pembuka tahun hijriyah yang penuh berkah dan peluang untuk memperbanyak amal saleh. Salah satu bentuk amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah menyantuni anak yatim piatu, sebagaimana yang turut dilaksanakan dalam kegiatan ini.
👥 Dihadiri oleh Elemen NU dan Forkopimcam
Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran dan dukungan jajaran:
- Pemerintah Desa Margomulyo
Struktural MWCNU dan pengurus ranting se-Kecamatan Margomulyo
Badan Otonom NU: Muslimat, Fatayat, Ansor, UPZISNU, Banser, IPNU, IPPNU beserta seluruh pengurus PAC dan ranting
Jajaran KUA Kecamatan Margomulyo
FORPIMCAM Margomulyo
Kebersamaan lintas struktur dan generasi ini menjadi bukti nyata sinergi antar elemen umat dalam menjaga tradisi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
🎁 Santunan Yatim, Simbol Kepedulian Sosial
Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu, yang disambut haru dan penuh kehangatan. Dalam dokumentasi foto yang terlampir, KH. Sun’an Mubarrok tampak mengenakan peci putih dan bersorban, berdiri di barisan depan bersama para anak yatim penerima santunan. Senyum para penerima dan keramahan para tokoh menambah suasana penuh berkah di GOR Margomulyo.
🤲 Doa dan Harapan
Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan agar keberkahan bulan Muharram terus mengalir kepada seluruh peserta, khususnya para anak yatim yang telah disantuni. Diharapkan kegiatan pengajian semacam ini tidak hanya memperkuat tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi tonggak kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat Nahdliyyin.
Antusiasme warga Nahdliyyin dalam mengikuti Pengajian Triwulan ini sungguh luar biasa. Ribuan jama’ah, didominasi oleh kaum ibu dari unsur Muslimat dan Fatayat NU, tampak memadati seluruh area GOR Desa Margomulyo. Bahkan, berdasarkan pantauan panitia, jama’ah membludak hingga ke luar gedung, memenuhi halaman dan sisi kanan-kiri GOR.
Lautan kerudung hijau, pink, dan warna-warni khas Muslimat-Fatayat menjadi pemandangan penuh harmoni yang menyejukkan hati. Petugas panitia pun tampak sigap mengatur tempat duduk, kelancaran konsumsi, hingga sistem suara agar semua jama’ah, baik di dalam maupun luar gedung, tetap dapat menyimak tausiyah secara nyaman dan khidmat.
📹 Dokumentasi, Live Streaming, dan Panggung Dakwah Penuh Nuansa
Kegiatan ini juga didokumentasikan secara profesional dengan dukungan tim media dan perangkat live streaming, memastikan bahwa semangat dakwah dan pesan keislaman yang disampaikan KH. Sun’an Mubarrok dapat menjangkau lebih luas, termasuk melalui media sosial resmi MWCNU Margomulyo.
Tampak pula panggung utama yang dihias dengan elegan, tempat para tokoh Nahdlatul Ulama duduk berdampingan dalam suasana teduh dan bersahaja, memberi kesan kuat bahwa pengajian ini bukan sekadar acara rutin, melainkan pengikat ukhuwah, penguat iman, dan penggerak amal sosial.
Idul Fitri, Momentum Kebangkitan Bersama melalui Wakaf
Margomulyo, Jum'at 02 Mei 2025
Bertempat di Masjid Baiturrohim Dusun Batang, Kecamatan Margomulyo, suasana malam penuh keberkahan menjadi saksi terselenggaranya kajian keislaman pasca-Ramadan bersama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Kajian ini dimulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB dan dihadiri oleh jama’ah dari kalangan Muslimat dan Fatayat NU.
Mengangkat tema “Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf”, Kiyai Badrun mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar memaknai Idul Fitri sebagai perayaan spiritual, tetapi sebagai titik balik untuk membangun umat secara sosial dan ekonomi melalui gerakan wakaf yang produktif dan terencana.
“Wakaf adalah jalan panjang amal jariyah. Setelah zakat dan infaq, kini saatnya umat menyempurnakan amalnya dengan wakaf, untuk masa depan yang berkelanjutan,” tutur beliau dengan penuh semangat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Jamaah tampak antusias menyimak paparan yang dikemas dengan bahasa lugas namun mendalam, membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjadikan wakaf sebagai alat perjuangan umat.
📚 MATERI PENYULUHAN
Tema: Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf
1. Makna Wakaf sebagai Gerakan Pemberdayaan
-
Wakaf bukan hanya tentang tanah atau bangunan, tetapi mencakup aset produktif, dana abadi, bahkan skill.
-
Rasulullah ﷺ mencontohkan wakaf sumur Raumah, yang hingga kini pahalanya terus mengalir.
-
QS. Al-Baqarah: 261 – "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…"
2. Momentum Idul Fitri: Kembali Suci, Bangkit Kembali
-
Setelah jiwa disucikan oleh Ramadan, kini saatnya langkah konkret membangun masyarakat.
-
Idul Fitri adalah “hari besar sosial”, bukan sekadar seremoni.
-
Wakaf dapat menjadi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan dan membangun kemandirian umat.
3. Arah Gerakan Wakaf yang Terstruktur
-
Bentuk wakaf produktif:
-
Lahan pertanian
-
Ruko/usaha ekonomi syariah
-
Dana bergulir untuk UMKM
-
-
Kelembagaan wakaf perlu dikuatkan:
-
Nadzir profesional & berbadan hukum
-
Sertifikat wakaf sebagai jaminan hukum dan keberlangsungan
-
4. Peran Muslimat dan Fatayat NU
-
Menjadi motor edukasi wakaf di tengah masyarakat.
-
Menginisiasi Wakaf Kolektif Perempuan NU untuk pembangunan pesantren, layanan kesehatan, dan koperasi.
-
Menyusun program pelatihan pengelolaan wakaf untuk kader muda.
5. Penutup: Wakaf sebagai Warisan Peradaban
“Mari mulai dari yang kecil, dari yang ada, dan dari diri sendiri. Wakaf bukan milik orang kaya saja. Ia milik siapa pun yang ingin menjadi bagian dari kebangkitan umat.”
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk memulai program Gerakan Sadar Wakaf di lingkungan Muslimat-Fatayat NU Margomulyo.
Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Kunci Bangkitnya Ekonomi Umat dari Masjid Kaligede
Margomulyo, Ahad 04 Mei 2025
“Zakat dan infaq bukan hanya amalan, tapi fondasi pembangunan ekonomi. Jika dikelola bersama dengan semangat wirausaha, umat bisa bangkit dari bawah,” ungkap beliau.
Kegiatan ini diikuti antusias oleh jajaran Muslimat dan Fatayat NU, yang hadir lengkap dengan busana identitas organisasi masing-masing, menunjukkan sinergi perempuan NU dalam membangun perekonomian komunitas.
📚 MATERI PENYULUHAN
Tema: "Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Pilar Ekonomi Umat Pasca Ramadan"
1. Makna Zakat dan Infaq sebagai Investasi Sosial
-
Zakat membersihkan harta, mengangkat derajat mustahik menjadi muzakki.
-
Infaq sebagai jembatan kedermawanan dan solidaritas.
-
QS. At-Taubah: 103 – "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..."
2. Ekonomi Umat sebagai Mandat Spiritual
-
Zakat dan infaq harus diarahkan pada program produktif, bukan hanya konsumtif.
-
Masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, bukan sekadar tempat ibadah.
-
Potensi jamaah masjid dapat dihimpun untuk mendirikan koperasi, warung, hingga pelatihan kewirausahaan.
3. Wirausaha sebagai Pilar Kemandirian
-
Memberdayakan keluarga melalui pelatihan keterampilan perempuan.
-
Mendukung produk lokal Muslimat dan Fatayat.
-
Menyusun roadmap bisnis berbasis komunitas.
4. Implementasi di Tingkat Akar Rumput
-
Membentuk kelompok usaha mikro di bawah naungan ranting NU.
-
Mengelola dana zakat/infaq secara kolektif dan transparan untuk pemberdayaan.
-
Membangun sinergi dengan BAZNAS, BMT, dan Lembaga Amil Zakat.
5. Penutup: Dari Ramadan Menuju Perubahan Nyata
“Idul Fitri adalah titik tolak. Mari kita lanjutkan semangat Ramadan dalam bentuk konkret: membangun ekonomi umat, dari masjid, oleh jamaah, untuk masyarakat,”— Kiyai Badrun Sulaiman
Pengajian ditutup dengan pembacaan doa dan komitmen bersama untuk merancang aksi nyata: pelatihan UMKM berbasis masjid dan koperasi Muslimat-Fatayat sebagai gerakan lanjutan.
Jika diperlukan, saya dapat bantu menyusun rencana aksi pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis zakat-infaq, lengkap dengan struktur kegiatan dan indikator keberhasilan.
Spirit Idul Fitri untuk Kesejahteraan Umat: Kiyai Badrun Ajak Muslimat NU Wujudkan Aksi Nyata
Margomulyo – Kamis, 8 Mei 2025
Bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo, jajaran PAC Muslimat NU Kecamatan Margomulyo menggelar kajian pasca-Idul Fitri dengan semangat pembaruan jiwa dan visi kebangkitan umat. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan narasumber utama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.
“Kesucian hati yang lahir dari Idul Fitri harus dilanjutkan dengan kesadaran kolektif untuk memberdayakan umat, khususnya kaum ibu dalam gerakan ekonomi berbasis syariah,” tegas Kiyai Badrun di hadapan para peserta kajian.
📚 MATERI PENYULUHAN
Tema: "Spirit Idul Fitri: Dari Kesucian Hati Menuju Kesejahteraan Umat"
1. Makna Idul Fitri sebagai Momentum Spiritual
-
Idul Fitri adalah tonggak kembali kepada fitrah (kesucian jiwa).
-
Proses pembersihan diri dari dosa harus disertai perubahan sosial nyata.
-
QS. Al-Baqarah: 185 – "Agar kamu bersyukur."
2. Kesinambungan Spirit Idul Fitri dalam Kehidupan Sosial
-
Dari ibadah ritual menuju ibadah sosial.
-
Membumikan nilai-nilai spiritual dalam bentuk program kesejahteraan.
-
Silaturahmi dijadikan wahana membangun jaringan kolaborasi produktif antar warga Muslimat.
3. Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Syariah
-
Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas.
-
Mendorong Muslimat NU memiliki koperasi syariah, unit usaha mikro, dan pelatihan keterampilan.
-
Wakaf, infaq, dan zakat dijadikan sumber dana sosial produktif.
4. Strategi Aksi Nyata Muslimat NU
-
Menginisiasi Majelis Taklim Ekonomi Muslimat.
-
Mengembangkan program Baitul Maal wat Tamwil (BMT) berbasis jamaah.
-
Mendukung UMKM lokal berbasis rumah tangga.
5. Penutup: Dari Hati yang Bersih ke Gerakan Umat yang Kuat
“Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, tetapi cara pandang baru terhadap peran kita dalam membangun umat. Dari hati yang bersih, kita susun kekuatan umat menuju keberdayaan,”— Kiyai Badrun Sulaiman
Kajian ini menegaskan bahwa Muslimat NU bukan hanya pilar keagamaan, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Kajian pun ditutup dengan doa dan tekad bersama untuk menindaklanjuti semangat ini dalam bentuk aksi nyata di lingkungan masing-masing.
Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri, Kyai Badrun Ajak Jama’ah Masjid At-Tohir Wujudkan Kemandirian Umat
Sumberjo, Margomulyo — Rabu, 28 Mei 2025
Dalam suasana yang sakral dan bersahaja, dengan latar dekorasi masjid bernuansa hijau dan simbol-simbol keislaman, Kiyai Badrun mengangkat tema “Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri”. Beliau menjelaskan bahwa zakat dan wakaf adalah dua instrumen utama dalam ekonomi Islam yang jika bersinergi, dapat mengokohkan kemandirian umat.
“Zakat menyucikan harta yang kita miliki, sedangkan wakaf mengalirkannya untuk kemaslahatan jangka panjang,” tutur beliau di hadapan para jama’ah yang terdiri dari kalangan tua-muda, takmir, hingga santri lokal.
Lebih lanjut, Kyai Badrun menekankan bahwa berwakaf setelah berzakat adalah bentuk amal unggul, sebagai ekspresi syukur atas kemenangan spiritual di hari Idul Fitri. Beliau juga mengajak jama’ah mulai membiasakan wakaf produktif, baik berupa tanah, dana, maupun skill dan tenaga yang dikelola dengan amanah.
Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, dan komitmen jama’ah untuk membentuk tim kecil penggerak wakaf berbasis masjid guna mendukung program sosial keumatan ke depan.
📚 MATERI PENYULUHAN
Tema: "Berwakaf Setelah Berzakat: Menyempurnakan Amal di Hari Fitri"
1. Pendahuluan
-
Idul Fitri adalah momentum spiritual untuk penyucian jiwa dan harta.
-
Zakat fitrah adalah penyucian, wakaf adalah kelanjutan nilai manfaat.
-
Amal yang baik bukan hanya saat Ramadan, tapi harus berkelanjutan.
2. Makna Sinergi Zakat dan Wakaf
-
Zakat bersifat konsumtif: bantuan langsung untuk mustahik.
-
Wakaf bersifat produktif: membangun aset jangka panjang.
-
QS. Al-Baqarah: 267 → tentang pentingnya menginfakkan harta terbaik.
3. Mengapa Wakaf Pasca Zakat?
-
Menyempurnakan rasa syukur pasca Idul Fitri.
-
Menyambung keberkahan Ramadan melalui amal jariyah.
-
Wakaf adalah bentuk spiritualitas yang bertahan lama dan meluas.
4. Contoh Wakaf yang Relevan untuk Umat
-
Wakaf tanah: untuk pertanian atau bangunan lembaga pendidikan.
-
Wakaf uang: dikelola untuk beasiswa, UMKM, atau layanan kesehatan.
-
Wakaf skill: mengajar, melatih, dan membina masyarakat.
5. Penutup dan Aksi Nyata
-
Bentuk Tim Nazir Wakaf Masjid At-Tohir.
-
Edukasi rutin terkait wakaf produktif dan hukum wakaf.
-
Gerakkan semangat wakaf keluarga dan komunitas.
“Zakat adalah langkah awal. Wakaf adalah jejak panjang amalmu. Mari sempurnakan kemenangan Idul Fitri dengan wakaf yang bermanfaat bagi umat sepanjang zaman.” – Kyai Badrun Sulaiman
Rapat Panitia Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Menguatkan Sinergi Menuju Silaturahmi yang Penuh Berkah
Suasana kebersamaan dan semangat kebangkitan ukhuwah Islamiyah terasa kental pada Selasa, 18 Maret 2025. Di ruang sederhana namun sarat makna — Sekretariat PAC Muslimat NU Margomulyo — digelar sebuah pertemuan penting: Rapat Panitia Persiapan Acara Halal Bihalal MWCNU Margomulyo 1446 H.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian MWCNU Margomulyo, mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara. Turut hadir pula Koordinator Bidang PHBI yang menjadi penggagas utama kegiatan ini, bersama perwakilan dari PAC Muslimat, PAC Fatayat, PAC IPNU, PAC IPPNU, enam Ketua Ranting NU se-Kecamatan Margomulyo, dan juga lembaga BMTNU.
Musyawarah ini dipimpin langsung oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiyai Badrun. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Koordinator PHBI atas gagasan dan inisiasi pelaksanaan Halal Bihalal sebagai media merawat silaturahmi dan memperkokoh tali persaudaraan antar warga Nahdliyin.
Dalam rapat tersebut, secara mufakat disepakati bahwa acara Halal Bihalal akan dilaksanakan pada Kamis, 10 April 2025 M bertepatan dengan 11 Syawal 1446 H. Kegiatan penuh berkah ini rencananya akan menghadirkan tokoh kharismatik dan mubalig senior dari Kabupaten Bojonegoro, KH Shohib Shoim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Bojonegoro, yang dikenal luas dengan dakwahnya yang menyejukkan dan sarat hikmah.
Dengan semangat gotong royong dan tekad yang satu, rapat tersebut ditutup dalam nuansa optimisme. Para peserta sepakat untuk saling mendukung demi kelancaran dan kesuksesan acara yang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat keislaman dan keindonesiaan warga NU Margomulyo.
Halal Bihalal tahun ini diharapkan menjadi pancaran cahaya kebersamaan, membentang kasih sayang dalam bingkai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Sebuah perayaan pasca-Ramadhan yang bukan hanya menggugah, tapi juga menggugurkan dendam dan menggantinya dengan damai.
Kunjungan Silaturahmi PAC Muslimat dan Fatayat NU di Rumah Kiyai Badrun: Dukungan Penuh untuk Acara Halal Bihalal
Margomulyo- 6 April 2025, yang bertepatan dengan 7 Syawal 1446 Hijriah, suasana penuh kedamaian dan kebersamaan tercipta di rumah kediaman Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Pagi itu, pukul 07.00 WIB, rumah yang sederhana namun penuh berkah itu menjadi saksi bisu kunjungan silaturahmi yang penuh makna dari PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo.
Tamu yang hadir dalam kunjungan tersebut diterima dengan hangat oleh tuan rumah, Kiyai Badrun, bersama istri tercinta, Nyai Sriani. Sebuah sambutan penuh keakraban dan rasa hormat mengawali pertemuan yang bermakna ini. Dalam suasana penuh kedamaian tersebut, Ketua PAC Fatayat, Adawiyah, yang bertindak sebagai juru bicara, menyampaikan harapan dan kesiapan organisasi Muslimat dan Fatayat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara Pengajian Halal Bihalal yang akan diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo pada 10 April 2025 / 11 Syawal 1446 H.
"Semoga peran serta Muslimat dan Fatayat Margomulyo dalam acara ini dapat memberi manfaat dan keberkahan, serta mempererat tali persaudaraan di antara kita," ungkap Adawiyah dengan penuh semangat. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut adalah wujud nyata dari silaturahmi dan komitmen bersama untuk membangun Margomulyo yang lebih baik, penuh keberkahan, dan dalam semangat kebersamaan.
Di sisi lain, Kiyai Badrun menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kedatangan serta dukungan penuh yang diberikan oleh PAC Muslimat dan Fatayat. "Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan untuk kelancaran acara Halal Bihalal nanti. Semoga kerja sama ini membawa kebaikan bagi kita semua," ujarnya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, seluruh hadirin bersama-sama mengabadikan momen indah ini dengan foto bersama, sebagai simbol persatuan yang semakin erat antara keluarga besar MWCNU Margomulyo. Dengan senyum yang tulus, mereka berharap bahwa sinergi ini akan terus berlanjut, memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat di kecamatan ini.
Kunjungan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan cermin dari komitmen dan semangat gotong royong dalam berkhidmah di dalam jam'iyah Nahdlatul Ulama yang terus dijaga oleh warga NU di Margomulyo, dalam rangka mewujudkan acara yang penuh berkah dan kehangatan silaturahmi.
Peringatan Haul ke-1 Kyai Abdul Karim: Mengenang Perjuangan dan Dedikasi Beliau untuk NU
Sumberjo – 14 Maret 2025, Kegiatan Peringatan Haul ke-1 Kyai Abdul Karim berlangsung khidmat pada Jumat Kliwon, 14 Maret 2025, di Masjid Mambaul Khoiriyah, Dusun Singgih, Desa Sumberjo. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran MWCNU Margomulyo, pengurus ranting NU Sumberjo, serta badan otonom yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Kyai Abdul Karim, yang menjabat sebagai Rois Syuriah NU Sumberjo periode 2024-2029, rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan Khotmil Qur’an dan Tahlil di makam beliau. Suasana penuh haru dan doa mengiringi momen tersebut, sebagai wujud rasa cinta dan penghormatan dari para santri serta masyarakat yang hadir.
Semoga segala amal ibadah Kyai Abdul Karim diterima di sisi Allah SWT, dan perjuangan beliau tetap menginspirasi kita semua. Aamiin.
Sebagai penutup rangkaian acara, Kyai Samirin memimpin doa bersama, memohon keberkahan dan keteladanan dari perjuangan Kyai Abdul Karim dapat terus diwarisi oleh generasi penerus. Haul ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan beliau dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an di masyarakat.
Kajian Rutin PAC IPNU-IPPNU Margomulyo Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat
Margomulyo – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margomulyo kembali menggelar kajian rutin yang berlangsung pada Jumat, 29 Desember 2024. Kegiatan ini diadakan di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo, mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus PAC IPNU-IPPNU Margomulyo yang antusias mengikuti jalannya kegiatan. Kajian rutin ini menjadi salah satu agenda strategis bagi organisasi dalam memperkuat wawasan dan pemahaman kader terhadap berbagai isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi.
Puncak acara diisi dengan kajian bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat” yang disampaikan oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi umat Islam sebagai salah satu pilar dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi yang kuat akan melahirkan umat yang berdaya, mandiri, dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, kader-kader muda NU harus mulai berpikir kreatif dan inovatif dalam membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kiai Badrun dalam ceramahnya.
Kegiatan kajian rutin ini menjadi momentum bagi kader IPNU-IPPNU Margomulyo untuk lebih memahami peran strategis mereka dalam membangun perekonomian berbasis komunitas. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang diskusi aktif bagi para peserta untuk bertukar gagasan dan mencari solusi konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat lokal.
Dengan berakhirnya kajian ini, diharapkan semangat dan kesadaran kolektif dalam memberdayakan ekonomi umat semakin tumbuh di kalangan kader muda NU, sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Islam yang mengajarkan kemandirian dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kajian Rutin NU Ranting Kalangan Margomulyo: Mengupas Pemberdayaan Wakaf
Margomulyo – Pengurus dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kalangan Margomulyo menggelar kajian rutin pada Jumat, 26 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, ini dimulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh anggota serta jajaran pengurus ranting.
Dalam kajian tersebut, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, Kiai Badrun, menjadi narasumber utama. Ia menyampaikan materi bertema “Pemberdayaan Wakaf”, yang menyoroti pentingnya optimalisasi aset wakaf dalam mendukung kesejahteraan umat.
Dalam paparannya, Kiai Badrun menekankan bahwa wakaf bukan hanya sekadar amal jariyah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian dan pendidikan umat jika dikelola dengan baik. Ia mengajak seluruh anggota NU Ranting Kalangan Margomulyo untuk lebih memahami dan berperan aktif dalam pemberdayaan wakaf guna memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kajian rutin ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam mengelola wakaf secara produktif. Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan komitmen kuat NU Ranting Kalangan Margomulyo dalam mengembangkan potensi wakaf di lingkungan mereka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi inisiatif-inisiatif wakaf produktif yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat, selaras dengan prinsip Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kemaslahatan bersama.
Kajian Rutin MT Baiturrohman Tepus Margomulyo Bahas Pemberdayaan Wakaf
MARGOMULYO – Majelis Taklim Baiturrohman Tepus Margomulyo kembali menggelar kajian rutin pada Jumat malam, 20 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Masjid Baiturrohman Tepus, Kecamatan Margomulyo, ini dihadiri oleh seluruh anggota serta pengurus majelis taklim.
Dengan suasana penuh kekhidmatan, kajian yang dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir pada 23.00 WIB itu menghadirkan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, Kiai Badrun, sebagai narasumber utama. Beliau membawakan materi bertajuk “Pemberdayaan Wakaf”, yang menyoroti pentingnya optimalisasi aset wakaf untuk kemaslahatan umat.
Dalam paparannya, Kiai Badrun menekankan bahwa wakaf bukan sekadar amalan ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat. “Jika dikelola dengan baik, aset wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi yang menopang berbagai kebutuhan sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti kajian ini, terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Mereka menggali lebih dalam tentang tata kelola wakaf yang sesuai dengan prinsip syariah serta regulasi yang berlaku.
Kajian rutin ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi jamaah tentang potensi besar wakaf dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran untuk lebih aktif dalam pengelolaannya.
Dengan berakhirnya acara, para peserta meninggalkan masjid dengan semangat baru untuk turut berkontribusi dalam pemberdayaan wakaf di lingkungan masing-masing.


























