Ngelo, Margomulyo — Sabtu 26 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menggelar kegiatan Naharul Ijtima’ sebagai bagian dari ikhtiar merawat tradisi jam’iyah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan semangat khidmah warga Nahdliyin.
Naharul Ijtima’ Ranting NU Ngelo, Teguhkan Istiqomah dalam Ibadah dan Khidmah Jam’iyah
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi
Margomulyo, 22 September 2026 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai momentum memperkuat silaturahmi, meningkatkan ruhiyah ke-NU-an, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi bersama jajaran kepengurusan NU di berbagai tingkatan.
PROGRES MWCNU MARGOMULYO PERIODE 2023-2028
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, terus meneguhkan komitmennya dalam berkhidmah kepada umat dan melestarikan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Memasuki masa khidmat periode 2023-2028, jajaran pengurus berupaya merealisasikan berbagai program kerja yang tidak hanya berfokus pada penguatan tradisi keagamaan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan sosial jam'iyah. Langkah pergerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata organisasi untuk selalu hadir membawa manfaat, mempererat ukhuwah, serta merespons dinamika kebutuhan warga Nahdliyin di wilayah Margomulyo.
Kafilah Bojonegoro Berangkat Ikuti Muktamar NU ke-35 di Jombang
Gus Jenggot Pimpin Do’a Keselamatan untuk Kader Ansor-Banser Margomulyo, Sebagai Bekal Khidmah Mengawal Muktamar NU di Jombang
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo, Meneguhkan Khidmah dan Merawat Semangat Jam'iyah
Margomulyo – Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula MWCNU Margomulyo Lantai II pada Sabtu malam (25/7/2026), saat ratusan warga Nahdlatul Ulama berkumpul dalam kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang spiritual sekaligus forum konsolidasi untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat khidmah seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo.
Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom Perkuat Kepastian Hukum Aset Pendidikan
Margomulyo (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan pelayanan di bidang perwakafan melalui prosesi Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB tersebut dilaksanakan di RA Muslimat NU 20 Dusun Pucanganom, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Indonesia Berkiblat 2026: MWCNU dan KUA Margomulyo Cetak Mujahid Rasydul Kiblat Sambut Fenomena Agung Matahari Tepat di Atas Kakbah
Margomulyo – Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Indonesia Berkiblat pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB di Aula MWCNU Margomulyo.
MWCNU Margomulyo Matangkan Persiapan ASNUTER dan Pembinaan LTMNU, Bentuk Panitia Pelaksana Kegiatan 4 Juli 2026
MWCNU Margomulyo Terima Amanah Wakaf RA Nurul Ummah, Kokohkan Legalitas Aset Pendidikan Islam
Mengasah Militansi, Meneguhkan Ideologi: Upgrading Kader NU Margomulyo Jadi Momentum Kebangkitan
Rutinan Triwulan PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo Dikemas Halal Bihalal, Warga NU Padati Balai Desa Ngelo
Sinergi Ukhuwah dan Penguatan Ekonomi Syariah: Halal Bihalal MWCNU dan LPJ BMT NU Margomulyo Berlangsung Khidmat dan Meriah
Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo: Meneguhkan Khidmah Ketakmiran Masjid Berbasis Jam’iyyah
Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo Digelar di Ruang Ketua MWCNU
History of Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
History of
Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)
Oleh: Lamiran, S.Pd.I./Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tradisi Naharul Ijtima'
di NU Margomulyo Bojonegoro Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya dan menarik.
Dimulai pada tahun 2019, kegiatan ini merupakan hasil gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah, sebagai respons terhadap
kebutuhan untuk mempererat tali silaturahmi antara para ulama, santri dan warga
NU secara umum. Yang kemudian perkembangan di lapangan gagasan Rabithah Ma’ahid
Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengilhami sebagian kader penggerak
dan aktifis NU di beberapa daerah di Indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo.
Naharul Ijtima’
menjadi alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima' yang sulit dilakukan di
tengah medan wilayah Margomulyo yang didominasi oleh hutan<![if !supportFootnotes]>[1]<![endif]>.
Yang mana MWCNU margomulyo terdiri dari 6 Ranting yakni Rantig NU Ngelo,
Margomulyo, Kalangan, Sumberjo, Meduri dan geneng, yang mayoritas berada di
kawasan perhutani dengan kondisi jalan makadam yang masih sulit di lalui
terlebih di saat malam hari.
Tradisi Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo merupakan cerminan dari kebutuhan mendesak akan
pertemuan rutin antara ulama dan santri serta warga NU secara Umum di wilayah
yang geografisnya menantang. Sejarah kegiatan ini, yang dimulai pada tahun
2019, menandai awal perjalanan yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan
kebersamaan.
1. Gagasan
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah:
Naharul Ijtima' bukanlah sekadar kegiatan biasa,
melainkan sebuah gagasan yang lahir dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul
Ulama (RMINU) Jawa Tengah. RMINU sebagai organisasi yang peduli terhadap
pengembangan keilmuan dan silaturahmi di kalangan NU, merespons permasalahan geografis
yang berbeda-beda di setiap wilayah di indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo
dengan menggagas kegiatan ini. Dengan demikian, Naharul Ijtima' menjadi
bukti nyata upaya organisasi untuk membawa manfaat positif bagi komunitas NU di
seluruh wilayah Indonesia.
2. Respons terhadap Kebutuhan Mempererat
Tali Silaturahmi:
Keberadaan Naharul Ijtima' sejalan dengan kebutuhan akan
mempererat tali silaturahmi antara ulama dan santri NU di Margomulyo. Tradisi
ini menjadi saluran untuk membangun kedekatan hubungan interpersonal,
mengingatkan akan pentingnya menjaga ikatan sosial dan keagamaan di tengah
kesulitan aksesibilitas geografis di wilayah tersebut.
3. Alternatif Berkualitas untuk Lailatul
Ijtima':
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo
menciptakan alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima', yang sulit dilakukan
di medan wilayah Margomulyo yang mayoritas didominasi oleh hutan. Keberhasilan
Naharul Ijtima' sebagai alternatif ini dapat diartikan sebagai respons kreatif
terhadap kondisi lingkungan yang unik di wilayah tersebut, menunjukkan
fleksibilitas dan adaptabilitas dalam merespons tantangan lokal.
Seiring dengan makin jelasnya
latar belakang Naharul Ijtima', kita dapat memahami bahwa tradisi ini tidak
hanya hadir sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya
nyata komunitas NU untuk memperkokoh nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan
keilmuan di tengah kondisi lingkungan yang unik dan memerlukan pendekatan yang
inovatif.
B. Tujuan Penulisan
Makalah ini
bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo, menjelaskan genealogi keilmuan yang mendasari tradisi ini, serta
menggali dampak positifnya terhadap komunitas NU di wilayah tersebut.
Pembahasan
mengenai tujuan penulisan makalah ini mengarah pada ketiga aspek penting yang
ingin diungkap:
1. Mengungkap Sejarah dan Perkembangan Naharul Ijtima' di NU
Margomulyo:
Sebagai upaya awal, tujuan penulisan ini adalah merinci
sejarah Naharul Ijtima' sejak dimulainya pada tahun 2019. Penelusuran ini
mencakup aspek-aspek seperti awal mula ide, perkembangan pelaksanaan, dan
tahapan kunci yang membentuk tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan keagamaan di NU Margomulyo. Dengan memahami sejarahnya, para pembaca
dapat menangkap konteks serta evolusi Naharul Ijtima' dalam konteks NU
Margomulyo.
2. Menjelaskan Geneologi Keilmuan yang Mendasari
Tradisi Ini:
Pada bagian ini, penulisan berfokus pada genealogi
keilmuan yang menjadi landasan Naharul Ijtima'. Dalam hal ini, makalah
mencermati pengaruh dan kontribusi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama
(RMINU) Jawa Tengah, inisiatif dari tokoh ulama seperti KH Musthofa Bisri,
serta peran komunitas ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural
maupun struktural. Dengan mendalaminya, makalah berusaha menjelaskan bagaimana
keilmuan menjadi pilar utama dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan
Naharul Ijtima'.
3. Menggali Dampak Positif Naharul Ijtima' Terhadap
Komunitas NU di Wilayah Tersebut:
Pada aspek ini, fokus makalah tertuju pada dampak positif
Naharul Ijtima' terhadap komunitas NU di Margomulyo. Dari sudut pandang
keagamaan, sosial, dan keilmuan, makalah mengidentifikasi perubahan positif
dalam tali silaturahmi, peningkatan keilmuan, serta peneguhan solidaritas di
antara ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural maupun struktural.
Dengan menganalisis dampak positif ini, makalah mendorong apresiasi terhadap
relevansi dan manfaat Naharul Ijtima' dalam membangun dan memperkuat komunitas
NU.
Melalui ketiga
tujuan tersebut, makalah ini berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai
Naharul Ijtima' di NU Margomulyo, memberikan wawasan yang lebih dalam terkait
perjalanan, nilai-nilai keilmuan, dan kontribusinya terhadap perkembangan
komunitas NU di wilayah tersebut.
IV. Sejarah Naharul Ijtima' di
NU Margomulyo
V. Genealogi Keilmuan Naharul
Ijtima' di NU Margomulyo
VI. Dampak Sosial dan Keilmuan
Naharul Ijtima'
VII. Tantangan dan Prospek
Masa Depan
**Penulis adalah Kader
dan Aktifis NU yang saat ini di Amanahi Menjadi Ketua MWCNU & MUI
Margomulyo
<![endif]>
Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global
Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', dalam keseluruhan kesejarahan dan adaptasinya, tidak hanya menjadi pilar dalam pergerakan NU di tingkat lokal atau nasional, melainkan juga membentuk ikatan global yang erat. Dalam suasana yang semakin terhubung secara global, NU membuka diri terhadap kerjasama lintas batas untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pemahaman antarumat beragama.
Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU
Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menjadi Naharul Ijtima' bukan hanya mengenai pertemuan dan evaluasi rutin. Kedua kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas dalam pergerakan NU. Dalam menapaki masa depan, NU memahami bahwa keberlanjutan pergerakan ini memerlukan adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'
Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menuju Naharul Ijtima' tidak hanya sebagai acara rutin, melainkan juga sebagai wahana pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pengurus NU. Ini adalah perjalanan yang menggambarkan kesinambungan tradisi dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, mempertahankan nilai-nilai luhur, sambil terus mengembangkan metode dakwah yang relevan.
Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU
Sebagai kelanjutan dari tradisi Lailatul Ijtima', pelaksanaan Naharul Ijtima' di siang hari menambah dimensi dinamis pada pergerakan NU. Keputusan ini memberikan ruang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul, sekaligus menciptakan kesempatan bagi pengurus NU untuk berpartisipasi dalam suasana terang benderang.




.png)
.png)












