Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis
Tampilkan postingan dengan label MWC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MWC. Tampilkan semua postingan

Naharul Ijtima’ Ranting NU Ngelo, Teguhkan Istiqomah dalam Ibadah dan Khidmah Jam’iyah

naharul-ijtima-ranting-nu-ngelo
KH. Abdul Jalal memberikan tausiyah pada Naharul Ijtima' NU Ngelo

Ngelo, Margomulyo — Sabtu 26 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menggelar kegiatan Naharul Ijtima’ sebagai bagian dari ikhtiar merawat tradisi jam’iyah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan semangat khidmah warga Nahdliyin.

Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi

lailatul-ijtima-mwcnu-margomulyo-perkuat-silaturahmi-konsolidasi-organisasi
Jajaran MWCNU Margomulyo bersama PAC GP Ansor/Banser, PAC IPNU, dan pengurus Ranting NU mengikuti Lailatul Ijtima’ di Aula MWCNU Margomulyo.

Margomulyo, 22 September 2026 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai momentum memperkuat silaturahmi, meningkatkan ruhiyah ke-NU-an, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi bersama jajaran kepengurusan NU di berbagai tingkatan.

PROGRES MWCNU MARGOMULYO PERIODE 2023-2028

 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, terus meneguhkan komitmennya dalam berkhidmah kepada umat dan melestarikan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Memasuki masa khidmat periode 2023-2028, jajaran pengurus berupaya merealisasikan berbagai program kerja yang tidak hanya berfokus pada penguatan tradisi keagamaan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan sosial jam'iyah. Langkah pergerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata organisasi untuk selalu hadir membawa manfaat, mempererat ukhuwah, serta merespons dinamika kebutuhan warga Nahdliyin di wilayah Margomulyo.

Kafilah Bojonegoro Berangkat Ikuti Muktamar NU ke-35 di Jombang

Bojonegoro, 27 Agustus 2026 — Semangat khidmah dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) kembali terpancar dari Kabupaten Bojonegoro. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, para kafilah NU asal Bojonegoro secara resmi diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur. Prosesi pemberangkatan berlangsung di halaman Kantor PCNU Bojonegoro dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, KH. Syaifuddin.

Gus Jenggot Pimpin Do’a Keselamatan untuk Kader Ansor-Banser Margomulyo, Sebagai Bekal Khidmah Mengawal Muktamar NU di Jombang

Margomulyo — Senin, 24 Agustus 2026. Menjelang keberangkatan untuk melaksanakan tugas pengamanan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, para kader Ansor-Banser Margomulyo mengikuti kegiatan doa keselamatan dan mujahadah yang berlangsung penuh kekhidmatan.

Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo, Meneguhkan Khidmah dan Merawat Semangat Jam'iyah

Margomulyo – Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula MWCNU Margomulyo Lantai II pada Sabtu malam (25/7/2026), saat ratusan warga Nahdlatul Ulama berkumpul dalam kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang spiritual sekaligus forum konsolidasi untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat khidmah seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo.

Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom Perkuat Kepastian Hukum Aset Pendidikan

Penyerahan Berkas Wakaf dari PC Muslimat NU Bojonegoro Kepada MWCNU Margomulyo

Margomulyo (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan pelayanan di bidang perwakafan melalui prosesi Ikrar Wakaf Perluasan Lahan RA Muslimat NU 20 Pucanganom, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB tersebut dilaksanakan di RA Muslimat NU 20 Dusun Pucanganom, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Indonesia Berkiblat 2026: MWCNU dan KUA Margomulyo Cetak Mujahid Rasydul Kiblat Sambut Fenomena Agung Matahari Tepat di Atas Kakbah

Sesi foto bersama dengan peserta rosydul qiblat

Margomulyo – Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo bekerja sama dengan KUA Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Indonesia Berkiblat pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB di Aula MWCNU Margomulyo.

MWCNU Margomulyo Matangkan Persiapan ASNUTER dan Pembinaan LTMNU, Bentuk Panitia Pelaksana Kegiatan 4 Juli 2026

Rapat persiapan pelaksanaan kegiatan

Margomulyo – Kamis, 18 Juni 2026. Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan program keorganisasian dan penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Rutinan ASNUTER (Aswaja NU Center) dan Pembinaan LTMNU (Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama) pada Kamis, 18 Juni 2026.

MWCNU Margomulyo Terima Amanah Wakaf RA Nurul Ummah, Kokohkan Legalitas Aset Pendidikan Islam

Sesi Penyerahan Akta Ikrar Wakaf kepada Nadzir Perkumpulan Nahdlatul Ulama

Margomulyo – Selasa, 2 Juni 2026. Komitmen untuk memperkuat keberlangsungan lembaga pendidikan Islam kembali diwujudkan melalui pelaksanaan ikrar wakaf yang berlangsung khidmat di Aula KUA Kecamatan Margomulyo pada Selasa, 2 Juni 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Mengasah Militansi, Meneguhkan Ideologi: Upgrading Kader NU Margomulyo Jadi Momentum Kebangkitan

Sesi Foto bersama usai upgrading kader NU margomulyo bersama Tim Instruktur

Margomulyo – Kamis, 28 Mei 2026. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar kegiatan Naharul Ijtima’ yang dikemas dalam bentuk Upgrading Kader NU Lintas Pengkaderan pada Kamis, 28 Mei 2026, bertempat di Aula Kantor MWCNU Margomulyo lantai dua mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Rutinan Triwulan PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo Dikemas Halal Bihalal, Warga NU Padati Balai Desa Ngelo


Margomulyo – Ahad, 12 April 2026. Suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat ukhuwah mewarnai kegiatan Rutinan Triwulan PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo yang dikemas dengan Halal Bihalal NU Ranting Ngelo pada Ahad, 12 April 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di Balai Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, dan berlangsung meriah dengan antusiasme jamaah yang begitu luar biasa.

Sinergi Ukhuwah dan Penguatan Ekonomi Syariah: Halal Bihalal MWCNU dan LPJ BMT NU Margomulyo Berlangsung Khidmat dan Meriah

Huda Afrianto, S.Ag. (Baju Batik NU) Sekretaris LWPNU PC NU Bojonegoro pada sesi penyerahan sertfifkat wakaf dengan nadzir NU
Margomulyo — Ahad, 19 April 2026. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BMT NU Margomulyo pada Ahad, 19 April 2026, bertempat di Kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi dengan antusiasme tinggi dari warga Nahdliyin se-Kecamatan Margomulyo.

Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo: Meneguhkan Khidmah Ketakmiran Masjid Berbasis Jam’iyyah

Sesi Pengukuhan PAC LTMNU Margomulyo

Masjid Wisata Religi Margomulyo menjadi pusat kegiatan khidmat Pengukuhan Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Margomulyo pada Ahad, 10 Januari 2026, yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo Digelar di Ruang Ketua MWCNU

Rapat Persiapan pengukuhan LTMNU MWCNU margomulyo

Dalam rangka mematangkan persiapan kegiatan pengukuhan pengurus, Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Margomulyo menggelar rapat persiapan pada Rabu, 07 Januari 2026. Rapat tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai dan bertempat di ruang Ketua MWCNU Margomulyo.

History of Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)

History of Naharul Ijtima' Tradition (Studi Geneologi Keilmuan di NU Margomulyo)

Oleh: Lamiran, S.Pd.I./Badrun Sulaiman Ketua MWCNU Margomulyo

I. Pendahuluan

 

A. Latar Belakang

Tradisi Naharul Ijtima' di NU Margomulyo Bojonegoro Jawa Timur, memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Dimulai pada tahun 2019, kegiatan ini merupakan hasil gagasan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah, sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mempererat tali silaturahmi antara para ulama, santri dan warga NU secara umum. Yang kemudian perkembangan di lapangan gagasan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengilhami sebagian kader penggerak dan aktifis NU di beberapa daerah di Indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo.

Naharul Ijtima’ menjadi alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima' yang sulit dilakukan di tengah medan wilayah Margomulyo yang didominasi oleh hutan<![if !supportFootnotes]>[1]<![endif]>. Yang mana MWCNU margomulyo terdiri dari 6 Ranting yakni Rantig NU Ngelo, Margomulyo, Kalangan, Sumberjo, Meduri dan geneng, yang mayoritas berada di kawasan perhutani dengan kondisi jalan makadam yang masih sulit di lalui terlebih di saat malam hari.

Tradisi Naharul Ijtima' di NU Margomulyo merupakan cerminan dari kebutuhan mendesak akan pertemuan rutin antara ulama dan santri serta warga NU secara Umum di wilayah yang geografisnya menantang. Sejarah kegiatan ini, yang dimulai pada tahun 2019, menandai awal perjalanan yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

1.   Gagasan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah:

Naharul Ijtima' bukanlah sekadar kegiatan biasa, melainkan sebuah gagasan yang lahir dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah. RMINU sebagai organisasi yang peduli terhadap pengembangan keilmuan dan silaturahmi di kalangan NU, merespons permasalahan geografis yang berbeda-beda di setiap wilayah di indonesia terkhusus di wilayah Margomulyo dengan menggagas kegiatan ini. Dengan demikian, Naharul Ijtima' menjadi bukti nyata upaya organisasi untuk membawa manfaat positif bagi komunitas NU di seluruh wilayah Indonesia.

2.   Respons terhadap Kebutuhan Mempererat Tali Silaturahmi:

Keberadaan Naharul Ijtima' sejalan dengan kebutuhan akan mempererat tali silaturahmi antara ulama dan santri NU di Margomulyo. Tradisi ini menjadi saluran untuk membangun kedekatan hubungan interpersonal, mengingatkan akan pentingnya menjaga ikatan sosial dan keagamaan di tengah kesulitan aksesibilitas geografis di wilayah tersebut.

3.   Alternatif Berkualitas untuk Lailatul Ijtima':

Naharul Ijtima' di NU Margomulyo menciptakan alternatif berkualitas untuk Lailatul Ijtima', yang sulit dilakukan di medan wilayah Margomulyo yang mayoritas didominasi oleh hutan. Keberhasilan Naharul Ijtima' sebagai alternatif ini dapat diartikan sebagai respons kreatif terhadap kondisi lingkungan yang unik di wilayah tersebut, menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas dalam merespons tantangan lokal.

Seiring dengan makin jelasnya latar belakang Naharul Ijtima', kita dapat memahami bahwa tradisi ini tidak hanya hadir sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wujud nyata dari upaya nyata komunitas NU untuk memperkokoh nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan keilmuan di tengah kondisi lingkungan yang unik dan memerlukan pendekatan yang inovatif.

 

B. Tujuan Penulisan

Makalah ini bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan Naharul Ijtima' di NU Margomulyo, menjelaskan genealogi keilmuan yang mendasari tradisi ini, serta menggali dampak positifnya terhadap komunitas NU di wilayah tersebut.

Pembahasan mengenai tujuan penulisan makalah ini mengarah pada ketiga aspek penting yang ingin diungkap:

1.  Mengungkap Sejarah dan Perkembangan Naharul Ijtima' di NU Margomulyo:

Sebagai upaya awal, tujuan penulisan ini adalah merinci sejarah Naharul Ijtima' sejak dimulainya pada tahun 2019. Penelusuran ini mencakup aspek-aspek seperti awal mula ide, perkembangan pelaksanaan, dan tahapan kunci yang membentuk tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keagamaan di NU Margomulyo. Dengan memahami sejarahnya, para pembaca dapat menangkap konteks serta evolusi Naharul Ijtima' dalam konteks NU Margomulyo.

2.   Menjelaskan Geneologi Keilmuan yang Mendasari Tradisi Ini:

Pada bagian ini, penulisan berfokus pada genealogi keilmuan yang menjadi landasan Naharul Ijtima'. Dalam hal ini, makalah mencermati pengaruh dan kontribusi Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah, inisiatif dari tokoh ulama seperti KH Musthofa Bisri, serta peran komunitas ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural maupun struktural. Dengan mendalaminya, makalah berusaha menjelaskan bagaimana keilmuan menjadi pilar utama dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan Naharul Ijtima'.

3.  Menggali Dampak Positif Naharul Ijtima' Terhadap Komunitas NU di Wilayah Tersebut:

Pada aspek ini, fokus makalah tertuju pada dampak positif Naharul Ijtima' terhadap komunitas NU di Margomulyo. Dari sudut pandang keagamaan, sosial, dan keilmuan, makalah mengidentifikasi perubahan positif dalam tali silaturahmi, peningkatan keilmuan, serta peneguhan solidaritas di antara ulama, santri dan warga NU secara Umum baik kultural maupun struktural. Dengan menganalisis dampak positif ini, makalah mendorong apresiasi terhadap relevansi dan manfaat Naharul Ijtima' dalam membangun dan memperkuat komunitas NU.

Melalui ketiga tujuan tersebut, makalah ini berupaya memberikan gambaran komprehensif mengenai Naharul Ijtima' di NU Margomulyo, memberikan wawasan yang lebih dalam terkait perjalanan, nilai-nilai keilmuan, dan kontribusinya terhadap perkembangan komunitas NU di wilayah tersebut.

 

 

I. Pendahuluan

II. Tinjauan Pustaka

III. Metodologi

IV. Sejarah Naharul Ijtima' di NU Margomulyo

V. Genealogi Keilmuan Naharul Ijtima' di NU Margomulyo

VI. Dampak Sosial dan Keilmuan Naharul Ijtima'

VII. Tantangan dan Prospek Masa Depan

VIII. Kesimpulan

IX. Penutup

 

**Penulis adalah Kader dan Aktifis NU yang saat ini di Amanahi Menjadi Ketua MWCNU & MUI Margomulyo

 

 

Melangkah Bersama: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' dalam Konteks Global

melangkah-bersama-lailatul-ijtima-dan.-naharul-ijtima'-dalam-konteks-global

Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima', dalam keseluruhan kesejarahan dan adaptasinya, tidak hanya menjadi pilar dalam pergerakan NU di tingkat lokal atau nasional, melainkan juga membentuk ikatan global yang erat. Dalam suasana yang semakin terhubung secara global, NU membuka diri terhadap kerjasama lintas batas untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan pemahaman antarumat beragama.

Mengukir Masa Depan: Lailatul Ijtima' dan Naharul Ijtima' sebagai Pilar Pergerakan NU

Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menjadi Naharul Ijtima' bukan hanya mengenai pertemuan dan evaluasi rutin. Kedua kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas dalam pergerakan NU. Dalam menapaki masa depan, NU memahami bahwa keberlanjutan pergerakan ini memerlukan adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan.

Kesinambungan Tradisi: Warisan Lailatul Ijtima' dan Inovasi Naharul Ijtima'

Lailatul Ijtima' dan pergeserannya menuju Naharul Ijtima' tidak hanya sebagai acara rutin, melainkan juga sebagai wahana pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pengurus NU. Ini adalah perjalanan yang menggambarkan kesinambungan tradisi dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, mempertahankan nilai-nilai luhur, sambil terus mengembangkan metode dakwah yang relevan.

Naharul Ijtima': Membangun Jejak Baru dalam Pergerakan NU

Sebagai kelanjutan dari tradisi Lailatul Ijtima', pelaksanaan Naharul Ijtima' di siang hari menambah dimensi dinamis pada pergerakan NU. Keputusan ini memberikan ruang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul, sekaligus menciptakan kesempatan bagi pengurus NU untuk berpartisipasi dalam suasana terang benderang.