Menuku

Selamat Datang Di Website Resmi MWCNU Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Kajian Rutin Majelis Taklim Fatimah Azzahra Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteguhan Dakwah Kader Fatayat NU Margomulyo, "Sungsuman": Sukses Melampaui Ekspektasi, Panitia Pengajian Akbar IHM Margomulyo Tutup Tugas dengan Penuh Rasa Syukur, Naharul Ijtima' MWCNU Margomulyo Perkuat Khidmah Warga NU, LTMNU dan ASWAJA NU Center Hadirkan Pembinaan Strategis

“Menguatkan Jejaring Keilmuan dan Ukhuwah: Rektor UNUGIRI Dorong Pembentukan IKA Alumni di Margomulyo”

Kunjungan Jajaran Rektorat UNUGIRI Bojonegoro di Kantor MWCNU Margomulyo


Margomulyo - Ahad, 15 April 2026. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan kunjungan jajaran rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro (UNUGIRI) di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Margomulyo (MWCNU) Margomulyo pada Ahad, 15 April 2026.

“Menyalakan Obor Peradaban: RAKER Fatayat NU Margomulyo Teguhkan Peran, Kukuhkan Dakwah, Songsong Ramadhan dengan Aksi Nyata”



Margomulyo, Ahad 22 Februari 2026. - Semangat juang dan militansi kader muda Nahdlatul Ulama kembali menyala dalam kegiatan Rapat Kerja (RAKER) PAC Fatayat NU Margomulyo yang digelar pada Ahad, 22 Februari 2026.

Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Merajut Spirit Jama’ah, Mengokohkan Program Khidmah


Margomulyo- 29 Januari 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ sebagai forum silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan gerak jam’iyah.

“Melalui Lailatul Ijtima’, NU Ranting Meduri Bangun Harmoni dan Spirit Keumatan”



Meduri, 18 Januari 2026 – Suasana kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah kembali terasa dalam kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Meduri pada hari Ahad, 18 Januari 2026.

Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo: Meneguhkan Khidmah Ketakmiran Masjid Berbasis Jam’iyyah

Sesi Pengukuhan PAC LTMNU Margomulyo

Masjid Wisata Religi Margomulyo menjadi pusat kegiatan khidmat Pengukuhan Pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Margomulyo pada Ahad, 10 Januari 2026, yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus LTMNU MWCNU Margomulyo Digelar di Ruang Ketua MWCNU

Rapat Persiapan pengukuhan LTMNU MWCNU margomulyo

Dalam rangka mematangkan persiapan kegiatan pengukuhan pengurus, Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) MWCNU Margomulyo menggelar rapat persiapan pada Rabu, 07 Januari 2026. Rapat tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai dan bertempat di ruang Ketua MWCNU Margomulyo.

Pengajian Rutin PAC Muslimat NU Margomulyo Berlangsung Khidmat di Auditorium MWCNU

Kiyai Badrun Ketua MWCNU dalam sesi Kajian rutin Kamis Kliwon


PAC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan pada Kamis Kliwon, 08 Januari 2026. Kegiatan ini dimulai pukul 10.30 WIB hingga selesai dan bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo lantai dua.

“Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo sebagai Model Integrasi Spiritualitas, Tradisi Keilmuan, dan Konsolidasi Organisasi di Awal Tahun 2026”



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sumberejo menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, bertempat di Masjid Nurul Ikhsan, Dusun Singgih, Desa Sumberejo.

“Menjemput Tahun 2026 dengan Mujahadah dan Musyawarah, Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Teguhkan Khidmah Jam’iyyah”


Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertepatan dengan malam pergantian tahun menuju 2026.

Dari Masjid Baitul Mutaqin, NU Meduri Meneguhkan Makna Isro’ Mi’roj sebagai Ibadah yang Membumi


Sambutan Ketua Ranting NU Meduri Eko Sunarno

Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Meduri kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Minggu malam, 21 Desember 2025. Kegiatan rutin warga nahdliyin tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Baitul Mutaqin, Dusun Kijeng, Desa Meduri.

Sertifikat Wakaf untuk Kemaslahatan Umat: Komitmen MWCNU Margomulyo dalam Menjaga Aset Ibadah

Kiyai Ihsan (Kiri) perwakilan dari MWCNU Margomulyo dalam acara penyerahan sertifikat wakaf dengan nadzir NU oleh Gubernur Jawa Timur

Penyerahan sertifikat aset tempat ibadah dengan nazhir Perkumpulan Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting dalam upaya penguatan legalitas aset wakaf keagamaan.

ISTIGHOTSAH & DOA BERSAMA MWCNU MARGOMULYO: Mengetuk Pintu Langit untuk Keselamatan Negeri

Sesi foto bersama usai acara istighotsah

Margomulyo — Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Lantai Dua MWCNU Margomulyo pada Selasa, 2 Desember 2025, saat seluruh jajaran pengurus dan warga nahdliyin mengikuti Istighotsah dan Doa Bersama sebagai respon atas instruksi resmi PWNU Jawa Timur.

Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo: Meneguhkan Semangat Keilmuan dan Militansi Jamaah di Tengah Tantangan Zaman



Margomulyo – Ahad, 29 November 2025. Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberejo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 29 November 2025.

MWCNU Margomulyo Gelar Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya dalam Rangka Hari Santri 2025

Dok. Fotto Bersama di Maqom Raden Santri Jipangulu

Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menyelenggarakan kegiatan Ziarah Mu’asiyis NU dan Auliya pada 24 Oktober 2025.

MWCNU Margomulyo Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Pon-Pes Assyakur

Sesi Foto bersama usai upacara hari santri Nasional

Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menyelenggarakan Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2025.

Mujahadah Hari Santri 2025 MWCNU Margomulyo: Menyucikan Hati dan Meneguhkan Semangat Juang Santri



Margomulyo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo menggelar Mujahadah Hari Santri pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai Dua Kantor MWCNU Margomulyo.

Musyawarah Persiapan Hari Santri 2025 di Aula MWCNU Margomulyo Berjalan Lancar dan Penuh Semangat Kebersamaan


Margomulyo — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Hari Santri pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Aula Kantor MWCNU Margomulyo.

Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Penguatan Spiritualitas dan Progres Percepatan Wakaf


Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’ yang berlangsung penuh kekhidmatan pada Kamis malam (02/10/2025).

Turba Ketua MWCNU Margomulyo di Majelis Taklim Muslimat NU: Bekal Menjadi Orang Baik Hingga Akhir Hayat


Margomulyo – Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Musholla An-Nur, Dusun Jepang, Desa Margomulyo, pada Kamis (02/10/2025) siang.

Kajian Rutin PAC Muslimat dan Fatayat NU Margomulyo: Zakat sebagai Penyempurna Iman dan Sholat



Margomulyo — Suasana khidmat menyelimutiuti auditorium Kantor MWCNU Margomulyo lantai dua pada Kamis Kliwon, 25 September 2025.

MWCNU Margomulyo Gelar Lailatulul Ijtima’, Doakan Keselamatan NKRI



Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ NU pada Rabu malam, 03 September 2025, bertempat di auditorium lantai dua kantor MWCNU Margomulyo. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 hingga 23.30 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri seluruh jajaran pengurus mulai dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, enam ranting NU, serta Badan Otonom (Banom) dari tingkat PAC hingga ranting NU.


Dengan mengusung tema besar “Mujahadah untuk Keselamatan NKRI”, acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo untuk memperkuat barisan, mengokohkan ukhuwah, sekaligus mempersembahkan doa bersama bagi terjaganya keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ihsan, Ketua Ranting NU Geneng. Suasana teduh dan penuh kekhusyukan langsung terasa, di mana setiap hadirin larut dalam lantunan doa untuk para pendahulu, ulama, serta syuhada yang telah berjuang menegakkan agama dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.


Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Jawahirul Ma’ani oleh Kiai Rosyidi, Rois Syuriyah MWCNU Margomulyo. Melalui lantunan manaqib tersebut, jamaah diajak meneladani keteguhan iman dan pengorbanan para wali serta ulama, sebagai cermin semangat perjuangan yang perlu diwarisi generasi sekarang dalam menjaga agama sekaligus negara.


Puncak acara adalah mujahadah bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Badrun, Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo. Dalam suasana hening, jamaah larut dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari segala mara bahaya, dan tetap terjaga dalam persatuan.


Dalam sambutan singkatnya, Kiai Badrun menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat makna. Beliau mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan warga NU agar senantiasa menjaga ketenangan, keharmonisan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu atau gerakan yang tidak jelas tujuannya.


“Mari kita jaga situasi lingkungan kita masing-masing. Jangan sampai ikut-ikutan demo atau gerakan yang tidak jelas. Fokus kita adalah memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan umat, dan terus berdoa demi keselamatan bangsa dan negara. NU harus menjadi peneduh, bukan pemecah,” tegasnya.


Pesan ini menjadi pengingat penting di tengah dinamika sosial-politik yang sering kali diwarnai isu-isu sensitif. NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas, mendorong kesejukan, serta mengedepankan jalan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.


Kegiatan Naharul Ijtima’ NU ini bukan sekadar forum rutinitas, melainkan ruang silaturahmi dan konsolidasi spiritual seluruh elemen NU di Margomulyo. Kehadiran lengkap jajaran pengurus hingga ke tingkat ranting dan Banom menjadi bukti kuatnya komitmen untuk terus menjaga tradisi amaliyah sekaligus berkhidmat kepada umat dan bangsa.


Acara ditutup dengan suasana kebersamaan, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan mempererat hubungan kekeluargaan. Dengan semangat kebersamaan itu, MWCNU Margomulyo bertekad untuk menjadikan mujahadah ini sebagai ikhtiar kolektif dalam menjaga kedamaian lingkungan, mengokohkan ukhuwah, serta mempersembahkan doa terbaik bagi keselamatan NKRI.

“MWCNU Margomulyo Satukan Langkah, Percepat Gerakan Wakaf untuk mengamankan aset Wakaf demi Kemaslahatan Umat”

Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo menggelar rapat koordinasi terkait program Percepatan Wakaf dengan Nadzir Nahdlatul Ulama, bertempat di ruang rapat MWCNU Margomulyo pada Rabu (27/08/2025) pukul 13.00–14.30 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus harian MWCNU Margomulyo bersama para ketua ranting NU dari enam ranting yang ada di wilayah Kecamatan Margomulyo. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun.

Dalam arahannya, Kiai Badrun menegaskan pentingnya percepatan wakaf melalui Nadzir resmi Nahdlatul Ulama, yakni Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berkedudukan di Jakarta. Beliau mengimbau seluruh ketua ranting untuk mengambil peran aktif dalam program percepatan wakaf yang saat ini sedang digaungkan oleh Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama RI.

“Secara hukum, seluruh aset wakaf memang berada di bawah naungan PBNU di Jakarta. Namun, dalam realitasnya pengelolaan wakaf tetap menjadi tanggung jawab masing-masing ketua ranting di wilayahnya,” tegas Kiai Badrun dalam rapat tersebut.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis MWCNU Margomulyo untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan agar aset-aset wakaf Nahdlatul Ulama dapat dikelola secara optimal, sesuai aturan perundangan, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat.

Dari Lailatul Ijtima’ Menuju Aksi Nyata: MWCNU Margomulyo Mantapkan Legalitas Tanah Wakaf


Margomulyo — Sabtu malam, 12 Juli 2025 bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang bertempat di Auditorium lantai dua Kantor MWCNU Margomulyo, Bojonegoro.

Meski biasanya dilaksanakan setiap malam tanggal 11 Hijriyah, kegiatan kali ini mengalami penjadwalan ulang karena satu dan lain hal. Namun demikian, antusiasme warga nahdliyyin tetap tinggi untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat.

Acara dibuka dengan lantunan Sholawat Maulid Mahalul Qiyam, dilanjutkan dengan Tahlil serta pembacaan Manakib Jawahirul Ma’ani, sebuah tradisi khas NU yang sarat nilai spiritual dan keteladanan.

Suasana semakin hangat saat memasuki sesi pemaparan progres program kerja MWCNU Margomulyo oleh Ketua MWCNU, Kiyai Badrun Dalam pemaparannya, menyampaikan kabar menggembirakan bahwa sertifikasi tanah yang menjadi tempat berdirinya Kantor MWCNU Margomulyo kini telah resmi disahkan atas nama Jam'iyah Nahdlatul Ulama, menjadi bukti nyata keberhasilan dalam menjaga dan mengamankan aset jam’iyyah.

Lebih lanjut, Kiai Badrun juga menginformasikan adanya program percepatan sertifikasi tanah wakaf secara nasional yang diluncurkan oleh Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU di tingkat ranting, untuk segera mengamankan aset-aset wakaf yang masih belum bersertifikat.

“Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN memberikan banyak kemudahan untuk proses sertifikasi tanah wakaf. Jangan sampai kesempatan ini terlewat begitu saja,” tegasnya dalam sambutan.

Kegiatan Lailatul Ijtima’ malam itu tidak hanya menjadi forum spiritual dan silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana edukasi strategis dalam penguatan kelembagaan NU, khususnya dalam hal pengelolaan aset dan wakaf.


Sinergi Spiritual dan Kelembagaan: Warga NU Antusias Hadiri Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo

Kegiatan Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo yang digelar di auditorium lantai dua kantor baru MWCNU ini turut dihadiri oleh berbagai elemen warga nahdliyyin, mulai dari para kiai, tokoh masyarakat, pengurus ranting NU, dan badan otonom NU. Terlihat dari suasana penuh keakraban dan kekhusyukan yang tergambar dalam dokumentasi kegiatan.

Tampak dalam foto, Kiyai Badrun menyampaikan progres lembaga dengan tenang dan lugas, didampingi oleh jajaran pengurus MWCNU lainnya yang duduk berjejer di panggung utama. Para hadirin duduk bersila dengan penuh perhatian, sebagian menyimak sambil mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Dalam sambutannya, Kiyai Badrun menegaskan bahwa sertifikat tanah kantor MWCNU ini bukan sekadar dokumen legal, tetapi juga bentuk komitmen NU dalam menjaga amanah umat dan memastikan keberlanjutan perjuangan organisasi.

“Kantor ini adalah simbol perjuangan kita. Sertifikasi bukan sekadar administratif, melainkan bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga marwah dan kemandirian NU di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya penuh semangat.

Tak hanya soal kantor, Kiai Badrun juga mendorong seluruh pengurus NU hingga tingkat ranting untuk menginventarisasi dan segera mengurus legalisasi tanah-tanah wakaf di wilayah masing-masing. Momentum program nasional percepatan sertifikasi wakaf dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama, menurut beliau, adalah angin segar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga NU.

Ia pun mengingatkan bahwa aset wakaf yang tidak disertifikasi rawan disalahgunakan atau diambil alih oleh pihak lain, apalagi jika pewakif telah wafat dan tidak ada pelanjut yang memahami sejarah tanah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Kiyai Badrun juga membuka ruang konsultasi bagi pengurus NU dan nadzir wakaf yang mengalami kendala dalam proses pengajuan sertifikat. “InsyaAllah, kami di MWCNU siap membantu dan memfasilitasi,” tandasnya.


Langkah Nyata Pasca Lailatul Ijtima’: MWCNU Margomulyo Siap Gelar Pengukuran Tanah Wakaf Bersama BPN

Tidak berhenti pada pembahasan dan sosialisasi semata, MWCNU Margomulyo bergerak cepat untuk menindaklanjuti agenda besar sertifikasi tanah wakaf. Dalam penyampaian penutup pada acara Lailatul Ijtima’, Kiyai Badrun mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, mulai hari Selasa, 15 Juli 2025, MWCNU Margomulyo akan menggandeng Mantri Ukur dari Kantor Pertanahan (BPN) Bojonegoro untuk melakukan kegiatan pengukuran tanah wakaf di wilayah Kecamatan Margomulyo.

Sebanyak 15 bidang tanah wakaf dengan nadzir atas nama Nahdlatul Ulama telah terdata dan tersebar di enam desa se-Kecamatan Margomulyo. Lokasi-lokasi tersebut mencakup masjid dan mushalla, serta madrasah, yang menjadi aset penting warga nahdliyyin.

Kegiatan pengukuran ini merupakan tahapan awal dari rangkaian sertifikasi tanah wakaf. Setelah proses pengukuran selesai, akan dilanjutkan dengan Ikrar Wakaf Massal oleh para wakif di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), dalam hal ini Kepala KUA Kecamatan Margomulyo.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan menjadi percontohan percepatan sertifikasi wakaf di tingkat kecamatan. Semangatnya adalah mengamankan aset umat untuk masa depan generasi NU,” ujar Kiai Badrun penuh optimisme.

Langkah ini disambut antusias oleh para pengurus ranting NU, tokoh masyarakat, dan nadzir lokal. Mereka siap mendukung penuh proses yang selama ini kerap terkendala administrasi dan kurangnya pendampingan teknis.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara MWCNU, KUA, dan BPN, sekaligus menjawab seruan nasional dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Agama tentang pentingnya akselerasi legalisasi tanah-tanah wakaf yang selama ini belum bersertifikat.

Dengan adanya pengukuran dan ikrar wakaf massal, MWCNU Margomulyo berharap ke depan tidak ada lagi tanah wakaf NU yang statusnya menggantung atau rawan sengketa. Upaya ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian jam’iyyah dan kejayaan jam’iyyah Nahdlatul Ulama secara struktural dan spiritual.


Refleksi Kebersamaan dan Komitmen

Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas capaian yang diraih, kegiatan ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar perjuangan MWCNU Margomulyo senantiasa mendapat ridha Allah dan semakin membawa manfaat luas bagi umat.

Di akhir kegiatan, para peserta mengadakan doa bersama, memohon keberkahan atas tanah wakaf yang telah disertifikasi dan kelancaran proses sertifikasi lainnya yang masih berjalan. Nuansa kebersamaan dan ruh perjuangan begitu terasa, mencerminkan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar ritual bulanan, melainkan forum konsolidasi spiritual dan kelembagaan NU yang hidup dan membumi.

Tebar Keberkahan Muharram dan Santunan Yatim: Bersama KH Sun'an Mubarok


Margomulyo, Ahad 6 Juli 2025 — Semangat kebersamaan dan nilai kepedulian sosial mewarnai kegiatan Pengajian Rutin Triwulan yang digelar di GOR Desa Margomulyo mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diinisiasi oleh PAC Muslimat NU dan PAC Fatayat NU Kecamatan Margomulyo, serta mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen warga Nahdliyyin se-Kecamatan Margomulyo.

Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan KH. Sun’an Mubarrok, MM, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, sebagai penceramah utama. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan materi tentang Keutamaan Bulan Muharram sebagai momentum pembuka tahun hijriyah yang penuh berkah dan peluang untuk memperbanyak amal saleh. Salah satu bentuk amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah menyantuni anak yatim piatu, sebagaimana yang turut dilaksanakan dalam kegiatan ini.

👥 Dihadiri oleh Elemen NU dan Forkopimcam

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran dan dukungan jajaran:

  • Pemerintah Desa Margomulyo
  • Struktural MWCNU dan pengurus ranting se-Kecamatan Margomulyo

  • Badan Otonom NU: Muslimat, Fatayat, Ansor, UPZISNU, Banser, IPNU, IPPNU beserta seluruh pengurus PAC dan ranting

  • Jajaran KUA Kecamatan Margomulyo

  • FORPIMCAM Margomulyo

Kebersamaan lintas struktur dan generasi ini menjadi bukti nyata sinergi antar elemen umat dalam menjaga tradisi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.


🎁 Santunan Yatim, Simbol Kepedulian Sosial

Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu, yang disambut haru dan penuh kehangatan. Dalam dokumentasi foto yang terlampir, KH. Sun’an Mubarrok tampak mengenakan peci putih dan bersorban, berdiri di barisan depan bersama para anak yatim penerima santunan. Senyum para penerima dan keramahan para tokoh menambah suasana penuh berkah di GOR Margomulyo.

🤲 Doa dan Harapan

Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan agar keberkahan bulan Muharram terus mengalir kepada seluruh peserta, khususnya para anak yatim yang telah disantuni. Diharapkan kegiatan pengajian semacam ini tidak hanya memperkuat tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi tonggak kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat Nahdliyyin.



📢 Antusiasme Jama’ah Membludak hingga ke Luar GOR

Antusiasme warga Nahdliyyin dalam mengikuti Pengajian Triwulan ini sungguh luar biasa. Ribuan jama’ah, didominasi oleh kaum ibu dari unsur Muslimat dan Fatayat NU, tampak memadati seluruh area GOR Desa Margomulyo. Bahkan, berdasarkan pantauan panitia, jama’ah membludak hingga ke luar gedung, memenuhi halaman dan sisi kanan-kiri GOR.

Lautan kerudung hijau, pink, dan warna-warni khas Muslimat-Fatayat menjadi pemandangan penuh harmoni yang menyejukkan hati. Petugas panitia pun tampak sigap mengatur tempat duduk, kelancaran konsumsi, hingga sistem suara agar semua jama’ah, baik di dalam maupun luar gedung, tetap dapat menyimak tausiyah secara nyaman dan khidmat.

📹 Dokumentasi, Live Streaming, dan Panggung Dakwah Penuh Nuansa

Kegiatan ini juga didokumentasikan secara profesional dengan dukungan tim media dan perangkat live streaming, memastikan bahwa semangat dakwah dan pesan keislaman yang disampaikan KH. Sun’an Mubarrok dapat menjangkau lebih luas, termasuk melalui media sosial resmi MWCNU Margomulyo.

Tampak pula panggung utama yang dihias dengan elegan, tempat para tokoh Nahdlatul Ulama duduk berdampingan dalam suasana teduh dan bersahaja, memberi kesan kuat bahwa pengajian ini bukan sekadar acara rutin, melainkan pengikat ukhuwah, penguat iman, dan penggerak amal sosial.

Idul Fitri, Momentum Kebangkitan Bersama melalui Wakaf


Margomulyo, Jum'at 02 Mei 2025

Bertempat di Masjid Baiturrohim Dusun Batang, Kecamatan Margomulyo, suasana malam penuh keberkahan menjadi saksi terselenggaranya kajian keislaman pasca-Ramadan bersama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Kajian ini dimulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB dan dihadiri oleh jama’ah dari kalangan Muslimat dan Fatayat NU.

Mengangkat tema “Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf”, Kiyai Badrun mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar memaknai Idul Fitri sebagai perayaan spiritual, tetapi sebagai titik balik untuk membangun umat secara sosial dan ekonomi melalui gerakan wakaf yang produktif dan terencana.

“Wakaf adalah jalan panjang amal jariyah. Setelah zakat dan infaq, kini saatnya umat menyempurnakan amalnya dengan wakaf, untuk masa depan yang berkelanjutan,” tutur beliau dengan penuh semangat.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Jamaah tampak antusias menyimak paparan yang dikemas dengan bahasa lugas namun mendalam, membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjadikan wakaf sebagai alat perjuangan umat.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: Idul Fitri, Saatnya Bangkit Bersama dengan Wakaf

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Jum'at, 02 Mei 2025 | 19.30–22.30 WIB
Tempat: Masjid Baiturrohim, Dusun Batang – Margomulyo
Peserta: Jajaran Muslimat & Fatayat NU Margomulyo


1. Makna Wakaf sebagai Gerakan Pemberdayaan

  • Wakaf bukan hanya tentang tanah atau bangunan, tetapi mencakup aset produktif, dana abadi, bahkan skill.

  • Rasulullah ﷺ mencontohkan wakaf sumur Raumah, yang hingga kini pahalanya terus mengalir.

  • QS. Al-Baqarah: 261 – "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…"


2. Momentum Idul Fitri: Kembali Suci, Bangkit Kembali

  • Setelah jiwa disucikan oleh Ramadan, kini saatnya langkah konkret membangun masyarakat.

  • Idul Fitri adalah “hari besar sosial”, bukan sekadar seremoni.

  • Wakaf dapat menjadi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan dan membangun kemandirian umat.


3. Arah Gerakan Wakaf yang Terstruktur

  • Bentuk wakaf produktif:

    • Lahan pertanian

    • Ruko/usaha ekonomi syariah

    • Dana bergulir untuk UMKM

  • Kelembagaan wakaf perlu dikuatkan:

    • Nadzir profesional & berbadan hukum

    • Sertifikat wakaf sebagai jaminan hukum dan keberlangsungan


4. Peran Muslimat dan Fatayat NU

  • Menjadi motor edukasi wakaf di tengah masyarakat.

  • Menginisiasi Wakaf Kolektif Perempuan NU untuk pembangunan pesantren, layanan kesehatan, dan koperasi.

  • Menyusun program pelatihan pengelolaan wakaf untuk kader muda.


5. Penutup: Wakaf sebagai Warisan Peradaban

“Mari mulai dari yang kecil, dari yang ada, dan dari diri sendiri. Wakaf bukan milik orang kaya saja. Ia milik siapa pun yang ingin menjadi bagian dari kebangkitan umat.”

Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk memulai program Gerakan Sadar Wakaf di lingkungan Muslimat-Fatayat NU Margomulyo.

Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Kunci Bangkitnya Ekonomi Umat dari Masjid Kaligede


Margomulyo, Ahad 04 Mei 2025

Bertempat di Masjid Al-Amin Dusun Kaligede, Desa Margomulyo, kegiatan pengajian umum rutin Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Margomulyo kembali digelar dengan semangat pasca-Ramadan yang menyala. Acara dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dan menghadirkan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai narasumber utama.

Dengan lugas dan menyentuh, Kiyai Badrun menyampaikan materi bertema:
"Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Pilar Ekonomi Umat Pasca Ramadan",
sebagai refleksi lanjutan dari nilai-nilai Ramadan menuju penguatan ekonomi berbasis umat.

“Zakat dan infaq bukan hanya amalan, tapi fondasi pembangunan ekonomi. Jika dikelola bersama dengan semangat wirausaha, umat bisa bangkit dari bawah,” ungkap beliau.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh jajaran Muslimat dan Fatayat NU, yang hadir lengkap dengan busana identitas organisasi masing-masing, menunjukkan sinergi perempuan NU dalam membangun perekonomian komunitas.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: "Zakat, Infaq, dan Wirausaha: Pilar Ekonomi Umat Pasca Ramadan"

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Ahad, 04 Mei 2025 | Pukul 13.00–15.30 WIB
Tempat: Masjid Al-Amin Kaligede, Margomulyo
Peserta: Jajaran Muslimat & Fatayat NU Margomulyo


1. Makna Zakat dan Infaq sebagai Investasi Sosial

  • Zakat membersihkan harta, mengangkat derajat mustahik menjadi muzakki.

  • Infaq sebagai jembatan kedermawanan dan solidaritas.

  • QS. At-Taubah: 103 – "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..."


2. Ekonomi Umat sebagai Mandat Spiritual

  • Zakat dan infaq harus diarahkan pada program produktif, bukan hanya konsumtif.

  • Masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, bukan sekadar tempat ibadah.

  • Potensi jamaah masjid dapat dihimpun untuk mendirikan koperasi, warung, hingga pelatihan kewirausahaan.


3. Wirausaha sebagai Pilar Kemandirian

  • Memberdayakan keluarga melalui pelatihan keterampilan perempuan.

  • Mendukung produk lokal Muslimat dan Fatayat.

  • Menyusun roadmap bisnis berbasis komunitas.


4. Implementasi di Tingkat Akar Rumput

  • Membentuk kelompok usaha mikro di bawah naungan ranting NU.

  • Mengelola dana zakat/infaq secara kolektif dan transparan untuk pemberdayaan.

  • Membangun sinergi dengan BAZNAS, BMT, dan Lembaga Amil Zakat.


5. Penutup: Dari Ramadan Menuju Perubahan Nyata

“Idul Fitri adalah titik tolak. Mari kita lanjutkan semangat Ramadan dalam bentuk konkret: membangun ekonomi umat, dari masjid, oleh jamaah, untuk masyarakat,”
Kiyai Badrun Sulaiman


Pengajian ditutup dengan pembacaan doa dan komitmen bersama untuk merancang aksi nyata: pelatihan UMKM berbasis masjid dan koperasi Muslimat-Fatayat sebagai gerakan lanjutan.

Jika diperlukan, saya dapat bantu menyusun rencana aksi pemberdayaan ekonomi komunitas berbasis zakat-infaq, lengkap dengan struktur kegiatan dan indikator keberhasilan.

Spirit Idul Fitri untuk Kesejahteraan Umat: Kiyai Badrun Ajak Muslimat NU Wujudkan Aksi Nyata


Margomulyo – Kamis, 8 Mei 2025

Bertempat di Auditorium MWCNU Margomulyo, jajaran PAC Muslimat NU Kecamatan Margomulyo menggelar kajian pasca-Idul Fitri dengan semangat pembaruan jiwa dan visi kebangkitan umat. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan narasumber utama Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo.

Dengan penuh keteduhan, beliau menyampaikan materi bertema:
"Spirit Idul Fitri: Dari Kesucian Hati Menuju Kesejahteraan Umat"
dalam suasana yang hangat, penuh keakraban, dan menggugah semangat keummatan.

“Kesucian hati yang lahir dari Idul Fitri harus dilanjutkan dengan kesadaran kolektif untuk memberdayakan umat, khususnya kaum ibu dalam gerakan ekonomi berbasis syariah,” tegas Kiyai Badrun di hadapan para peserta kajian.


📚 MATERI PENYULUHAN

Tema: "Spirit Idul Fitri: Dari Kesucian Hati Menuju Kesejahteraan Umat"

Pemateri: Kiyai Badrun Sulaiman
Waktu: Kamis, 08 Mei 2025 | Pukul 09.00–11.30 WIB
Tempat: Auditorium MWCNU Margomulyo
Peserta: Jajaran PAC Muslimat NU Margomulyo


1. Makna Idul Fitri sebagai Momentum Spiritual

  • Idul Fitri adalah tonggak kembali kepada fitrah (kesucian jiwa).

  • Proses pembersihan diri dari dosa harus disertai perubahan sosial nyata.

  • QS. Al-Baqarah: 185 – "Agar kamu bersyukur."


2. Kesinambungan Spirit Idul Fitri dalam Kehidupan Sosial

  • Dari ibadah ritual menuju ibadah sosial.

  • Membumikan nilai-nilai spiritual dalam bentuk program kesejahteraan.

  • Silaturahmi dijadikan wahana membangun jaringan kolaborasi produktif antar warga Muslimat.


3. Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Syariah

  • Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas.

  • Mendorong Muslimat NU memiliki koperasi syariah, unit usaha mikro, dan pelatihan keterampilan.

  • Wakaf, infaq, dan zakat dijadikan sumber dana sosial produktif.


4. Strategi Aksi Nyata Muslimat NU

  • Menginisiasi Majelis Taklim Ekonomi Muslimat.

  • Mengembangkan program Baitul Maal wat Tamwil (BMT) berbasis jamaah.

  • Mendukung UMKM lokal berbasis rumah tangga.


5. Penutup: Dari Hati yang Bersih ke Gerakan Umat yang Kuat

“Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru, tetapi cara pandang baru terhadap peran kita dalam membangun umat. Dari hati yang bersih, kita susun kekuatan umat menuju keberdayaan,”
Kiyai Badrun Sulaiman


Kajian ini menegaskan bahwa Muslimat NU bukan hanya pilar keagamaan, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Kajian pun ditutup dengan doa dan tekad bersama untuk menindaklanjuti semangat ini dalam bentuk aksi nyata di lingkungan masing-masing.